Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
delet3Avatar border
delet3 dan 50 lainnya memberi reputasi
49
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#3623
PART 125

Gue melangkah keluar dari restoran fastfood itu ketika hari sudah mulai gelap. Selama gue di dalam McDonalds itu gue lebih sering memejamkan mata, beristirahat. Gue baru sadar kalo gue baru tiba siang tadi setelah 24 jam lebih melakukan perjalanan dari Indonesia dan belum beristirahat sedikitpun, malah langsung lari-larian melintasi Brussels. Ketika gue duduk, baru terasa lah rasa jetlag yang lumrah terjadi. Pusing dan mengantuk. Karena itu tadi gue berusaha menguranginya dengan meminum kopi, sambil sesekali memejamkan mata.

Gue berjalan keluar dan melintasi malam di Brussels. Sempat terpikir oleh gue untuk langsung menuju Gare de Bruxelles Central lagi, dan mencari kereta ICE Bahn menuju ke Berlin. Gue berjalan di sepanjang trotoar yang diterangi dengan toko-toko ala Eropa di kanan kirinya, hingga gue merasakan pusing yang cukup hebat. Gue limbung, dan kemudian cepat-cepat mencari tempat untuk duduk beristirahat. Akhirnya gue menemukan sebuah bangku di depan taman, entah di jalan apa, dan duduk disana.

Gue duduk di bangku taman itu hanya dengan diterangi lampu kota berwarna kuning, dengan siluet bangunan toko di belakangnya. Gue letakkan tas ransel disamping, dan menunduk sambil memasukkan kedua tangan gue ke kantong jaket. Gue kedinginan, dan rasa-rasanya napas yang gue hembuskan mengeluarkan uap air yang terlihat oleh mata. Barangkali hidung gue pun sudah memerah, karena waktu itu hidung gue berair lagi. Gue mengeluarkan handphone di kantong, dan bingung kepada siapa gue harus menceritakan ini. Sophia tidur, sementara gue gak mungkin chat nyokap, karena itu hanya akan membuat beliau khawatir. Gue mengurungkan niat itu, dan mengerang ketika melihat indikator baterai handphone gue berwarna merah.

Gue mematikan handphone untuk menghemat baterai, dan memakai kupluk berwarna hitam yang gue bawa dari rumah. Mendadak gue merasa sangat merindukan rumah gue, kamar gue di kota asal gue. Tempat yang nyaman dan selalu bisa mengerti apapun keadaan gue. Sementara sekarang, gue berada 11.000 kilometer jauhnya dari rumah, dan sendirian dalam keadaan kedinginan dan lelah. Gue harus beristirahat, pikir gue. Besok gue akan menyusul ke Berlin, tapi malam ini gue akan beristirahat.

Gue bangkit dari duduk, kemudian berjalan menyusuri jalan entah apa namanya, hingga ke ujung. Celingukan sebentar, gue menemukan sebuah palang nama jalan di sisi lain, bertuliskan Rue de La Fourche. Gue menyusuri jalan itu, dan masih mendapati deretan toko-toko khas Eropa disana. Jika gue berada di situasi yang lain, mungkin gue akan sangat menikmati ini. Tapi sekarang kondisinya benar-benar berbeda. Gue gak bisa menemukan kesenangan disitu.

Di ujung Rue de La Fourche, gue berbelok ke kanan, dan menemukan sebuah jalan yang dipenuhi dengan café dan restoran-restoran bergaya khas Eropa. Sangat indah. Gue melirik ke papan nama jalan, bertuliskan Rue des Bouchers. Sambil menggendong ransel dan memasukkan kedua tangan ke kantong jaket, gue berjalan menyusuri Rue des Bouchers.

Spoiler for Rue des Bouchers:

Spoiler for Rue des Bouchers:


Gue hanya melewati jalan itu, meskipun sering berhenti untuk menikmati momen-momen yang ada. Agak lebih jauh gue berjalan, akhirnya gue menemukan sebuah hotel di jalan itu. Tanpa pikir panjang lagi gue berbelok dan memesan satu kamar di hotel yang ternyata bernama Hôtel des Galeries. Gue masuk kamar, dan mencharge handphone gue yang sekarat, kemudian langsung menjatuhkan diri ke ranjang.

Gue terbangun ketika hari sudah mulai terang tanah, dan segera masuk ke kamar mandi. Gue belum membersihkan diri lebih dari 2 hari, dan badan gue terasa berat. Setelah mandi dan bersiap-siap, gue menghubungi Sophia, satu-satunya orang yang tau keadaan gue disini sejak awal.

Quote:


Gue tertawa geli sendiri membaca jawaban gue yang asal-asalan dan gue bisa merasakan gimana gondoknya Sophia membaca jawaban gue itu.

Quote:


Gue mengenakan jaket, kemudian check out dari hotel dan kembali menjelajahi jalanan Brussels. Gue mencari informasi tentang kereta ICE yang menuju Berlin melalui internet. Akhirnya gue menemukan jadwal keberangkatan ICE dari Gare de Bruxelles Midi. Satu-satunya jalan yang aman ya naik kereta dari Gare de Bruxelles Central ke Gare de Bruxelles Midi. Setelah melalui perjalanan yang cukup jauh, gue akhirnya sampe di Gare de Bruxelles Midi, dan membeli tiket kereta ICE Bahn ke Berlin via Koln.

Gue duduk di bangku sambil menunggu kereta gue, dan mencoba menghubungi Sophia. Gue menyumpal mulut gue dengan lollipop, telinga gue dengan earphone iPod, dan berjaket. Ransel gue letakkan diantara kaki.

Quote:


Beberapa jam kemudian gue udah duduk di dalam kereta menuju Berlin. Kereta peluru itu melesat menuju ke arah Timur. Ke tempat dimana gue berharap bisa bertemu dengan seorang wanita yang masih dan akan selalu gue cintai.
khodzimzz
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.