- Beranda
- Stories from the Heart
when its too late to regret
...
TS
mikhaellafezy
when its too late to regret

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:


Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh mikhaellafezy 15-04-2015 16:38
anasabila memberi reputasi
1
35.9K
327
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mikhaellafezy
#281
the final I
Acara dimulai jam 7 malam, namun aku sudah siap di venue sejak pagi, menyiapkan venue, kelengkapan acara dan lain lain, begitupula panitia yang lain, termasuk Yudha. Di sela makan siang, Yudha menghampiriku yang makan di dekat pintu aula,
“Cha, boleh duduk sini, “ katanya
“ambil kursi aja Yud” jawabku menyuruhnya mengambil kursi, karena memang disitu tidak ada kursi lain lagi.
“aku dibawah aja, “ katanya lalu duduk dibawah dan mulai membuka boks makanannya
“uhm, oke,” kataku sambil melanjutkan makan.
“nanti berangkat sama siapa Cha?” tanya Yudha
“aku bawa mobil ntar Yud” jawabku
“sama aku aja gimana?” dia menawariku, membuatku teridam sebentar
“uhm,, aku gak pulang soalnya, aku habis ini kan mau ke salon hehe” jawabku kemudian melanjutkan makan lagi
“ya gapapa mobilnya kamu tinggal disini aja, ntar aku anterin, “
“uhmmm,,, ga usah Yud, aku mau ada perlu yang lain juga kok”
“oh, gitu, yaudah” jawab Yudha singkat, kemudian dia melanjutkan makannya”mmm, cha, aku mau ngomong,”
“yaa? Gimana?” jawabku masih sambil makan,
“yauda kamu makan dulu”
“hehe, oke” kataku kemudian menghabiskan makananku, dan membuang boksnya di tempat sampah, “yaa? Gimana td?” tanyaku lagi ke Yudha
“ikut bentar yuk”
“mm, okee” kataku kemudian mengikutinya yang melangkah keluar aula,
dia hanya diam sementara aku mengikutinya di belakang, siang itu sekitar pukul 1, sekolah sudah sepi karena hari itu kan hari tenang menjelang ujian yang dilaksanankan mulai senin kemarin, jadi tidak ada seorangpun disana. Terlihat kaca sudah ditempel dengan nama ruangan dan daftar siswa yang menempati ruangan itu. Kemudian Yudha berhenti di depan kelas kami dulu, dia duduk di bangku cor yang ada di depan kelas, dia memandang lurus ke depan sementar akau masih melihat sekeliling sambil berdiri.
“duduk Mik,” katanya, kemudian aku duduk di sebelahnya,
“time goes by ya…” kataku sambil memandang sekeliling
“yaa, time changes,everything changes” jawabnya sambil melihatku
“hmm, iya yud, semua udah berubah”
“Cha, apa kamu juga udah berubah?” tanya Yudha, kemudian aku menatapnya dan tersenyum
“I have to Yud, aku ga punya pilihan lain,”
“kamu masih inget ga tentang kita yang suka duduk berdua disini lama lama, bahkan sampe waktu itu kita diusir sama guru” kata Yudha menerawang, dan dia tersenyum tipis
“iya dong, dikira kita ngapa ngapain itu kan? hahahaha” akupun tertawa menjawabnya, di satu sisi aku sangat lega bisa membicarakan ini sambil tertawa, bersama Yudha yang dulu selalu ku tangisi ketika aku mengingatnya.
“kamu masih inget waktu masakin aku nasi goreng dulu?”
“mmm, iya waktu dirumah kan? that was my first time yud hahaha” aku tertawa lagi
“iya, hari itu aku mikir kalau kamu itu cewe yang aku cari Cha, yang selama ini aku tunggu” sahut Yudha, yang menghentikan tawaku saat itu juga, dia menunduk dan senyumku perlahan memudar.,”kamu inget malam itu Cha, di loteng, pas ulang tahunku, kamu masih make baju seragam…”
“kamu pake kemeja biru, rambutmu di spike dan kamu cakep banget malem itu, aku juga masih inget dengan jelas wangi parfummu malam itu, sampe sekarang Yud, ga ada sedikitpun yang aku lupain, tiap kata yang kamu ucapin sementara aku cemberut karena sebel, kamu ga perlu ngingetin Yud, semuanya itu masih jelas di pikiran aku.” Kataku panjang lebar kemudian aku memandanginya yang terlihat murum dengan senyum tipisnya,”but, did you remember when you leave me for another girl Yud?”
Yudha hanya menunduk mendengar kalimat terakhirku tadi, dia terlihat menutupi kepalanya dengan kedua tangan sambil menunduk, sementara aku, aku benci mengakui ini, namun semua itu seperti muncul kembali, rasa sakitnya, kenangannya, pedihnya bahkan bahagianya muncul di depan mataku. Kami kemudian terdiam lama sekali, mungkin ada sekitar 5 menit, sampai Yudha kembali mengangkat kepalanya dan kemudian melanjutkan pembicaraan ini
“apa masih ada kesempatan buat aku Cha, buat memperbaiki semua,”
“kalau maksud kamu silaturahmi, … sure”
“kalau yang lain?” tanyanya lagi, masih memandangku dalam dalam, aku hanya tersenyum kemudian memalingkan pandanganku darinya
“learning by doing Yud,” jawabku singkat
“aku nyesel banget pernah ngelakuin semua itu, sekarang aku punya kesempatan untuk sedekat ini sama kamu, ga bakal aku sia siain lagi Cha, aku janji,”katanya yakin sekali sementara aku hanya diam sejenak mendengar kalimatnya itu, jujur, aku tidak ingin menjawab apapun
“hmm, mamah apa kabar Yud?” aku mengalihkan pembicaraan
“mamah seneng aku ceritain kalo ketemu kamu lagi, Cha, dan dia yang nyuruh aku ngelakuin semua ini”
“oh..” jawabku singkat lalu menunduk
“Cha, aku masih sayang banget sama kamu, kamu bisa maafin aku kan? we start it again” aku terpaku mendengar kata kata itu, namun sesuatu terlintas di pikiranku...
“mmm, I Think you're just remembering the good stuff, next time you look back, I think you should look again” kataku, kemudian meninggalkannya sendiri, aku lebih baik mengakhiri obrolan ini sebelum semuanya terlalu jauh, dan aku terlalu terbawa perasaan lagi.
Dia masih duduk disitu ketika aku berbalik dan memberikan senyuman padanya, dia membalasnya dengan senyuman yang sangat manis, seperti yang dulu selalu ia berikan padaku. Obrolan kali ini membuatku berfikir jika aku harus memutuskan sesuatu, nanti malam, aku harus melakukan sesuatu.
“Cha, boleh duduk sini, “ katanya
“ambil kursi aja Yud” jawabku menyuruhnya mengambil kursi, karena memang disitu tidak ada kursi lain lagi.
“aku dibawah aja, “ katanya lalu duduk dibawah dan mulai membuka boks makanannya
“uhm, oke,” kataku sambil melanjutkan makan.
“nanti berangkat sama siapa Cha?” tanya Yudha
“aku bawa mobil ntar Yud” jawabku
“sama aku aja gimana?” dia menawariku, membuatku teridam sebentar
“uhm,, aku gak pulang soalnya, aku habis ini kan mau ke salon hehe” jawabku kemudian melanjutkan makan lagi
“ya gapapa mobilnya kamu tinggal disini aja, ntar aku anterin, “
“uhmmm,,, ga usah Yud, aku mau ada perlu yang lain juga kok”
“oh, gitu, yaudah” jawab Yudha singkat, kemudian dia melanjutkan makannya”mmm, cha, aku mau ngomong,”
“yaa? Gimana?” jawabku masih sambil makan,
“yauda kamu makan dulu”
“hehe, oke” kataku kemudian menghabiskan makananku, dan membuang boksnya di tempat sampah, “yaa? Gimana td?” tanyaku lagi ke Yudha
“ikut bentar yuk”
“mm, okee” kataku kemudian mengikutinya yang melangkah keluar aula,
dia hanya diam sementara aku mengikutinya di belakang, siang itu sekitar pukul 1, sekolah sudah sepi karena hari itu kan hari tenang menjelang ujian yang dilaksanankan mulai senin kemarin, jadi tidak ada seorangpun disana. Terlihat kaca sudah ditempel dengan nama ruangan dan daftar siswa yang menempati ruangan itu. Kemudian Yudha berhenti di depan kelas kami dulu, dia duduk di bangku cor yang ada di depan kelas, dia memandang lurus ke depan sementar akau masih melihat sekeliling sambil berdiri.
“duduk Mik,” katanya, kemudian aku duduk di sebelahnya,
“time goes by ya…” kataku sambil memandang sekeliling
“yaa, time changes,everything changes” jawabnya sambil melihatku
“hmm, iya yud, semua udah berubah”
“Cha, apa kamu juga udah berubah?” tanya Yudha, kemudian aku menatapnya dan tersenyum
“I have to Yud, aku ga punya pilihan lain,”
“kamu masih inget ga tentang kita yang suka duduk berdua disini lama lama, bahkan sampe waktu itu kita diusir sama guru” kata Yudha menerawang, dan dia tersenyum tipis
“iya dong, dikira kita ngapa ngapain itu kan? hahahaha” akupun tertawa menjawabnya, di satu sisi aku sangat lega bisa membicarakan ini sambil tertawa, bersama Yudha yang dulu selalu ku tangisi ketika aku mengingatnya.
“kamu masih inget waktu masakin aku nasi goreng dulu?”
“mmm, iya waktu dirumah kan? that was my first time yud hahaha” aku tertawa lagi
“iya, hari itu aku mikir kalau kamu itu cewe yang aku cari Cha, yang selama ini aku tunggu” sahut Yudha, yang menghentikan tawaku saat itu juga, dia menunduk dan senyumku perlahan memudar.,”kamu inget malam itu Cha, di loteng, pas ulang tahunku, kamu masih make baju seragam…”
“kamu pake kemeja biru, rambutmu di spike dan kamu cakep banget malem itu, aku juga masih inget dengan jelas wangi parfummu malam itu, sampe sekarang Yud, ga ada sedikitpun yang aku lupain, tiap kata yang kamu ucapin sementara aku cemberut karena sebel, kamu ga perlu ngingetin Yud, semuanya itu masih jelas di pikiran aku.” Kataku panjang lebar kemudian aku memandanginya yang terlihat murum dengan senyum tipisnya,”but, did you remember when you leave me for another girl Yud?”
Yudha hanya menunduk mendengar kalimat terakhirku tadi, dia terlihat menutupi kepalanya dengan kedua tangan sambil menunduk, sementara aku, aku benci mengakui ini, namun semua itu seperti muncul kembali, rasa sakitnya, kenangannya, pedihnya bahkan bahagianya muncul di depan mataku. Kami kemudian terdiam lama sekali, mungkin ada sekitar 5 menit, sampai Yudha kembali mengangkat kepalanya dan kemudian melanjutkan pembicaraan ini
“apa masih ada kesempatan buat aku Cha, buat memperbaiki semua,”
“kalau maksud kamu silaturahmi, … sure”
“kalau yang lain?” tanyanya lagi, masih memandangku dalam dalam, aku hanya tersenyum kemudian memalingkan pandanganku darinya
“learning by doing Yud,” jawabku singkat
“aku nyesel banget pernah ngelakuin semua itu, sekarang aku punya kesempatan untuk sedekat ini sama kamu, ga bakal aku sia siain lagi Cha, aku janji,”katanya yakin sekali sementara aku hanya diam sejenak mendengar kalimatnya itu, jujur, aku tidak ingin menjawab apapun
“hmm, mamah apa kabar Yud?” aku mengalihkan pembicaraan
“mamah seneng aku ceritain kalo ketemu kamu lagi, Cha, dan dia yang nyuruh aku ngelakuin semua ini”
“oh..” jawabku singkat lalu menunduk
“Cha, aku masih sayang banget sama kamu, kamu bisa maafin aku kan? we start it again” aku terpaku mendengar kata kata itu, namun sesuatu terlintas di pikiranku...
“mmm, I Think you're just remembering the good stuff, next time you look back, I think you should look again” kataku, kemudian meninggalkannya sendiri, aku lebih baik mengakhiri obrolan ini sebelum semuanya terlalu jauh, dan aku terlalu terbawa perasaan lagi.
Dia masih duduk disitu ketika aku berbalik dan memberikan senyuman padanya, dia membalasnya dengan senyuman yang sangat manis, seperti yang dulu selalu ia berikan padaku. Obrolan kali ini membuatku berfikir jika aku harus memutuskan sesuatu, nanti malam, aku harus melakukan sesuatu.
Diubah oleh mikhaellafezy 14-04-2015 16:00
0
, cz gw tau ada salah satu tokoh di cerita ini yang punya id kaskus yang lumayan aktif.






, abu2 dan ratenya, jd semakin smangat, makasih bnyk yaa, always stay tune cz akan ada update tiap hari
, tapi mohon maap yaah, karena belakangan kerjaan lagi padet, mungkin update sedikit lambat, dan hari minggu ga ada updatean, tapi tetep stay tune loh ya guyss, , , thanks for reading