- Beranda
- Stories from the Heart
when its too late to regret
...
TS
mikhaellafezy
when its too late to regret

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:


Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh mikhaellafezy 15-04-2015 16:38
anasabila memberi reputasi
1
35.9K
327
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mikhaellafezy
#195
akhir januari 2015
Menurutku, dengan begini semua sudah selesai, aku tidak bertemu dia lagi dan dia sudah harus berhenti sampai disini. Harusnya dia sadar kalau dia sudah tidak kuharapkan hadir di hidupku lagi. Sekarang hidupku lebih tenang, karena tak perlu lagi bertemu dengan dia yang membuatku sangat tidak nyaman. Beberapa kali Anin dan ketua panitia menghubungiku, menanyakan apakan aku bisa datang di pertemuan lagi, namun aku menolaknya, hanya saja kalau dengan Anin aku menyatakan alasan utamaku mengapa aku menolak pertemuan itu, tentu saja alasannya Yudha.
Kemudian aku menjalani hidupku seperti biasa, berangakt kerja, pulang, kadang dinas dan berulang seperti itu continously. Dan aku juga sudah mulai melupakan pertemuanku dengan Yudha, yang sebelumnya sangat mengganggu karena terus menerus melayang layang di ingatanku. Hingga siang itu, saat aku hendak ijin pulang karena ada keperluan penting, aku menemukan amplop biru terselip di wiper mobilku, berhubung aku terburu buru, langsung saja kuambil amplop itu dan kubawa masuk ke dalam mobil, dan kemudian kupacu mobilku menuju kerumah.
Lima menit dari kantorku, sampai di lampu merah simapangan kota yang lampu merahnya lama sekali, karena penasaran dengan isi dari amplop itu aku berniat membukanya, sambil menunggu lampu hijau. Yang mebuatku penasaran adalah amplop itu berwana biru dan amplonya cantik sekali, seperti amplop kertas surat yang dulu waktu kecil suka ku koleksi, wangi juga, rasanay tidak mungkin kalau ini amplop promosi seperti yang biasa ditaruh sales di wiper mobil. Awalnya aku malah takut dengan wangi amplop itu, jangan jangan ini obat bius hahaha, tapi karena penasaran yasudah kubuka saja.
Di dalam amplop itu ada sepucuk surat, dalam kertas putih dan tulisan tangan, tulisan tangan yang masih kuingat itu milik siapa. Tidak rapi, dan cenderung lentur tulisannya. Tulisan orang yang dulu duduk di depanku saat kelas 3 SMA, Yudha. Aku yang sudah hampir melupakan kejadian pertemuan kemarin dan memori memori yang telah lalu, kini jadi teringat lagi, terbangun lagi, dan semuanya menjadi lebih menyesaki otakku. Bahkan saat ini aku belum membaca apa isinya, melihat tulisannyapun aku sudah bergetar sedemikian rupa, nafasku jadi sesak, rasanya ada sesuatu yang memenuhi dadaku, hhingga aku tak sadar jika lampu sudah hijau, dan mobil di belakang sudah mengklaksonku sejak tadi.
Menyadari lampu sudah hijau, aku segera menjalankan mobilku, dan aku berniat mencari bahu jalan untuk membaca surat itu. Dengan surat masih di tangan, aku menyetir, dengan perasaan kalut, entah mengapa aku ingin segera membaca surat itu. Hingga kutemukan bahu jalan yang cukup aman untukku berhenti, lalu kubuka kertas tadi, kupandangi lagi tulisannya, aku masih berusaha meyakinkan diriku, apakah yang kulihat ini benar.
Ya Tuhan, hatiku serasa kopi kental pahit yang diteguk segelas sekaligus, pahit sekali membaca kalimat demi kalimat yang di tulis dalam surat itu, tak terasa airmataku menetes, dan semua rasa yang pernah kurasakan, entah cintanya atau sakitnya meledak kembali memenuhi jiwaku, semua yang terjadi ini membuatku bingung, hingga aku menangis. Aku terlalu lelah dengan rasa ini, mengapa harus dia munculkan kembali? Kenapa harus sekarang? Kenapa harus kamu kembali lagi Yud?? Aku berusaha keras menghapus bayangmu dari hidupku, dan ketika aku sudah berhasil, kamu datang kembali? Kenapa baru sekarang? Kemana kamu dulu?!
Kuletakkan surat tadi di dashboard, dan aku tertunduk di stirku, masih menangis dan sudah tidak jelas lagi apa yang kurasakan, menyesal? Mungkin iya, tapi itu semua sudah tidak mungkin. Semuanya sudah tidak mungkin terulang, dia sudah terlanjur kubuang jauh, dan tak mungkin kuambil kembali. Disinilah aku berusaha menghabiskan semua kenangan yang kembali terlintas dalam otakku, aku berusaha lagi membersihkan hatiku dari bayang bayang masalalu. Kuambiil surat tadi dan kutaruh dalam dompetku, setelah aku merasa lebih baik, kuhapus airmataku, kuperbaiki make up ku dan kemudian aku memacu mobiku pulang, aku ingat bahwa aku ada perlu penting, aku harus berusaha terlihat baik baik saja saat ini.
Kemudian aku menjalani hidupku seperti biasa, berangakt kerja, pulang, kadang dinas dan berulang seperti itu continously. Dan aku juga sudah mulai melupakan pertemuanku dengan Yudha, yang sebelumnya sangat mengganggu karena terus menerus melayang layang di ingatanku. Hingga siang itu, saat aku hendak ijin pulang karena ada keperluan penting, aku menemukan amplop biru terselip di wiper mobilku, berhubung aku terburu buru, langsung saja kuambil amplop itu dan kubawa masuk ke dalam mobil, dan kemudian kupacu mobilku menuju kerumah.
Lima menit dari kantorku, sampai di lampu merah simapangan kota yang lampu merahnya lama sekali, karena penasaran dengan isi dari amplop itu aku berniat membukanya, sambil menunggu lampu hijau. Yang mebuatku penasaran adalah amplop itu berwana biru dan amplonya cantik sekali, seperti amplop kertas surat yang dulu waktu kecil suka ku koleksi, wangi juga, rasanay tidak mungkin kalau ini amplop promosi seperti yang biasa ditaruh sales di wiper mobil. Awalnya aku malah takut dengan wangi amplop itu, jangan jangan ini obat bius hahaha, tapi karena penasaran yasudah kubuka saja.
Di dalam amplop itu ada sepucuk surat, dalam kertas putih dan tulisan tangan, tulisan tangan yang masih kuingat itu milik siapa. Tidak rapi, dan cenderung lentur tulisannya. Tulisan orang yang dulu duduk di depanku saat kelas 3 SMA, Yudha. Aku yang sudah hampir melupakan kejadian pertemuan kemarin dan memori memori yang telah lalu, kini jadi teringat lagi, terbangun lagi, dan semuanya menjadi lebih menyesaki otakku. Bahkan saat ini aku belum membaca apa isinya, melihat tulisannyapun aku sudah bergetar sedemikian rupa, nafasku jadi sesak, rasanya ada sesuatu yang memenuhi dadaku, hhingga aku tak sadar jika lampu sudah hijau, dan mobil di belakang sudah mengklaksonku sejak tadi.
Menyadari lampu sudah hijau, aku segera menjalankan mobilku, dan aku berniat mencari bahu jalan untuk membaca surat itu. Dengan surat masih di tangan, aku menyetir, dengan perasaan kalut, entah mengapa aku ingin segera membaca surat itu. Hingga kutemukan bahu jalan yang cukup aman untukku berhenti, lalu kubuka kertas tadi, kupandangi lagi tulisannya, aku masih berusaha meyakinkan diriku, apakah yang kulihat ini benar.
Spoiler for the letter:
Ya Tuhan, hatiku serasa kopi kental pahit yang diteguk segelas sekaligus, pahit sekali membaca kalimat demi kalimat yang di tulis dalam surat itu, tak terasa airmataku menetes, dan semua rasa yang pernah kurasakan, entah cintanya atau sakitnya meledak kembali memenuhi jiwaku, semua yang terjadi ini membuatku bingung, hingga aku menangis. Aku terlalu lelah dengan rasa ini, mengapa harus dia munculkan kembali? Kenapa harus sekarang? Kenapa harus kamu kembali lagi Yud?? Aku berusaha keras menghapus bayangmu dari hidupku, dan ketika aku sudah berhasil, kamu datang kembali? Kenapa baru sekarang? Kemana kamu dulu?!
Kuletakkan surat tadi di dashboard, dan aku tertunduk di stirku, masih menangis dan sudah tidak jelas lagi apa yang kurasakan, menyesal? Mungkin iya, tapi itu semua sudah tidak mungkin. Semuanya sudah tidak mungkin terulang, dia sudah terlanjur kubuang jauh, dan tak mungkin kuambil kembali. Disinilah aku berusaha menghabiskan semua kenangan yang kembali terlintas dalam otakku, aku berusaha lagi membersihkan hatiku dari bayang bayang masalalu. Kuambiil surat tadi dan kutaruh dalam dompetku, setelah aku merasa lebih baik, kuhapus airmataku, kuperbaiki make up ku dan kemudian aku memacu mobiku pulang, aku ingat bahwa aku ada perlu penting, aku harus berusaha terlihat baik baik saja saat ini.
Quote:
0
, cz gw tau ada salah satu tokoh di cerita ini yang punya id kaskus yang lumayan aktif.






, abu2 dan ratenya, jd semakin smangat, makasih bnyk yaa, always stay tune cz akan ada update tiap hari
, tapi mohon maap yaah, karena belakangan kerjaan lagi padet, mungkin update sedikit lambat, dan hari minggu ga ada updatean, tapi tetep stay tune loh ya guyss, , , thanks for reading