Kaskus

Story

whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh whiteshark21 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
#25
[Chapter 9 ] - The Future Which looking for its Past
kaskus-image


Laptop milik Ari sudah terhubung dengan server tersebut sesaat setelah pertarungan sebelumnya selesai,sementara itu ketiga temannya menyusul masuk ke dalam server tersebut.
"Apa dia anggota para hacker tadi?" tanya Linda.
"Kali ini aku tidak yakin,sebaiknya kalian berdua tidak ikut dalam pertarungan ini" jawab Ari.
"Hey.. hey.. kalian mau bersenang-senang sendiri? ayolah.. kami berdua akan ikut" balas Egi.
"Sudah terlambat kalau mau keluar" tanggap Ilham.

kata-kata yang Ilham ucapkan membuat temannya bingung.
"Terlambat? ..apa maksudnya?" tanya Linda.
"..." Ilham tidak menjawab pertanyaan Linda dan memperhatikan Ari yang sedang memeriksa sesuatu di server tersebut.
"Ya ampun,tenang saja kami tidak akan kabur" tangga Egi serius.
"Bukan.. server ini,seseorang melakukan hal yang sama dengan yang ku lakukan di pertarungan tadi" balas Ari.

"jangan-jangan.. script yang sama dengan milikmu barusan?" tanya Linda.
"yah,sekali kalian keluar maka data milik kalian akan habis" jawab Ari.
"ayolah kita ladeni saja orang ini,lagi pula jika ini adalah masalah data kami sudah punya sumua back-up-nya" balasa Egi.
"Yoo.. ayo kita selesaikan ini" kata Ari yang sekaligus menutup pembicaraan mereka.

Spoiler for dimensi program:


"tunggu,bagaimana dia bisa melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan? apa dia bisa meniru teknik milik orang lain?" tanya Linda.
"mana mungkin.. bahasa pemrograman yang kita gunakan berbeda dengan siapapun,mustahil meniru sama persis sebuah teknik milik orang lain" jawab Egi.
"kenapa kau yang jawab? aku kan tanya Ari.." balas Linda mengerutkan keningnya.
"dia datang.." kata Ilham memberi tau temannya,sementara Ari masih diam saja sampai sebuah ajakan videocall muncul di layar laptopnya.

-- clik -- setelah menerimanya,webcam milik Ari pun mulai aktif dan tersambung dengan milik pria bernama Henri tersebut,sesosok pria tua yang kurang lebih berumur 45 tahun terlihat di layar milik Ari.

"..."
"wah..wah.. tidak perlu membawa teman sebanyak ini kan,Ari? ..benar begitu kan namamu?" sapa pria tua itu.
{ Dia sampai tau nama Ari,apa selama ini kami telah diawasi? } tanya Ilham dalam hati yang mendengar perkataan Henri dari speaker laptop milik Ari.
"Oh.. jadi ini si wajah kriminal itu.. aku benar-benar kaget melihatnya" lanjut Henri.
" ..kau terlihat lebih tua dari seseorang yang aku temui 3 tahun yang lalu" balas Ari.
"Oh.. maksudmu Hasan? benar,umur kami berdua memang berselisih lumayan jauh,tapi kau juga tau bahwa kami sangat akrab sama halnya seperti kalian"
"..."
"Apa kau membelinya dengan 'itu' ? hahaha,aku yakin ku pernah melihatnya di-"
"sudahlah,apa maumu?"
"ini bukan tentangku,kau yang tentukan.. apa maumu?" balas Henri.


Spoiler for dimensi program:


"Tidak mau bicara yah? kalau begitu tunjukkan saja serangan terbaikmu" kata Henri.
"dengan senang hati" balas Ari yang kemudian menuliskan script panjang.
"bagus,kita lihat sejauh mana kau berhasil mengembangkannya" balas Henri yang juga mulai menuliskan script.

Spoiler for dimensi program:


"Berhasiil.." teriak Linda senang.
"ledakan tadi itu habat sekali,kita harus sering-sering melakukannya.. hahaha" kata Egi yang merebahkan pundaknya di sofa.
"Benar,ku kira kita sudah-" tanggap Ari yang kemudian terpotong oleh suara dari speaker laptopnya.
" 'menang'begitu? haha.." ternyata suara tersebut adalah suara Henri,namun kali ini webcamnya tidak aktif lagi.

Spoiler for dimensi program:


-- pip --
-- pip --
-- pip --
-- pip --
semua sistem milik keempatnya baru saja mati secara serentak,berbeda dengan Egi dan Linda yang nampak panik Ari justru segera melepas satu per satu baud yang terpasang pada laptopnya karena merasa janggal dengan perbedaan teknik mereka
berdua,sementara Ilham masih diam mengamati Ari.

"Yang benar saja,sistem kami berdua juga lumpuh.. sial" gumam Egi yang berkali-kali menekan tombol power di laptopnya sembari mengomel kesal.
"bicara apa kau,bukankah kau sendiri yang bilang semua datanya sudah di back-up di Harddisk eksternal.. kenapa khawatir?" tanggap Linda.
"tapi.. bukankah ini aneh?" tanya Egi yang baru saja menyadari sesuatu.
"Hmm..??" balas Linda melirik laptop di hadapan Egi.
"indikator powernya mati.." kata Egi.

"indikator power mati padahal conector charger terpasang,dan sistem juga tidak mau booting padahal kau telah menekan tombol power itu berulang kali.. sudah jelas.." tanggap Ilham panjang yang membuat keduanya sadar.
"jangan-jangan.." jawab Linda.

"Ini.. " kata Ari sambil menunjukkan Mother Board laptopnya yang telah dilepas.
"Dilihat dari fisiknya semua jalur penting di Mother Board ini sudah rusak total" lanjut Ari.

"teknik yang melumpuhkan Software dan Hardware sekaligus?" tanya Egi.


Dilain tempat Henri nampak bimbang di kursi tempatnya bekerja.
"Semua data milik anak ini tidak menunjukkan apapun... Dia menghianatiku selama 1 tahun,apa sebatas ini saja yang berhasil ia kembangkan?" gumam Henri setelah memeriksa semua data yang berhasil dia curi dari Ari dan teman-temannya.
{ Apa yang sebenarnya ia sembunyikan dariku.. } pikir Henri sambil menghela nafas.

#sebuah teka-teki besar milik mereka berdua.
Diubah oleh whiteshark21 09-08-2015 08:08
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.