Kaskus

Story

ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ane mau share novel buatan ane sendiri gan

Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural

Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati


Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang

Spoiler for Begini gan ceritanya::



Gan, setelah baca mohon komennya, ya

Ane sangat menerima kritik dan saran

Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini

emoticon-Malu (S)Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya ganemoticon-Malu (S)

emoticon-Blue Guy PeaceTerima kasih ganemoticon-Blue Guy Peace
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
544
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
#7
Part 4: Amanda Myrna
Quote:


Erik tidak menjawab. Dia hanya mengangguk dan tersenyum.

Mereka sudah sampai di kelas IPA 5. Erik segera masuk ke kelas dan dia disapa oleh teman-temannya. Erik memang cukup populer di kalangan teman-temannya karena dia tahu cara bersosialisasi. Sambil menanggapi sapaan teman-temannya, Erik melihat ke sekeliling kelas. Mencari cewek bernama Amanda Myrna atau entah siapa namanya. Yah, seingat Erik, begitulah nama partner barunya yang dia diketahui dari Arthur.

Ya, Erik melihatnya. Seorang cewek yang bermata lebar. Gaya rambut dikepang yang duduk di pojokan kelas. Cewek itu sedang berbicara dengan tiga siswi lain yang sama-sama penghuni kelas IPA 5. Cewek-cewek tetap asyik mengobrol satu sama lain.

Merasa ada yang terlupa, Erik menoleh ke belakang dan melihat Dietrich bersandar di tembok di luar kelas. Karena melihat tingkah Dietrich yang seperti itu, Erik segera keluar kelas dan menarik Dietrich ke dalam. Begitu masuk, muka Dietrich langsung memerah. Seluruh penghuni kelas IPA 5 pun berbisik-bisik melihat Dietrich. Tentu saja, yang paling terlihat jelas adalah para siswi yang langsung bisik-bisik.

Quote:


Itulah yang dibicarakan para cewek penggosip. Tentu saja Erik mendengarnya. Tapi tetap tidak mempedulikan. Hanya Amanda yang dia pikirkan. Erik bertanya-tanya, bagaimana kira-kira Amanda melihat dirinya dan Dietrich.

Perlahan, Erik melirik grup cewek penggosip dimana Amanda berada. Sekarang malah Amanda yang membuat Erik bergidik ngeri. Amanda memandang Erik dan Dietrich dengan mata yang tajam dan tersenyum mengerikan. Dia dan Amanda saling memandang. Jari-jari Amanda yang lentik dan berkuku tajam digunakan untuk menopang dagu sambil terus memperhatikan Erik dan Dietrich.

Erik mengalihkan pandangan ke teman-temannya. Dia tidak kuat melihat pandangan Amanda. Terlalu mengerikan menurutnya. Penampilan Amanda dengan kuku yang panjang dan tajam itu menurut Erik seperti penyihir.

Arthur memang gila. Dia memasukkan seorang penyihir dalam tim ini? Pikir Erik.

Erik melihat Dietrich. Bertanya-tanya apakah blasteran Jerman ini juga menyadarinya? Ah ternyata tidak. Justru Dietrich masih malu-malu. Blasteran Jerman itu benar-benar pemalu. Erik tahu hal ini terlalu mendadak untuknya. Yang membuat Erik bertanya-tanya adalah kenapa di kelas tadi Dietrich terlihat yakin? Ah, tidak. Dia sempat keceplosan beberapa kali. Mungkin ketika berkenalan, otak blasteran Jerman itu bingung mana yang harus diprioritaskan. Apakah menutup-nutupi pekerjaannya sebagai pemburu vampire atau menutupi rasa malunya dengan cara meningkatkan rasa percaya dirinya?

Quote:


Cowok-cowok IPA 5 menyambut Dietrich dengan baik. Sekarang Erik menyuruh Dietrich mengobrol dengan cowok-cowok IPA 5. Sementara Erik sendiri menarik tangan Gery, cowok yang memberitahu Erik soal adanya siswi baru di kelasnya tadi. Mengajaknya bicara di tempat duduk yang kosong. Dekat dari Dietrich yang mulai mengobrol dengan siswa IPA 5.

Quote:


Gery mengangguk dan mengacungkan ibu jarinya pada Erik.

Quote:


Erik mengajak Dietrich untuk beranjak dari kelas IPA 5. Ketika berjalan menuju kelas, beberapa siswi berbisik-bisik sambil melirik Dietrich. Melihat kondisi yang seperti itu, timbul di otaknya untuk memanfaatkan kepopuleran Dietrich demi kepentingan misi. Segera setelah masuk kelas pelajaran Biologi sudah dimulai.

Setelah pulang sekolah, Erik dan Dietrich langsung ke kantin. Mereka duduk-duduk dengan dua gelas soda di atas meja. Sambil menunggu Amanda, mereka membicarakan berbagai macam hal.

Quote:

Setelah menunggu selama lima belas menit, Amanda akhirnya datang. Mereka pun bersalaman dan saling berkenalan.

Quote:


Erik dan Dietrich langsung tersedak ketika mendengar kata ‘manipulator’ disebut oleh Amanda. Mereka mengira bahwa mereka, dengan penuh kebanggaan, akan menjaga sebuah berlian yang sangat berharga. Kenyatannya sekarang adalah sepertinya para awakened humanlah yang malah dilindungi manipulator.

Quote:

Diubah oleh Shadowroad 03-05-2015 21:04
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.