Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
728.9K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#2493
PART 113
Masalah dengan keluarga besar gw sudah clear alias beres, kini sebuah masalah baru mulai muncul menampakkan diri. Ada apa dengan Bunga? Seumur umur gw mengenalnya baru sekarang gw melihatnya marah sampai seperti itu. Terlebih bukan hanya gw saja yang kena semprot amarahnya, Bundanya pun juga kena. Dan hal itu justru semakin membuat gw bingung dan penasaran. Kali ini gw nggak bisa menerka apa yang ada di dalam fikirannya.

Semenjak kejadian malam mencengangkan itu, esoknya gw terus mencoba menghubungi Bunga. Dari pagi hingga sore menjelang, gw cuma mendapati suara operator sialan ketika sambungan telefon tertuju padanya Ya, nomor Hapenya tidak aktif. Gw yang semakin penasaran akhirnya menghubungi Puput untuk menanyakan keadaan Kakaknya itu.

"Tuut....Ceklek!"

"Halo, put?" Sapa gw

"Eh mas Fajar. ada apa mas?"

"Nggak cuma mau nanya, mba Bunga udah pulang kerja belum?"

"Udah mas. Tuh sekarang lagi ngurung diri di kamar..." Jawabnya

"Ooh, sukur deh kalo udah pulang." Ucap gw

"Emang ada apa mas?"

"Nggak apa apa. Cuma mas ngerasa ada yang aneh sama mbakmu itu..."

"Ohh, tau tuh dari kemaren nggak jelas. Orang rumah di diemin semua sama dia. Puput juga kena..." Jawabnya.

"Waduh...Kemaren mas ke rumah juga didiemin sama dia. Malahan mas mau ditabrak..."

"Hemm...." Gumamnya

"Puput tau nggak kira kira ada masalah apaan?" Tanya gw lagi.

"Nggak tau mas. Puput negor dia aja didiemin, gimana bisa tau?"

"Yaudah gini aja. Kalo dia udah waras, tolong bilangin mba Bunga suruh hidupin HP nya. Mas mau ngomong..."

"Oh oke Mas..."

"Makasih ya Put...."

"Klik..." Telefon terputus.

Gw menaruh henpon di kantong celana jeans pendek yang gembel ini sembari menghela nafas panjang. Rasa penasaran gw semakin menjadi jadi terlebih masalah Bunga 'ngambek' ini nggak ada yang tahu termasuk Puput. Sungguh saat itu gw ingin sekali datang langsung menemui Bunga di rumahnya. Lagipula gw masih punya hutang kata maaf yang sampai saat ini belum gw ucapkan. Akan tetapi niatan itu segera gw urungkan. Biarlah, gw nggak mau ngeganggu Bunga dulu dan mungkin Bunga sedang ingin sendiri.

Malam pun semakin larut. Hawa dingin nan lembab khas musim kemarau perlahan lahan mulai menembus merasuk ke dalam tulang. Gw masih bengong di depan lapangan tenis sembari menghisap beberapa batang cocolok cungur. Kemudian gw melihat jam, tepat pukul 23.00 malam. Entah sudah berapa kali gw menguap akhirnya gw pun menyerah lalu segera beranjak pergi meninggalkan lapangan tenis.

Sebelum tidur gw menyempatkan diri mencuci muka di kamar mandi sekalian sikat gigi. Kemudian gw langsung merubuhkan badan ke atas kasur sembari memegang HP. Gw membuka kunci tombol lalu melihat layarnya. Seketika gw langsung tersenyum girang. Sebab di layar itu tertulis 1 panggilan tak terjawab dari Bunga. Kemudian gw pantengin HP karena gw yakin tak lama lagi Bunga pasti kembali menelfon gw. Selang beberapa saat kemudian,

"Tingdung....tingdung....Ceklek"

"Halo....." Sapa gw semangat.

"......"

"Halo...Bunga? Halo?"

"Temuin aku sekarang! Aku tunggu di depan masjid deket rumah aku...." Ujarnya.

"Loh, sekarang? ngapain malem malem begini?" Tanya gw heran.

"Udah, pokoknya sekarang temuin aku. Ditunggu!"

"Klik...." Telefon ditutup sepihak olehnya.

Gw nggak habis fikir kenapa harus tengah malem begini sih? Kok bisa bisanya nih anak keluar? Bukannya dia itu dilarang keluar malam sama orang tuanya? Apa nggak dicariin Bundanya? Tapi kok? Ah, sudahlah. Tanpa banyak berfikir lagi gw segera bangkit dari kasur, mengambil jaket dan helm. Kemudian gw berjalan secara mengendap endap menuju keluar rumah. Setelah mengeluarkan jupi, gw langsung mbetot handle gas sampai mentok menuju ke sebuah masjid tempat dimana Bunga berada.

Tak butuh waktu lama untuk gw sampai di sini karena kondisi jalanan jam segini tergolong sepi. Dari jarak 50 meter gw sudah melihat sosoknya tengah menunggu gw duduk sendirian di sebuah kursi bambu di sekitar halaman masjid yang tak berpagar. Saat itu Bunga mengenakan sweater warna pink dibalut kupluk menutupi kepalanya. Kemudian dengan segera Bunga langsung duduk di jok belakang seraya membisikkan sebuah kata, "Jalan!". Gw pun nurut lantas menjalankan motor dengan pelan. Lalu,

"Gelepok....!!!"

Kepala gw yang dibalut helm tiba tiba ditempeleng olehnya. Tak hanya sekali, bahkan sampai berkali kali. Otomatis kepala gw jadi angguk anggukan kayak anak band metal lagi headbang.

"Kamu kalo mau marah silahkan! Mau pukul aku, silahkan! Tapi jangan di kepala! Ini kepala di fitrahin 3 1/2 liter beras sama orang tua aku!" Gerutu gw.

"......"

Bunga diam sejenak, tak lagi menempeleng kepala gw. Tapi kemudian, "Bak-Bik-Buk", dia malah mukulin pundak gw. Gw nggak nyuruh dia berhenti, nggak juga nyuruh dia mengencangkan pukulannya. Toh nggak sakit. Ntar juga dia capek sendiri, terus ujung ujungnya berenti.

"Udah? Puas?" Tanya gw.

"Hiiiiiiiiy nyebelin-nyebelin-nyebelin!!" Ucapnya sedikit keras sembari mukulin pundak gw dengan sisa tenaga yang ada.

"Lanjut dong mukulnya! Aku serasa di pijetin. Malah enak...." Canda gw.

"Arghh....Capek-capek-capek!!" Ujarnya.

"Huh payah-payah-payah!!" Balas gw.

"Iiih, Jijik-jijik-jijik...! Kamu kaya Upin Ipin!!" Racau Bunga.

"Wee? Betul-betul-betul....!!"

"Ukiiiiiiiingg!!!" Teriak dia.

Setelah itu hening, kami berdua saling diam tanpa mengucapkan sepatah kata. Hanya suara deru motor yang terdengar nyaring keluar dari knalpot. Tiba tiba Bunga memasukkan tangannya ke dalam kantong jaket kulit gw, lalu mendekap gw dari belakang. Mungkin dia kedinginan. Karena memang malam itu udara di Kota Bogor sedang dingin dinginnya.

"Kita mau kemanaa?" Tanya gw.

"Terserah kamu..." Jawabnya.

"Loh?"

"Malem ini, kamu jadi punya aku dan aku jadi punya kamu." Jawabnya.

"Hayah...Kamu kok bisa keluar rumah jam segini? Bunda tau?" Tanya gw.

"Aku kabur....Keluar lewat jendela, terus manjat pager." Jawabnya.

"Haduh...Kamu tuh cari gara gara aja sih!" Gerutu gw.

"Aku cuma mau sama kamu...."

"Yaelah kan bisa besok lagi sayang!" Ujar gw.

"Besok besok aku nggak yakin masih bisa sama kamu apa nggak..." Ujarnya pelan.

Sontak gw pun terkejut setelah mendengar pernyataannya. Gw langsung menghentikan motor secara mendadak di pinggir jalan.

"Kenapa?" Tanya gw.

"......" Bunga hanya menggeleng.

"Kenapa?" gw bertanya sekali lagi.

"Ayah & Bunda...."
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:34
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.