- Beranda
- Stories from the Heart
You Are My Happiness
...
TS
jayanagari
You Are My Happiness

Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus 
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian

Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Quote:
Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jayanagari
#3251


PART 116
Quote:
Gue terdiam, dan pikiran gue kacau. Gue bingung harus gimana. Kemacetan di depan gue semakin menjadi-jadi, dan gue semakin gak konsen. Gue menarik napas.
Quote:
Gue menggosok-gosok bibir dengan jari. Kalo udah gaya kayak gini artinya gue lagi bingung, dan berpikir keras. Tapi kali ini gue beneran gak bisa mikir apa-apa. Lagi bumpet semuanya.
Quote:
Malamnya, ketika gue udah pulang ke apartemen, gue telepon Sophia sambil bersantai di sofa depan TV. Dengan sebotol minuman ion di tangan, gue menunggu jawaban panggilan telepon itu. Gue harus menunggu cukup lama sampe akhirnya terdengar suara cewek di ujung sana.
Quote:
Gue menjatuhkan badan lagi ke belakang, sambil menutupi mata dengan punggung tangan. Di pikiran gue udah membayangkan akan beratnya perjuangan gue kedepan. Belum lagi masalah ijin, dan yang paling penting, biaya. Duit darimana gue jalan-jalan ke Eropa? Kerja juga barusan aja, apalagi kemaren barusan beli cincin untuk Anin. Kepala gue bener-bener jadi pusing secara harfiah gara-gara memikirkan ini semua.
Quote:
Gue beranjak ke dapur, membuka kulkas dan mencari makanan. Perut gue lapar, karena memang gue belum sempet makan malam, dan kebetulan gak ada makanan dirumah. Jadilah gue cuma bisa mencari-cari camilan di kulkas, sambil tetap memegang handphone.
Quote:
Gue berjalan lagi ke sofa, dan menjatuhkan diri perlahan ke sofa yang empuk itu, sambil tetap menunggu jawaban dari Sophia.
Quote:
Gue duduk tegak mendengar itu, dan gue bertanya ke Sophia, secara perlahan.
Quote:
Gue tersenyum kecil.
Quote:
pulaukapok dan 3 lainnya memberi reputasi
4


gue ada berita buruk buat lo….
: berita buruk apaan emang?
: lo mau ke Mumbai kapan?
: oke.
: ya udah gitu aja kayak yang tadi pagi gue kasih tau.
: terus lo mau ngapain sekarang?
: lo serius?
: kalo gitu lo cari tau sekarang, kemana Anin mau pergi di Eropa.