Kaskus

Story

whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh whiteshark21 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.1KAnggota
Tampilkan semua post
whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
#45
[Chapter 18 ] - The Real Power
kaskus-image


Di rumah Ari tepatnya di lantai dua,hanya ada Ari dan Riki yang nampak masih menikmati kopinya masing-masing.
"Semalaman aku memikirkan hal ini.." kata Ari tanpa memberi penjelasan tentang yang dia maksud.
"Dengar,aku ingin kau fokus dulu saat ini.. kau bisa tanyakan langsung padanya saat bertemu nanti" balas Riki yang mengetahui maksud perkataan lawan bicaranya.
"Hei,hari ini biarkan aku menemuinya dulu,selebihnya kita akan gunakan untuk melatih pola pikirku.. tolong antarkan aku padanya" kata Ari meminta.
"Dia sedang mempersiapkan Angga untuk pertarungan berikutnya,aku di sini juga untuk tujuan yang sama.. jadi bersabarlah" balas Riki.

Sementara Ari nampak diam memainkan cangkir kopinya,dari tatapannya ia terlihat sedang melamun.
"Kalau pikiranmu sedang kacau,maka semua yang akan ku sampaikan akan sia-sia.. sedangkan kita semua sedang dikejar oleh waktu" jelas Riki menyadarkan Ari.
"Tidak,Ayo kita mulai.. kita sedang buru-buru kan?" balas Ari meletakkan kembali cangkirnya di atas meja.
"Apa kau yakin? sudah ku bilangkan kalau semuanya akan sia-sia jika pikiranmu sedang kacau.." kata Riki ingin memastikan.
"Hoh,aku sudah siap" jawab Ari meyakinkan.

"baiklah,coba keluarkan Handphone'mu" kata Riki sambil mengambil smartphone dari sakunya.
"Handphone? eh,tunggu" balas Ari yang juga merogoh saku celananya untuk mengambil benda yang diminta oleh Riki.
"Tuliskan kalimat ini 'Aku akan menjadi Hacker nomor satu di dunia' " kata Riki dengan nada yang ditekankan agar kalimatnya benar-benar terdengar jelas.
"Kau bercanda? latihan macam apa ini?" tanya Ari yang menuruti kemauan Riki,dirinya menuliskan kalimat itu secara persis tanpa melihat handphonenya sekali pun.

"sudah" kata Ari menunjukkan layar Handphonenya pada Riki.
"Ini hanya contoh saja,lihat ini? kau membutuhkan waktu 6 detik untuk menuliskan kalimat tersebut di handphone'mu.. sungguh kecepatan yang bagus,bahkan kau menulisnya tanpa melihat sedikit pun" jelas Riki menunjukkan layar smartphone yang ia gunakan untuk menghitung waktu.
"..." Ari hanya diam menantikan jawaban yang lebih memuaskan dari pada itu.
"kau pikir kenapa seseorang bisa dengan cepat mengetik ratusan kalimat di handphone maupun di komputernya?" tanya Riki.
"karena.. mereka sudah hafal,begitu?" jawab Ari ragu.

"Benar,mereka menyimpannya di memori otak sehingga jari-jari mereka pun sudah hafal dan lihai walau tanpa melihat bidangnya" jelas Riki.
"lalu? apa itu yang disebut berfikir secara cepat?" tanya Ari kembali.
"masalahnya manusia harus beradaptasi kembali pada hal yang berbeda dari sebelumnya,proses barusan baru 50% dari cara berfikir cepat" jelas Riki.
"beradaptasi?" tanya Ari.
"Jadi.. apa kau pernah berfikir untuk menuliskan kalimat tadi dengan kondisi handphone terbalik?" jawab Riki sambil membalik smartphonenya sehingga bagian atasnya berada di bawah.
"!!?"
"pakai otak kananmu,berfikirlah dengan sudut pandang yang berbeda dari orang lain.. dengan begitu tidak ada yang bisa membaca pikiranmu" jelas Riki terlihat puas menjelaskan dasar latihannya.




"Prediksi?" tanya pengunjung perpustakaan milik Doni yang ternyata adalah Ilham.
"ya,prediksi hampir bisa disamakan sebagai tebakan,namun dengan akurasi yang lebih tinggi bahkan mencapai mutlak 100%" jawab Doni yang sedang duduk di kursi di mana para pengunjung biasa memakainya sambil membaca buku.

"...."
"Bagaimanapun otak manusia sangat sulit diprediksi,tapi saat mereka menggunakan media yang terbatas seperti halnya komputer,maka tingkat kesulitannya akan menurun secara derastis"
"Bagaimana caranya?"
"kau ingat kejadian kemarin? perkiraan Riki bahwa kalian akan sampai di depan pintu dalam waktu 25 detik itu memang benar,atau lebih tepatnya 24 detik secara perhitunganku untuk kalian turun dari lantai dua,tentu pada kasus dengan model rumah yang berbeda akan memberi hasil yang berbeda pula"

"Lalu,dari mana kau tau itu akan meleset?" tanya Ilham.
"Reaksimu saat melihat kami mendekati pintu rumah kalian,setidaknya kemungkinan besar kau akan menunggu bel tersebut berbunyi sebelum membukakan pintu.. dan pembawaanmu terlihat lebih mendominasi dibanding teman serumahmu,jadi ku pikir dia akan menuruti rencanamu" jelas Doni.
"lalu tentang 75 detik itu,kau dapat dari mana?" tanya Ilham masih belum puas.
"orang yang aktifitas berfikirnya padat akan semakin cepat bosan menunggu hal yang ia minati,jadi hanya perhitunganku saja.. tidak terlalu buruk melihat hasilnya yang tepat" jawab Doni.

"Jadi apa artinya dari latihan yang kau jelaskan kemarin?"
"pertarungan kalian sesama hacker sama halnya seperti pertandingan sepak bola,dapat memprediksi gerakan lawan akan meningkatkan kualitas bertahan maupun menyerang.. dalam hal ini jika diaplikasikan pada robotmu,maka akan ada dua peningkatan"
"..."
"pertama akurasi dan kedua adalah penempatan waktu yang tepat"

"kenapa kau tidak jadi programmer saja dari pada repot-repot mengajariku?" tanya ilham meledek rekan belajarnya.
"aku tau kau akan mengatakan hal itu,tapi maaf.. pengembangan sumber daya manusia lebih aku sukai" balas Doni.
"baiklah,akan ku jalani latihannya.. lalu apa yang akan aku pelajari di sini?" tanya Ilham.
"membaca pikiran lawan.. sebaiknya kau harus pahami semua teoriku sebelum jam 9 pagi,karena kau akan mempraktekkannya langsung hari ini" jawab Doni nampak serius.




"Heh!!?" teriak Linda dan Egi spontan.
"kenapa respon kalian seperti itu?" tanya Lisa pada kedua temannya.
"Kau jauh-jauh ke sini dan berniat menginap di rumah kami untuk waktu yang lama hanya untuk mengajari kami satu hal itu?" tanya Egi.
"memangnya kenapa? kau berharap wanita cantik ini mengajarimu semua hal yang rumit begitu?" balas Lisa.

"sore ini pulang saja sana" kata Egi.
"tadi kau bilang 'melepaskan secara serentak' kan? apa maksudnya dengan itu?" tanya Linda.
"Lihat kan? kalian berdua seolah-olah sudah menguasai semua hal tapi ternyata tidak tau tentang itu" jawab Lisa.
"coba jelaskan secara singkat" kata Egi.

sejenak percakapan mereka bertiga didominasi oleh Linda dan Lisa,sementara Egi sibuk menyimak keduanya.
"pada pertarungan terakhir kalian kemarin,kenapa kalian tetap menyerang musuh kalian dengan teknik yang sama berulang-ulang walau tau hasilnya percuma?"
"pertarungan melawan Henri yah?"
"orang ini bahkan tidak sadar walaupun dia menggunakan [true Red Queen]nya seratus kalipun tetap tidak akan mempan pada musuhnya"
"menggunakannya 4 kali saja sudah hampir memakan semua kapasitas memoriku,mana ada 100 kali.." tanggap Egi.

"maka dari itu,sekali-kali kau harus biarkan wanita menang darimu dan berhenti seolah-olah kau lebih mengerti dalam hal ini" balas Lisa.
"jadi maksudmu menggabungkan semuanya menjadi 1 serangan,begitu?" tanya Linda sebelum Egi membalas perkataan Lisa barusan.
"kurang lebih seperti itu,[true Elephant killer]mu juga salah satu penerapan teori tersebut.. namun sejauh ini kau baru bisa menggabungkan 2 buah saja" jawab lisa.
"benar kata Egi kan? aku bahkan tidak bisa menggunakan lebih dari dua dalam waktu yang bersamaan.. karena hal semacam itu memberi beban pada komponen komputer kan?" tambah Linda.

"maka dari itu aku di sini.. mulai nanti,komponen yang kalian gunakan akan jauh berbeda dari yang sebelumnya,dengan begitu kapasitas bertarung kalian juga akan bertambah walau tidak signifikan" jelas Lisa.
"aku sudah menelitinya sendiri,bahkan produk terbaik yang ada saat ini hanya bisa menampung 5 sampai 6 kali teknikku.. menggabungkannya menjadi 1 juga tidak bisa menjamin bisa menang dengan sekali serang kan?" tanya Egi.
"kalianlah yang memanipulasi software,tapi pada dasarnya terbatas oleh kemampuan hardware.. sedangkan aku disini adalah orang yang bisa memanipulasi hardware" jelas Lisa.
"memanipulasi hardware?" tanya Linda singkat.

"maka dari itu jangan remehkan seorang yang pengetahuan dasarnya tidak lebih darimu" kata Lisa yang ditujukan kepada Egi.
"ya iya" balas Egi setengah tidak rela dirinya disalahkan.
"kau akan meminta maaf kan?" kata Lisa lagi sambil mengedipkan matanya dengan genit.
"iyaa... jangan bertingkah seperti itu lagi" balas Egi.

"lalu pembelajaran tentang apa yang akan kita lakukan?" tanya Linda memotong percakapan keduanya.
"Tentang cara memanfaatkan kapasitas hardware secara efisien" jawab Lisa kembali serius.




"Berapa detik?"
"18 detik,payah!"
"sial,coba lagi"
ternyata Ari dan Riki masih sibuk dengan latihan menulisnya.

{ Baru beberapa kali percobaan sudah berkembang sejauh ini,lumayan juga } pikir Riki yang melihat hasil catatan hitungannya.
terlihat waktu yang dibutuhkan Ari saat pertama kali mencoba adalah 34 detik,yang berarti selisih 16 detik dari hasil percobaan yang ke 20 kalinya.
"Hey,coba ganti kalimatnya.. hanya mengulang kalimat yang sama anak kecil juga bisa" kata Riki.

"apa kalimatnya?"
"pikirkan sendiri!"
"...."

"Mau sampai kapan mencari kalimatnya?" tanya Riki memperhatikan Ari yang masih serius memikirkan kalimatnya.
"tidak ada ide" jawab Ari.
"mencari kalimat saja selama itu.. tulis saja 'Aku berjanji akan menggunakan pengetahuanku untuk hal kebaikan' " balas Riki sambil menunjukkan layar smartphonenya yang bertuliskan catatan waktu selama 16 detik.

"kalahkan rekorku" tantang Riki.




"Ada hambatan?" tanya Akbar yang datang ke ruangan kerja Guntur.
"Tidak ada,sejauh ini baik-baik saja.. bagaimana dengan dikmu?" tanya guntur kembali.
"daya pikir anak itu cukup bagus,sejujurnya aku bahkan kalah olehnya haha" jawab Akbar tertawa.

"lalu apa kau sudah memikirkan ke depannya?"
"tentang apa?"
"pemuda bernama Ari itu.. apa yang akan terjadi jika dia berhasil menyempurnakan tekniknya? "
"mungkin kejadian 3 tahun yang lalu akan terulang,hanya saja jika itu terjadi aku tidak akan tinggal diam lagi"

"peristiwa saat itu yah?" tanya Guntur mengingat kejadian yang pernah diceritakan oleh Akbar.

Quote:


"Ah,kakak.. kau di sini rupanya" kata Angga yang tiba-tiba membuka pintu ruangan kerja guntur.
"Dasar,kenapa kau datang secara tiba-tiba!?" balas Akbar yang sedikit kaget disertai kesal.
"Ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan,tolong ke ruanganku sebentar" kata Angga.
"Ya,aku akan menyusul" balas Akbar mengisaratkan tangannya agar Angga pergi.

"Pergilah dulu,kakakmu masih punya beberapa urusan denganku" tambah guntur yang melihat Angga masih diam di pintu ruangannya.
setelah itu pun Angga nampaknya telah pergi,dan guntur kembali duduk dan memperhatikan Akbar dengan anggapan bahwa Akbar masih ingin melanjutkan ceritanya walau dirinya memang sudah pernah mendengarnya sampai selesai.
"...." akbar hanya diam dan menghela nafas.
"sejauh ini sudah dua orang,huh?" kata Guntur mencoba mencairkan suasana.
"benar.. aku sendiri yang paling menghargai arti kehidupan,dan paling benci melihat orang mati terbunuh" balas Akbar.

"hufh,semua orang pasti punya masa lalu yang tidak diinginkan,bukan?" balas Guntur mencoba menenangkan temannya.
"Sial,jangan tiba-tiba menjadi motivator di depanku hanya karena aku menceritakannya padamu.." kata Akbar tersenyum senang sambil melempar sebuah kemasan roti yang tergeletak di atas mejanya,sebelum akhirnya berjalan keluar ruangan tersebut.
"Hei!" panggil guntur masih dari kursinya.

"..." Akbar masih diam saja sambil menoleh ke arahnya.
"Berjanjilah,setelah ini kita akan selamatkan ribuan nyawa orang lain" kata Guntur sambil mengangkat tangannya.
"Tentu, ..setelah ini" balas Akbar yang ikut mengangkat tangannya seakan membalas janji tersebut.




"Berapa?"
"20 detik"
"ya ampun,kau memang gila bisa melakukannya secepat itu,akan ku coba lagi"

"Tidak perlu,itu sudah cukup bagus karena otakmu sudah mulai merespon lebih cepat dari semula.. lagi pula jika kita terus-terusan seperti ini kapan kau akan memulai latihannya?" jelas Riki beranjak dari tempat duduknya untuk meluruskan pinggangnya yang sedari tadi duduk saja.
"Eh? bukankah kita sedang latihan saat ini?" tanya Ari bingung.
"Tentu saja bukan,aku bilang ini kan hanya sebuah contoh dari berfikir cepat.. apa kau berfikir seseorang bisa menyelamatkan negara ini dari ancaman peperangan hanya karena bisa menulis text secara terbalik?" jawab Riki panjang.
"lalu seperti apa latihan yang sesungguhnya?" tanya Ari merasa sia-sia melakukan hal tadi.

"ada 2 hal yang ingin ku jelaskan terlebih dahulu,pertama adalah hasil yang harus kau capai dari latihan ini"
Ari pun mendengarkan penjelasan panjang yang Riki berikan padanya.
"dalam pertarungan ada 2 hal yang paling mutlak dalam bertahan,pertama kau bisa bertahan dari serangan apapun,kedua kau bisa menghindar dari serangan apapun.."

"..kita akan lihat dari sudut pandangmu,artinya berfikirlah secara abstrak.. dengan begitu seranganmu akan mutlak tidak terprediksi oleh lawanmu,dalam hali ini kau bisa mengimbangi musuh yang cepat dan tanggap dalam hal menghindar.. tentunya hanya berlaku dalam pertarungan jarak dekat saja" kata Riki masih melanjutkan penjelasan panjangnya.
"apa hanya itu saja?" tanya Ari.
"itu point pertama,point keduanya kau harus bisa menganalisa kondisi lawanmu dengan cepat,dengan begitu kau dapat menghindari semua serangan lawan dan aspek pertahananmu juga meningkat.. dan jika sudah sampai tahap ini maka hasilnya akan terlihat,kau lah petarung paling efisien dalam hal keputusan" lanjut Riki.
"bukan itu maksudku.. walau seranganku tidak bisa diprediksi lawan dan akan mutlak mengenai sasarannya bukankah itu tetap tidak berarti saat melawan Henri yang punya pertahanan mutlak?" tanya Ari kembali.

"Yah,mempersulit kemungkinan lawan menghindari seranganmu adalah hal pertama.. hal kedua yang ingin ku jelaskan adalah bagaimana kelebihan dari bahasa milikmu"
"kelebihan? apa ada cara melawan hal yang sudah mutlak?"
"mutlak bukan berarti mutlak.. bahasa miliknya berlawanan dengan milik Hasan,ingat bahwa Henri menggunakan 2 buah bahasa pemrograman yang berbeda,miliknya adalah pertahanan yang begitu kuat dan milik hasan adalah satu-satunya serangan yang mampu menghancurkan pertahanan itu sendiri"
"jadi itu semacam kelemahannya?"
"Yah,seperti air dan api"

"ngomong-ngomong kau tau banyak tentang ini.. haha" kata Ari sedikit memberi jeda pada perbincangannya.
"aku hanya menyampaikan ulang apa yang diberitaukan Akbar,singkatnya memusnahkan software dan hardware bukanlah tingkat tertinggi yang bisa dicapai oleh seorang hacker" balas Riki yang nampaknya masih ingin melanjutkan penjelasannya,hal itu membuat Ari memfokuskan dirinya kembali untuk menyimak.
"dia tau banyak sekali.. coba lanjutkan" balas Ari terlihat serius dengan percakapannya.

"seperti yang baru saja ku sampaikan.. [Wind Crop] adalah teknik untuk melumpuhkan software dan [True Wind Crop] adalah teknik yang bisa melumpuhkan software juga hardware"

"..."
"satu tingkat di atas teknik itulah yang dapat menyebabkan peperangan"
"aku sama sekali tidak mengerti,kenapa bisa barisan code dapat memicu kebencian antar negara hingga menyebabkan peperangan?"

Tanpa menjawab pertanyaan tersebut,Riki hanya mengambil sebuah potongan koran dari saku celananya dan memberikannya pada Ari,dari tanggal yang tercantum di sudut atas potongan tersebut nampaknya koran itu sudah terbit 6 tahun yang lalu.
Ari yang masih serius memeriksa potongan artikel tersebut hanya mengerutkan dahinya pertanda tidak menemukan jawaban apapun.

"masing-masing rumah di beberapa negara maju seperti nagara kita telah memiliki sebuah Komputer maupun perangkat PC dan mobile lainnya,ditambah dengan jaman yang sudah modern ini semuanya sudah pasti terhubung dengan internet kan?" jelas Riki sementara Ari hanya menatapnya bingung.
"kau tau yang akhirnya terjadi?" lanjut Riki bertanya.
"Apa?" balas Ari kembali bertanya.


"setiap orang setidaknya telah menyimpan sebuah bomb di rumah mereka" jawab Riki spontan membuat Ari kaget dan memeriksa kembali potongan koran yang masih digenggamnya.



"yang satu ini adalah sebuah teknik yang dapat menghancurkan software,hardware sekaligus brainware" tambah Riki tanpa memberi jeda.

#Medan peperangan telah siap,sebuah janji yang harus ditepati
Diubah oleh whiteshark21 09-08-2015 08:24
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.