- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.1K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#49
F Part 4
Setiap jam istirahat gue selalu pergi ke kantin bersama genk gue di sekolah. Genk gue di sekolah terdiri dari 4 orang, gue, Andrea, Dania, dan Rani. Gue dan Dania sekelas dari kelas satu, sedangkan Andrea dan Rani beda kelas.
Awalnya kita tidak saling kenal, kita berempat dipertemukan pada saat masa orientasi siswa. Gue memang bukan orang yang people person, saat pertama kali masuk sekolah disini gue gak punya kenalan sama sekali. Tapi, tidak bagi Andrea yang sangat supel kepada siapa orang. Waktu itu ketika gue duduk sendirian, dia menghampiri gue.
“Hey, sendirian saja?”
“Ya!!” Gue melihat ke arah gadis yang rambutnya sama panjangnya dengan gue. Gadis itu kemudian duduk disamping gue.
“Nama gue, Andrea.”
“Felisha.”
……..
Teman pertama gue Andrea, gadis blasteran Sunda-Jerman. Kemudian Andrea memperkenalkan Rani dan Dania kepada gue.
~~~~~****~~~~
“Fe, gak panggil aja itu adik tiri lu kesini? Sendirian aja dia.” Ujar Andrea. Kami berempat seperti biasa sedang berkumpul di kantin. Ketika itu Ani sedang mengantri membeli makanan.
“Ngak.”
“Kenapa?”
“Ngak usah.”
“Kalau gue jadi elu, gue manfaatin dah itu si Ani.” Celoteh Rani.
~*******---~~~~
Hari Minggu, janjinya gue mau pergi ke rumah Dania untuk belajar persiapan ujian nasional tahun depan. Tapi cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan deras diluar memaksa gue untuk tidur lagi di pagi hari. Gue bangun sekitar jam 11an, tidak tahu pastinya yang jelas gue bangun dengan kondisi kelaparan. Gue keluar kamar dan kelihatannya tidak ada orang. Gue pergi ke dapur ternyata Ani sedang memasak. Entah setan apa yang merasuki gue, gue jadi keinget perkataan Rani.”Kalau gue jadi elu, gue manfaatin si Ani.”
Tidak ada salahnya juga si Rani pikir gue saat itu. Berhubung gue kelaperan kenapa gue gak nyuruh si Ani buat menyediakan makanan buat gue.
“Hey, bikinin dua.” Pinta gue kepada Ani. Gue langsung pergi ke ruang keluarga untuk menyalakan tv. Betapa membosankanya hari itu, tidak ada acara di tv yang menarik perhatian gue. Selang beberapa saat Ani menghampiri gue, memberitahukan bahwa dia sudah memasak mie buat gue. Gue langsung bangkit dan mengambil semangkuk mie tersebut lalu pergi ke kamar.
“Bener juga kata lu Ran, kenapa gak gue manfaatin aja si Ani?” Batin gue saat itu.
Awalnya kita tidak saling kenal, kita berempat dipertemukan pada saat masa orientasi siswa. Gue memang bukan orang yang people person, saat pertama kali masuk sekolah disini gue gak punya kenalan sama sekali. Tapi, tidak bagi Andrea yang sangat supel kepada siapa orang. Waktu itu ketika gue duduk sendirian, dia menghampiri gue.
“Hey, sendirian saja?”
“Ya!!” Gue melihat ke arah gadis yang rambutnya sama panjangnya dengan gue. Gadis itu kemudian duduk disamping gue.
“Nama gue, Andrea.”
“Felisha.”
……..
Teman pertama gue Andrea, gadis blasteran Sunda-Jerman. Kemudian Andrea memperkenalkan Rani dan Dania kepada gue.
~~~~~****~~~~
“Fe, gak panggil aja itu adik tiri lu kesini? Sendirian aja dia.” Ujar Andrea. Kami berempat seperti biasa sedang berkumpul di kantin. Ketika itu Ani sedang mengantri membeli makanan.
“Ngak.”
“Kenapa?”
“Ngak usah.”
“Kalau gue jadi elu, gue manfaatin dah itu si Ani.” Celoteh Rani.
~*******---~~~~
Hari Minggu, janjinya gue mau pergi ke rumah Dania untuk belajar persiapan ujian nasional tahun depan. Tapi cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan deras diluar memaksa gue untuk tidur lagi di pagi hari. Gue bangun sekitar jam 11an, tidak tahu pastinya yang jelas gue bangun dengan kondisi kelaparan. Gue keluar kamar dan kelihatannya tidak ada orang. Gue pergi ke dapur ternyata Ani sedang memasak. Entah setan apa yang merasuki gue, gue jadi keinget perkataan Rani.”Kalau gue jadi elu, gue manfaatin si Ani.”
Tidak ada salahnya juga si Rani pikir gue saat itu. Berhubung gue kelaperan kenapa gue gak nyuruh si Ani buat menyediakan makanan buat gue.
“Hey, bikinin dua.” Pinta gue kepada Ani. Gue langsung pergi ke ruang keluarga untuk menyalakan tv. Betapa membosankanya hari itu, tidak ada acara di tv yang menarik perhatian gue. Selang beberapa saat Ani menghampiri gue, memberitahukan bahwa dia sudah memasak mie buat gue. Gue langsung bangkit dan mengambil semangkuk mie tersebut lalu pergi ke kamar.
“Bener juga kata lu Ran, kenapa gak gue manfaatin aja si Ani?” Batin gue saat itu.
itkgid memberi reputasi
1
