Kaskus

Story

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.3K
469
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#17
Part 5

Saat ini nggak ada hal yang lebih membuatku merasa senang selain mengganggu Reno. Seperti pagi ini disekolah, aku sudah standby menunggu Reno dikelasnya dengan setia ditemani Ridho, teman sebangku Reno.

“kamu belum capek nguber Reno? Aku risih tau nggak ngeliatnya, jangan tersinggung ya, harga diri kamu sebagai cewek itu kayaknya jatuh banget..”

Mendengar perkataan Ridho yang berusaha menasehatiku, aku malah tertawa keras hingga pipiku terasa keram.

“makasih yah Dho udah perhatian sama aku, duh aku jadi terharu nih. aku nggak peduli, yang penting aku merasa happy” kataku dengan santai lalu menjitak kepala Ridho

Tak lama kemudian Reno tiba dikelas. Melihat kedatangan Reno aku cengengesan nggak jelas.

“kok my prince baru dateng sih, aku kan nunggunya lama, iya kan Dho? Untung aja ditemenin Ridho nih” seruku lalu bangkit dari duduk dan menarik tangan Reno lalu menggoyang-goyangkan dengan manja
“aku nggak minta kamu nunggu” ujar Reno lalu menarik tangannya dengan cepat
“eh sebentar, kalian ini beneran pacaran emoticon-Belo?” tanya Ridho dengan wajah kepo
“nggak” jawab Reno singkat
“my prince kok gitu, kemarin aja ngajakin aku pulang bareng”

Reno hanya menanggapi perkataanku itu dengan isyarat menggelengkan kepala lalu jari telunjuknya dimiringkan dan diletakkan didahinya.

“cinta nggak pake ngaku-ngaku juga kali Ta… buahahahaha… untung Cuma aku yang denger, kalau orang lain bisa dibully habis kamu” Ridho tertawa terbahak
“heh Dho, kamu sekarang itu juga lagi bully aku tau, daripada kamu jomblo abadi nggak laku” kataku lalu menjitak kepala Ridho
“sialan kamu, nggak liat aku ini 11-12 dengan Reno?”
“bodo amat Dho, aku mau balik kekelas, dadah Ridho, dadah my prince…”

Aku pergi meninggalkan kelas Reno dengan riang berjalan melompat-lompat seperti kelinci menggemaskan. Aku sudah cukup bahagia pagi ini. Nanti istirahat aku pasti kembali mengganggu Reno. Aku suka sekali melihat ekspresi Reno yang marah dan kesal kepadaku. Jika sudah gusar aku semakin gemas, nggak ada sama sekali rasa kasihan melihat Reno yang mungkin tersiksa dan terpaksa.

“gimana Ta? Ditolak lagi? dicuekin lagi?” tanya Jessy ketika aku baru saja duduk disampingnya
“kamu kenapa sih Jes? Nggak bisa liat orang seneng”
“kamu itu makin lama makin aneh tau nggak, aku ini sahabat kamu, bawel juga buat ingetin kamu”
“aneh gimana? Aku merasa normal, baik-baik aja”
“aku nggak tau kamu itu cinta atau terobsesi dengan Reno, kalau cinta kamu nggak akan segila ini”
“udah nggak usah dibahas lebih panjang lagi, kayak buku ini nih… BLEK!! Ketutup deh, selesai urusan”

Jessy hanya menggelengkan kepalanya. Aku masih terlihat santai tanpa memikirkan perkataan Jessy yang menurutku hanya membuatku patah semangat.


Bel istirahat berbunyi, aku menarik tangan Jessy dengan cepat, tak sabar ingin kekantin untuk menemaniku bertemu dengan Reno my prince.

Aku memesan siomay tanpa kecap, tanpa bawang, tanpa kol. Tak lupa segelas es jeruk. Aku makan dengan lahap nggak peduli harus menjaga imej dengan makan perlahan dan sok imut.

“eh itu Reno, bentar ya Jes” ujarku pada Jessy lalu bangkit dan berjalan menyambangi Reno

Aku hanya duduk manis disamping Reno, memperhatikan Reno dengan seksama yang sedang menikmati siomaynya. Reno mencoba nggak mempedulikan kehadiranku, tapi lama kelamaan sepertinya dia risih juga. Dia jadi nggak bisa menikmati siomaynya.

“Ta, ganggu Reno aja kamu ini, sana hus…” usir Ridho kasihan melihat Reno yang mulai terlihat risih
“reno aja nggak keberatan kok, kamu yang sibuk” ujarku lalu menjulurkan lidah kearah Ridho

Tak lama kemudian Reno mendorong dahiku lalu mengacak-acak rambut poniku yang cute ini emoticon-Malu

“my prince kenapa? Berarti daritadi kamu merhatiin aku yah? Ya ampun segitunya, aku jadi malu emoticon-Malu
“astaga Tata, sumpah kamu itu bikin ilfeel tau nggak, cantik kamu ilang!” seru Ridho menggelengkan kepalanya

Aku hanya cengengesan nggak jelas sambil memandangi Reno. Sudah setahun lebih aku begini, dan sikap Reno kali ini berbeda. Dulu Reno nggak pernah marah dan mengusirku, mungkin hanya teman Reno yang merasa risih dan mengolok-olokku. Tapi kali ini Reno mengacak-acak rambutku. Sama halnya seperti kemarin. Aku merasa senang, setidaknya Reno itu menganggapku ada.

“eh ngomong-ngomong aku liat kamu kemarin dijemput Rafi, mau CLBK kah?” tanya Ridho mengalihkan pembicaraan

Aku merasa kesal ketika tiba-tiba Ridho membahas soal Rafi. Di rumah saja aku merasa sangat kesal harus bertemu setiap hari dengan Rafi. Ditambah lagi Ridho membahasnya didepan my prince. Setelah menjitak kepala Ridho, aku beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.

Sebenarnya Rafi itu bukan pacarku. Tapi banyak teman-teman SMP yang bilang kami berdua itu pacaran. Nggak salah mereka berpikiran seperti itu, aku dan Rafi sangat dekat. Setiap aku digoda dan dijahili teman-teman cowok, Rafi yang selalu membelaku.

“Ta, ngomong-ngomong soal Rafi, gimana kelanjutannya? Kamu mau balikan lagi?”

Nggak Ridho, nggak Jessy, sama semuanya. Kenapa harus bahas Rafi? Aku muak mendengar nama Rafi disebut-sebut.

“udah ah Jes, aku nggak mau bahas tentang Rafi, please…” kataku memohon

Dari luar kelas, tampak sosok Reno. Aku seakan nggak percaya ketika Reno melambaikan tangannya memanggilku.

“Jes? Itu Reno manggil aku kan? Nggak salah kan?” tanyaku menyenggol-nyenggol lengan Jessy
“ya siapa lagi? buruan sana”

Aku pun bangkit dari duduk lalu setengah berlari menuju depan kelas.

“nanti pulang sekolah aku anter” ujar Reno langsung berlalu begitu saja

Aku speechless mendengar perkataan Reno itu. Mulutku masih menganga lebar, sama hal nya dengan Jessy yang mendengar perkataan Reno itu dari tempat duduknya.

“Jes, itu tadi beneran kan Reno mau anterin aku pulang? Iyah kan? Iya?”

Jessy masih terbengong tak bersuara, hanya bisa memanggutkan kepalanya menjawab pertanyaanku. Aku pun berlari mengejar Reno yang belum cukup jauh dari kelasku.

“my prince… tadi beneran mau anterin aku pulang sekolah?” tanyaku memastikan
“balik kekelas atau batal” jawab Reno dengan dingin
“kalau diganti ngobrol aja bisa nggak my prince?” tanyaku dengan agak manja
“kenapa?”
“aku nanti dijemput Rafi, kalau aku nggak balik kerumah dianter Rafi, nanti aku dimarah Mama…”
“cowok kemarin itu?”
“iya..”
“baguslah, berarti aku nggak perlu repot nganterin kamu. Balik kekelas sebelum aku buat kamu sakit hati”
“nggak apa-apa yang penting bisa deket sama kamu”
“kamu itu punya pacar tapi mengejarku seperti cewek murahan begini, apa kamu nggak punya hati?”

Terlihat raut wajah Reno marah kepadaku. Aku hanya bisa menundukkan kepala. Aku bingung, Reno saja menganggap Rafi itu pacarku.

“aku bilang baik-baik sekarang, jangan deketin aku lagi! paham?”
“jadi kamu sekarang merasa terganggu yah? Kamu udah nggak cukup sabar seperti dulu ya? kamu dulu selalu menganggap aku nggak ada, tapi baru sekarang kamu bicara begini sama aku”
“jangan deketin aku lagi, kamu paham?”

Ekspresi wajah Reno mulai menakutkan. Sepertinya kesabarannya sudah habis untukku saat ini. Dia terlihat benar-benar marah.

“ok deh my prince, eh Reno… besok-besok jangan kangen sama aku ya…” ujarku mencoba ceria lalu memeluk Reno singkat

Aku berjalan meninggalkan Reno, ketika aku menoleh kebelakang Reno masih terdiam mematung. Sepertinya pelukanku tadi membuat tubuhnya seperti tersengat listrik. Kaku, tak bergeming. Aku merogoh ponsel disaku bajuku, lalu menghapus sebuah kontak yang kuberi nama Reno Myprince. Itu kulakukan dengan sedikit memaksakan senyum dibibirku.

Cukup sampai disini orang menganggapku gila. Nggak punya harga diri, nggak waras dan lain sebagainya. Aku merasa bahagia, dan yang terpenting aku tetap bisa menjaga yang seharusnya wanita jaga pada umumnya. Anggap saja yang kulakukan kemarin adalah sebuah akting belaka. Sekedar melupakan bayangan Rafi yang meninggalkanku. Sekarang aku ingin menjadi diriku yang seutuhnya. emoticon-Smilie
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:31
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.