- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
86.9K
544
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#54
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Seorang pemuda berpakaian nelayan berjalan di dekat persembunyian Erik dan teman-temannya. Dilihat dari mukanya umur pemuda itu kira-kira seumuran dengan Erik dan Amanda. Mukanya lusuh oleh debu. Tangan kirinya menenteng sebuah ember berisi ikan yang sudah mati. Sementara tangan kanannya membawa sebuah jala. Pemuda itu berjalan menghampiri para penjaga kapal James Woods yang penuh dengan senjata.
Melihat ada orang yang menghampiri kapal, para penjaga itu menghadang si nelayan. Ada tiga orang yang dengan senjata yang berdiri menghadang si nelayan.
Erik mengamati aksi Dietrich yang menyamar menjadi nelayan. Sementara Amanda dan para ghoul sudah siap untuk bertarung jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada Dietrich.
Di saat itulah Dietrich menggunakan mata ilusinya. Lima orang sudah kena ilusinya. Memang efeknya tidak muncul langsung karena Dietrich mengaktifkan ilusinya tiga menit kemudian. Cukup baginya agar tidak di tempat ketika terjadi kontak senjata.
Erik mengangguk senang. Dia menepuk bahu Dietrich. Setelah itu, Erik dan Dietrich mulai menghitung detiknya.
Dietrich menghitung waktu. Dia masih terengah-rengah karena memberikan ilusi pada lima orang dan dalam waktu maksimal menguras staminanya. Erik memberikannya minum untuk mengganti stamina Dietrich.
Hampir dua menit, mereka sudah mendengarkan teriakan seorang penjaga. Tak berapa lama, terdengar kontak senjata yang sangat seru. Suara rentetan peluru, jeritan dan raungan memecah heningnya malam. Mereka pun saling bunuh satu sama lain.
Suara kontak senjata terjadi selama lima menit. Setelah itu yang terdengar hanya suara orang-orang marah dan bertanya-tanya dengan penuh kebingungan. Erik mendengarkan laporan para penjaga. Suara penjaga yang melapor terdengar keras dan penuh kemarahan. Para penjaga melapor pada seseorang bahwa entah kenapa lima orang penjaga berteriak “Monster!” dan mulai menembak dengan membabi buta.
Yang ingin diketahui Erik sekarang adalah berapa jumlah para penjaga sekarang dan kepada siapakah para penjaga melapor. Erik berusaha menajamkan telinganya dengan cara menempelkan erat-erat telinganya ke dinding muatan. Sia-sia saja, suara orang yang dilapori tidak terdengar.
Hanya percakapan semacam itu yang dapat ditangkap oleh Erik. Tak ada kalimat yang menunjukkan jumlah lawan sekarang.
Mereka semua segera berlari mengikuti Arthur. Hingga akhirnya mereka sampai rumah kosong yang ditinggalkan. Rumah itu tak memiliki kaca. Pintunya pun sudah hampir roboh. Ketika masuk, banyak perabotan yang rusak. Sofanya pun sudah hancur. Mereka bersembunyi di ruang tamu yang begitu gelap tanpa penerangan. Cahaya yang ada hanya berasal dari kapal-kapal dan cahaya bulan. Begitu masuk, Erik memelototi ruang keluarga namun dia tidak bisa melihat apapun. Mereka semua merunduk. Si pemimpin ghoul mengamati keadaan dari celah pintu sementara Dietrich dari jendela.
Ada sekitar lima belas menit mereka bersembunyi di sana. Beberapa pasukan James bahkan sudah lewat di depan rumah tempat Erik dan teman-temannya bersembunyi. Anehnya mereka sama sekali tidak ada yang mencoba memasuki rumah itu. Hanya ada satu pasukan James yang memandang rumah itu. Wajahnya mengernyit dan menggeleng. Kemudian dia melanjutkan patrolinya.
Arthur menghentikan kata-katanya karena refleknya memaksanya untuk menoleh ke belakang. Bersamaan dengan itu pula, Arthur melihat Erik juga menoleh ke arah yang sama. Tepatnya ke arah ruang keluarga yang begitu gelap. Tak terlihat apapun di sana. Meskipun tidak terlihat apapun, jantung Arthur berdegup kencang. Barusan, Arthur merasakan seperti ada yang akan menggoroknya dari belakang. Arthur dan Erik hanya berpandangan sesaat. Tingkah mereka berdua membuat teman-teman mereka heran.
Erik sebenarnya merasakan hal yang sama seperti Arthur. Seperti ada seseorang yang mencoba menggorok lehernya dari belakang. Tapi entah kenapa terasa berbeda. Erik hanya bisa menjawab sekedarnya saja. Setidaknya Erik paham satu hal tentang rumah ini: rumah ini dihantui.
Erik cukup paham kenapa Arthur mendadak mengubah pikirannya dan menyuruhnya merencanakan sesuatu.
Erik mengamati kelompoknya dan para ghoul. Semuanya menunduk dan terlihat berpikir. Amanda yang dari tadi ingin berjauhan dengan para ghoul, sekarang mulai terbiasa atau mungkin pikirannya mulai teralihkan. Erik melihat Arthur. Pria Inggris itu tampak berkonsentrasi ke ruang keluarga. Bersiap untuk menghadapi hantu apapun yang muncul dari rumah rusak ini.
Di depan kami ada anak buah James Wood, pikir Erik, Di belakang kami ada hantu-hantu yang mulai marah karena kami mengganggu mereka. Keadaan ini semakin merepotkan.
Para ghoul terperanjat. Meskipun para ghoul tidak tertarik dengan perang, mereka tahu bahwa orang yang bisa mengendalikan plasma sudah pasti sangat kuat.
Manipulator listrik biasanya lebih mampu merasakan hantu dan semacamnya daripada manipulator lain. Di level yang tinggi mereka bisa melihat. Yang lebih tinggi lagi bisa berkomunikasi. Hal ini bisa terjadi karena hantu dan listrik terdiri dari gelombang yang sama yaitu gelombang electromagnet. Selain itu, harus ada syarat yang lain yaitu terjadi sinkronisasi energy antara manipulator dan hantu. Contohnya adalah hantu yang sengaja memperlihatkan dirinya dengan cara mengubah gelombang electromagnet yang ada pada tubuhnya agar bisa dilihat oleh manusia. Meskipun pengendalian listrik memiliki fitur tambahan yaitu melihat hantu, Arthur dan Erik selalu berhati-hati karena mereka berdua dididik hanya untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan ‘benda kasar’. Bukan benda halus. Jika terlibat pun, selalu ada orang dari Divisi Hubungan Supranatural untuk membantu tiap misi. Karena itulah Erik tidak berani asal-asalan untuk membantu Amanda.
Melihat ada orang yang menghampiri kapal, para penjaga itu menghadang si nelayan. Ada tiga orang yang dengan senjata yang berdiri menghadang si nelayan.
Erik mengamati aksi Dietrich yang menyamar menjadi nelayan. Sementara Amanda dan para ghoul sudah siap untuk bertarung jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada Dietrich.
Quote:
Di saat itulah Dietrich menggunakan mata ilusinya. Lima orang sudah kena ilusinya. Memang efeknya tidak muncul langsung karena Dietrich mengaktifkan ilusinya tiga menit kemudian. Cukup baginya agar tidak di tempat ketika terjadi kontak senjata.
Quote:
Erik mengangguk senang. Dia menepuk bahu Dietrich. Setelah itu, Erik dan Dietrich mulai menghitung detiknya.
Dietrich menghitung waktu. Dia masih terengah-rengah karena memberikan ilusi pada lima orang dan dalam waktu maksimal menguras staminanya. Erik memberikannya minum untuk mengganti stamina Dietrich.
Hampir dua menit, mereka sudah mendengarkan teriakan seorang penjaga. Tak berapa lama, terdengar kontak senjata yang sangat seru. Suara rentetan peluru, jeritan dan raungan memecah heningnya malam. Mereka pun saling bunuh satu sama lain.
Suara kontak senjata terjadi selama lima menit. Setelah itu yang terdengar hanya suara orang-orang marah dan bertanya-tanya dengan penuh kebingungan. Erik mendengarkan laporan para penjaga. Suara penjaga yang melapor terdengar keras dan penuh kemarahan. Para penjaga melapor pada seseorang bahwa entah kenapa lima orang penjaga berteriak “Monster!” dan mulai menembak dengan membabi buta.
Yang ingin diketahui Erik sekarang adalah berapa jumlah para penjaga sekarang dan kepada siapakah para penjaga melapor. Erik berusaha menajamkan telinganya dengan cara menempelkan erat-erat telinganya ke dinding muatan. Sia-sia saja, suara orang yang dilapori tidak terdengar.
Quote:
Hanya percakapan semacam itu yang dapat ditangkap oleh Erik. Tak ada kalimat yang menunjukkan jumlah lawan sekarang.
Quote:
Mereka semua segera berlari mengikuti Arthur. Hingga akhirnya mereka sampai rumah kosong yang ditinggalkan. Rumah itu tak memiliki kaca. Pintunya pun sudah hampir roboh. Ketika masuk, banyak perabotan yang rusak. Sofanya pun sudah hancur. Mereka bersembunyi di ruang tamu yang begitu gelap tanpa penerangan. Cahaya yang ada hanya berasal dari kapal-kapal dan cahaya bulan. Begitu masuk, Erik memelototi ruang keluarga namun dia tidak bisa melihat apapun. Mereka semua merunduk. Si pemimpin ghoul mengamati keadaan dari celah pintu sementara Dietrich dari jendela.
Quote:
Ada sekitar lima belas menit mereka bersembunyi di sana. Beberapa pasukan James bahkan sudah lewat di depan rumah tempat Erik dan teman-temannya bersembunyi. Anehnya mereka sama sekali tidak ada yang mencoba memasuki rumah itu. Hanya ada satu pasukan James yang memandang rumah itu. Wajahnya mengernyit dan menggeleng. Kemudian dia melanjutkan patrolinya.
Quote:
Arthur menghentikan kata-katanya karena refleknya memaksanya untuk menoleh ke belakang. Bersamaan dengan itu pula, Arthur melihat Erik juga menoleh ke arah yang sama. Tepatnya ke arah ruang keluarga yang begitu gelap. Tak terlihat apapun di sana. Meskipun tidak terlihat apapun, jantung Arthur berdegup kencang. Barusan, Arthur merasakan seperti ada yang akan menggoroknya dari belakang. Arthur dan Erik hanya berpandangan sesaat. Tingkah mereka berdua membuat teman-teman mereka heran.
Quote:
Erik sebenarnya merasakan hal yang sama seperti Arthur. Seperti ada seseorang yang mencoba menggorok lehernya dari belakang. Tapi entah kenapa terasa berbeda. Erik hanya bisa menjawab sekedarnya saja. Setidaknya Erik paham satu hal tentang rumah ini: rumah ini dihantui.
Quote:
Erik cukup paham kenapa Arthur mendadak mengubah pikirannya dan menyuruhnya merencanakan sesuatu.
Quote:
Erik mengamati kelompoknya dan para ghoul. Semuanya menunduk dan terlihat berpikir. Amanda yang dari tadi ingin berjauhan dengan para ghoul, sekarang mulai terbiasa atau mungkin pikirannya mulai teralihkan. Erik melihat Arthur. Pria Inggris itu tampak berkonsentrasi ke ruang keluarga. Bersiap untuk menghadapi hantu apapun yang muncul dari rumah rusak ini.
Di depan kami ada anak buah James Wood, pikir Erik, Di belakang kami ada hantu-hantu yang mulai marah karena kami mengganggu mereka. Keadaan ini semakin merepotkan.
Quote:
Para ghoul terperanjat. Meskipun para ghoul tidak tertarik dengan perang, mereka tahu bahwa orang yang bisa mengendalikan plasma sudah pasti sangat kuat.
Quote:
Manipulator listrik biasanya lebih mampu merasakan hantu dan semacamnya daripada manipulator lain. Di level yang tinggi mereka bisa melihat. Yang lebih tinggi lagi bisa berkomunikasi. Hal ini bisa terjadi karena hantu dan listrik terdiri dari gelombang yang sama yaitu gelombang electromagnet. Selain itu, harus ada syarat yang lain yaitu terjadi sinkronisasi energy antara manipulator dan hantu. Contohnya adalah hantu yang sengaja memperlihatkan dirinya dengan cara mengubah gelombang electromagnet yang ada pada tubuhnya agar bisa dilihat oleh manusia. Meskipun pengendalian listrik memiliki fitur tambahan yaitu melihat hantu, Arthur dan Erik selalu berhati-hati karena mereka berdua dididik hanya untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan ‘benda kasar’. Bukan benda halus. Jika terlibat pun, selalu ada orang dari Divisi Hubungan Supranatural untuk membantu tiap misi. Karena itulah Erik tidak berani asal-asalan untuk membantu Amanda.
Quote:
Diubah oleh Shadowroad 20-04-2015 08:25
0