- Beranda
- Hardware Computer
Gaming Gear Area - Share/Review/Discuss - Part 2
...
TS
Massacare
Gaming Gear Area - Share/Review/Discuss - Part 2
Selamat datang di Gaming Gear Area[GGA]
Quote:
Quote:
Quote:
0
656.7K
10K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Hardware Computer
31.3KThread•14.8KAnggota
Tampilkan semua post
darkslay3r
#528
[Review] Tt eSports Ventus, A New Comer
Oke sekitar 2 minggu lalu saya kedatangan unit demo dari Tt eSPORTS yang merupakan new release, yap Tt eSPORTS Ventus. Sepintas mouse ini mirip dengan kakaknya yaitu Tt eSPORTS Level 10 M dengan desain ambidextrous dan vent holeyang berisi logo dan terdapat LED cuman dengan build yang tentu saja dibawah Level 10 M. Seperti apa detail dan performa dari Ventus ini, mari kita simak 
Spesification
COLOR : BLACK
DPI : 5700
SENSOR TYPE : LASER
NO. OF BUTTONS : 7
GAME GENRE : RTS/FPS/MOBA
MEMORY SIZE : 128KB
NO. OF MACRO KEYS : 35
NO. OF GAME PROFILES : 5
USB CABLE LENGTH : 1.8M BRAIDED
WEIGHT-IN DESIGN : YES
GRAPHICAL UI : YES
GOLD-PLATED USB : YES
DIMENSION : 125 X 65 X39 MM
LED COLOR OPTIONS : RED
LIGHTING EFFECT : YES
Package
Package dari Ventus mirip dengan mouse keluaran baru, di box nya bisa dibuka di depan jadi permukaan mouse dan detilnya bisa dilihat dari sana.
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Untuk isi dari box sendiri ada pouch, stiker, dan manual. Disini saya rada kaget dikit ya begitu liat dikasih pouch yang mana rata-rata mouse sekarang bahkan kelas high-end pun belum ada yang memberikan pouch seperti ini
![kaskus-image]()
Design & Build
Seperti sudah dibilang diatas, design dari Ventus ini mirip dengan Level 10M, cuman sekali lagi tentu saja terdapat perbedaan kalau dilihat lebih lanjut. Di Ventus ini lebih kelihatan minimalis dan lebih kecil sizenya timbang Level 10M.
![kaskus-image]()
Terdapat 7 tombol pada mouse ini, tentu saja 3 tombol utama, dan tombol macro berjumlah 4 ya terletak pada sisi kiri dan kanan masing-masing 1, dan 2 tombol terletak pada bagian bawah scroll wheel. Semuanya bisa diatur fungsinya menggunakan software dari mouse.
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Pada Ventus juga terdapat fitur LED, namun sayangnya hanya menggunakan single LED dan hanya bisa memancarkan warna merah, Kalau dibandingkan dengan sekelasnya pun rata-rata masing menggunakan single colour LED sih memang
.
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Salah satu poin fitur yang saya senang pada Ventus ini yaitu adanya adjustable weight, yang artinya bobot pada mouse ini dapat diatur karena disertai dengan pemberat.
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Untuk USB dan kabelnya, menggunakan bahan braided dan gold plate untuk USB
![kaskus-image]()
Untuk build quality, Ventus menurut saya sudah bagus, tidak terasa cheapo, untuk bahan lapisan menggunakan rubber dof mirip seperti Deathadder 3,5G, namun karena ada desain ventilasinya, tentu saja lebih tidak cepat kotor pada palm restnya meskipun bahannya mudah tertempel debu
. Untuk scroll wheel pun terasa solid, actually memang solid dan tidak terasa bergoyang kiri maupun kanan. Click switchnya sudah menggunakan Omron yang notabene digunakan oleh mouse-mouse high-end dipasaran
.
Performance
Ventus menggunakan sensor Avago A9500, seperti yang digunakan pada Steelseries Sensei (Raw, Fnatic, Spectrum) namun tentu saja dengan tuningan yang dibawah Sensei karena perbedaan kelas dan harga
. Terdapat juga 5 onboard profile yang siap digunakan kapan saja, point plus disini karena untuk kelas Ventus sudah bisa menghadirkan fitur setara mouse high-end yang diatas 1 juta rupiah
.
Namun tentu saja belum terasa lengkap kalau performa sensornya belum di uji coba, nah pada pengujian kali ini menggunakan mousepad Ducky OMG. Berikut hasilnya :
![kaskus-image]()
Pada level 400 dpi 125 hz, saya jujur agak merasa cukup kecewa karena meskipun sudah menggunakan sensor high-end namun pada pengujian level segitu sudah terdapat jitter yang lumayan banyak.
![kaskus-image]()
Dan semakin parah pada level 400 dpi 1000 hz, i don't mind sih ya rata-rata pada polling rate 1000 hz bahkan mouse high-end pun jitternya mulai menggila
Lift of Distance pada Ventus patut diacungi jempol, pada keadaan low, sensor sama sekali sudah tidak bisa merasakan surface sama sekali, bila saya umpamakan lebih rendah dari 1 keping CD, ini bahkan lebih baik ketimbang mouse high-end seperti Sensei, good job Tt eSPORTS
Untuk fitur pada software, cukup lengkap, dimana bisa mengatur polling rate, dpi level sampai 4 step, macro, lift of distance, dan lightning.
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Summary
Ventus memang dirilis untuk kelas mainstream under sejuta dengan poin plus penggunaan sensor laser. Namun, dari segi performa tentu saja tidak dapat dibandingkan dengan mouse diatas harga sejuta yang menggunakan sensor lanser karena perbedaan tuningan dan beberapa fitur, akan tetapi fitur dari Ventus sendiri saya rasa sudah cukup lengkap dibandingkan pesaing dikelas under sejuta
.
Akhir kata, big thanks to Tt eSports Indonesia yang telah meminjamkan demo unit ini, sorry juga makan waktu lama untuk perilisan review ini karena satu dan lain hal, next review diusahakan lebih cepat
. Anyway, good job untuk produk terbarunya ini, saran untuk produk berikutnya yaitu peningkatan performa sensor agar lebih maksimal lagi

Spesification
COLOR : BLACK
DPI : 5700
SENSOR TYPE : LASER
NO. OF BUTTONS : 7
GAME GENRE : RTS/FPS/MOBA
MEMORY SIZE : 128KB
NO. OF MACRO KEYS : 35
NO. OF GAME PROFILES : 5
USB CABLE LENGTH : 1.8M BRAIDED
WEIGHT-IN DESIGN : YES
GRAPHICAL UI : YES
GOLD-PLATED USB : YES
DIMENSION : 125 X 65 X39 MM
LED COLOR OPTIONS : RED
LIGHTING EFFECT : YES
Package
Package dari Ventus mirip dengan mouse keluaran baru, di box nya bisa dibuka di depan jadi permukaan mouse dan detilnya bisa dilihat dari sana.
Untuk isi dari box sendiri ada pouch, stiker, dan manual. Disini saya rada kaget dikit ya begitu liat dikasih pouch yang mana rata-rata mouse sekarang bahkan kelas high-end pun belum ada yang memberikan pouch seperti ini

Design & Build
Seperti sudah dibilang diatas, design dari Ventus ini mirip dengan Level 10M, cuman sekali lagi tentu saja terdapat perbedaan kalau dilihat lebih lanjut. Di Ventus ini lebih kelihatan minimalis dan lebih kecil sizenya timbang Level 10M.
Terdapat 7 tombol pada mouse ini, tentu saja 3 tombol utama, dan tombol macro berjumlah 4 ya terletak pada sisi kiri dan kanan masing-masing 1, dan 2 tombol terletak pada bagian bawah scroll wheel. Semuanya bisa diatur fungsinya menggunakan software dari mouse.
Pada Ventus juga terdapat fitur LED, namun sayangnya hanya menggunakan single LED dan hanya bisa memancarkan warna merah, Kalau dibandingkan dengan sekelasnya pun rata-rata masing menggunakan single colour LED sih memang
.Salah satu poin fitur yang saya senang pada Ventus ini yaitu adanya adjustable weight, yang artinya bobot pada mouse ini dapat diatur karena disertai dengan pemberat.
Untuk USB dan kabelnya, menggunakan bahan braided dan gold plate untuk USB

Untuk build quality, Ventus menurut saya sudah bagus, tidak terasa cheapo, untuk bahan lapisan menggunakan rubber dof mirip seperti Deathadder 3,5G, namun karena ada desain ventilasinya, tentu saja lebih tidak cepat kotor pada palm restnya meskipun bahannya mudah tertempel debu
. Untuk scroll wheel pun terasa solid, actually memang solid dan tidak terasa bergoyang kiri maupun kanan. Click switchnya sudah menggunakan Omron yang notabene digunakan oleh mouse-mouse high-end dipasaran
. Performance
Ventus menggunakan sensor Avago A9500, seperti yang digunakan pada Steelseries Sensei (Raw, Fnatic, Spectrum) namun tentu saja dengan tuningan yang dibawah Sensei karena perbedaan kelas dan harga
. Terdapat juga 5 onboard profile yang siap digunakan kapan saja, point plus disini karena untuk kelas Ventus sudah bisa menghadirkan fitur setara mouse high-end yang diatas 1 juta rupiah
.Namun tentu saja belum terasa lengkap kalau performa sensornya belum di uji coba, nah pada pengujian kali ini menggunakan mousepad Ducky OMG. Berikut hasilnya :

Pada level 400 dpi 125 hz, saya jujur agak merasa cukup kecewa karena meskipun sudah menggunakan sensor high-end namun pada pengujian level segitu sudah terdapat jitter yang lumayan banyak.

Dan semakin parah pada level 400 dpi 1000 hz, i don't mind sih ya rata-rata pada polling rate 1000 hz bahkan mouse high-end pun jitternya mulai menggila

Lift of Distance pada Ventus patut diacungi jempol, pada keadaan low, sensor sama sekali sudah tidak bisa merasakan surface sama sekali, bila saya umpamakan lebih rendah dari 1 keping CD, ini bahkan lebih baik ketimbang mouse high-end seperti Sensei, good job Tt eSPORTS
Untuk fitur pada software, cukup lengkap, dimana bisa mengatur polling rate, dpi level sampai 4 step, macro, lift of distance, dan lightning.




Summary
Ventus memang dirilis untuk kelas mainstream under sejuta dengan poin plus penggunaan sensor laser. Namun, dari segi performa tentu saja tidak dapat dibandingkan dengan mouse diatas harga sejuta yang menggunakan sensor lanser karena perbedaan tuningan dan beberapa fitur, akan tetapi fitur dari Ventus sendiri saya rasa sudah cukup lengkap dibandingkan pesaing dikelas under sejuta
. Akhir kata, big thanks to Tt eSports Indonesia yang telah meminjamkan demo unit ini, sorry juga makan waktu lama untuk perilisan review ini karena satu dan lain hal, next review diusahakan lebih cepat
. Anyway, good job untuk produk terbarunya ini, saran untuk produk berikutnya yaitu peningkatan performa sensor agar lebih maksimal lagi
darkslay3r
Kaskus Gaming Gear Area
Kaskus Gaming Gear Area
0

