Kaskus

Story

whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh whiteshark21 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
#33
[Chapter 13 ] - The New begining
kaskus-image


"saat pertama sampai tiba hari itu aku memang dikenal sebagai penjahatnya,tentu kalian tau bahwa aku bukan penjahat sebenarnya.. " kata Ari kembali melanjutkan ceritanya yang belum kunjung selesai.
"..tapi hari itu akulah seorang penjahatnya" sambung Ari.

Quote:

"Heh? membunuh?" tanya Linda memotong cerita.
"bukan,bukan.. itu cuma ancaman saja kok" jawab Ari sambil tertawa konyol.
"Huh,ku kira beneran.. lalu?" balas Linda.

"dia memutuskan untuk bekerja sama dengan teman-temannya,percakapanku hari itu tidak membuahkan hasil yang harapkan" jelas Ari.
"apa dia mengirimkan seseorang ke penjara untuk menghabisimu?" tanya Egi penasaran.
"tidak mereka tidak seberani para penjahat di film-film action.. hanya sebatas perbuatan konyol saja yang akhirnya membuatku repot" jawab Ari.

"repot bagaimana?" tanya Angga.
"pada awalnya hanya mereka bertiga saja yang punya urusan denganku,tapi karena jaringan mereka lumayan luas akhirnya aku harus berhadapan dengan 26 rekening bank sekaligus"
"26 orang?" kata Linda.

"satu per satu dari mereka akhirnya menyerah dan angkat kaki dari permasalahan pribadiku dengan Jeri dan 2 teman lainnya.. sempai akhirnya hanya Jeri seorang yang masih keras kepala" jelas Ari.
"kau membobol 26 rekening dan tidak dilaporkan sebagai tindak kejahatan oleh mereka?" tanya Egi.
"tentu saja tidak,kalau mereka melaporkannya sudah jelas semua tindak kriminal mereka akan tercium oleh polisi,dan aku bisa saja dipromosikan untuk sebuah jabatan karena ikut berperan dalam penegakan hukum" jawab Ari.

"hebat.. lalu pria bernama Jeri itu bagaimana?" tanya Linda.
"rupanya Uang bukan segalanya buatnya.. berbeda dari teman-temannya,aku harus sedikit mengancam keselamatan orang-orang tercintanya" jawab Ari kembali meneruskan ceritanya.

Quote:


"lalu.. lalu?" tanya Linda terbawa emosi.
"3 hari setelah hari itu dia datang dan menggantikanku,hukumannya telah dikurangi 4 tahun karena alasan tertentu..
saat itu aku sudah pasti bebas tanpa ada tuntutan apapun karena perbuatan yang aku lakukan demi keselamatan nyawa seseorang" sambung Ari.
"ekspresinya saat itu sudah berbeda,tampang kriminalnya sudah tidak terlihat di wajahnya lagi" kata Ari melanjutkan lagi ceritanya.

Quote:


"ternyata kau bisa sejahat itu,sungguh.. kau orang paling gila yang pernah ku temui" komentar Egi yang nampaknya lupa bahwa pertanyaannya tentang siapa Henri belum sepenuhnya terjawab.
"lalu bagaimana tentang Henri?" pertanyaan Linda kembali mengingatkan Egi tentang topik awal dari pembicaraan panjang itu.
"5 bulan setelah aku bebas,masa tahanan Hasan juga sudah berakhir pada hari itu.. tapi di hari itu pula dia diberitakan telah meninggal dalam kasus pembunuhan menggunakan senjata api" jelas Ari lebih detil.

"Apa?" tanya Angga kaget.
"pada akhirnya dia mati,ku kira cerita ini tidak akan panjang jika kau langsung ke point ini" komentar Egi.
"kalau tidak begitu kalian bahkan tidak mengenal siapa aku.." balas Ari tidak mau usaha memberitau masa lalunya dianggap sia-sia oleh temannya.

"apa Henri yang melakukannya?" tanya Linda dengan tebakannya.
"Iya,walau tanpa bukti apapun.. orang itulah yang paling mungkin melakukannya" jawab Ari.
"belum tentu kan.. dari mana kau yakin kalau dia yang melakukan?" balas Egi tanpa pikir panjang.

"Dari pertarungan hari ini bisa dibilang Henri menguasai semua yang telah Hasan kembangkan.. Dia pasti dibunuh setelah memberikan semua yang ia ketahui selama ini" jawab Ari.
"kenapa dia memberikannya? bukankah selama ini dia berusaha menjauh dan menyimpan penelitiannya dari Henri?" tanya Linda.
"Itu masih jadi misteri.. kasus pembunuhannya juga berhenti di jalan" jawab Ari.

"permainan oknum penegak hukum yah" komentar Angga.
"iyah kurasa begitu,Henri mungkin berkuasa melakukan hal semacam itu" balas Ari yang seketika membuat keadaan diam.

"Lalu apa tujuan Henri menyerangmu ? lihat kan,cerita panjang ini tidak memberi jawaban apapun" komentar Egi.
"tujuannya adalah memastikan bahwa Hasan tidak menyembunyikan apapun pada Ari..
lalu fakta bahwa kemampuannya lebih sempurna dibanding Ari menunjukan bahwa Ari memang tidak mengetahui apapun lebih dalam dari Henri" jawab Ilham sambil mengerutkan dahinya.

"Haha.. pemikirannya memang hebat,dia bahkan selalu paham dengan semua ceritaku tanpa harus mendengar detailnya langsung" tanggap Ari memuji temannya.
"Jadi begitu,itu artinya dia berhasil menyempurnakan penelitian yang bahkan belum dicapai oleh Ari" tanggap Egi pada penjelasan Ilham barusan.
"lalu apa tujuanmu?" tanya Linda langsung dengan memandang kearah Ari.

"tujuanku masih sama seperti saat ku pindah ke kota ini.. menangkap Henri atas kasus pembunuhan Hasan" jawab Ari.

tidak terasa hari mulai sore,mataharipun terlihat mulai terbenam sebagian. setelah semuanya selesai,Linda dan Egi berpamitan pulang pada ketiga temannya,namun pembicaraan kelimanya rupanya terpaksa berlanjut beberapa saat.
"Ah,tunggu sebentar.. kakakku memintaku untuk membawa laptop kalian yang rusak" kata Angga mencoba mencegah kedua temannya yang hedak langsung pulang.
"Eh? Untuk apa?" tanya Linda.
"kami masih bisa memperbaikinya jadi kau tidak perlu khawatir" kata Egi menambahkan,sedangkan Ari dan Ilham masih duduk diam menyimak.

"Bukan begitu.. kakakku tidak pernah mengecewakanku,jadi tolong percayalah padanya" kata Angga berusaha meyakinkan temannya.
tak butuh waktu lama,keduanya pun pulang setelah menyerahkan laptopnya pada Angga. Yang tersisa kini hanya Angga dan 2 pemilik rumah tersebut.

"punya kalian berdua juga" katanya.
"mau diapakan?" tanya Ilham hanya ingin mengetahui alasannya.
"aku juga tidak tau" jawab Angga yang juga telah mengantongi izin dari kedua temannya.

"Yah,akan ku kabari jika ada sesuatu.. sampai jumpa lagi" kata Angga yang kemudian pergi dari rumah mereka,Arahnya pergi terlihat berlawanan dari arah penginapannya.

Sementara keduanya tidak sibuk lagi oleh laptopnya,keduanya terlihat pergi ke ruang tangah khusus untuk bersantai dan menyalakan console game mereka.
"..." Ari nampak serius dengan layar televisi berukuran besar di depannya sementara Ilham jarang-jarang justru memulai percakapan dengannya.
"berkembang di tempat gelap dan sepi,terisolasi dari kehidupan diluar.. kau benar-benar mirip denganku" kata Ilham masih fokus memainkan gamepadnya.
"Haha.. jarang-jarang dapat pujian seperti ini.." tanggap Ari dengan antusias.

"..."
"walaupun sama,kau tetap yang lebih senior dibandingkan aku"
"tentu" jawab Ilham singkat dengan mata yang masih tertuju pada layar televisi.
"sial,hei ngomong-ngomong ada beberapa hal yang aku lupakan dari ceritamu.. kalau aku yang menang kali ini,kau harus ceritakan lagi semuanya dari awal padaku ok?" tantang Ari.
"Heh,coba saja" jawab Ilham dengan senyum setengah mengejek

"Ya ampun,siapa kau berani meremehkanku" kata Ari menanggapi gurauan temannya,perkataannya pun sekaligus mengakhiri percakapan singkat mereka berdua.


Sementara itu dilain tempat Angga terlihat tengah berdiri di depan pintu sebuah rumah yang berukuran sedang dengan kebun berukuran 4x3 meter disebelah kirinya.

"Tunggu sebentar" suara perempuan terdengar dari dalam rumah sesaat setelah Angga menekan bel didepannya.
Pintu pun terbuka dan seorang wanita tengah berdiri di depan Angga,wanita tersebut terlihat sepantaran dengan Angga,rambutnya lebat panjang dengan poni tengah didepannya,dari raut wajahnya terlihat dia wanita yang sangat feminim.
"Kau siapa?" tanya Angga tidak menyangka kalau justru ada perempuan dirumah kakaknya.

"kau Angga kan? masuklah,Akbar sudah menunggumu dari tadi" ajak perempuan tersebut.
Angga pun menuruti ajakannya dan berjalan masuk melewati sebuah ruang tamu dan berhenti di ruangan tepat dibelakang ruang tersebut. matanya menatap seorang pemuda bertubuh pendek yang sedang duduk di sofa,dari usianya Angga memperkirakan bahwa dia sepantaran dengan kakaknya.

"Jadi kau Angga yah? letakkan saja laptop itu disini,Akbar yang memintanya untuk diserahkan padaku" katanya tanpa basa-basi,Angga pun menurutinya dan meletakkan tas berisi keempat laptop milik temannya. tak berapa lama setelahnya,sebuah pintu tepat di depan matanya terbuka
dan dua orang pria aneh lagi-lagi muncul di rumah itu.
"Lho,mau kemana?" tanya perempuan yang tadi membukakan pintu untuk Angga.

kedua pria itu pun berjalan menuju pintu keluar,namun karena posisi Angga yang masih berdiri di jalan membuat mereka berpapasan terlebih dahulu.
"Akbar menunggumu didalam" kata seorang diantara keduanya,disusul dengan perkataan pria yang satunya.
"Wah,kau benar-benar mirip dengan Akbar ternyata" katanya.
"kami mau pulang,besok pagi-pagi sekali kami harus sudah bangun" kata pria pertama yang menjawab pertanyaan perempuan tadi.

Angga masih diam dan tidak membalas satu pun perkataan dari keempat orang asing tersebut,dua pria tadi juga nampaknya telah pergi,yang tersisa hanya pria bertubuh pendek yang sedang sibuk melihat-lihat lepatop milik teman-temannya.
Angga ingin menegurnya namun perempuan disampingnya seakan mengatakan bahwa 'itu tidak perlu' dengan mendorong Angga.

"Ayo.. ayo.. masuk dulu sana" kata perempuan itu mendorong Angga masuk ke sebuah ruangan gelap.
"Sudah lama tidak bertemu" sapa seorang dari dalam ruangan tanpa cahaya tersebut,diikuti dengan suara pintu yang ditutup oleh perempuan tadi.

suaranya tidak asing lagi,namun Angga tidak bisa mengenali wajah orang tersebut karena keadaan ruangan yang gelap dengan menyisahkan sedikit cahaya dari bulan yang masuk melewati fentilasi ruangan tersebut.

"Maaf aku baru sempat menghubungimu selama ini.. kebiasaanku juga belum berubah,selalu merasa nyaman berada di tempat gelap" kata pria itu lagi yang kini berjalan kearah jendela dan membukakan korden yang menutupinya.
wajah pria itu pun sekarang terlihat jelas,rambutnya panjang sebahu dan lurus,sedangkan postur tubuhnya sedikit bungkuk dan kurus seperti Ari.

"Aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu lagi kak" sapa Angga pada pria bernama Akbar tersebut yang ternyata adalah kakaknya.
Akbar hanya diam dan berjalan menuju sisi ruangan untuk mengambil handuk.
Rasa senang Angga karena bertemu kakaknya pun ternyata masih kalah oleh rasa penasarannya dan juga keempat temannya.
"Ngomong-ngomong kenapa bisa tau laptop teman-temanku,kak?" tanya Angga.

"Aku menonton pertarungan mereka.. aku juga menonton pertarunganmu dengan teman lamamu itu tadi siang" jawab Akbar.
{ Eh,apa benar? } tanya Angga dalam hati dan kemudian mencoba mencari tau lagi.
"kalau kau menonton pasti aku sadar kak bahwa sistemmu terdaftar di server kami,lagi pula teman-temanku juga tidak ada yang menceritakan tentangmu tadi.." kata Angga ragu dengan perkataan kakaknya.

"itu kalau kau yang melakukannya.. aku bisa masuk ke server tanpa perlu mendaftarkan sistemku kesana.. mudahnya,aku punya akses menuju semua server yang sedang aktif" jawabnya yang mulai berjalan ke arah pintu keluar.
"lalu apa tujuan kakak mengumpulkan laptop milik teman-temanku?" tanya Angga kembali.
"soal laptop itu,pemuda di depan tadi yang akan mengurusnya" jawabnya hendak membuka pintu disebelah kanan Angga.

"tunggu dulu,aku masih tidak mengerti.. siapa mereka semua?" tanya Angga yang membuat Akbar berhenti dan mendekati Angga yang masih berdiri disamping pintu.
"mereka adalah teman-temanmu mulai saat ini.. lupakan teman-teman lamamu itu" kata Akbar yang mendekatkan wajahnya ke Angga dan juga dengan ekspresi serius di wajahnya.

#Kawan atau lawan,kemunculan 5 orang misterius
Diubah oleh whiteshark21 09-08-2015 08:18
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.