Kaskus

Story

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.3K
469
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#28
Part 7

Suasana sekolah ramai karena pasca UAS diisi dengan beberapa perlombaan antar kelas. Aku memilih duduk diteras kelas yang menghadap langsung kearah lapangan basket dengan headset ditelinga menikmati lagu-lagu favoritku.

“Heh, kok bengong? Nih es jeruk pesenan kamu” kata Jessy membuyarkan lamunanku
“makasih Jes” kataku lalu meraih es jeruk yang dipegang Jessy
“liatin siapa?” tanya Jessy
“nggak ada” jawabku
“kamu tumben nggak nyariin Reno?”

Ketika Jessy mempertanyakan Reno aku menoleh kearah Jessy memamerkan senyumku

“malah senyum gitu. Eh Ta, itu Reno tuh” seru Jessy menunjuk kearah lapangan

Pandanganku pun mengikuti arah telunjuk Jessy lalu bangkit meninggalkan Jessy yang terlihat bingung karena aku malah berjalan kearah yang berlawanan dari lapangan. Aku memilih pergi kekantin seperti biasa memesan siomay tanpa kecap, tanpa kol.

“kok kamu nggak nonton Reno dilapangan? Biasanya paling semangat jadi cherleader Reno” tanya Ridho menghampiriku lalu duduk disampingku
“kan kamu yang bilang, aku nggak boleh norak dan murahan” jawabku dengan bangga
“bagus…!!” seru Ridho mengacungkan dua jempolnya
“tapi boleh kan sekarang aku berubah haluan ngintilin kamu?” kataku menggoda Ridho
“astaga Tata… trus itu Rafi mau dikemanain? Nggak cukup satu?”
“cowok juga kan nggak cukup ceweknya satu, cewek juga boleh dong”
“ah kamu memang kurang waras Ta”
“hehehe, nggak kok… becanda Dho, Rafi itu udah kayak kakak ku sendiri”

Ridho hanya membulatkan mulutnya mengeluarkan kata oh sembari memanggutkan kepalanya.

“kenapa kamu naksir dengan Rafi ya?”
“sialan! Aku masih doyan cewek. Apalagi cewek seperti Jessy”
“ups ada yang keceplosan nih hahahaha” aku pun tertawa lebar mendengar pengakuan Ridho yang tanpa disengaja itu
“jangan bilang-bilang ya Ta, plis…” kata Ridho memohon
“tergantung”
“ok, kamu mau apa?”
“nanti aja deh, tunggu aku butuh”
“ah kamu curang, mau manfaatin aku”
“biarin” kataku menjulurkan lidah kearah Ridho
“eh Ta, ngomong-ngomong kelas sepi nggak ada yang kamu yang suka bikin rame ngejerin Reno”
“kenapa? Kangen yah?”
“idih pede, Reno kali tuh yang kangen”
Aku kembali tertawa, “mana mungkin Reno kangen. Kamu yang kurang waras”
“kamu dibilang nggak percaya, dari pagi tadi Reno ngeliatin pintu trus kalau dikelas”
“emang muka aku kayak pintu gitu? Reno ngeliatin pintu berarti kangen sama aku? “
“hahaha, eh Ta, tapi aku beneran pengen tau nih, kenapa kamu ngilang”
“aku nggak ngilang, nih lagi makan siomay”
“aku serius Ta…”
“Ridho perhatian banget deh dengan aku, jadi terharu…” ucapku lalu menyandarkan kepalaku ke bahu Ridho

Tanpa kuduga dari arah belakang Reno muncul. Dengan wajah berkeringat dia menatapku dengan berapi-api.

“ternyata kamu bener-bener nggak punya etika ya” kata Reno
“ada masalah?” tanyaku cuek kepada Reno yang ada dihadapanku

Mata Reno seperti api yang berkobar. Sedangkan Ridho hanya terbengong melihat sikapku yang jauh berbeda terhadap Reno

“belum Rafi, sekarang kamu mau mendekati Ridho? Ternyata kamu seperti ini. Seharusnya aku nggak perlu kasihan denganmu” kata Reno dengan lantang sambil menunjuk-nunjuk kearahku
“aku nggak pernah minta dikasihani. Kamu ada masalah apa? Aku ada salah? Aku nggak ganggu kamu lagi kan?” kataku dengan wajah sok polos

Reno terlihat semakin geram. Aku menyeruput menghabiskan es jerukku lalu pergi meninggalkan Reno dan Ridho.

“keren Ta, bagus…” seru Ridho malah mendukungku

*********

Aku berjalan keluar kelas menggendong tas yang hanya berisi novel dan komik. Aku memperhatikan Jessy yang dengan aneh memandangku yang sedari taadi senyum-senyum nggak jelas.

“kamu telat minum obat?” tanya Jessy menyentuh dahiku dengan punggung tangannya
“memang kenapa?” kataku balik bertanya
“kamu nggak sadar, daritadi senyum-senyum sendiri?”
“hehehe”

Melihat reaksiku, Jessy malah bertambah bingung. Tanpa mempedulikan Jessy yang terlihat kebingungan aku berjalan menuju kegerbang sekolah. Belum tiba digerbang sekolah, aku mendadak menghentikan langkahku. Didepan jalanku ada Reno yang menghadang dengan tatapan yang mengerikan.

“ikut aku!” kata reno dengan memaksa
“kamu siapa? Harus gitu nurut apa mau kamu?” kataku dengan santai

Reno langsung menarik tanganku tanpa membalas pertanyaanku. Aku hanya berusaha mengikuti kemana Reno mengajakku. Reno perlahan memperlambat langkahnya hingga cengkeraman tangannya dilenganku melemah. Setelah melepas cengkeramannya, tangan Reno berpindah kebahuku.

“kamu pikir Cuma kamu yang bisa?” kata Reno berbisik ditelingaku, aku pun reflek menjauhkan kepalaku
“mau kamu apa?” tanyaku dengan tegas
“aku mau kamu merasakan apa yang aku rasakan mulai sekarang. Ayo ikut!”

Reno memaksaku naik kemotornya. Aku hanya menuruti saja apa mau Reno. Aku bingung dengan sikap Reno.

“kita mau kemana?” tanyaku masih belum tau apa maksud dan tujuan Reno
“nganter kamu pulang”
“tapi aku udah dijemput Rafi” kataku mulai panik karena Rafi sudah berada diluar
“udah ikut aja”
“reno, aku nggak mau pu…”

Belum sempat aku meneruskan perkataanku Reno langsung saja menyalakan motornya dan membawaku keluar dari sekolah. aku berusaha menutupi wajahku dipunggung Reno. Takut Rafi melihatku.

“mau kemana? Mampir dulu kewarnet, ke gramedia tempat favoritmu atau ke mie ayam mas min?”

Aku terheran kenapa Reno bisa tau semua tempat yang biasa aku kunjungi

“atau mau ke foto box, biar kita bisa foto berdua.”

Aku makin terbengong dibelakang Reno. Aku semakin heran tak percaya Reno tau itu semua.

“kenapa diem? Aku juga bisa seperti kamu”
“kamu mengikuti aku ya?” tanyaku curiga

Reno berhenti meminggirkan motornya lalu mengacak poniku.

“mau langsung pulang atau jalan dulu?”
“pulang aja” jawabku mulai merasa aneh dengan sikap Reno
“ok my princess”

Hah? What? Reno memanggilku my princess? Aku garuk-garuk kepala mendengarnya. Aku sama sekali ngggak menduga Reno akan melakukan ini kepadaku, membalas semua kelakuanku selama ini. Aku mendadak risih. Ternyata aku selama ini lumayan menjengkelkan. emoticon-Malu

“kamu tau rumahku? emoticon-Belo
“aku tau semuanya lebih dari yang kamu bayangkan” jawab Reno sambil mengusap rambutku
“sampai ketemu besok pagi my princess” lanjut Reno lalu pergi meninggalkanku didepan rumah
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:33
pulaukapok
pulaukapok memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.