- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87.1K
544
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#77
Part 10: Ligthning Versus Sand
Quote:
Pasir-pasir yang tadinya melindungi Rudy kini mulai bergerak. Cukup cepat pergerakannya. Pasir-pasir itu membentuk mata anak panah dan langsung meleseat ke kepala Erik. Dengan tangkas, Erik menghindar ke kanan. Belum selesai, pasit itu berbalik dan sekali lagi mengarah ke Erik. Menyerang Erik dari belakang. Akibatnya, telapak tangan kanan Erik tergores oleh tembakan pasir itu.
Quote:
Rudy menggigit bibirnya dan menggeram. Perkataan dan tawa Erik yang barusan tadi sepertinya sukses memprovokasi Rudy. Pasir-pasir di sekelilingnya membentuk tombak besar dan langsung berputar seperti bor. Tombak pasir itu langsung melesat dan mengarah ke perut Erik. Siap untuk merobeknya.
Erik yang sudah siap akan serangan itu tersenyum. Listrik yang dari tadi sudah berkumpul di tangan kanannya dilemparkannya ke udara untuk menangkis serangan Rudy. Serangan listrik dan tombak pasir berbenturan di udara. Tombak pasir itu hancur dan bertaburan di tanah. Sementara listrik Erik sendiri menjadi percikan-percikan bercahaya. Di saat menjadi percikan-percikan itulah, Erik memasukkan listriknya ke dalam peti muatan yang terbuat dari besi. Setelah itu, secepat mungkin Erik mengeluarkan pistolnya dan menembak Rudy.
Rudy berhasil menghindari tembakan Erik. Tangan kanannya bersandar di peti muatan. Di saat itulah Erik mengaktifkan listriknya. Tiba-tiba Rudy tersentak dan memegangi tubuhnya. Pasir yang dari tadi melayang-layang mengelilinginya langsung jatuh ke tanah. Sambil berlutut, matanya menatap Erik dengan geram. Berkali-kali mencoba berdiri tapi tidak bisa. Rudy tak bisa merasakan kakinya.
Quote:
Erik mengarahkan pistolnya ke muka Rudy. Tangannya sedikit gemetar karena menahan perih. Pendarahannya belum berhenti akibat sayatan pasir tadi.
Cepat-cepat menguasai konsentrasinya kembali, Rudy membuat tameng pasir. Pertahanan pasir itu melindungi bagian depan, kanan dan kiri tubuhnya. Usahanya berhasil. Tiga peluru Erik bersarang di tameng pasir Rudy.
Quote:
Ada dua lubang kecil di tameng pasir buatan Rudy. Erik menyadari itu. Lubang itu cukup untuk sepasang mata. Dari tadi Rudy mengawasinya, terus dalam posisi bertahan dan tanpa bisa menyerangnya. Erik menciptakan listrik lagi dan kali ini menghasilkan warna biru. Rudy melakukan hal itu berarti kakinya masih lumpuh. Erik menembakkan listriknya ke peti muatan di sebelah kirinya. Tujuannya adalah menyerang sisi kanan Rudy. Pengendali pasir itu menyadari taktik Erik. Secara mengejutkan, dia melompat mundur. Sehingga listrik Erik hanya menghancurkan tameng pasir Rudy.
Listrik Erik memiliki dua warna. Yang pertama berwarna kuning. Biasanya warna kuning digunakan untuk melumpuhkan, menyalakan dan mengacaukan alat elektronik, membuat lawan terkejut, pencahayaan dan sebagainya. Intinya, kuning bertujuan untuk memperoleh keunggulan strategik. Sedangkan warna biru adalah listrik yang cukup untuk membunuh manusia. Butuh energy yang lebih besar daripada listrik kuning untuk menciptakan listrik berwarna biru.
Quote:
Rudy mengangguk dan tersenyum. Pengendali pasir itu mengubah tameng pasirnya menjadi panah besar lagi. Baru jadi setengah, Erik menghantam anak panah yang belum jadi itu dengan listrik berwarna biru, Rudy tidak menyerah untuk menyerang Erik. Secepat mungkin Erik maju dengan tinju yang dilapisi oleh listrik.
Mengubah taktiknya dari serangan jarak jauh menjadi jarak dekat, Rudy melapisi tinju kanannya dengan pasir. Tangan pasir Rudy menyambut tangan listrik Erik. Di saat yang bersamaan, tinju pasir dan tinju Erik yang penuh dengan muatan listrik berbenturan. Meskipun dilapisi pasir, Rudy merasakan rasa kesemutan dan tersayat-sayat di tangannya. Mereka berdua saling terlempar ke belakang setelah tinju mereka berbenturan.
Tinju pasirnya keras juga, pikir Erik, Tanganku rasanya seperti dipukul palu.
Rudy juga meringis kesakitan. Dia melepaskan lapisan pasir di tangannya. Terlihatlah telapak tangannya yang mengalami pendarahan gara-gara serang listrik Erik. Tidak terlalu parah pendarahannya. Selain itu, kulit di jari-jarinya terkelupas.
Belum menyerah dengan pertarungan jarak dekat, Erik menghunuskan katananya yang dari tadi berada di sarungnya. Erik segera berlari untuk menyerang Rudy. Tidak lupa memberinya efek listrik di katananya. Muncul percikan-percikan listrik berwarna kekuningan di katana Erik. Sepertinya Erik berniat mengambil keuntungan strategik dulu daripada langsung membunuhnya.
Pengendali pasir itu sudah siap juga untuk pertarungan jarak dekat. Dia menciptakan anak panah raksasa dari pasir-pasirnya. Rudy menggenggam erat-erat anak panah raksasanya. Bersiap untuk menghadapi lawannya yang sangat agresif dalam menantangnya untuk pertarungan jarak dekat.
Quote:
Erik terus berusaha menekan pertahanan anak panah Rudy dengan katananya. Rudy pun juga tidak mau kalah. Pengendali pasir itu memfokuskan kekuatannya untuk menahan katana Erik. Di saat itulah Erik langsung mendaratkan telapak kakinya di perut Rudy. Rudypun terlempar dan di saat bersamaan, dia melesatkan panah raksasa buatannya ke kaki Erik. Sekali lagi, Erik sedikit terlambat menghindar. Kaki kirinya langsung tersayat oleh mata panah buatan Rudy. Erik langsung berlutut dan menjatuhkan katananya. Dia menggertakkan giginya karena menahan rasa perih yang menyerang kakinya. Tembakan Rudy barusan tepat mengenai bekas cakaran Nikolai. Beruntung tidak sampai memutuskan kaki Erik. Selain karena Erik cepat-cepat melompat meskipun sedikit terlambat, pikiran Rudy tidak konsentrasi karena dia terlempar gara-gara tendangan Erik.
Dua Awakened Human ini sama-sama tak bisa bergerak. Erik masih tak kuat menahan rasa sakit di kakinya. Pengendali listrik itu mengobati luka sayatan di kakinya dengan serbuk regenerasi yang didapatnya dari Arthur. Sementara Rudy sendiri kakinya masih lumpuh gara-gara tendangan Erik yang mendarat di perutnya. Tendangan Erik tadi dilapisi oleh listrik. Begitu menyentuh perut Rudy, Erik segera memindahkan listriknya ke kaki Rudy dan membuat lawannya lumpuh.
Quote:
Rudy benar-benar marah karena barusan Erik melesatkan listriknya yang berwarna biru tepat ke kepala Rudy. Rudy cepat-cepat menghindarinya. Sehingga listrik Erik hanya mengenai peti muatan. Si pengendali pasir menyadarinya karena dari tadi Erik menyembunyikan tangan kanannya untuk mengumpulkan listrik.
Lumpuh di kaki Rudy hilang terlebih dahulu daripada regenerasi Erik. Rudy sekarang berdiri dan mengumpulkan pasir-pasirnya. Entah apalagi yang akan dia lakukan. Sekarang pasirnya mengelilingi tubuh Rudy membentuk spiral.
Erik memaksakan diri untuk berdiri. Tangannya meraih katana yang terlempar tak begitu jauh darinya. Sebenarnya regenerasi di kakinya hampir sempurna. Rasa sakitnya hampir menghilang. Erik memaksakan berdiri karena tidak ingin jika lawannya ini tahu akan kelemahannya yang berada di kaki. Baru saja dia berdiri sepenuhnya, pasir Rudy yang tiba-tiba berubah menjadi cambuk dan menyerang kaki kiri Erik. Erik terlempar dan tangannya membentur logam. Tangannya memang sakit. Tapi lebih sakit kakinya yang sejak awal sudah terluka gara-gara serangan Nikolai.
Quote:
Sekarang Rudy berkonsentrasi untuk membuat panah raksasa lagi. Dia sepertinya bersiap untuk mengakhiri nyawa Erik. ukurannya lebih besar. Proses terbentuknya pun lebih cepat. Sepertinya Rudy menggunakan sebagian besar energinya untuk mempercepat prosesnya. Rudy mundur secepat mungkin. Menjaga jarak dari Erik.
0