Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1
Felisha's Side
Gue merupakan anak tunggal. Orang tua gue sudah bercerai dan sekarang gue tinggal bersama ibu. Orang tua gue bercerai karena ibu gue ketahuan selingkuh dengan orang lain dan itu membuat ayah gue menceraikan ibu. Ayah kandung gue sekarang sudah meninggal, tepatnya setahun setelah perceraiannya, dia meninggal karena sakit jantung yang dideritanya. Sejak kematian ayah, ibu mulai berubah, dia tampak begitu menyesal dengan kematian ayah. Ibu mulai meningalkan kebiasaan buruknya, ibu selalu pulang larut malam dan seringkali gue mencium aroma alkohol di tubuhnya tapi semenjak kematian ayah, ibu lebih sering di rumah mengurus gue. Tapi, sayangnya gue tidak mau diurus ama ibu gue.

Sejak perceraian orang tua gue, gue menjadi lebih tertutup dan tidak percaya akan segala jenis hubungan. Di setiap hubungan antar manusia selalu saja ada intrik di dalamnya. Gue menyaksikan sendiri betapa ayah gue disia-siakan oleh ibu gue. Memang pada dasarnya gue anak yang pendiam dan penurut di keluarga tapi gue juga menjadi saksi apa yang terjadi di keluarga gue. Apalagi setelah kematian ayah, gue sangat membenci ibu. Ayah merupakan seseorang yang dekat dengan gue. Walaupun dia selalu pulang larut, setidaknya dia selalu menanyakan kabar tentang gue dan mencoba untuk dekat dengan gue. Berbeda dengan ibu yang selalu asik bersama kehidupan luarnya.

Sejak kecil gue seperti hidup sendiri, ibu dan ayah setiap hari selalu bekerja dan gue selalu ditinggalkan di rumah sendirian. Memang mereka sayang banget sama gue, betapa banyak materi yang mereka berikan kepada gue sebagai bentuk rasa sayang mereka kepada gue. Gue seorang gadis lugu tumbuh dengan serba berkecukupan dan kesepian.
Sampai suatu hari, ibu bercerita kalau dia mempunyai pacar dan meminta izin gue untuk menikah dengan pacarnya. Gue sudah tidak peduli lagi dengan kehidupan ibu, mau dia bagaimana juga gue gak peduli. Sudah pasti gue mengiyakan permintaan ibu gue “Iya, bu. Silahkan saja.”

Hari itu pun tiba, datanglah pacar ibu. Seorang pria berdasi berumur sekitar 40 tahunan datang ke rumah bersama seorang gadis. Gue saat itu sedang duduk di ruang tamu melihat mereka duduk di hadapan gue.
Ibu semangat ingin memperkenalkan mereka kepada gue.

“Sayangku, perkenalkan ini om Burhan.”

“Ini anaknya, namanya Ani.”

Gue yang tidak menaruh minat sedikitpun kemudian menutup buku yang gue baca dan bangkit meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu. Gue masuk ke kamar sedangkan mereka asyik bercengkrama di sana.
Bodo! Sebentar lagi gue kuliah dan gue ingin pergi jauh dari rumah ini.

**~**

Akhirnya ibu gue dan sebut saja Burhan melangsungkan pernikahan tepat satu bulan kemudian sejak kedatangan mereka ke rumah. Di hari pernikahan mereka gue terpaksa berpura-pura senang dihadapan sanak saudara dan teman-teman ibu serta kenalan si Burhan. Ani anak Burhan tampak begitu senang dengan acara pernikahan. Sejak hari itu di rumah peninggalan ayah ini lahirlah keluarga baru. Burhan dan Ani masuk sebagai ayah dan saudara tiri gue.
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.