Kaskus

Story

whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh whiteshark21 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.1KAnggota
Tampilkan semua post
whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
#41
[Chapter 16 ] - Life is about Giving
kaskus-image


"Baiklah,sudah cukup sampai di sini ceritanya.. sial,kau membuang banyak waktu saja" kata Riki meminta Ari untuk duduk kembali di tempatnya semula.
"Terserahlah,satu-satunya hal yang ingin aku tau hanya laki-laki bernama Akbar itu" balas Ari yang menuruti permintaan temannya.
Setelah Ari duduk Riki kembali melirik ke arah Ari yang kali ini tidak secara diam-diam,hal itu pun membuat Ari tidak nyaman dan memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Kalau dilihat dari dekat,matamu bagus sekali" komentar Riki.
"Aku tidak akan repot-repot menjelaskannya,jadi kau tak perlu bertanya" balas Ari masih menghadap ke sisi lain bangunan.
"tidak,tidak.. itu tidak perlu" kata Riki.
Ari yang nampak curiga dengan perkataan Riki lalu menoleh ke arahnya.

"apa kau juga tau tentang ini? laki-laki itu yang memberitaumu?" tanya Ari curiga.
"Aku sama sekali tidak tau,kalau Akbar aku yakin memang sudah tau tentang itu sejak lama.. dan kalau tebakanku tidak salah.." balas Riki sengaja terhenti di akhir.
"..." Ari terlihat serius mendengarkan.
"mata kirimu buta kan?" sambung Riki.

"bagaimana bisa?" tanya Ari penasaran pada Riki.
"aku tidak yakin kalau itu apa,tapi kalau diamati dari dekat lirikan matamu tidak selaras.. selebihnya hanya intuisi saja" jelas Riki.
"sebelumnya kau bilang bahwa Akbar mengetahui hal ini juga kan?" tanya Ari memastikan.
"Dia tau banyak tentangmu dan juga Henri,2 orang yang masing-masing bertugas sebagai pemicu peperangan dan pencegah peperangan itu sendiri.. dia memihakmu,dan berharap kau dapat memahami situasi ini" jelas Riki.

"...."
"kau pasti ingin sekali bertemu dengannya kan?" tanya Riki beranjak dari tempat duduknya,bertepatan sebelum seseorang akhirnya datang ke tempat mereka berdua.
"kakakmu memanggilmu ke bawah" kata orang itu yang ternyata adalah Ilham.
"Aku duluan yah" balas Riki enteng dan pergi menuju lantai bawah.

"..."
"oi,ada apa?" tanya Ilham melihat Ari yang masih duduk menatap langit.
"bukan apa-apa.. kurasa seseorang baru saja mengingatkanku bahwa aku buta" jawab Ari berdiri dari kursinya.
"orang itu?" tanya Ilham dengan senyum tipis.
"Yah,pengamatannya luar biasa" balas Ari yang kemudian menyusul tamunya ke lantai bawah.

"Eh.. mau pulang? sebentar sekali hari ini?" tanya Riki di ruang tamu.
"aku mau dia memahami teori dasarnya terlebih dahulu.. lagi pula aku sudah menyampaikan terlalu banyak padanya" jawab Doniyang sudah berdiri dari sofanya dan siap untuk pergi.
"kenapa buru-buru sekali,Aghh.." gerutu Riki.
Ari dan Ilham pun sampai di ruang tamu lengkap bersama kedua tamunya.

"Bagaimana latihannya?" tanya Doni pada Ari.
"Latihan apa? dia justru sibuk bercerita ke sana ke mari.. terlebih tentang ketua kalian" jawab Ari melimpahkan kesalahannya pada rekan belajarnya.
"kau sendiri yang memintaku bercerita kan?" balas Riki.
"ketua?" tanya Doni.

"Akbar,kan?" jawab Ari.
"kau terlalu santai,Riki.. kita harus selesaikan ini secepat mungkin" kata Doni sambil membalikkan tubuhnya menghadap pintu keluar.
"Akan ku tambah porsi latihannya untuk besok,tenang saja" balas Riki yang juga ikut pergi ke arah pintu keluar seperti kakaknya.
"Satu lagi,Akbar bukan ketua kami.. masing-masing dari kami bergerak secara individu" kata Doni menghadap ke arah kedua pemilik rumah tersebut.

"Maaf yah,kami akan ke sini lagi besok.. sampai jumpa" kata Riki sambil mendorong kakaknya keluar.

Ilham hanya diam menatap curiga ke Ari,sementara Ari yang tau maksud tatapan itu engajaknya ke lantai atas.
"Ayo keatas,ada banyak hal yang harus diceritakan"


.
.
.

"makan malamnya sudah suap,jangan lupa ajak nak Lisa juga untuk makan bersama" kata seorang wanita yang tidak lain adalah ibu dari Linda dan Egi.
"Jangan memandangku seperti itu dong" komentar Lisa menegur Egi yang terus memandang ke arahnya untuk waktu yang cukup lama.
"ya ampun.. kenapa bisa akhirnya kau menginap di rumah kami?" kata Egi dengan nada yang sedikit dikecilkan agar ibunya tidak mendengar dari ruang belakang.
"aku tidak punya kenalan siapapun di sini,jadi apa kau tega membiarkanku tidur di luar?" balas Lisa merayu.

"itu kan urusanmu.. huh" kata Egi menghela nafas.
"kalau dengan perempuan kau tidak boleh seperti itu lho.. lagi pula kalau kakakku tau dia bisa marah" balas Lisa menasehati dengan santai.
"dia memang manusia yang tidak peka,yang ia tau cuma komputer saja" balas Linda meledek Egi.
"berisik" komentar Egi acuh tak acuh dan pergi mendahuluai keduanya menuju ruang makan.

"kau punya kakak juga?" tanya Linda setelah Egi pergi.
"bukan kakak sungguhan sih.. oh iya,kau sudah punya pacar?" jawab Lisa.
"..." Linda diam tak menjawab,wajahnya sedikit memerah.
"jangan-jangan kau sama seperti kakakmu yah.." sambung Lisa meledek.
"berisik" balas Linda yang dibuat mirip seperti kakaknya.

Egi sudah duduk di ruang makan terlebih dahulu,kedatangan Linda dan Lisa juga bersamaan dengan perginya ibu mereka berdua ke ruang depan.
"jangan malu-malu ya nak Lisa.. yang banyak makannya" kata ibu Linda.
"iya Ibu,terima kasih" jawab Lisa dengan sopan yang kemudian bergabung bersama Egi untuk makan malam.
"apa kalian mau dengar ceritaku? ini cerita yang menarik lho" kata Lisa yang masih menyiapkan makan malamnya.

"sudah diam,kau kan tidak boleh makan sambil bicara" balas Egi masih dengan nada yang kurang bersahabat karena menurutnya Lisa adalah orang yang masih asing.
"apa tempramennya memang seperti itu kalau dengan perempuan?" tanya Lisa pada Linda dengan bermaksud meledek Egi,tentu tujuan sebenarnya adalah untuk membuat suasana akrab antara ketiganya.

.
.
.

malam harinya,Lisa terlihat baru memasuki kamar Linda sedangkan Linda sudah berada di dalam sebelumnya.
"Ibuku menanyakan sesuatu?" tanya Linda penasaran tentang apa yang dibicarakan dengan ibunya di ruang tamu.
"tidak begitu banyak,hanya latar belakangku saja dan beberapa pertanyaan tentang kehidupanku saat ini" jawab Lisa mendaratkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"beruntung tempat tidurku luas,kalau tidak kau harus tidur di sofa" kata Linda yang berbaring sambil memainkan HPnya.

"lebih beruntung aku yang tidur di kamar kakakmu" balas Lisa yang tidur dengan posisi tengkurap.
"Heh!?" teriak Linda spontan.
"tidur Lin,sudah malam" tanggap Ibunya dari luar ruangan.
"Iya buu.." jawab Linda sementara Lisa terlihat menghadapkan wajahnya ke arah Linda sambil tertawa kecil.

"kau ini" gumam Linda kembali memainkan HP di tangannya.
"kau sudah biasa disiplin tidur jam segini yah?" tanya Lisa yang kemudian beranjak dari tidurnya dan duduk disamping Linda.
"aku dan kakakku punya rutinitas tersendiri.. oh iya,kau tadi menawariku cerita kan? cerita apa?" kata Linda menaikkan pundaknya hingga setengah bersandar pada tumpukan bantal di belakangnya.
"cerita cinta" jawab Lisa diikuti dengan tawa genit.

Quote:

"aku sering tidak memperhatikan guruku saat mengajar,hehe.. aku bahkan lulus dengan nilai pas-pasan" kata Lisa.
"Sekolahmu berantakan sekali" komentar Linda tentang sepenggal cerita Lisa.
"bukankah itu yang paling membuat semua orang jengkel? yaitu jika kau tidak pandai dalam sekolahmu tapi ternyata kau menjadi yang terdepan di antara mereka" balas Lisa.
"terdepan apa maksudnya?" tanya Linda belum mengerti.
"itu bagian akhir,karena ceritanya masih panjang" jawab Lisa berniat melanjutkan ceritanya.

"ada yang ingin ku tanyakan dulu.. kenapa sikapmu seperti itu pada ibumu? sepertinya sikapmu memang tidak secantik penampilan aslimu" kata Linda.
"aku benci dengannya.. tapi sudahlah,semua orang pasti akan berubah" balas Lisa.
"pasti banyak sekali yang kau sembunyikan kan? lalu apa yang membuatmu berubah?" tanya Linda lagi.

"saat itu aku tau kenapa aku tidak punya teman,kau juga mungkin tidak mau berteman denganku yang saat itu.. sikapku sangat keras kepala,semuanya terjadi setelah aku mulai membenci ibuku"
"kenapa kau begitu membencinya?"
"...sebab dia yang melahirkanku.."
"tentu saja ibumu yang melahirkanmu"
"tentu tidak jika dia belum menikah dengan siapapun" balas Lisa sambil menundukkan kepalanya.

Linda rupanya sedikit kaget mengetahui hal tersebut,dirinya merapihkan tumpukan bantal di belakang punggungnya dan kemudian duduk sama seperti Lisa.
"jadi begitu" kata Linda pelan karena merasa sudah mengungkit latar belakang ibunya.
"hehehe tapi sekarang sudah tidak lagi kok" balas Lisa yang di luar dugaan Linda ternyata baik-baik saja dan malah tersenyum senang.
"kau ini,ku kira kau akan murung karena pengakuanmu barusan" kata Linda sembari melemparkan bantal di pangkuannya ke arah Lisa.
"ku bilang kan semua orang pasti berubah,lagi pula kau tidak akan melihatku secantik ini kalau sikapku masih sama seperti diriku yang dulu" balas Lisa memeletkan lidahnya.

"sudahlah,lalu bagaimana kelanjutan ceritanya?" tanya Linda kembali ke posisi tidurnya semula dan membiarkan Lisa duduk sendiri seperti di awal.

Quote:


#Ikatan baru yang terbentuk
Diubah oleh whiteshark21 09-08-2015 08:22
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.