Kaskus

Story

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.4K
469
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#45
Part 9

Pagi ini nggak seperti biasanya ramai suara dari arah meja makan. Aku yang sudah rapih berseragam lengkap berjalan menenteng tasku kearah meja makan. Aku sempat mematung beberapa saat. Ada Rafi itu sudah biasa, karena dia menginap dirumahku entah sampai kapan. Tapi ini ada Reno! Aku duduk perlahan masih menatap semuanya yang ada dimeja makan.

Seketika nafsu makanku hilang. Sama sekali nggak ada niatan untuk sekedar basa-basi bertanya. Mereka pun nggak ada yang bersuara.

“Aku udah kenyang ma, berangkat dulu ya ma” kataku buru-buru pamit dan enyah dari situasi yang sangat aneh ini
“kok nggak dihabiskan?”
“aku buru-buru ma, assalamu’alaikum” ucapku kemudian mengecup punggu tangan mamaku

Reno ikut-ikutan pamit dan minta ijin berangkat bareng denganku

“nggak aku mau berangkat sendiri!” kataku dengan nada kesal
“ayolah my princess jangan marah trus ya. maaf ya tante ini Tata lagi ngambek nih. Reno jadi serba salah” kata Reno dengan dramanya
“sayang jangan gitu dong, ngambeknya udahan ah. Sama Rafi kan udah clear masalahnya, udah baikan. Reno mungkin Cuma cemburu dengan Rafi, padahal kan Rafi itu udah kayak anak mama sendiri”

OMG. Aku menatap Rafi dia hanya menahan tawa. Lalu tatapanku berpindah ke Reno. Masih dengan senyum horor yang menakutkan. Sebelum situasi dirumah ini makin aneh, aku seret saja Reno keluar rumah dan meminta Reno segera berangkat kesekolah.

“apa maksud kamu kerumahku?” tanyaku seraya memukul kepala Reno yang ditutupi helm

Reno diam tanpa jawaban. Masih berkonsentrasi mengendarai motor.

“jawab!” kataku membentak lalu kembali memukul kepala Reno
“apa kerumah pacar itu salah?” kata Reno balik bertanya
“Kamu lupa? Kemarin bilang putus kan?”
“anggep aja aku kemarin khilaf, kamu nggak bisa lepas gitu aja dariku” Jawab Reno lalu kembali fokus menatap jalan
“nggak bisa sekali putus ya putus” kataku dengan tegas
“dulu ngotot jadi pacar, sekarang juga putus ngotot”

Aku mengakui memang suka dengan Reno. Tapi sikapnya belakangan ini sangat berbeda. Aku lebih suka Reno yang cuek dan selalu mengabaikanku dulu daripada yang seperti ini. Aku masih belum bisa menebak apa mau Reno sebenarnya.

Aku melempar tasku kearah kursi, masih kesal karena Reno hari ini. Maksudku ingin kembali seperti dulu lagi, melupakan sejenak semua hal tentang cowok, aku mau fokus sekolah lagi. Tapi sepertinya sekarang semua bertambah rumit.

“ciyee yang abis dianter pacar” kata Jessy menggodaku
“kamu mau kulempar kayak tasku?” kataku dengan wajah galak
“lho kok kamu jadi galak gini?”

Aku mengacak-acak rambutku sendiri. Pusing memikirkan semua ini.

“nggak tau ah, aku pusing”
“pusing kenapa? Reno?”
“stop Jes, jangan sebut Reno lagi!” kataku sedikit berteriak dan membuat beberapa teman kelasku memandang aku dan Jessy
“ya ampun kamu bikin kaget aja, kamu lagi dapet?”
“maaf Jes, jangan banyak tanya lagi yah? Aku pusing, bayangkan tadi pagi Reno ada dirumahku, iya makan pagi bareng dirumahku”
“bagus dong ada peningkatan”
“tapi aku nggak suka Jes… Dia itu Cuma mau main-main denganku”
“yakin Cuma main-main?”
“sangat yakin, kamu nggak inget gimana setahun lebih ini sikap Reno kepadaku? Dingin, cuek, acuh”
“hmm.. mungkin aja Reno tersadar, ternyata kamu nggak seidiot kelakuanmu dulu”
“sialan kamu Jes bilang aku idiot”

Tanganku dengan cepat sukses menoyor kepala Jessy sebelum dia sempat mengelak

Aku benar-benar bingung. Seketika aku ilfeel dengan Reno. Masa bodo dengan Reno, aku sudah bertekad untuk menjadi aku yang cool dan tenang sesuai sifat asliku. Bukan aku yang norak nggak jelas seperti saat masih mengejar Reno.

*******

Bel istirahat pertama akhirnya berbunyi. Aku memang kurus, tapi aku nggak bisa lama-lama menahan mulutku untuk nggak mengunyah. Seringkali aku membawa cemilan kedalam kelas. Dengan bersemangat aku mengajak Jessy menuju kekantin. Nggak sabar ingin memesan jajanan yang biasa kupesan.

Sebuah tepukan dibahuku membuat aku agak terkaget. Ternyata Reno, masih dengan senyum nya yang horor dimataku.

“apa?” tanyaku dengan wajah jutek
“duduk sini aja my princess, biar aku yang pesenin” kata Reno dengan ramah
“emang kamu tau aku mau pesen apa?” tanyaku mencoba menahan rasa kesalku
“siomay tanpa kecap, tanpa kol, bumbunya mau dipisah? Minumnya es jeruk kan?”

Aku ternganga tapi dengan cepat aku menutup mulutku.

“bukan, sok tau kamu, minggir”
“duduk aja, biar aku yang pesenin”
“ya udah sana pesenin” kataku dengan jengkel
“ok siap my princess, mau makan apa?”
“makan orang!”

Reno hanya tertawa pelan mengacak rambutku.

“iya persis yang seperti kamu bilang tadi, buruan!”

Wajah Reno itu menyebalkan, nafsu makanku sedikit hilang karena Reno. Tapi perutku ini sudah berbunyi dari tadi. Mau tak mau aku harus sedikit menahan kekesalanku.

“katanya tadi laper, kok nggak pesen makan?” tanya Jessy menghampiriku
“aku sekarang punya asisten, tuh dia” kataku menunjuk kearah Reno dengan bibirku yang sedikit dimajukan
“ya ampun Reno baik banget jadi pacar, so sweet”
“diem kamu Jes, mau kulempar?”
“ampun ampun Ta, ya udah aku duduk agak jauh, nanti malah ganggu kamu lagi berduaan”

Tak lama kemudian Reno datang membawa pesananku. Masih, tetap sama, senyum itu benar-benar horor. Aku enggan lama-lama menatapnya.

“ini spesial buat my princess, pesennya dengan cinta dan kasih sayang”

Jessy dari jauh melongo melihat sikap Reno kepadaku. Sedangkan aku hanya bisa menahan kekesalanku.

“ngapain ikut duduk sini?” tanyaku kepada Reno
“nggak ada yang ngelarang kan duduk bareng pacar?” kata Reno balik bertanya dengan gaya coolnya
“tapi aku mau makan, jangan diliatin begitu terus…”
“aku kan Cuma liat aja nggak minta”
“iya tapi aku risih”
“aku dulu nggak risih”

Capek meladeni Reno. Berhubung aku memang lapar, kutelan saja makanan ini tanpa mempedulikan Reno disebelahku. Aku mencoba menganggap Reno nggak ada. Aku jadi berpikir dan teringat. Mungkin dulu Reno merasakan hal yang sama sepertiku sekarang.
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:34
pulaukapok
pulaukapok memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.