- Beranda
- Stories from the Heart
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
...
TS
whiteshark21
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
![[ Science Fiction ] CODING A LIFE](https://s.kaskus.id/images/2015/03/21/6940295_20150321082520.jpg)
Quote:
Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:
Please Kindly Enjoy
Diubah oleh whiteshark21 25-10-2015 02:27
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•7Anggota
Tampilkan semua post
TS
whiteshark21
#34
[Chapter 14 ] - Another Five

"Apa maksudmu kak?" balas Angga setengah serius.
tiba-tiba ekspresi Akbar mulai terlihat aneh,ia yang sebelumnya terlihat serius kini justru terlihat menahan tawa.
"bhahaha.." tawanya meledak seketika,membuat Angga bingung.
"Sudahlah,aku hanya bercanda.. bertahun-tahun tidak bertemu denganmu membuatku sedikit kaku" jelas Akbar mengenai perkataan sebelumnya.
ia pun melanjutkan niatnya untuk keluar dari kamar itu diikuti Angga yang juga keluar dari ruangan gelap tersebut.
"Aku mau mandi,kau duduk saja dan temani orang itu" kata Akbar menunjuk pemuda pendek yang masih duduk di sofa ruang santai.
"Apaan kau ini,empat sekaligus.." gumamnya pada Akbar.
"Apa rusaknya parah?" balas Akbar dengan bertanya.
"Tidak juga,selain Mother Boardnya semuanya masih laku dijual" jawab pemuda tadi.
"Tunggu,apa maksudnya dijual? sebenarnya apa yang mau kalian lakukan?" tanya Angga secara spontan.
"Maka dari itu duduklah di sana dan cari tau sendiri" balas Akbar yang kemudian berjalan menuju pintu di ujung ruangan.
setelah mencoba membukanya,ternyata pintu tersebut terkunci dari dalam.
"Lisa.. kau didalam?" kata Akbar sambil mengetuk pintu tersebut.
"Sebentar" balas perempuan yang ada didalam.
Akbar yang masih menunggu pintu tersebut terbuka menatap Angga yang masih berdiri sambil memberi isyarat dengan kepalanya agar dia duduk,Angga pun akhirnya duduk di sofa bersama pemuda misterius tadi.
"Pemuda ini bernama Guntur,dia kenalanku saat aku masih bekerja di perpustakaan lama.. Dalam hal hardware dia yang terbaik" kata Akbar memperkenalkan pemuda pendek itu.
"Kata siapa dia yang terbaik? Huh" tanggap perempuan dengan poni lebat yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"kalau yang ini namanya Lisa,dia teman Guntur semenjak kecil.. selain manis dia juga ahli dalam hal hardware" jelas Akbar buru-buru masuk ke kamar mandi sebelum dibalas oleh Lisa.
"Ya sudahlah,aku Lisa.." kata wanita bernama Lisa tersebut mengenalkan diri pada Angga.
"Yah,senang berkenalan denganmu" balas Angga.
"Pulang gih,sudah malam" kata Guntur.
"Kau tidak ikut pulang? kalau begitu aku bakal sendirian di rumah" tanggap Lisa.
"sendirian?" tanya Angga.
"kami tinggal satu rumah,rumah kami juga cukup dekat dari sini" jawab Lisa.
"kalian teman.. kan?" tanya Angga kembali.
"Iya kami teman.. cobalah untuk akrab dengan Guntur yah?" Jawab Lisa yang kemudian pergi meninggalkan rumah Akbar.
Angga terdiam beberap saat dan menatap heran kearah Guntur.
"Apa?" tanya Guntur dengan nada sinis.
"Eh, tidak apa-apa" balas Angga.
"Gila,satu minggu ini aku benar-benar cape sekali sekarang justru ada empat lagi" gumam Guntur yang merbahkan tubuhnya di sofa.
"apa maksudmu dengan empat lagi?" tanya Angga menggeser posisi duduknya.
"Bukan apa-apa,besok saja kalau kau mau tanya-tanya.. oh iya,aku sudah biasa menginap di rumah ini,malam ini aku juga akan tidur disini lagi" jawab Guntur memalingkan posisi tidurnya menghadap senderan sofa.
"Baiklah,senang bisa mengenalmu" balas Angga yang beranjak dari sofanya menuju kamar milik kakaknya,walau disebut kamar namun ruangannya cukup besar dan masih luas meskipun sudah terisi oleh 2 buah sofa juga didalamnya.
"Anak itu pasti lelah sekali karena pekerjaannya selama 1 minggu terakhir" kata Akbar yang rupanya telah selesai dengan urusannya di kamar mandi.
"Kak apa kau masih bekerja?" tanya Angga.
"sudah tidak,saat ini aku hanya menjual jasaku secara online jadi seharian aku hanya di rumah.. dan sesekali mungkin berkunjung ke rumah Doni dan Riki" jawab Akbar yang sedang memakai pakaiannya.
"Doni dan Riki?" tanya Angga singkat.
"2 pria yang tadi keluar dari kamarku"
"Oh,iya aku ingat.. apa mereka juga ahli dalam pemrograman? atau mereka adalah teknisi hardware sama seperti Lisa dan Guntur?"
"Bukan,mereka tidak ahli di kedua bidang tersebut.. mereka hanya pemilik sekaligus penjaga perpustakaan di dekat sini"
"jadi hanya orang biasa yah"
"tidak menguasai kedua bidang tadi bukan berarti mereka orang biasa.. mereka hanya tidak tertarik dengan kedua bidang tersebut,tapi dalam penggunaannya mereka cukup bagus"
"lalu? bukankah dengan begitu mereka hanya sebatas pengguna teknologi?"
"entahlah.. diantara semua pengguna,mereka berdua yang paling bisa diandalkan.. mereka adalah 'Brainware' yang jenius"
"aku tidak mengerti,kalau hanya disebut brainware bukankah kita semua adalah brainware tersebut?"
"orang sepertimu disebut pandai karena mampu menguasai hal-hal yang rumit,sedangkan teman-temanmu adalah cerdas dan beberapa memang mendekati jenius karena mampu mengembangkan hal-hal yang telah dipelajari"
"..."
"mulai sekarang kau pakai ini saja" kata Akbar yang nampak menyodorkan sebuah tas berwarna abu-abu pada Angga.
"apa ini?" tanya Angga sambil membuka tas tersebut,sedangkan Akbar juga terlihat membawa tas yang sama namun berwarna hitam,keduanya sama-sama membuka tasnya masing-masing.
"Heh.. ya ampun,bagus sekali.. kau membelikannya untukku kak?" komentar Angga yang mengetahui isi tas tersebut,sebuah laptop berukuran sedang namun ketebalannya lebih tipis dari laptop pada umumnya,warnanya sama seperti warna tasnya,Abu-abu.
"Bicara tentang temanmu,aku ingin memberimu sedikit komentar.. kemampuanmu masih jauh dari keempatnya" jelas Akbar yang juga mengeluarkan isi tasnya.
"Aku sudah tau,mereka menciptakan bahasa pemrograman mereka sendiri.. kau sudah tau hal itu kan?" tanya Angga sambil menghidupkan laptopnya.
"benarkah? menurutmu siapa yang paling hebat diantara keempatnya?" tanya Akbar yang sudah siap dengan laptopnya sementara Angga baru menyadari sebuah keanehan di laptop miliknya.
"Ini.. apa laptop ini sudah kau modif seperti ini?" tanya Angga yang tidak melihat label apapun yang tertempel dibagian luar laptopnya,bahkan sebuah merk yang biasanya tertera pun tidak ada disana.
"tidak,aku belum menyentuhnya sama sekali.. lagi pula itu baru diantarkan kesini tadi pagi" jawab Akbar.
"lalu? kenapa seperti ini? apa ini barang ilegal atau semacamnya?"
"mungkin bisa dikatakan ilegal,lagipula yang kau pegang itu bukan buatan para produser ternama.. itu buatan Guntur sendiri"
"mustahil!" komentar Angga yang terkejut sekaligus masih ragu.
"dalam 1 minggu ini dia membuatkan dua untukku dan untukmu.. empat temanmu juga akan menyusul,itulah tujuanku membawa laptop mereka yang rusak kemari" jelas Akbar.
Angga tidak percaya dengan apa yang ia dengar,dirinya masih menatap laptop yang berada di pangkuannya.
"ayolah,kau pasti ingin mencoba laptop barumu kan? coba lawan aku" tantang Akbar.
"sial.. kenapa aku dikelilingi oleh orang-orang yang sangat hebat.. aku benar-benar terlihat paling bodoh disini" gumamnya sambil melakukan sesuatu.
"jadi bagaimana? berani melawanku?" tanya Akbar.
"walau kalah dari mereka,ku harap aku masih lebih hebat darimu kak.. ayo!" kata Angga mengakhiri gurauan keduanya.
Spoiler for Dimensi Program:
.
.
.
esok hari telah tiba,Angga yang menginap dirumah Akbar sudah mulai beraktifitas di pagi hari.
sementara di rumah Ari,kedua temannya terlihat sedang santai di lantai atas.
"Browsing dengan kecepatan seperti ini benar-benar menyebalkan" kata Ari mengeluh namun tidak ditanggapi oleh teman disampingnya.
"sampai saat ini aku belum tau tujuan Hasan memberikanku buku-buku itu" lanjutnya memulai pembicaraan.
"untuk mengeluarkanmu dari penjara kan? selebihnya ia ingin kau mengembangkannya" balas Ilham yang sedang membaca artikel kecelakaan lalu lintas di sebuah koran.
"kalau tujuannya hanya itu maka 75 buku saat itu sudah cukup,tapi dia tetap menuliskan teori-teori lainnya di buku yang tersisa setelah aku keluar"
"buku itu belum selesai kan?" tanya Ilham membolak balik lembaran koran di tangannya.
"yah,200 buku ternyata tidak cukup untuk menuliskan semua penelitiannya.."
"hai,Ari.." sapa seorang wanita dari halaman depan,Ari yang mendengarnya langsung menoleh dan mendapati bahwa yang memanggilnya adalah Linda yang datang bersama Egi.
"yoo,tunggu sebentar.." balas Ari yang kemudian turun ke lantai bawah bersama Ilham.
"Yoo,selamt pagi" sapa Egi setelah pintu depan terbuka.
"Kalian datang lagi akhirnya.. tapi kenapa membawa barang sebanyak ini?" tanya Ari yang menyadari keduanya datang dengan membawa 2 tas gendong yang besar.
"Hehe.. kami ingin mengunjungi orang tua kami.. karena stasiun kereta apinya ada di dekat sini jadi kami memutuskan untuk berpamitan secara langsung" jawab Linda.
"baguslah,berkumpul dengan orang tua memang hal yang menyenangkan" balas Ari.
"Angga belum ke sini?" tanya Egi singkat.
"belum" jawab Ilham yang baru sampai di lantai bawah.
"sayang sekali,ayo Linda ini semakin siang" kata Egi.
"kalau begitu sampai jumpa lagi yah?" kata Linda sebelum akhirnya memesan taxi dan pergi.
Ari dan Ilham pun kembali ke lantai dua setelah kepergian Linda dan Egi.
"dari barang bawaannya mereka pasti akan berpergian lama" kata seorang pemuda berjaket ungu.
"taxi" suara seorang wanita berjaket kuning memesan taxi.
"memilih taxi dari pada bus kota,mereka pasti sedang buru-buru" tanggap pemuda berjaket hijau.
"sudahlah,kira-kira kemana dia pergi?" tanya wanita dari dalam taxi pesanannya.
"bus antar kota belum beroperasi sepagi ini,jadi mereka mungkin ke stasiun" jawab pemuda yang mengenakan jaket hijau tadi.
"pak,tolong antarkan aku ke stasiun,keretaku akan jalan sebentar lagi jadi tolong cepat yah?"
sebuah taxi pun mengikuti Egi dan Linda,sementara 2 pemuda misterius pergi menghampiri rumah Ari.
Sementara itu di rumah Akbar,ketiganya sedang duduk di ruang santai lengkap dengan keempat laptop milik Ari dan teman-temannya.
"Semua datanya sudah ku amankan,mother boardnya juga sudah ku perbaiki.. tinggal tugasmu untuk menjualnya" jelas Guntur.
"ini sih spesifikasi murah" komentar Akbar.
"setidaknya kau harus dapat sekitar 37 juta rupiah" balas Guntur.
"Lupakan saja,pakai uangku saja dulu.. semuanya harus disiapkan secepatnya" kata Akbar yang membuat Angga penasaran.
"disiapkan secepatnya? memangnya ada apa?" tanya Angga.
"cepat atau lambat pria bernama Henri itu pasti akan berbuat ulah,kita harus mencegah kemungkinan terburuknya jika dia memulai rencananya" jawab Akbar.
"rencana apa? kemungkinan terburuk apa maksudnya?" tanya Angga lagi.
" 'peperangan' penelitiannya sampai saat ini hanya untuk tujuan itu,jika dia berhasil menyempurnakannya maka kita dalam bahaya" jelas Akbar.
"bukan hanya kita,mungkin krisis ini bisa menimpa semua warga negara ini" tambah Guntur.
"penelitian? peperangan?" tanya Angga masih tetap belum mengerti maksud kakaknya.
"akan ku jelaskan setelah ini saja,tujuanku saat ini hanya mengajarimu membuat bahasa pemrogramanmu sendiri supaya bisa membantu kami nanti" jawab Akbar seius.
.
.
.
"kemana tujuan anda,nona?" tanya petugas yang menjaga loket pembelian tiket.
"ah.. aku pesan 1 dengan tujuan yang sama seperti 2 orang tadi" balas wanita yang sebelumnya mengikuti Linda dan Egi.
"ini,nona.. terima kasih"
"ya,sama-sama"
"Ah,rumah ini bagus juga.." komentar pemuda di halaman rumah Ari,sementara Ari dan Ilham masih mengamati kedua tamu misteriusnya yang masih berdiri di depan rumah mereka.
"Rumah ini tidak dibangun untuk waktu lama,pemiliknya pasti orang perantauan" balas pemuda satunya.
"permisi,apa aku boleh duduk di sini?"
"Oh,tentu.. silahkan" balas Linda pada wanita yang menghampiri tempat duduknya.
"terima kasih" kata wanita tersebut duduk disamping Egi yang membuat Linda mengerutkan keningnya.
{ padahal sudah ku persilahkan duduk di sampingku.. } pikir Linda.
"Ayolah,kurasa tombol bel-nya ada di sebelah sana kan?"
"Ya ampun,kau melawak? tentu saja ada di sana.. kenapa juga kita terus berdiam diri di sini.."
mereka berdua berjalan menuju pintu depan rumah Ari sedangkan Ari masih serius menatap keduanya dari lantai atas.
"Ayo turun,tamunya segera datang" kata Ilham beranjak dari kursinya dan berjalan menuju tangga turun.
#Kuning,Hijau dan Ungu,warna yang mengganggu perasaan
Diubah oleh whiteshark21 09-08-2015 08:18
0



