- Beranda
- Stories from the Heart
★ MY ROOMATE ★
...
TS
Veronicas
★ MY ROOMATE ★
Halo Kaskusers sekalian, ijinkan aku bergabung disini. Aku ingin belajar menulis, dan semoga SFTH ini tempat yang tepat untukku dalam belajar menulis. Aku akan menulis sebuah cerita, ya cerita tentang pengalaman pribadiku. Aku sangat senang jika ada komentar, saran, dan kritik tentang tulisanku. Selamat membaca ya....
Quote:
INDEKS
Spoiler for indeks:
Diubah oleh Veronicas 31-12-2015 23:26
anasabila memberi reputasi
1
13.1K
140
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Veronicas
#98
Rama
Akhir-akhir ini aku sering pergi main bersama Wanda. Entah itu sekedar berbelanja pergi ke mall, makan, atau nonton. Aku selalu pergi berdua dengan Wanda. Tingkah lakunya sering membuatku jengkel tapi sering membuatku tersenyum. Aku pun semakin terbuka kepadanya, aku jadi selalu bercerita mengenai hari-hariku di kampus, bercerita masa laluku, dan berbicara kampung halaman. Aku juga bercerita kepadanya bahwa aku sudah putus dengan Andre. Dia hanya mengatakan bahwa aku pantas mendapatkan lebih baik dari Andre, menurut dia Andre anak yang slengean dan baragajul. Anak band seperti Andre sulit mendapatkan masa depan. Menurut dia loh, bukan menurutku. Terus lagi aku keceplosan cengin Wanda kok banyak gambar cewek di HPnya. Dia secara terus terang mengakui bahwa dia kagum kepada cewek-cewek tersebut dan dia menolak kalau disebut lesbi ketika aku dengan polosnya berkata "Oh, kirain kamu lesbi?". Yah, semenjak itu aku makin dekat saja dengan Wanda dan aku tidak takut lagi berdekatan dengan dia.
Aku jengkel tuh ketika dia selalu seenak jidat balas pesan yang masuk ke hpku. Dia selalu bajak hpku. Pernah satu ketika dia balas ke orang yang bener-bener aku gak suka, yaitu orang yang bernama "Rama" yang menyukai diriku di kampus. Aku pernah cerita ke dia bahwa ada yang suka kepadaku namanya "Rama" dan "Rama" itu orangnya tajir dan sangat kaya. Terus dia bilang kenapa gak suka? Ya karena "Rama" itu bau, belum lagi sifatnya yang songong dan sok. Tapi Wanda malah nyuruh gpp deketin juga, nyuruh aku buat porotin hartanya. Tapi sorry to say Wan, aku bukan wanita seperti itu.
Skip cerita, gara-gara Wanda suka ngebalasin chat "Rama" makin gila aja tingkah dia di kampus. Pernah suatu ketika "Rama" datang ke kelas dan dia ngasih bunga untung waktu itu aku lagi sendirian di kelas jadi gak ada yang liatin. Ampun, padahal aku sudah dijelasin bukan aku yang balas chat dia. Tapi dia masih percaya bahwa akulah yang selama ini yang selalu balas chat dia.
Pernah juga "Rama" secara sengaja membuntutiku ketika aku sedang makan bersama Wanda di daerah kelurahan wilayah kampus. Tanpa bilang permisi dia langsung aja duduk disebelahku.
"Hai, Agna. Makan apa nih?"
aku hanya bisa diam saja sambil memandangi dirinya sambil memasang muka jutek. Aku langsung pergi saja meninggalkan pesananku yang belum sampai dan belum kubayar, kutinggalkan Wanda bersama Rama. Ya, tuhan semoga mereka berjodoh doaku ketika saat itu.
Aku langsung pergi sendirian ke kosan saking kesalnya waktu itu.
"Puas kamu?" Kataku kesal kepada Wanda ketika dia baru datang ke kosan.
"Ya elah gitu doang." Jawabnya santai.
"Gara-gara kamu, udah aku bilang jangan balas dia. Kemarin aja ngasih bunga ke kelas."
"Asik atuh."
"Ih, asik darimana."
"Tau gak tadi apa?"
"Apa?" Tanyaku gak penasaran.
"Rama bau."
"Nah bener kan, aku bilang, dia itu bau, dia gak kayak mandi seharian dan gak pake deodoran."
"Iya bener, dan juga..."
"Dan juga apa Wan?"
"Dan juga dia titip salam buat kamu."
"Najiss."
"Hahaha, nggak kok. Tenang aja. Tadi aku juga langsung pergi pas kamu pergi. Aku mampir aja di warung beli air."
"Terus makanan yang dipesen."
"Gak tau, mungkin Rama yang bayar, hahaha."
Tiba-tiba diluar seperti ada suara mobil yang sedang parkir. Aku pun melihat jauh dari kaca jendela dan ternyata itu Rama.
"Ya ampun, mau apa lagi." Gumamku.
"Tuhkan lihat, dia datang kesini."
"Siapa yang datang?" Tanya Wanda.
"Rama Wan, Rama... Physco dia.. ih."
"Tenang.. biar aku yang urus."
Wanda kemudian pergi keluar dan menemui Rama. Aku sendiri langsung bersembunyi dibalik selimut merahku. Aku berharap semoga Wanda tidak berkata yang aneh-aneh. Sampai akhirnya..... Pintu terbuka dan Wanda datang dengan membawa Rama kepadaku.
"Ram, dia tuh lagi sembunyi di balik selimut." Celoteh Wanda santai.
"Lucu ya?" Jawab Rama.
Mendengar hal itu aku kaget dan marah tentunya, langsung aku keluar dari persembunyianku dan melihat ke arah mereka berdua.
"Mau kamu apa sih?"
"Mau aku adalah kamu." Jawab Rama.
"................................" Hening sejenak
"Gak mau gue gak mau."
"Tapi Ag....gue..."
"Gue gak mau, lu kenapa datang kesini? Keluar. Atau gue teriak nih.." Aku marah kepadanya.
"So... Rama, lu udah denger kan ? Sekarang mending lu pergi-pergi dari sini." Timbal Wanda sambil mendorong-dorong Rama keluar lalu mengunci pintu kamar dan membiarkan Rama kebingungan di luar.
"Lu kenapa sih?" Tanya aku kesal kepada Wanda.
"Ya jangan marah gitu dong. Sedikit bermain saja."
"Gak lucu."
"Lucu ah..."
Gue langsung melempar bantal ke arah muka Wanda dan Wanda pun membalasnya. Akhirnya waktu itu kita kehabisan tenaga karena perang bantal.
0