Kaskus

Story

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.3K
469
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#68
Part 11

Hari ini aku memilih ijin pulang lebih awal. Suasana hatiku benar-benar sedang nggak enak. Aku langsung pulang kerumah, mengurung diri seharian didalam kamar. Mama kerja, Rafi nggak tau kemana.

Menjelang sore suara ketukan pintu membuatku terbangun dari tidurku. Ketika kubuka ternyata Rafi. Sepertinya Rafi tau, aku habis menangis. Dia mengerutkan dahinya menatapku.

“siapa yang bikin kamu nangis?” tanya Rafi

Aku reflek memeluk Rafi dan kembali menangis dipelukan Rafi. Menumpahkan semua rasa sedihku. Aku menceritakan semuanya yang terjadi. Dari aku mengejar Reno, sampai sekarang tiba-tiba perasaanku berubah. tapi aku jujur dengan perasaanku, mendengar pengakuan Reno tadi aku sedikit tersanjung dan terharu.

“kamu suka dengan Reno?” tanya Rafi dengan lembut
“kayaknya begitu”
“kok kayaknya? Kamu harus bisa yakinin perasaan kamu sendiri”
“aku bingung”
“makanya jangan suka main-main dengan perasaan, kena batunya kan sekarang? Ya udah itu muka nggak usah melo gitu, yuk keluar. Biar nggak sedih”

Hatiku bergetar mendapat perhatian yang sebegitunya dari Rafi. Nyamaan… sekali rasanya. Sentuhan lembut dan perhatiannya yang tulus membuatku lupa dengan kesedihanku.

“asik… traktir yah” kataku seraya mengusap pipiku yang basah

Rafi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Aku merasa aku ini serakah, aku ingin memiliki Rafi dan Reno secara bersamaan. Aku nggak mau kehilangan salah satu dari mereka. Reno yang selama ini selalu kukejar, ternyata lama memendam kagum juga kepadaku. Sedangkan Rafi, dia adalah sosok yang selalu membuatku merasa nyaman, aman, tenang. Aku benar-benar nggak mau kehilangan 2 lelaki ini dari hidupku. Aku sayang dengan mereka berdua. Tapi aku paham, pada akhirnya nanti aku harus memilih.

*********

Pagi buta, Rafi sudah terlihat sibuk dengan tas ranselnya. Aku yang baru saja terbangun dari tidurku menatap Rafi dengan kening berkerut. Rafi terlihat sudah rapi dan keren.

“kamu mau kemana pagi-pagi gini?” tanyaku bingung
“eh baru bangun ya?” kata Rafi malah balik bertanya
“kamu mau kemana?” aku pun mengulang pertanyaanku karena belum ada jawaban dari Rafi
“aku disuruh balik dulu kerumah. Kalau kuliahku sudah mulai, nanti aku kesini lagi”

Aku memandang Rafi tajam. Aku masih takut ditinggalkan lagi oleh Rafi.

“nanti tinggal disini aja yah” kataku meminta Rafi dengan manja
“kalau kamu dan mama kamu nggak keberatan iya aku mau disini aja, jagain kamu” ucap Rafi dengan tersenyum lalu mengacak poniku
“maa…” teriakku memanggil mama
“iya kenapa sayang?”
“Rafi boleh ya ma tinggal disini aja, yah ma ya…” kataku kepada mama memohon manja
“iya boleh, Rafi kan udah kayak anak mama sendiri”
“beneran ma? Makasih yah maaa…” kataku lalu memeluk mamaku erat
“jangan sering dimanjain tante, liat tuh manja nya nggak ketulungan” celetuk Rafi
“apaan sih? Nggak boleh manja dengan mamaku sendiri?” ujarku menoyor kepala Rafi
“liat tuh tante, gini nih kalo sering dimanjain” sahut Rafi membalas

Mama hanya tersenyum geleng-geleng kepala. Aku nggak mau kehilangan saat-saat seperti ini. Aku nggak mau Rafi jauh dariku. Hanya Rafi yang bisa membuatku tau, bagaimana rasanya memiliki seorang kakak.
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:36
pulaukapok
pulaukapok memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.