Kaskus

Story

User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh User telah dihapus 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
#42
[Chapter 17 ] - Right Now, Right Here
kaskus-image


"Aku tidak memikirkan apapun,aku hanya merasakan kerinduan yang begitu besar di hatiku sampai-sampia aku memeluknya dan bahkan susah sekali untuk melepaskannya" kata Lisa setelah selesai dengan ceritanya,ia pun mengambil posisi tertidur seperti Linda yang ternyata sudah mulai mengantuk.
"Jadi kau memang anak yang nakal yah? tapi syukurlah,aku senang mendengar akhir ceritanya" balas Linda meletakkan HPnya di samping tempat tidur dan berniat untuk tidur.
"Lho,aku belum selesai kan?" tanya Lisa.
"ada lagi? tentang ap-huuuaawwmm.. ?" balas Linda bertanya namun tidak bisa menahan rasa kantuknya.

"ya sudah,besok saja.."

.
.
.

Keesokan harinya Linda sudah berada di ruang santai,tepatnya sebuah ruangan di samping dapur yang mengahadap ke sebuah taman kecildi samping kanan rumah.
Linda tampak serius memeriksa setiap detail dari smartphone yang ia pegang,sedangkan Lisa duduk manis mengamatinya sambil meminum teh hangat.
"Pagi-pagi sekali sudah bangun? kau benar-benar laki-laki yang disiplin yah? kalau begitu bisa-bisa aku jatuh hati lho" sapa Lisa melihat Egi yang baru datang sambil membawa secangkir teh untuk dirinya sendiri.
"Berisik,pagi-pagi jangan mengigau" balas Egi nampak mulai membuka dirinya untuk akrab dengan teman barunya.

Lisa hanya membalas senyum manis dan kembali sibuk dengan cangkirnya,sementara Egi penasaran dengan apa yang sedang dikerjakan oleh adik perempuannya itu.
"apa itu?" tanya Egi tidak tertarik.
"ini smartphone,masa tidak tau" jawab Linda meledek.
"Iya aku tau,maksudku apa yang sedang kau cari?" tanya Egi kembali.

Linda tetap sibuk mengamati bagian luar smartphone tersebut tanpa merespon pertanyaan kakaknya,sementara Egi yang kembali duduk santai sambil meminum kopinya mendapati Lisa tengah memandangnya sedari tadi.
"sekarang kau yang memandangiku seperti itu" gerutu Egi.
"jadi kau bisa programming juga?" tanya Linda sambil mengembalikan smartphone tersebut yang ternyata adalah milik Lisa.
"Iya,aku dan guntur memang mengerti sedikit tentang pemrograman,hanya sebatas untuk membuat resources saja.. kau tau kan,smartphone ini juga tidak bisa digunakan jika aku hanya membuat fisiknya saja" jelas Lisa.
"membuat fisiknya?" tanya Egi singkat yang tidak mengerti.

"Iya,benda yang dia pegang saat ini adalah buatannya sendiri.. setidaknya dia bilang seperti itu padaku tadi" jelas Linda.
"heh!? kau membuatnya sendiri?" kata Egi spontan dan bangun dari tempat duduknya untuk mengambil smartphone tersebut,namun Lisa justru menyembunyikannya ke belakang dan menyodorkan bahunya ke arah Egi yang masih berdiri di samping kirinya.
"hmmm??" balas Lisa yang tersenyum genit ke arah Egi.
"Huh,jangan begitu tau.. sial" gerutu Egi yang kembali ke tempat duduknya karena tidak tahan dengan perlakuan seperti itu.

"dia masih polos" ledek Linda.
"diam" gumam Egi yang sudah duduk kembali di samping Linda.
"Aku jadi semakin suka,hihi" kata Lisa ikut meledek Egi.
"kau juga berhenti bersikap seperti itu" balas Egi.

di hari pertama mereka bertemu,nampaknya mereka mulai akrab dan terbiasa satu sama lain,selain Lisa dan kedua teman barunya,Angga juga nampaknya telah memulai studinya untuk membuat bahasa pemrogramannya sendiri dibimming oleh kakaknya.
"lho,bukannya ini sama sekali bukan membuat bahasa pemrograman? ini lebih mirip mempelajarinya dari pada membuatnya.." kata Angga yang mendapati 5 buah buku tebal di hadapannya.
"memang,menciptakan sendiri bahasa pemrograman adalah sangat sulit dan butuh waktu bertahun-tahun" kata Akbar.
"jadi selama bertahun-tahun kau melakukan semua hal itu?" tanya Angga yang belum tau asal usul bahasa yang digunakan oleh kakaknya.

"tepatnya 1 tahun,aku berhasil menciptakan dasarnya.. itu pun karena aku dibantu oleh 2 orang lainnya"
"lalu apa yang akan aku pelajari saat ini?"
"kau pelajari saja dulu dasar-dasar dari bahasa pemrogramanku,kalau kau cepat memahami mungkin minggu depan kita bisa mulai membuat 1 yang baru khusus untukmu"
"hoh,baiklah"




"kemarin kau bilang tujuanmu kesini untuk mengajari kami sesuatu kan? apa ini berhubungan dengan peperangan yang kemarin kau ceritakan?" tanya Egi mulai serius.
"mungkin kami juga terlalu naif kalau menganggap rencana Henri nanti bisa menimbulkan peperangan,tapi dilihat dari sisi mana pun semua negara yang dirugikan atas kejadian ini akan memutus sistem kerja sama antar negara dengan negara kita,dari situ kemungkinan peperangan antar negara bisa terjadi" jelas Lisa.
"memangnya negara mana saja yang ditargetkan Henri?" tanya Linda.
"semuanya,terutama negara-negara dengan kekuasaan yang paling tinggi,namun sudah sewajarnya kan jika negara-negara dibawah kekuasaannya akan mendukung penuh negara tersebut.. Henri tidak mau ambil pusing,dia hanya ingin mewujudkan ambisinya sejak lama" jawab Lisa.

"Lalu bagaimana dengan Akbar?" tanya Linda kembali yang hanya disimak oleh kakaknya.
"kalau kau sadar,dunia yang sedang kau masuki adalah dunia kebebasan tanpa bersyarat.. tentu kau tidak bisa menghentikan Henri dengan cara apapun dari dunia orang-orang biasa,Akbar berniat menghentikannya lewat pertarungan di dunia ini,bukan di dunia manusia" jelas Lisa.
"kau memihaknya kan? kenapa demikian?" tanya Egi.
"kalau ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk mencegah kemunduran negara ini kenapa aku diam saja? jujur saja tugasku untuk memberitau semua hacker yang ada di negara ini,hanya saja kemungkinan besar mereka tidak bisa disejajarkan dengan kemampuan kalian berempat" jawab Lisa.

"jadi kau memilih kami untuk perwakilan begitu?" tanggap Egi.
"Tunggu,berempat?" tanya Linda merasa ada yang ganjil.
"2 teman kalian juga sedang bersama teman kami untuk pelatihan yang sama seperti kalian,selebihnya Akbar sudah menargetkan ada 6 orang yang akan maju berperang" jelas Lisa.
"..."

"Bukankah pengetahuan programmingmu masih di bawah kami? lalu apa yang ingin kau ajarkan pada kami?" tanya Egi.
"tentu" jawab Lisa singkat.




-- ting tong ti-t-tt-ting to-ting tong -- suara bel yang ditekan berkali kali membuat Ari kesal dan bergegas pergi membukakan pintu rumahnya.

"yoh,selamat pagi" sapa Riki yang berada di depan pintu.
"kau lagi,lain kali tidak perlu menekan bel seperti itu" balas Ari yang mempersilahkan tamunya masuk.
"ngomong-ngomong di mana temanmu?" tanya Riki sesampainya ia di ruangan terbuka favoritnya yaitu di lantai atas.
"Dia pergi tadi pagi,tapi kalau ada tempat yang ingin ia kunjungi sudah pasti itu perpustakaan.. tapi aneh karena ku pikir semua perpustakaan umum di kota ini belum buka sebelum jam 9 pagi" jelas Ari yang terlihat membawa sebuah wadah minum berisi air panas dan beberapa saset kopi.
"jadi begitu" tanggap Riki singkat.

"seduh sendiri.." kata Ari mulai duduk di kursi ia biasa duduk.
"pagi-pagi sudah minum kopi? kau ini pecandu yah?" balas Riki yang dirinya juga sedang menyeduh segelas kopi susu.
"hufh.. kopi itu rasanya enak,membuatku ingin meminumnya setiap saat.. kakakmu tidak datang hari ini?" balas Ari yang juga mulai membuka sebuah kopi saset dan hendak menyeduhnya.
"aku datang seorang diri hari ini,ku rasa ia sedang kedatangan tamu saat ini" jawab Riki mengenai pertanyaan tentang kakaknya.




"selamat datang di perpustakaan kami.. hari ini kami buka lebih awal jadi bersenang-senanglah" kata Doni menyambut seseorang yang baru saja membuka pintu ruang perpustakaannya.
"menarik sekali" balas pemuda tersebut.

#Hari pertama di balik agenda rahasia
Diubah oleh User telah dihapus 09-08-2015 08:23
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.