Kaskus

Story

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.3K
469
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#62
Part 10

“ini beneran Reno yang aku kenal kan yah? Ini reno yang ketua OSIS itu kan? Kamu nggak abis kebentur kepalanya?”

Jessy yang sedari tadi hanya mengawasi dari jauh, datang mendekat. Dia seperti takjub menanyakan itu semua kepada Reno.

“aku baik-baik aja Jes, aku hanya sedang merasakan rasanyanya menjadi Tata my princess. Apa salah aku ingin dekat dengan Tata?”
“bilang aja kamu Cuma mau main-main denganku” kataku menyeletuk

Reno hanya tersenyum tipis mengacak-acak rambutku

“nggak usah senyum sok kecakepan”
“memang cakep kan?”
“pede kamu”
“kalau aku minder aku nggak bisa jadi ketua OSIS, aku nggak bisa jadi pacar seorang yang smart kayak kamu”

Aku geram Reno selalu bisa menjawab kata-kataku. Kupukul-pukul bahunya pelan melampiaskian kekesalanku. Sampai Reno menangkap pergelangan tanganku dan menggenggamnya dengan kuat.

“lepas nggak?!” kataku dengan memelototi Reno
“bilang sayang dulu”

Cengkeraman tangan Reno terlalu kuat, berkali aku mencoba berontak melepaskan tanganku. Tapi nggak bisa. Posisi tempat dudukku kurang menguntungkan, aku tersudut, dibelakangku tembok.

“bilang sayang dulu, baru aku lepas”
“apaan sih Reno, lepasin!”
“oh jadi nggak mau bilang”

Reno perlahan mendekatkan wajahnya didepan wajahku. Seperti mau menciumku. Aku gemetaran, sumpah aku takut, aku gugup. Kami berdua sudah menjadi bahan tontonan dikantin ini. Termasuk Jessy yang sama sekali nggak membantuku. emoticon-Frown

“bilang sayang atau aku cium disini?”
“mama…”

Aku ingin menangis merengek rasanya. Tapi malu dilihat orang-orang. Aku berpikir Reno nggak akan berani menciumku. Dia nggak akan menjatuhkan harga dirinya sendiri sebagai ketua OSIS. Tapi wajahnya itu semakin dekat dengan wajahku, aku panik, aku benar-benar terpojok. Bola mata Reno makin terlihat jelas.

“iyaaa aku sayang” kataku seraya memejamkan mata
“sayang siapa?” kata Reno lanjut bertanya padaku
“kamuuu!” ucapku cepat masih terpejam nggak berani membuka mata
“kamu siapa?”

Aku mencoba memberanikan diri membuka mata. Melirik Jessy berharap mendapat bantuan. Tapi sepertinya Jessy malah menganggap ini sebuah tontonan seru, sama dengan yang lain dikantin ini.

“ya udah abisin gih siomaynya, aku balik kekelas dulu” kata Reno melihatku kasihan
“sana pergi” kataku mendorong Reno lalu meloloskan diri dari keadaan terpojok disini

Aku bergegas lari meninggalkan kantin. Aku dikerjai habis-habisan oleh Reno. Aku malu, aku ingin menangis rasanya. Aku melangkah menuju kesisi sekolah yang jarang dilewati. Aku menelungkupkan kepalaku diatas lutut. mulai menumpahkan air mataku. Aku sesenggukan mengingat yang baru saja dilakukan Reno.

“jangan nangis, maafin aku”

Tanpa kuduga Reno mengikutiku, menemukanku dalam keadaan menangis seperti ini. Rambutku dibelai lembut, Reno berusaha membujukku. Aku mendorongnya pelan, tapi Reno malah merangkulku.

“lepasin, nanti diliat guru”
“berarti kalau nggak diliat guru boleh ya?”
“apaan sih?”

Aku berusaha melepaskan diri dari rangkulan Reno dan kembali mendorongnya menjauh.

“jangan nangis, aku minta maaf, aku keterlaluan”
“nggak mau maafin aku?”
“aku harus apa biar kamu maafin aku?”

Aku sama sekali nggak menjawab semua pertanyaan Reno. Aku mencoba menghentikan tangisanku, mengusap pipiku yang basah.

“putusin aku!” kataku dengan lantang

Aku bilang seperti itu karena nggak mau dipermainkan oleh Reno lebih jauh lagi. sebenarnya aku mulai merasa terharu dan tersanjung ketika Reno berusaha bersikap manis kepadaku. Seperti sekarang. Tapi aku nggak tau apa yang ada dipikiran Reno.

“ok kalau itu bisa buat kamu maafin aku” kata Reno menghela nafas
“yang perlu kamu tau, bukan Cuma kamu yang selalu ngikutin aku. Aku juga. Tiap hari aku ngikutin kamu pulang naik angkot. Setiap hari aku nungguin kamu dateng kekelasku dengan sikap kamu yang konyol itu. Iya Ta, tanpa kamu sadar, aku sebenernya bisa dibilang secret admirer kamu. Tapi aku masih kurang yakin, mana mungkin ada cewek secantik kamu, sepinter kamu, ngejer-ngejer aku dengan cara konyol gitu”
“ngga apa-apa aku tinggal disini sendiri?”

Aku masih terdiam mendengar pengakuan Reno barusan. Kenapa jadi seperti ini? Aku dibuat bingung, semuanya terasa aneh.

“tinggalin aku sendiri”

Reno dengan berat hati meninggalkanku sendiri. Dia tau nggak mungkin memaksakan kehendaknya dan membuatku semakin sedih. Perlahan Reno mundur dan meninggalkanku sendiri.
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:35
pulaukapok
pulaukapok memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.