- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
544
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#55
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Quote:
Arthur, Dietrich, Amanda dan para ghoul mengangguk setuju. Erik dan dua rekannya segera keluar dari rumah itu dan mulai berjalan mengendap-endap. Meninggalkan Arthur yang memimpin para ghoul untuk membunuh para anak buah James Wood satu per satu.
Dipimpin oleh Amanda, mereka bertiga terus berjalan hingga ke pusat area peti muatan. Setelah sampai di sana, mereka bertiga naik ke atas muatan dan mulai menunggu. Beberapa menit kemudian, muncullah seorang anak buah James Wood. Dia berjalan sendirian dengan senapan serbu di genggamannya. Orang itu semakin mendekati Amanda dan dua temannya.
Quote:
Mendadak Amanda melompat dari ketinggian peti muatan. Dengan pedang terhunus dia merobek bagian kiri si anak buah James dan langsung menendang lukanya. Akibatnya senapan serbu yang dipegang oleh anak buah James Wood langsung terlempar. Amanda langsung menendang senapan itu sejauh mungkin. Begitu sadar ada seseorang yang menyerangnya, dia mencoba berteriak. Amanda sudah tahu hal itu. Gadis itu mendaratkan pukulannya ke mulut si anak buah James Wood. Mencegahnya untuk berteriak. Amanda segera membekap mulutnya.
Quote:
Begitulah suara salah satu pasukan yang tertangkap oleh Amanda. Pergelangan tangan dan kakinya terborgol oleh sebuah balok es. Mulutnya dibungkam oleh tangan kiri Amanda. Sementara di tangan kanan Amanda baru saja terbentuk pisau tajam yang terbuat dari es. Langsung saja Amanda menusukkan pisau esnya ke leher anak buah James Wood. Cara Amanda untuk mengeluarkan pisau tidak dengan dicabut. Tapi, dengan cara merobek leher depan. Anak buah James Wood mengejang selama beberapa detik dengan darah yang bermuncratan. Dia roboh dan tak bergerak lagi.
Quote:
Trio murid Arthur ini kini mengangkat mayat ke atas muatan. Lumayan berat. Butuh beberapa menit bagi mereka untuk menyelesaikannya. Sekarang, mereka diam di atas peti muatan. Setelah sampai di atas muatan, Amanda meledakkan darah yang dibekukannya menjadi pecahan-pecahan es kecil. Saat ini, tinggal menunggu dua orang anak buah James Wood yang berjalan ke arah mereka. Mereka bertiga tiarap dan mengamati pergerakan dua anak buah James.
Quote:
Amanda menciptakan bunga-bunga es. Mahkota bunganya berbentuk Kristal es yang runcing. Amanda menumbuhkan bunga-bunga cantik itu di dinding peti muatan yang ada di seberangnya. Kira-kira ada sepuluh bunga yang di buat oleh Amanda. Sekarang, Amanda dan teman-temannya diam. Menunggu anak buah James Wood mendekat.
Begitu dua anak buah James Wood mendekat, Amanda memulai rencananya. Dari kejauhan, dia menjatuhkan dua buah bunga es buatannya. Suara pecahan es membuat dua anak buah James mengangkat senjatanya. Perlahan-lahan mereka menghampiri sumber suara. Mereka sepertinya kagum bagaimana bunga es tumbuh di situ.
Bodohnya mereka membelakangi Amanda dan kedua temannya. Di saat itu pula, Amanda melompat dari peti muatan dengan dua katana di tangannya. Gadis itu mendaratkan katananya di leher kedua anak buah James Wood. Salah satu anak buah James, melakukan hal yang cukup cerdik sebelum mati. Dia menembak ke segala arah sebelum akhirnya ditebas oleh Amanda. Tembakan tadi cukup untuk mengundang semua anak buah James Wood yang masih tersisa untuk mendatangi tempat itu.
Amanda tahu harus ke mana. Tapi dia tidak langsung lari. Cewek itu memegang kening dua mayat yang terkapar di situ. Entah apa tujuannya. Setelah itu, dia segera menaiki tangga yang menempel di peti muatan. Sekarang posisinya adalah di peti muatan yang berseberangan dengan Erik dan Dietrich.
Para anak buah James Wood berdatangan dari segala arah. Mereka langsung ribut begitu melihat dua rekan mereka sudah menjadi mayat dengan leher teriris.
Quote:
Erik tahu bahwa peti muatan yang dimaksud adalah peti muatan dimana Amanda berada. Erik dan Dietrich mengangguk. Mereka langsung berdiri dan menyerang para anak buah James Wood yang berada di bawah. Erik menembak dengan acak sedangkan Dietrich menembak anak buah James Wood yang sedang menaiki tangga.
Anak buah James Wood terkejut. Beberapa dari mereka roboh karena terkena tembakan. Ketika salah satu dari mereka mulai mengarahkan senjata, Erik dan Dietrich segera tiarap. Benar saja, anak buah James Wood segera memberondong lawan mereka dengan tembakan-tembakan.
Quote:
Dari kedua telapak tangan Erik muncul bola yang menyala kebiruan. Ada percikan-percikan listrik dari bola itu. Ukuran bola listrik itu hanya sebesar bola tenis. Ketika akan melemparkannya, Amanda memberi isyarat agar Erik melemparkan bola itu ke belakang. Erik menuruti Amanda, dia melemparkan ke belakang. Beberapa saat kemudian, terlihat cahaya biru dari bawah dan terdengar jeritan para anak buah James Wood yang terkena serangan listrik.
Quote:
Erik berbalik ke depan. Sekali lagi dia memulai proses untuk membuat granat listrik. Matanya tertuju pada peti muatan yang ada di seberangnya. Tempat Amanda bersembunyi. Tidak ada Amanda di sana. Di bawah terdengar rentetan tembakan dan teriakan orang-orang marah.
Quote:
Tidak ada suara apapun dari bawah. Hening. Erik dan Dietrich saling berpandangan. Mereka cemas jika Amanda terbunuh oleh para anak buah James Wood.
Quote:
Dalam hati, Erik dan Dietrich merasa lega. Tapi setengah hati mereka berontak. Bisa-bisanya seorang cewek mencetak nilai yang lebih banyak daripada mereka. Erik dan Dietrich turun dalam diam. Rasanya harga diri mereka runtuh.
Erik melihat kondisi di sekitarnya dengan takjub. Semuanya sudah tewas tertusuk es-es yang anehnya berwarna merah. Tidak jernih seperti yang diciptakan Amanda sebelumnya. Sebagian besar tertusuk es di bagian vital mereka. Sementara yang tidak terkena bagian vital sepertinya langsung dibunuh begitu saja oleh Amanda.
Quote:
Erik dan Dietrich menelan ludah mendengarkan penjelasan Amanda. Cewek ini kuat dan mengerikan. Wajahnya yang lembut dan terlihat seperti cewek kalem benar-benar tidak sesuai dengan kekuatan dan kemampuannya. Wajahnya benar-benar menipu Erik dan Dietrich.
Quote:
Mendengar perkataan Amanda barusan, mulut Dietrich mengang memandang Amanda. Sekilas dia terlihat ingin mengatakan sesuatu pada Amanda. Tapi, blasteran Jerman itu cepat-cepat menutup kembali mulutnya yang menganga dan menunduk. Pemalunya kumat lagi.
Quote:
Amanda menunduk dan melirik dua partnernya. Cewek itu menangkap tatapan mata Erik dan Dietrich yang terlihat marah padanya. Meskipun dua partnernya itu terlihat marah, Amanda paham perasaan mereka. Pengendali es itu tersenyum.pada Erik dan Dietrich.
Quote:
Trio murid dari Arthur menyandarkan tubuhnya di peti muatan. Dikelilingi mayat-mayat membuat mereka sedikit terganggu. Bau darah membuat mereka menutup hidung. Erik dan Dietrich tidak berbicara sepatah katapun. Mereka hanya mendengarkan percakapan Amanda dengan Arthur.
Quote:
Arthur baru datang beberapa menit kemudian. Pria Inggris itu datang sendiri. Entah kenapa mukanya sedikit cemberut. Dia akhirnya berjongkok di depan tiga muridnya. Memandang tiga muridnya tanpa sepatah katapun dengan muka yang sedikit cemberut.
Quote:
Segerombolan orang bersenjata mendatangi Arthur dan tiga muridnya. Mereka membawa senjata lengkap yaitu senapan serbu dan SMG. Sementara pemimpin mereka yang berdiri paling depan dan memakai jubah, tidak membawa senjata apapun. Mereka langsung kemari karena sepertinya menyadari bahwa teman-teman mereka tidak kembali.
Melihat gerombolan itu, Arthur dan ketiga muridnya segera berdiri. Tangan mereka masing-masing sudah memegang senjata.
Quote:
Si pemimpin melepas jubahnya dan melemparkannya ke peti muatan. Tubuhnya dilapisi oleh pasir tebal hingga ke pergelangan tangannya. Dia lalu naik ke peti muatan dan berdiri di sana.
Quote:
Begitu mendengar perintah dari si pengendali pasir, Erik, Amanda, Dietrich dan Arthur langsung tiarap untuk menghindari itu. Bahkan Amanda langsung memasang dinding es sebagai tameng. Bersamaan dengan itu pula, gerombolan senjata itu mengarahkan senjatanya ke si pengendali pasir. Di saat itu pula si pengendali pasir langsung meratakan baju pasir hingga ke kepala dan mengeraskannya. Anak buahnya malah menembaki pimpinan mereka sendiri. Setelah pelurunya habis mereka segera mengisinya kembali. Begitu seterusnya hingga peluru mereka habis dan sudah tak bisa menembak lagi. Terdengar bunyi berdentingan ketika peluru-peluru jatuh ke peti muatan yang terbuat dari logam itu. Beberapa detik kemudian, para gerombolan bersenjata terlihat bingung dan sangat terkejut ketika lawan yang mereka tembaki tidak mati. Tapi malah turun dari peti muatan dan kembali ke tempat asalnya.
Quote:
Amanda langsung merebut dua buah SMG yang dari tadi dipegang oleh Dietrich. Gadis itu menggunakan kesempatan ini untuk membunuh beberapa orang ketika mereka kebingungan. Menyadari bahaya itu, si pengendali pasir langsung melapisi dirinya dengan pasir dan berdiri di antara anak buah James Wood dan Tim Arthur. Memberi waktu agar gerombolan bersenjata itu bisa melarikan diri
Quote:
Yang sebenarnya terjadi adalah semua karena ilusi Dietrich. Ketika si pengendali pasir dan gerombolan anak buah James Wood tiba, Dietrich langsung mengaktifkan ilusinya pada anak buah James Wood: menghapus dirinya sendiri, Erik, Amanda, si pengendali pasir dan menaruh Arthur di posisi si pengendali pasir. Sebagai tambahan, Dietrich menambahkan dua tangan lagi di tubuh Arthur. Agar membuatnya lebih terlihat seperti monster yang harus dibunuh. Sehingga anak buah James Wood mengira mereka menembaki Arthur padahal mereka menembaki pimpinan mereka sendiri.
Quote:
Arthur, Dietrich dan Amanda meninggalkan Erik. Mereka harus mengamankan para ghoul dan harus mengambil sesuatu yang sangat tidak penting yaitu Excalibur. Setelah itu, mereka berencana langsung menyerang kapal.
Quote:
Diubah oleh Shadowroad 20-04-2015 08:27
0