Quote:
“Apa yang kalian risaukan?” tanya Erik.
“Kami mendengar suara aneh. Seperti suara seseorang yang mengunyah,” kata Amanda seraya menunjuk arah barat, “Dari tumpukan peti di arah situ.”
“Memangnya kenapa kalau ada yang makan di balik tumpukan peti itu, teman-teman?” kata Erik.
“Caranya mengunyah dan suara kunyahannya … terdengar berbeda,” kata Dietrich.
“Pendengaran kalian memang tajam,” kata Arthur pada Dietrich dan Amanda, “Itulah informan kita.”
Erik dan Arthur saling berpandangan. Arthur hanya mengangguk dan melirik ke arah barat. Lalu Erik kembali memandang Dietrich dan Amanda. Erik berkata, “Kalian benar-benar ingin melihatnya?”
Amanda dan Dietrich mengangguk dengan penuh keyakinan. Mereka sepertinya benar-benar penasaran. Selain rasa penasaran, ada guratan ekspresi yang sedikit takut di wajah Amanda dan Dietrich.
Quote:
“Ikut aku,” kata Erik yang bergegas mengubah arahnya menuju peti-peti muatan di barat. Arthur, Amanda dan Dietrich mengikutinya dari belakang.
Erik sempat terhenti sesaat. Dia meringis menahan sakit karena rasa perih di kakinya muncul sesaat. Begitu rasa perihnya hilang, Erik berjalan lagi. Dia berjalan dengan bantuan lengan Amanda.
Quote:
“Sebenarnya apa itu yang mengunyah?” tanya Amanda.
“Kalian pernah melihat para pemakan manusia ketika sedang makan?” tanya Erik yang langsung pada intinya.
Amanda dan Dietrich menggelengkan kepalanya.
Quote:
Dietrich yang segera tersadar lalu berkata, “Maksudmu Ghoul? Aku hanya pernah mendengarnya dari Silver Sword di Surabaya. Jangankan melihat Ghoul, apalagi melihat mereka sedang makan. Mereka bisa membaur lebih baik daripada vampire dan lycan.”
“Ya, kau benar. Di kehidupan sehari-hari, mereka sangat mirip manusia biasa dan itu wajar jika kalian tidak pernah melihat. Mereka juga tidak akan menunjukkan identitasnya pada orang sembarangan. Aku yang sudah melihat berkali-kalipun masih saja merasa mual ketika melihat mereka sedang makan,” kata Erik.
Mereka semakin mendekati asal suara kunyahan itu. Erik memperingatkan dua temannya untuk mempersiapkan mentalnya ketika melihat para Ghoul sedang makan. Amanda dan Dietrich saling berpandangan dan hanya mengangguk.
Quote:
“Sudah sampai,” kata Erik, “Lihatlah dan jangan melakukan sesuatu yang aneh. Biarkan mereka makan, teman-teman.”
Erik dan Arthur mulai tertawa terkikik. Sepertinya mereka benar-benar sudah memprediksi bagaimana reaksi Dietrich dan Amanda ketika melihat pemandangan ini.
Dietrich dan Amanda melihat pemandangan yang membuat kepalanya blank. Empat orang manusia sedang menyantap sebuah mayat yang terkapar di depan mereka. Mayat itu dipenuhi darah. Bagian depan tubuhnya sudah terbuka lebar. Tulang rusuknya tertarik menghadap ke atas. Jantung dan paru-parunya masih ada. Isi perutnya, lambung dan usus, terburai kemana-mana. Sepertinya empat ghoul ini menikmati isi perutnya dulu.
Wujud ghoul sangat mirip manusia biasa. Baru ketika ada acara makan, seluruh gigi dan cakar mereka langsung meruncing. Tidak masalah bagi mereka, apakah daging manusia yang mereka makan mentah atau dimasak. Ketika makan yang mentah, biasanya mereka tidak memperhatikan kebersihan diri sendiri. Pakaian mereka saat ini sangat kotor oleh darah.
Reflek mereka langsung muncul. Dietrich mengeluarkan dua pistolnya dan Amanda mengeluarkan katananya. Katana Amanda sudah diselimuti duri-duri es yang runcing. Para ghoul pun juga melompat mundur dan mengeluarkan senjata mereka masing-masing. Dua belah pihak sudah siap untuk bertarung.
Erik dan Arthur langsung melompat di antara dua pihak itu. Berusaha untuk menenangkan mereka. Para ghoul menurunkan senjata ketika Erik dan Arthur menyapa mereka.
Quote:
“Mereka temanmu, Arthur?” tanya seorang ghoul.
“Murid-muridku lebih tepatnya,” jawab Arthur, “Maafkan mereka. Mereka hanya belum pernah melihat ghoul sedang makan.”
Sementara Arthur mengobrol dengan para ghoul, Erik menjelaskan pada Dietrich dan Amanda tentang apa saja yang dia ketahui tentang ghoul. Menurut Erik, ghoul tidak tertarik dengan perang, politik dan semacamnya. Mereka membunuh manusia hanya untuk makan. Para ghoul lebih tertarik hidup tenang dan membaur dengan damai bersama para manusia. Hingga saat ini, tidak ada laporan tentang ghoul yang memulai masalah. Laporan yang cukup terkenal terjadi di tahun 1920an di Moskow saat terjadi peristiwa Revolusi Oktober. Sementara di Indonesia sendiri, tepatnya di Jakarta, penyerangan terjadi ketika peristiwa Reformasi 1998. Tapi informasi itu masih abu-abu karena penyerangan dilakukan oleh makhluk mirip Ghoul.
Quote:
“Mereka benar-benar memakan manusia, ya?” kata Dietrich, “Lalu bagaimana kalau salah satu dari mereka kesulitan mencari mangsa?”
Erik tertawa, “Menurutmu, Dietrich, apakah para terdakwa hukuman mati benar-benar berakhir di hadapan regu tembak? Biasanya sih, tahanan ditembak dulu baru kemudian diberikan pada ghoul. Tapi ada beberapa terdakwa yang langsung diberikan begitu saja pada ghoul. Para ghoul menyantap mereka hidup-hidup.”
Dietrich yang mengerti itu hanya mengangguk dan menelan ludah.
Erik mengamati mayat yang mengenaskan itu. Dia memakai pakaian ala bodyguard. Sepatu, celana dan pakaiannya berwarna hitam.
Quote:
“Mayat ini …,” kata Erik.
“Anak buah James. Kami menculiknya ketika dia sedang kencing, Erik,” kata pemimpin ghoul sambil melirik mayat yang sudah hancur itu, “Kami mematuhi perjanjian dengan Paladin dan Silver Sword: Hanya memakan para kriminal.”
Arthur mengangguk sambil memandang mayat itu dengan pandangan tanpa ekspresi, “Kami menghargai itu.”
Yang diketahui Dietrich dan Amanda sangatlah sedikit. Silver Sword juga tidak terlalu mengajari mereka soal Ghoul. Pendidikan di Silver Sword lebih terfokus tentang vampire dan lycan saja. Tidak seperti Paladin yang bahkan dididik hingga makhluk mitologi. Dietrich dan Amanda sebelumnya tidak pernah terlibat dengan Ghoul. Selain itu, karena pada dasarnya mereka makhluk yang tenang, damai dan lebih suka hidup normal. Amanda juga tahu mereka hanya memakan para kriminal, koruptor dan sebagainya. Hanya saja, mereka baru tahu bahwa terdakwa hukuman mati bisa dibeli setelah dieksekusi. Atau bisa langsung dimakan hidup-hidup. Karena itulah mereka benar-benar terkejut.
Quote:
“Kira-kira ada berapa anak buah James yang berjaga di luar?” tanya Erik.
Pemimpin ghoul itu diam sejenak. Mencoba untuk mengingatnya, “Kira-kira ada lima puluhan lebih, Erik.”
“Kenapa dia mematikan lampu?” Erik bertanya lagi.
Para ghoul hanya saling berpandangan satu sama lain dan mengangkat bahu. Si pemimpin ghoul hanya menjawab, “Informasi yang kami dapatkan kurang sempurna. Yang pasti, berhati-hatilah. Aku mendengar mereka akan menjebakmu dengan membatasi penglihatanmu. Lalu berhati-hatilah, ada dua orang manipulator yang siap membantu James Wood. Dua orang itu baru datang malam ini.
“Apa yang kalian lakukan ketika menunggu kami?”
“Kami mencari makan. Untuk kami dan anak istri kami.”
“Jadi karena alasan itulah kalian menyisakan organ atas seperti jantung, paru-paru dan kepala? Untuk keluarga kalian?” kata Erik yang melirik mayat. Tak kuat melihat pemandangan itu, Erik menahan mual dengan cara menutup matanya.
Si pemimpin ghoul mengangguk. Dengan muka sedih, dia berkata, “Iya, Erik. Sayangnya ini tidak cukup.”
Erik tersenyum pada pemimpin ghoul, “Katakan sekali lagi, ada berapa orang yang menjaga di luar kapal? Apakah cukup?”
Arthur menepuk keningnya, “Sudah kuduga kau akan mengatakan ini, Erik.”
Para ghoul mengerti maksud dan arah perkataan Erik. Mereka saling berpandangan dan berdiskusi.
Quote:
Amanda mendekat ke belakang Erik. Dia lalu berkata, “Inikah awal dari kemampuan siasatmu?”
“Amanda benar,” kata Dietrich, “Bahkan makhluk pemakan manusia pun bisa kau manfaatkan, ya.”
Erik terkekeh, “Benar. Lima puluh orang lebih pasti sulit bagi kita. Kita minta para ghoul untuk membantu. Ngomong-ngomong, kau takut karena tiba-tiba langsung berkerja sama dengan para ghoul?”
Amanda tidak langsung menjawab pertanyaan Erik. Dia melirik baju para ghoul yang berlumuran darah. Cewek itu langsung menutup mulutnya dan memejamkan mata. Tidak kuat, atau mungkin karena masih belum biasa. Melihat tingkah Amanda yang seperti itu, Erik sudah tak memerlukan jawaban lagi.
Quote:
“Tenang saja, Amanda,” kata Erik, “Mereka akan kugunakan untuk membuat lawan kita bingung. Itupun kalau mereka mau bekerja sama.”
“Caranya?” tanya Arthur.
“Buat mereka yakin bahwa kita hanya berempat,” kata Erik, “Selain itu, kita suruh mereka membantu kita untuk mengurangi lima puluh orang yang sepertinya bersenjata lengkap.
“Tapi tetap saja jangan membahayakan mereka. Kasihan. Keluarga mereka menunggu.”
“Benar. Maka dari itulah, seperti kataku tadi, agar mereka membantu kita untuk … istilahnya membuka gerbang dengan cara membantu kita mengurangi orang. Tapi tetaplah waspada. Pertama, kita tidak tahu apa yang direncanakan James Woods dengan mematikan lampu. Entah apa yang akan dia lakukan. Bisa saja dia memerintahkan anak buahnya untuk menghujani kita dengan senapan atau melempari kita dengan granat. Tapi, dia benar-benar bodoh jika dia melakukan hal-hal yang mencolok seperti itu.
“Yang kedua adalah, James Woods manipulator air, kan, Arthur?” tanya Erik yang melirik Arthur.
Arthur mengangguk dan berkata, “Hanya air, Arthur. Ketika dia menyerang, biarkan Amanda membekukan airnya. Lalu jebak dia di ilusi Dietrich sehingga dia tidak bisa bergerak. Lalu cairkan airnya kembali dan buat dia basah. Ketika tubuhnya basah, sengat dia dengan listrik kita, Erik.”
“Taktik yang bagus, Arthur,” kata Erik, “Hanya saja, kita harus berhati-hati. Ingatlah kalau sekeliling kita adalah air laut, teman-teman. Dengan mudahnya dia bisa menyiram kita dengan berapa puluh liter air laut.”
Begitu Erik menyelesaikan kalimatnya, para ghoul menghampiri Erik dan timnya. Mereka setuju untuk bekerja sama. Sekarang, para ghoul mendengarkan rencana Erik.
Quote:
“Awalnya kita manfaatkan kemampuan ilusi Dietrich,” kata Erik yang langsung memandang Dietrich, “Pertama-tama, Dietrich, buat mereka melihat teman-teman mereka seperti monster sehingga mereka akan saling bunuh satu sama lain.”
“Maaf, Erik,” kata Dietrich, “Kemampuan ilusiku belum terlalu berkembang. Maksimal aku hanya bisa membuat lima orang terjebak dalam ilusiku dan itupun maksimal dalam waktu lima menit.”
“Selain itu, Erik,” kata Amanda, “Mereka kan harus melihat mata Dietrich dulu.”
Erik berpikir sejenak dan tersenyum, “Tak masalah, Erik. Bisa membunuh beberapa orang saja sudah bagus. Kita pikir sisanya. Lalu pendapat Amanda juga benar. Bagaimanapun, Dietrich harus menemui mereka.”
“Kau gila?” kata seorang ghoul, “Kau mau mengorbankan temanmu sendiri? Memangnya temanmu seorang bidak? Kau memperlakukanmu temanmu sendiri saja seperti bidak, apalagi kami?!”
“Tenanglah, sobat,” kata pemimpin ghoul, “Aku mengenalnya dan diapun mengenalku. Percayalah padaku karena aku percaya padanya.”