Kaskus

Story

rafinotesAvatar border
TS
rafinotes
Sletingnya Bapi, semuanya berawal dari Sleting
Sletingnya Bapi, semuanya berawal dari Sleting

Assalamu'alaikum Wr.wb
Selamat datang gan


Ini Cerita pertama ane di sini emoticon-I Love Indonesia (S), ane udah baca rulesnya tapi misalkan ane melanggar tolong ingatkan ane emoticon-Malu (S)


Quote:


Quote:


penulis itu aku
amatir pun itu aku
Menulis aku bisa
Hanya sekedar menyusun kata demi kata...

Aku tak bangga
Karena itu hanya tulisan biasa
Paragraph yang tak mempesona
Terkutip dalam cerita tak bermakna

Penyair itu Aku
Penyihir bukanlah aku
Aku hanya seorang amatir
yang tidak bosan berfikir

Quote:

Quote:


INDEXnya gan



Quote:
Diubah oleh rafinotes 18-05-2015 02:26
anasabilaAvatar border
kopiko0385Avatar border
kopiko0385 dan anasabila memberi reputasi
2
21.7K
131
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
rafinotesAvatar border
TS
rafinotes
#114
25.3 "Ini Bukan Tentang LOVE"
~~Plaakkkkk~~

Quote:


alah makan apa gue sampai mimpi buruk kayak gitu, untuk menghilangkan sisa kepanikan yang masih ada dalam jiwa gue ini, jiwa yang terkumpul secara “terpaksa” karena di gampar sendal jepit emoticon-Cape d... (S)-_- jadi gue langsung mandi, dan lagi-lagi terpaksa nggak ada konser di kamar mandi. Bagaimana pun juga gue tetap khawatir sama Lili walau tadi itu cuma mimpi buruk, dan sore ini gue harus ke rumah Lili sekalian memastikan keadaan dia sama keluarganya.

~~ trengg teteng teng tengggg... ~~

Quote:


Lili bikin gue kaget ternyata dia ada di belakang, dan langsung duduk di Susilo... Ehhh ternyata si Om nggak ada padahal biasanya udah siaga di depan rumah hehehe. Gue berangkat tanpa tujuan karena gue nggak tau Lili mau pergi kemana, tapi paling juga pergi ke taman soalnya Lili nggak pernah minta ke tempat lain selain ke taman, dan gue harap tebakan gue benar soalnya gue lupa bawa duit kan bisa kacau urusannya kalo ternyata Lili malah minta pergi ke restoran atau mallemoticon-Hammer (S) hehehe.

Di perjalanan Lili selalu berkomentar tentang keadaan di sekitarnya dengan ceria, dan gue selalu menjawab “iya” kalo Lili bertanya hehehe namanya juga lagi konsentrasi mengemudikan Susilo “Ingat keselamatan nomor 1” emoticon-army. Ada kondisi dimana gue mulai khawatir yaitu waktu lewatin tempat makan emoticon-Takut (S) , soalnya gue lupa bawa duit!, dan waktu iseng-iseng merogoh kantong celana ternyata ada duit “2000 Rupiah”emoticon-Berduka (S) yang cukup buat bayar parkir doang, tapi untungnya gue selalu bawa botol air minum (termasuk airnya).

Quote:


Tuh kan gue salah ngomongemoticon-Berduka (S) , misalnya gue bilang “soalnya hati kita kan sudah tertanam di taman ini” pasti di kira modus, gombal, atau rayuan basi, dan ujung-ujungnya beteemoticon-Berduka (S) . Kan bingung gue harus ngapain emoticon-Frown masa gue harus jawab “nggak tau, cuma nebak doang”, dan ujung-ujungnya Lili bete + sebel karena gue di anggap nggak pekaemoticon-Berduka (S) “aahhh tembak saya Om!... Tembak saya!”. Turun dari Susilo malah jadi canggung gini, gue mau ngomong tapi takut salah lagi, dan Lili kelihatan cemberut terus rasanya kayak lagi Ujian Nasional bikin pusing udah gitu gue nggak bisa 'main' pensil ~ehhemoticon-Hammer (S)

Quote:


5 menit, 10 menit, 15 menit berlalu dalam keheningan, bahkan sampai burung-burung di taman itu bosan untuk berkicau. Di bangku taman yang sudah tidak asing lagi karena hanya di bangku itu yang terlihat paling rapuh, bangku itu menjadi saksi di antara keheningan, sepasang anak remaja yang saling mencintai satu sama lain, dan mereka hanya saling menundukan kepala. Sepertinya bangku taman itu mulai bertanya-tanya karena biasanya mereka terlihat sangat bahagia berada di taman ini.

Quote:


Awalnya gue kira Lili itu nangis, tapi kenapa sampai hidungnya berdarah? (mimisan), Lili kaget dan langsung mengelap darah yang keluar dari hidungnya pake tangan, dan tangannya jadi merah-merah karena darah. Sedangkan matanya Lili cuma merah kayak orang habis nangis, tapi nggak ada air matanya? Mungkin udah kering kali ya, bagaimanapun juga gue nggak tenang, dan kenapa keadaannya jadi kayak gini?.

Quote:


Matahari mulai lelah berada di atas langit sepanjang hari, beberapa daun sudah terlihat jatuh dari atas pepohonan yang biasa menjadi tempat bagi burung-burung untuk saling menyapa, dan angin pun mulai berhembus lebih kencang sampai menyeret daun-daun menjauh... Tapi itu semua tidak cukup untuk membuat anak remaja itu beranjak dari bangku taman yang terlihat paling rapuh, mereka hanya terpaku melihat matahari yang semakin lama semakin menjauh dengan tatapan penuh harapan seolah tiada hari esok datang...

Gue cuma berharap hari-hari kemarin saat bersama Lili akan bertahan selamanya, tapi rasanya mustahil ketika gue lihat matahari perlahan menjauh dari pandangan gue. Gue cuma diam, gue nggak berani nengok, dan manggil Lili... Biarkan saja keadaan ini untuk sementara hahaha bohong kalo gue ketawa, sedangkan perempuan di samping gue ini sedang menangis, dan gue nggak bisa melakukan apa-apa selain menemani dia di sini... Di taman ini... Di bangku ini... Di sampingnya yang gue harap ini akan bertahan selamanya :')

Quote:


Dugaan gue benar!, dari cara bicaranya yang datar berbeda banget dari biasanya, Lili menangis, dan mulai bersandar di pundak gue sampai pundak gue terasa basah. Gue mau usap-usap rambut Lili pakai tangan kiri, tapi bayangan di mimpi itu muncul lagi, tangan kiri gue terasa kaku seolah-olah ia berkata “Jangan pi” apa tangan gue juga takut?, hahaha konyol walaupun ini terasa sangat nyata...

Gue lihat ke kanan sudah sepi, gue lihat ke kiri ada dua orang yang sedang berjalan ke arah gue, nggak jelas karena orang itu masih jauh dari jangkauan lampu taman walaupun nggak terlihat jelas, tapi terasa sangat jelas kalo mereka berdua sedang bahagia. I-itu kayak gitar?, ternyata dua orang itu sepasang penyanyi yang waktu itu membuat suasana gue sama Lili jadi semakin romantis, sayangnya mereka datang di saat yang nggak pas jadi gue geleng-geleng kepala kayak ngasih kode gitu agar mereka nggak ke sini, dan ternyata mereka ngerti emoticon-Smilie

Quote:


Lili ngomong gitu sambil melihat ke mata gue, gue gugup. Mata Lili masih merah, dan agak sembab (bengep) karena tadi nangis, tapi kesedihan itu tertutupi karena senyum tipisnya yang begitu meyakinkan gue, walaupun gue tau itu senyum palsu. Senyum tipis itu seolah mau meyakin gue bahwa dia “nggak apa-apa” hahaha maaf Li gue juga cuma berpura-pura “nggak apa-apa” padahal rasanya pengen banget gue menjerit saat melihat kamu kayak gini.

Quote:


Gue lupa!, ini pasti gara-gara pisang goreng atau ini gara-gara singkongnya babeh?emoticon-Hammer (S) . Habis ngomong gitu gue langsung pergi entah kemana pokoknya gue harus mikir cepat. AHA!, “Susilo … Susilo... Susilo” gue ngomong udah kayak baca mantra sambil jalan ke arah Susilo berharap ada sebuah benda yang bisa di jadikan hadiah ehehehe kacau ya gue. Tau kah anda?, gue menemukan sebuah buku catatan warna pink dengan tulisan LOVE di dekat jok, tapi pas gue buka ada tulisan minyak goreng 1Kg, telur 1 butir, mentega, kayaknya ini punya Nyokap. Karena lembar lainnya masih kosong jadi gue sobek aja deh ehehehe.

Quote:


Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.