Kaskus

Story

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.3K
469
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#1
Part 1

“Astaga Tata, kamu nggak ada capeknya apa yah. Aku yang lihat aja geleng-geleng kepala sendiri, apalagi Reno tuh, pasti dia eneg mampus sama kamu emoticon-Cape d... (S)” seru Jessy teman sekelas, sebangku sekaligus sahabatku sejak SMP
“Apaan sih Jes? Lihat tuh, sama sekali nggak merasa terganggu kok” kata ku mencoba membela diri, nggak mau dianggap membuat eneg Reno
“nggak merasa terganggu kata kamu? Coba kamu lihat baik-baik ekspresi wajahnya, udah Ta… Jangan ngejer cowok dengan cara super agresif plus norak gitu ah, nurunin martabat kamu aja tau nggak… emoticon-Nohope
“Berisik kamu Jes, ini namanya usaha tau nggak emoticon-Mad
“terserah kamu deh Ta, susah ngomong sama orang kurang waras emoticon-Nohope
“ya udah sana jauh-jauh…”

Mata Jessy melotot ketika aku mengusirnya, lalu pergi berdiri dan bergegas menjauh dariku. Sedangkan aku sama sekali tak peduli dengan omongan Jessy. Dari tempat duduk ini aku bisa menatap Reno dengan segala ketampanannya menikmati makan siangnya.

Saat ini aku duduk dikelas 2 SMA. Masa yang paling indah menurut mereka yang pernah melewatinya. Begitu pun denganku, aku ingin masa SMA ini bisa mempunyai pacar sekeren, sepintar dan setampan Reno. Pastinya itu akan menjadi kenangan tak terlupakan.

Aku mengejar Reno sejak memasuki SMA tempatku bersekolah ini. Dari pandangan pertama aku melihat Reno, aku sudah kesengsem. Dan aku makin kesengsem ketika tau, selain tampan Reno juga berprestasi. Bahkan sekarang dia menjabat sebagai ketua OSIS disekolahku.

Walaupun sampai saat ini kehadiranku masih tak dianggap oleh seorang Reno. Reputasiku disekolah sebagai penggila Reno sudah bukan menjadi rahasia lagi. Karena aku memang dengan sangat terang-terangan mengejar Reno. Banyak dari mereka yang memandangku aneh, banyak juga yang bilang tak waras.

“Hai, boleh duduk disini nggak?” tanyaku dengan senyum merekah lebar dan mata mengerjap-ngerjap memandang wajah Reno dari dekat

Reno hanya sedikit melirik lalu kembali melanjutkan makan siangnya. Tapi aku tak menyerah begitu saja. Dengan tanpa rasa canggung aku lebih merapatkan wajahku disisi Reno.

“Kamu ganteng banget, ya ampun… emoticon-Belo” gumam ku sambil bertopang dagu menatap Reno

Reno mulai terlihat risih dengan kehadiranku. Sebelum aku sempat mengelak, jari tengah dan jari telunjuk Reno yang dirapatkan sukses mendorong dahiku kebelakang. “Kamu ngga capek apa ganggu aku? emoticon-Nohope
“nggak akan capek sampai kamu bisa jadi cowok aku, muehehehe emoticon-Malu” kata ku tanpa merasa bersalah seraya mengedip-ngedipkan mata ku yang lentik ini emoticon-Malu

Reno hanya menaikkan sebelah alisnya lalu beranjak meninggalkan aku yang masih bertopang dagu menatapnya

“eh tunggu, aku ikut…” seru ku lalu mengejar Reno yang bergegas berjalan keluar kantin sekolah

Terus saja aku mengekor dibelakang Reno tanpa rasa malu dan bersalah. Menjadi tontontan anak-anak yang duduk diteras kelas pun aku tak peduli. Tetap saja aku setia mengekor dibelakang Reno. Aroma parfum Reno yang berjalan tepat didepanku terkadang membuai hidungku. Seakan aroma itu terus memanggilku untuk mengikuti aroma itu.

“aduh…” tanpa sadar Reno mendadak menghentikan langkahnya

Aku yang sedari tadi mengekor dibelakang tak sengaja menabrak tubuh Reno. Aku sedikit mendongak keataas untuk bisa memandang wajah Reno. Tatapan tajamnya seolah menghakimiku. Bukannya gentar, aku malah makin tak bisa mengedipkan mataku.

“perfect…” ujarku ketika mataku dan reno berbenturan pandang

Aku kaget saat tanganku tiba-tiba ditarik oleh Reno. Ini pertama kalinya aku merasakan sentuhan dari tangan Reno. Sejak dulu, jangankan menyentuh, memandangku pun dia merasa gusar.

“Mau kamu apa?” tanya Reno ketika berada dipojokan sekolah yang sepi
“Kamu mau jadi pacar aku?” lanjut Reno

Aku hanya mengangguk dengan sumringah menjawab pertanyaan Reno itu.

“ada syaratnya…”
“iya aku pasti bisa syaratnya, apa apa?” kata ku tak sabar menunggu lanjutan perkataan Reno
“Syarat pertama. Sekali jadi pacarku, tidak ada kata putus” Reno mengemukakan syarat pertamanya seraya mengacungkan satu jari telunjuknya tepat didepan wajahku
“Pasti pasti, aku nggak akan mau putus sama kamu” jawabku dengan antusias dan menggebu-gebu
“lalu apalagi?” lanjutku

Reno memandang keatas sembari mengelus-elus dagunya. Sepertinya dia sedang memikirkan persyaratan kedua untuk ku.

“ok yang kedua, jangan banyak macam dan harus penurut, sudah itu saja”
“sudah? Itu saja? Berarti kita resmi pacaran?”

Aku masih tak percaya bisa jadian dengan seorang Reno. Seperti mimpi rasanya, setahun lebih aku mengejar Reno. Dibilang tak waras, bahkan terlihat seperti murahan dengan kelakuanku yang norak. Dan sekarang Reno Jadi pacarku?

“iya, sekarang tolong jauh-jauh dariku” kata Reno mengibaskan tangannya
“eh kok jauh-jauh?” tanyaku bingung
“Janji nya apa? Nggak mau nurut?”
“iya deh aku nurut, aku balik ke kelas dulu ya my prince, dadaah…”

Aku berjalan menuju kelas dengan perasaan yang sangat gembira. Pasti Jessy tak akan percaya jika aku ceritakan baru saja jadian dengan Reno. Langkahku mengayun, setengah melompat. Aku girang bukan kepalang.
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:28
pulaukapok
pulaukapok memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.