- Beranda
- Stories from the Heart
Kelakuan Anak Kuliah
...
TS
pujangga1000
Kelakuan Anak Kuliah
Quote:
Quote:
Quote:
----------------------------------------------------------------------------------
========================================
pujangga1000
Diubah oleh pujangga1000 19-09-2016 03:37
yusrillllll dan 23 lainnya memberi reputasi
22
3.9M
7.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pujangga1000
#2922
Punya abang yang koplak
Setelah mengembalikan kunci mobil ke pemiliknya, gue siap-siap mandi buat berangkat kuliah. Sebenarnya gak enak juga sih ngetuk kamar bang Artur pagi-pagi gini. Secara kan gue tau dia habis ngapain. Dia kan "lembur" kemarin malam, soalnya ceweknya yang buka pintu kamarnya 
***
Sore hari, ketika gue sedang duduk gak ada kerjaan dikamar.
Tiba-tiba ada sesosok tubuh tinggi, memakai kacamata hitam dipintu gue..
"Dadadam dadadam ! "
"
"
"Jangaaan.. Benci bilang cinta... "
"
"
Bang Din berdiri didepan pintu kamar gue, memakai kacamata hitam, menyanyikan lagu Benci Bilang Cinta (by: Radja), sambil telunjuk tangannya digerakkan mengikuti ciri khas dari Ian Kasela
Pokoknya ngak banget deh
"Keren gak gua?
" Kata bang Din
"
"
"Jangan marah bilang sayang..."
"Jangan mendustai hati..."
"Dadadam dadadam! "
"HAH ! ! ! "
Bang Din masih tetap bernyanyi dengan kaca mata hitam dan gayanya yang menjijikkan.
Abang gue emang kadang suka khilaf
"Kacamata siapa kau pakai bang?" Tanya gue
"Punya gua lah!" Jawabnya langsung
"Kapan belinya?"
"Dulu waktu masih muda
" Jawabnya lagi sambil mengangkat sebelah alisnya
"
"
Akhirnya kaca mata itu dilepas juga oleh bang Din. Mungkin dia sadar kalau dirinya sudah tidak muda lagi..
"Gimana kemarin berapa ronde
?"
Tanya bang Din, lagi-lagi sambil menaikkan sebelah alisnya
"
"
"Sama Rara asik gak
? "
"
"
"Langsung pulang kok bang setelah nganter dia pulang" jawab gue acuh
"
"
Tiba-tiba bang Din berjalan mendekati gue yang sedang duduk
"Pulang??" Tanya bang Din tidak percaya
Gue menganggukkan kepala pertanda "iya"
"Gak ngapa-ngapain???" Tanya bang Din lagi tidak percaya
"Iyoooo abangkuuu" Jawab gue
"Gak ada peluk?"
"
"
"Cium?"
"
"
"Gak ngapa-ngapain???!" Suara bang Din agak meninggi
"Tak adooo" Jawab gue
"BODOH!"
"
"
"Terus gua pulang subuh-subuh, dingin-dingin, gak ada gunanya?" Kata bang Din
"
"
"JEEEEKK! Impoten lu emang!"
"
"
Apa hubungannya coba??? Kurang ajar...
Eh tapi gue penasaran deh..
Apa yang dibilang bang Din sebenarnya..
Dia sedang duduk manis melihat buku-buku kuliah gue.
"Bang.."
"Oik" dengan nada manja dari bang Din
"
"
Ini yang tua siapa? Yang muda siapa sih???
"Serius nih, kau ngomong apa sih ke Rara, bang?" Tanya gue
"Kenapa emang?" Tanya bang Din
"Kok dia tiba-tiba baik sama aku" Jawab gue
"Ohh itu..."
"Gua bilang.."
"Kalo lu itu..."
Bang Din sengaja memenggal-menggal kalimat yang akan diucapkannya agar membuat gue penasaran
"Kalo lu itu..."
"Kangen pelukannya
"
"
"
Padahal gue sudah mengharapkan jawaban serius...
"Serius lah bang!" Suara gue agak meninggi
"
" Bang Din malah nyengir
"Ya gua bilang kalo lu itu suka sama dia.. sayang sama dia.. rindu sama dia.."
"
"
"Sejak kalian bersentuhan malam itu, bayangan Rara tidak bisa lepas dari Jeki
" bang Din sok puitis
"
"
"Kau ngawur ah bang..
" Kata gue
"
" Bang Din ngakak sejadi-jadinya
Masa Bang Din ngomong gitu ke Rara???
Muka gue mau ditaruh dimana??
Apalagi kemarin keliatan banget kalo gue malu-malu didepan Rara..
emang bang Din..
Tiba-tiba,
"Minta nomernya Rara, mau gua telpon" Kata bang Din
"Ha??
"
"Nomor hp bodo, bukan nomor b3ha" Kata bang Din lagi
"
"
"Gak punya bang.." Jawab gue
"
"
"Kau gak punya nomor Rara???!" Suara bang Din meninggi
Gue menggelengkan kepala
"Terlalu..." Bang Din mengikuti gaya Rhoma Irama
"
"
Setelah itu, bang Din beranjak pergi dari kamar gue sambil ngomel-ngomel gak jelas..
Kayaknya abang gue,
salah minum obat..
Ato mungkin,
digigit vampir koplak..


***
Sore hari, ketika gue sedang duduk gak ada kerjaan dikamar.
Tiba-tiba ada sesosok tubuh tinggi, memakai kacamata hitam dipintu gue..
"Dadadam dadadam ! "
"
""Jangaaan.. Benci bilang cinta... "
"
"Bang Din berdiri didepan pintu kamar gue, memakai kacamata hitam, menyanyikan lagu Benci Bilang Cinta (by: Radja), sambil telunjuk tangannya digerakkan mengikuti ciri khas dari Ian Kasela

Pokoknya ngak banget deh

"Keren gak gua?
" Kata bang Din"
""Jangan marah bilang sayang..."
"Jangan mendustai hati..."
"Dadadam dadadam! "
"HAH ! ! ! "
Bang Din masih tetap bernyanyi dengan kaca mata hitam dan gayanya yang menjijikkan.
Abang gue emang kadang suka khilaf

"Kacamata siapa kau pakai bang?" Tanya gue
"Punya gua lah!" Jawabnya langsung
"Kapan belinya?"
"Dulu waktu masih muda
" Jawabnya lagi sambil mengangkat sebelah alisnya"
"Akhirnya kaca mata itu dilepas juga oleh bang Din. Mungkin dia sadar kalau dirinya sudah tidak muda lagi..

"Gimana kemarin berapa ronde
?" Tanya bang Din, lagi-lagi sambil menaikkan sebelah alisnya
"
""Sama Rara asik gak
? ""
""Langsung pulang kok bang setelah nganter dia pulang" jawab gue acuh
"
"Tiba-tiba bang Din berjalan mendekati gue yang sedang duduk
"Pulang??" Tanya bang Din tidak percaya
Gue menganggukkan kepala pertanda "iya"
"Gak ngapa-ngapain???" Tanya bang Din lagi tidak percaya
"Iyoooo abangkuuu" Jawab gue
"Gak ada peluk?"
"
""Cium?"
"
""Gak ngapa-ngapain???!" Suara bang Din agak meninggi
"Tak adooo" Jawab gue
"BODOH!"
"
""Terus gua pulang subuh-subuh, dingin-dingin, gak ada gunanya?" Kata bang Din
"
""JEEEEKK! Impoten lu emang!"
"
"Apa hubungannya coba??? Kurang ajar...

Eh tapi gue penasaran deh..
Apa yang dibilang bang Din sebenarnya..
Dia sedang duduk manis melihat buku-buku kuliah gue.
"Bang.."
"Oik" dengan nada manja dari bang Din
"
"Ini yang tua siapa? Yang muda siapa sih???
"Serius nih, kau ngomong apa sih ke Rara, bang?" Tanya gue
"Kenapa emang?" Tanya bang Din
"Kok dia tiba-tiba baik sama aku" Jawab gue
"Ohh itu..."
"Gua bilang.."
"Kalo lu itu..."
Bang Din sengaja memenggal-menggal kalimat yang akan diucapkannya agar membuat gue penasaran
"Kalo lu itu..."
"Kangen pelukannya
""
"Padahal gue sudah mengharapkan jawaban serius...
"Serius lah bang!" Suara gue agak meninggi
"
" Bang Din malah nyengir"Ya gua bilang kalo lu itu suka sama dia.. sayang sama dia.. rindu sama dia.."
"
""Sejak kalian bersentuhan malam itu, bayangan Rara tidak bisa lepas dari Jeki
" bang Din sok puitis"
""Kau ngawur ah bang..
" Kata gue"
" Bang Din ngakak sejadi-jadinyaMasa Bang Din ngomong gitu ke Rara???
Muka gue mau ditaruh dimana??
Apalagi kemarin keliatan banget kalo gue malu-malu didepan Rara..
emang bang Din..Tiba-tiba,
"Minta nomernya Rara, mau gua telpon" Kata bang Din
"Ha??
""Nomor hp bodo, bukan nomor b3ha" Kata bang Din lagi
"
""Gak punya bang.." Jawab gue
"
""Kau gak punya nomor Rara???!" Suara bang Din meninggi
Gue menggelengkan kepala
"Terlalu..." Bang Din mengikuti gaya Rhoma Irama
"
"Setelah itu, bang Din beranjak pergi dari kamar gue sambil ngomel-ngomel gak jelas..
Kayaknya abang gue,
salah minum obat..
Ato mungkin,
digigit vampir koplak..

Diubah oleh pujangga1000 10-04-2015 05:06
jenggalasunyi dan 6 lainnya memberi reputasi
5
