Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#3121
PART 114

Gue berdiri di hadapan satu bangunan besar berwarna gelap, yang memiliki pintu kayu berwarna cokelat gelap dengan kaca yang menjulang tinggi. Setelah mengunci pintu mobil, gue memasuki bangunan itu dengan mantap. Sesampai di dalam gue celingukan, mencari spot yang bisa gue tempati, yang kira-kira cukup jauh dari pusat kerumunan. Setelah menemukan spot yang gue cari, waiter pun dengan sigap mendatangi gue dan bertanya pesanan. Gue memesan minuman dan sedikit camilan, kemudian menunggu sambil mengetikkan sesuatu di handphone.

Quote:


Setelah beberapa saat, balasan pun muncul di handphone gue.

Quote:


Bener aja, gak lama kemudian gue melihat sosok yang gue tunggu keluar dari mobilnya, dan berjalan menuju ke pintu masuk. Cuma butuh waktu sesaat baginya untuk menemukan gue di sudut. Gue tersenyum sewaktu dia mendatangi gue, dan kemudian duduk di hadapan gue. Setelah dia menyelesaikan pesanannya, barulah kami mulai berbicara.

Quote:


Gue menyilangkan jemari gue didepan wajah, dan otak gue mulai memilah-milah gue harus bercerita mulai dari mana. Akhirnya mulailah gue bercerita secara runtut.

Quote:


Gue terdiam mendengar pertanyaan Sophia ini. Gue menyandarkan punggung ke belakang, dan kemudian mengetuk-ngetukkan jari ke meja untuk beberapa waktu. Kentara sekali kalo gue sedang bimbang. Anak TK pun tau itu.

Quote:


Sophia mengeluarkan selembar uang 50 ribuan, dan meletakkannya di atas meja. Kemudian dia meraih tasnya, dan berdiri. Dengan sigap memegangi tangannya.

Quote:


Kata-kata gue keluar dengan suara yang tajam, dan serius. Jarang sekali gue mengeluarkan suara semacam itu kecuali kalo emosi gue bener-bener memuncak. Dan sepertinya itu cukup berhasil membuat Sophia mendengarkan gue, dan kembali duduk.

Quote:


Sophia terdiam. Gue mencoba menguasai diri gue sendiri yang sudah diliputi emosi. Sophia meminum minumannya yang masih bersisa banyak, mungkin untuk menenangkan dirinya sendiri. Kemudian dia mencondongkan badan kedepan, dan bertanya dengan serius.

Quote:


Gue mencondongkan badan kedepan, sehingga kepala kami berdua saling berhadapan sangat dekat. Gue bahkan bisa merasakan hembusan napasnya.

Quote:


Sophia menarik diri ke belakang, dan kemudian memandangi gue dengan aneh. Dia melipat kedua tangannya di meja.

Quote:


Gue menarik diri juga ke belakang, bersandar di kursi dan melipat tangan di dada. Untuk sejenak gue memandangi jalanan yang macet melalui jendela besar di seberang gue, kemudian gue menoleh kembali ke Sophia dengan senyum tipis.

Quote:


Sophia terbelalak.
khodzimzz
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.