- Beranda
- Stories from the Heart
[Kriminolog Series] Kriminolog Sejati
...
TS
last.criminolog
[Kriminolog Series] Kriminolog Sejati
![[Kriminolog Series] Kriminolog Sejati](https://dl.kaskus.id/41.media.tumblr.com/a0800f2194b155552959ac2516ed73dd/tumblr_n7n1g0OgSy1r5sui2o1_1280.jpg)
Quote:
Permisii sesepuh yang baik hati, ijin kan ane sedikit menuangkan cerita bikinan ane pribadi yang mungkin tidak terlalu baik dan masih banyak yang harus dipelajari.
Kali ini ane membuat cerita yang mungkin agak melenceng dari SF ini sendiri, tapi ane bersukur ane nggak sendiri yang ngebuat cerita seperti ini
.
kriminolog, apa si yang biasa ada dipikiran ketika denger kata ini, kata-kata yang mungkin sedikit asing ditelinga agan-aganwati, maka dari itu kali ini ane akan berusaha membuat sebuah cerita dengan menggunakan sudut pandang kriminologi, biarpun mungkin banyak yang ga tepat, tapi biarkan lah ane berusaha untuk melakukannya.
Mungkin dicerita ini ada yang bisa tersinggung, ada yang bisa kesel, tapi tolong ini semua hanya sebatas cerita, jangan terlalu diambil hati, penulis aja hatinya ga diambil-ambil sekalipun udah diobral kemana-mana.
Dari pada kebanyakan nulis disini ada baiknya segera disimak cerita yang akan ane bikin sebaik mungkin, penulis akan sangat menghargai jika ada masukan dari agan-agan terutama bagaian yang typo, kritik, bahkan cacian jika ada yang merasa perlu dicaci, yang penting jangan ada pertengkaran diantara kita.
Dicerita ini banyak mengandung unsur yang mungkin tidak dapat diterima, bahkan cenderung agak disturbingkarena penulis akan menuliskan bagaimana kondisi dari korban secara detail
Cerita ini hanya fiksi belaka dan jika ada kesamaan dengan dunia nyata, itu berarti antara TS berusaha promosi ataupun tidak disengaja
. Jadi jangan mengira apa yang ditulis TS bener-bener kejadian semua, tapi emang ada beberapa beneran kejadian berdasarkan kisah nyata, mana-mananya bisa ditentuin sendiri ya
.
Kali ini ane membuat cerita yang mungkin agak melenceng dari SF ini sendiri, tapi ane bersukur ane nggak sendiri yang ngebuat cerita seperti ini
.kriminolog, apa si yang biasa ada dipikiran ketika denger kata ini, kata-kata yang mungkin sedikit asing ditelinga agan-aganwati, maka dari itu kali ini ane akan berusaha membuat sebuah cerita dengan menggunakan sudut pandang kriminologi, biarpun mungkin banyak yang ga tepat, tapi biarkan lah ane berusaha untuk melakukannya.
Mungkin dicerita ini ada yang bisa tersinggung, ada yang bisa kesel, tapi tolong ini semua hanya sebatas cerita, jangan terlalu diambil hati, penulis aja hatinya ga diambil-ambil sekalipun udah diobral kemana-mana.
Dari pada kebanyakan nulis disini ada baiknya segera disimak cerita yang akan ane bikin sebaik mungkin, penulis akan sangat menghargai jika ada masukan dari agan-agan terutama bagaian yang typo, kritik, bahkan cacian jika ada yang merasa perlu dicaci, yang penting jangan ada pertengkaran diantara kita.
Dicerita ini banyak mengandung unsur yang mungkin tidak dapat diterima, bahkan cenderung agak disturbingkarena penulis akan menuliskan bagaimana kondisi dari korban secara detail
Cerita ini hanya fiksi belaka dan jika ada kesamaan dengan dunia nyata, itu berarti antara TS berusaha promosi ataupun tidak disengaja
. Jadi jangan mengira apa yang ditulis TS bener-bener kejadian semua, tapi emang ada beberapa beneran kejadian berdasarkan kisah nyata, mana-mananya bisa ditentuin sendiri ya
. Quote:
oke sekarang trit ini gw rasa sedang gawat darurat degradasi dan pergeseran moral!!
maka TS akan melarang penggunaan beberapa kata yaitu:
1. baik dan saudara-saudaranya


2. ga boleh nulis yang bisa ngelecehin anak dan perempuan

3. OOT boleh! tapi ga boleh Naruto dkknya!

4. Boleh ngejang asal jangan sampe kejang-kejang kalo disunat momod!

5. TS lagi cari ddk ddk emsh! kalo ada yang mau kasih sajen harus kasih ini!
maka dari itu TS membuat himbauan kepada semua pengikut sekte jos gandos untuk waktu yang tidak ditentukan menggunakan kata-kata:
1. saudara sepersusuan untuk menganti kata-kata sekte perbaikan! ini digunakan untuk menggambarkan kedekatan kalian sebagai saudara yang saling memahami satu sama lain!
2. kata-kata yang boleh untuk menggambar perempuan lucu adalah kata-kata ddk ddk emsh! inget semua perempuan suatu saat akan jadi ibu dari seorang anak kelak! maka dari itu kita sebagai laki-laki harus menghormati mereka! terutama untuk yang lebih muda karena butuh bimbingan lebih!
3. inget selalu gunakan kode-kode khusus jika ingin membahas bahasa-bahasa yang tabu!
- kalo mau ngomongin yang ehm-ehm maka diganti dengan kata yang asik-asik
- kalo mau ngomongin yang bersifat selangkangan harap diganti dengan nama-nama yang lucu-lucu


- kalo ada perubahan entar ane tambahin lagi
mengutip kata-kata salah satu sepuh di forum sebelah!
OOT ALL THE WAY!!
Quote:
Cerita Sejauh Ini..
Setelah berhasil menangkap Rudi, Raya tiba-tiba disuruh pulang ke Jakarta karena Radi ternyata mempercepat proses pertunangan mereka. Ridwan dipaksa untuk terlibat dalam konflik polisi lebih jauh dan dipaksa untuk membuat Rudi mengaku bagaimanapun caranya.
Selamat Membaca
Quote:
INDEX
BAB 1: Mayat Hutan Pinus
Part 1
Part 2
Part 3
part 4
part 5
Bab 2: Kehidupan Normal
Part 1
Part 2]
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Bab 3: menyingkap tabir
Part 1
part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Bab 4: Sosial Media
Part laknat (1)
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Bab 5: Bingkisan
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9: EDISI SEPESIAL CUKUR RAMBUT DAN JENGGOT
Bab 6: Menyentuh Kaktus
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Bab 7: Mencari Kebenaran
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Bab 8: Topeng
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 9
Bab 9: Internal Polisi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Bab 10: Awal Sebuah Kegilaan
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6╞Baru
Part 7╞Baru
Author Note
pembunuhan di danau ui
bahaya laten cepu dan narkoba
curahan curhat bujang masa kini
media oh media
Crime Quiz
Describe it:
apa yang ada dibalik pohon itu
Ridwan`s Galery
Galery
WAJIB BACA
Crime Beauty Class!
Diubah oleh last.criminolog 16-05-2015 12:50
embillbelle dan 7 lainnya memberi reputasi
8
295.8K
Kutip
1.6K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
last.criminolog
#546
Bab 7 Part 7
Quote:
Begitu tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Raya langsung menghubungi Pak Benny untuk mengabarkan kedatangan kami. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencium aroma pelabuhan yang khas, sedikit berbau busuk dan amis memang tapi tetap saja aroma khas inilah yang membuat pelabuhan memiliki romansanya sendiri. Melihat sekeliling tempat saya berada sekarang, saya menyadari bagaimana ramainya aktifitas yang terjadi di pelabuhan ini, ah namanya saja pelabuhan, kalo sepi namanya kuburan. Pikiran itu membuat saya sedikit tersenyum, ternyata saya lebih berani dari yang saya harapkan.
Raya segera mencolek tangan saya saat ia melihat beberapa orang berbaju coklat datang dari kejauhan. Muka saya langsung berubah masam saat saya teringat kejadian semalam, Nita dibunuh di pelabuhan ini. bayagan-bayangan tentang Nita mulai berdatangan silih berganti, Seketika saya ingat tempat saya berdiri sekarang adalah tempat pertama saya berdiri di pelabuhan ini saat mimpi buruk semalam! seketika semua kebanggan diri tadi lenyap tak tersisa tergantikan dengan sebuah ketakutan.
“Abang kenapa?” Raya menggenggam tangan saya yang sudah dibasahi oleh keringat dingin. ”Apa abang sakit? Kenapa muka kamu pucat bang?” Pertanyaan yang keluar dari mulut Raya membuat saya berusaha untuk menyembunyikan rasa takut yang menghantui.
“Tidak apa-apa Ya, abang hanya sedikit gugup” Saya berusaha menahan semua rasa takut yang semakin buas menghantui saat melihat polisi-polisi itu semakin dekat. Raya yang tidak percaya langsung menggenggam tangan saya lebih erat, “Ingat bang, yang abang lalui hanya mimpi buruk, jangan takut berlebihan seperti itu” tebakan Raya memang tepat, saya masih dihantui oleh mimpi semalam.
Saya langsung mengangguk setuju pada ucapan Raya, mungkin memang ketakutan ini hanya sebuah delusi tidak berdasar yang akan mengganggu pikiran jika tidak dikendalikan. Saya menoleh ke kapal kayu yang kelihatan reot di salah satu dok pelabuhan, melihat bagaimana buruknya kapal itu membuat saya membandingkannya dengan kapal-kapal di sekelilingnya, ah mungkin saya akan seperti kapal reot itu jika saya terus tenggelam di delusi tidak berdasar, hancur segan berguna tidak.
Raya segera menyalami polisi-polisi tersebut saat mereka tiba di hadapan kami. Saya melihat bagaimana rasa percaya diri Raya yang begitu besar akhirnya mempengaruhi saya untuk yakin jika saya dapat melalui ini semua dengan baik. Setelah Raya menyalami mereka semua, giliran saya yang menyalami mereka, dengan penuh percaya diri saya berusaha menutupi semua ketakutan tidak berdasar tadi dan melakukan yang terbaik untuk saat ini.
“Jadi kalian yang disuruh Pak Bahri untuk membantu?” Ujar salah seorang polisi, “Iya Pak Taher, saya yang disuruh Pak Bahri untuk kemari” Saya mengetahui nama polisi itu dari sebuah bordiran yang terpasang dibajunya. “Oh, jangan pakai e, tapi pakai I” Kata dia tiba-tiba membetulkan ejaan namanya yang saya salah sebutkan, “Baik Pak Tahir”.
“Mari ikut kami” Kata dia mengajak kami berdua untuk menyusuri jalanan pelabuhan. Sepanjang jalan saya melihat bagaimana kapal-kapal saling berjejer, saya teringat pada sebuah obrolan dengan seorang juru mekanik kapal yang sekarang bekerja di kantor berita Raya sebagai supir. Sebuah kapal nelayan kecil seperti yang ada disalah satu itu berharga lebih dari dua milyar rupiah, dan untuk kapal-kapal yang lebih besar seperti disebelahnya harganya bisa mencapai lima hingga enam milyar.
“Ya, kamu ingat dengan Pak Joko?” Saya menghampiri telinga Raya untuk berbisik. Raya langsung melirik saya bingung, “Iya ingat, kenapa?”, “Dia dulu kerja di tanjung perak Ya” Kata saya menerangkan kepada Raya bahwa supirnya dulu bekerja ditempat ini belasan tahun. Dia hanya mengangguk mendengar penjelasan saya, sesekali dia melemparkan senyum saat saya bercerita.
Tidak lama kemudian kita tiba disebuah bagian pelabuhan yang penuh sesak dengan container-container yang saling bertumpukan. Pemandangan ini adalah pemandangan yang saya lihat semalam, tepat ditempat saya berdiri! Dari sekian banyak akses menuju TKP, kenapa kita masuk dari tempat ini. Saya dapat mengingat dengan jelas bagaimana warna dan tulisan yang ada dicontainer-container tersebut yang bertumpukan ini sama dengan apa yang saya dengan mimpi saya semalam.
Rasa takut yang tadi sudah hampir menghilang kini kian mengganas memenuhi rongga dada saya, dentuman jantung yang semakin keras terasa seperti sebuah pagelaran kendang yang saling berlomba siapa yang paling cepat dan keras. Adrenalin saya tiba-tiba terpacu! Saya tidak ingin percaya dengan ini semua, bagaimana mungkin arwah orang yang meninggal dapat menghampiri saya dan meminta pertolongan serta memberi petunjuk sejelas ini.
Tanpa menunggu perintah saya segera berjalan diantara tumpukan-tumpukan container tersebut sambil terus berusaha mengingat mimpi saya semalam tapi memang sepertinya itu bukan hal yang sulit karena saya memang pernah berada disini. “Mas Ridwan!?” Teriak salah satu polisi yang sudah tertinggal dibelakang saya. Tidak mempedulikan teriakannya saya terus berjalan menyusuri tiap tikungan ditempat ini. Jika orang tidak pernah masuk kedalam sini sebelumnya, sudah pasti mereka dapat tersesat karena pemandangan container yang saling bertumpukan ini benar-benar mirip satu sama lain, tapi tidak dengan saya. Dengan berlari kecil saya berusaha mencapai tempat dimana Nita dibunuh secara keji.
Akhirnya saya tiba di salah satu container yang dilintangi dengan garis polisi, tubuh saya gemetar saat sadar saya memang pernah kesini sebelumnya dimimpi. Saya menyandarkan tubuh saya di container yang berada tepat disebrang TKP, rasanya jika terus berdiri dengkul saya bisa copot tanpa saya sadari karena terasa lemas sekali. Tidak lama kemudian Raya dan polisi-polisi itu menyusul saya, muka mereka sedikit terengah-engah karena berusaha mengejar saya.
“Bang?” Tanya Raya saat melihat bagaimana saya, mukanya terlihat pucat saat melihat saya. Beberapa polisi segera menghampiri saya, “Mas Ridwan? Bagaimana Mas Ridwan tahu container ini?” Tanya Pak Tahir kebingungan dan dari nada suaranya juga tersirat jika dia curiga. Saya hanya melambaikan tangan menyuruh mereka mendekat, bukan bermaksud kurang ajar tapi memang kaki saya terlalu lemas untuk dapat berjalan dan menghampiri mereka. “Lihat Ya, yang saya alami semalam bukan hanya mimpi buruk biasa”.
Quote:
maaf ya agan-agan kalo seandainya cara penulisan di part ini sedikit beda, saya lagi ngelakuin percobaan buat versi yang mungkin akan jadi versi novel dan dikirim ke penerbit, jadi ya begini deh tulisannya.
siapa tau bisa kan hehehehe
Diubah oleh last.criminolog 16-05-2015 12:02
sormin180 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas