Kaskus

Story

ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ane mau share novel buatan ane sendiri gan

Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural

Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati


Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang

Spoiler for Begini gan ceritanya::



Gan, setelah baca mohon komennya, ya

Ane sangat menerima kritik dan saran

Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini

emoticon-Malu (S)Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya ganemoticon-Malu (S)

emoticon-Blue Guy PeaceTerima kasih ganemoticon-Blue Guy Peace
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87.3K
544
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.8KAnggota
Tampilkan semua post
ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
#27
Part 7: Ghoul
Quote:

Amanda dan Dietrich mengangguk dengan penuh keyakinan. Mereka sepertinya benar-benar penasaran. Selain rasa penasaran, ada guratan ekspresi yang sedikit takut di wajah Amanda dan Dietrich.

Quote:


Erik sempat terhenti sesaat. Dia meringis menahan sakit karena rasa perih di kakinya muncul sesaat. Begitu rasa perihnya hilang, Erik berjalan lagi. Dia berjalan dengan bantuan lengan Amanda.

Quote:


Amanda dan Dietrich menggelengkan kepalanya.

Quote:


Mereka semakin mendekati asal suara kunyahan itu. Erik memperingatkan dua temannya untuk mempersiapkan mentalnya ketika melihat para Ghoul sedang makan. Amanda dan Dietrich saling berpandangan dan hanya mengangguk.

Quote:

Erik dan Arthur mulai tertawa terkikik. Sepertinya mereka benar-benar sudah memprediksi bagaimana reaksi Dietrich dan Amanda ketika melihat pemandangan ini.

Dietrich dan Amanda melihat pemandangan yang membuat kepalanya blank. Empat orang manusia sedang menyantap sebuah mayat yang terkapar di depan mereka. Mayat itu dipenuhi darah. Bagian depan tubuhnya sudah terbuka lebar. Tulang rusuknya tertarik menghadap ke atas. Jantung dan paru-parunya masih ada. Isi perutnya, lambung dan usus, terburai kemana-mana. Sepertinya empat ghoul ini menikmati isi perutnya dulu.

Wujud ghoul sangat mirip manusia biasa. Baru ketika ada acara makan, seluruh gigi dan cakar mereka langsung meruncing. Tidak masalah bagi mereka, apakah daging manusia yang mereka makan mentah atau dimasak. Ketika makan yang mentah, biasanya mereka tidak memperhatikan kebersihan diri sendiri. Pakaian mereka saat ini sangat kotor oleh darah.

Reflek mereka langsung muncul. Dietrich mengeluarkan dua pistolnya dan Amanda mengeluarkan katananya. Katana Amanda sudah diselimuti duri-duri es yang runcing. Para ghoul pun juga melompat mundur dan mengeluarkan senjata mereka masing-masing. Dua belah pihak sudah siap untuk bertarung.

Erik dan Arthur langsung melompat di antara dua pihak itu. Berusaha untuk menenangkan mereka. Para ghoul menurunkan senjata ketika Erik dan Arthur menyapa mereka.

Quote:


Sementara Arthur mengobrol dengan para ghoul, Erik menjelaskan pada Dietrich dan Amanda tentang apa saja yang dia ketahui tentang ghoul. Menurut Erik, ghoul tidak tertarik dengan perang, politik dan semacamnya. Mereka membunuh manusia hanya untuk makan. Para ghoul lebih tertarik hidup tenang dan membaur dengan damai bersama para manusia. Hingga saat ini, tidak ada laporan tentang ghoul yang memulai masalah. Laporan yang cukup terkenal terjadi di tahun 1920an di Moskow saat terjadi peristiwa Revolusi Oktober. Sementara di Indonesia sendiri, tepatnya di Jakarta, penyerangan terjadi ketika peristiwa Reformasi 1998. Tapi informasi itu masih abu-abu karena penyerangan dilakukan oleh makhluk mirip Ghoul.

Quote:


Dietrich yang mengerti itu hanya mengangguk dan menelan ludah.
Erik mengamati mayat yang mengenaskan itu. Dia memakai pakaian ala bodyguard. Sepatu, celana dan pakaiannya berwarna hitam.

Quote:


Yang diketahui Dietrich dan Amanda sangatlah sedikit. Silver Sword juga tidak terlalu mengajari mereka soal Ghoul. Pendidikan di Silver Sword lebih terfokus tentang vampire dan lycan saja. Tidak seperti Paladin yang bahkan dididik hingga makhluk mitologi. Dietrich dan Amanda sebelumnya tidak pernah terlibat dengan Ghoul. Selain itu, karena pada dasarnya mereka makhluk yang tenang, damai dan lebih suka hidup normal. Amanda juga tahu mereka hanya memakan para kriminal, koruptor dan sebagainya. Hanya saja, mereka baru tahu bahwa terdakwa hukuman mati bisa dibeli setelah dieksekusi. Atau bisa langsung dimakan hidup-hidup. Karena itulah mereka benar-benar terkejut.

Quote:


Para ghoul mengerti maksud dan arah perkataan Erik. Mereka saling berpandangan dan berdiskusi.

Quote:


Amanda tidak langsung menjawab pertanyaan Erik. Dia melirik baju para ghoul yang berlumuran darah. Cewek itu langsung menutup mulutnya dan memejamkan mata. Tidak kuat, atau mungkin karena masih belum biasa. Melihat tingkah Amanda yang seperti itu, Erik sudah tak memerlukan jawaban lagi.

Quote:


Begitu Erik menyelesaikan kalimatnya, para ghoul menghampiri Erik dan timnya. Mereka setuju untuk bekerja sama. Sekarang, para ghoul mendengarkan rencana Erik.

Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.