- Beranda
- Stories from the Heart
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
...
TS
whiteshark21
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
![[ Science Fiction ] CODING A LIFE](https://s.kaskus.id/images/2015/03/21/6940295_20150321082520.jpg)
Quote:
Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:
Please Kindly Enjoy
Diubah oleh whiteshark21 25-10-2015 02:27
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•3Anggota
Tampilkan semua post
TS
whiteshark21
#14
[Chapter 4 ] - Veteran Never Lose

"Tiga peserta ini akan memperebutkan peringkat pertama di ajang perlombaan ini" jelas panitia diatas panggung.
{ Jangan bilang dia kalah cepat dari pemuda itu } kata Ari dalam hati saat dirinya pindah ke kursi deretan terdepan karena kursi pengunjung sudah semakin sepi.
hanya tersisa beberapa panitia,pengunjung yang sekedar mampir dan beberapa wartawan berita online.
"Baiklah masing-masing peserta silahkan menempati tempat yang sudah disediakan" pembawa acara mempersilahkan ketiganya.
saat ini panggung hanya terisi oleh 3 buah tempat duduk beserta meja di hadapannya,posisinya saling berhadapan membentuk 3 sudut.
"peraturannya adalah.. siapa yang bertahan sampai akhir akan mendapat peringkat pertama lalu disusul dengan peserta bertahan selanjutnya,kami membatasi waktunya sampai 15 menit.. jika dalam waktu tersebut
semua peserta bertahan maka pihak kami yang akan menilai dan menentukan pemenangnya.. disini kami menghadirkan 2 orang juri yang akan mengamati pertandingan ketiga peserta" jelas panitia panggung disusul dengan datangnya seorang pria dan wanita muda
menempati tempat duduk di sisi kanan panggung,keduanya terlihat menyiapkan komputernya untuk proses penjurian.
"Putaran Final dimulai dari.. sekarang" panitia memberi aba-aba.
Spoiler for Dimensi Program:
"begitu yah,kurasa kau berniat melawan salah satu yang tersisa dari kami kan? ..tidak ada pilihan lain" kata Angga diikuti jarinya yang mulai mengetik.
Spoiler for Dimensi Program:
"Oh,ternyata peserta nomor urut 21 telah terlebih dahulu dilumpuhkan.. baiklah siapakah di antara kedua sisanya yang akan keluar sebagai juara pertama?" kata pembawa acara.
"Bukan orang biasa yah.. tak ku sangka bisa bertemu di tempat seperti ini" tanggap Ari menyadari arti dari ekspresi Ilham sebelumnya.
Spoiler for Dimensi Program:
"Ooh..,ini dia pemenang perlombaan kita hari ini." kata panitia mengangkat tangan pemuda tersebut,beberapa wartawan mengambil foto pada moment tersebut diikuti dengan beberapa pertanyaan untuk pemberitaan di situs online dan juga penyerahan hadiah untuk ketiganya dari panitia.
acara perlombaan tersebut terasa begitu singkat dan justru terlihat aneh untuk disebut sebuah perlombaan dimata Ari,selain tata acara yang tidak profesional..acara ini pun terlihat seadanya,tidak ada komunitas maupun pihak sponsor apapun yang datang.
sementara pihak penyelenggara terlihat sibuk di belakang panggung,Angga dan Ilham turun dari panggung diikuti oleh pemuda yang menjadi juara diperlombaan ini.
"Kenalkan,namaku Egi.. aku tinggal tidak jauh dari sini" sapa pemuda tersebut mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan.
"Aku ilham,senang mengenalmu" tanggap Ilham menyambut tangan pemuda bernama Egi tersebut.
"Aku Angga.. selamat atas kemenangannya" kata Angga memberi ucapan selamat saat berjabat tangan.
"Ya,terima kasih.." balas Egi.
"Jadi namamu Egi yah.. kenalkan namaku Ari" kata Ari yang menghampiri ketiganya.
"???" Egi terlihat bingung namun tangannya menerima ajakan berjabat tangan yang ari berikan.
"Dia adalah teman kami,hehe.." kata Angga.
"Oh begitu,tentu..senang bisa bertemu kalian semua,ngomong-ngomong apa kalian mau mampir kerumahku? kita bisa membicarakan sesuatu di sana" Egi menawari ketiganya.
Ilham nampaknya tertarik dan menerima tawaran Egi untuk datang kerumahnya,sedangkan Angga dan Ari hanya mengikuti kemauan temannya saja.
sepanjang perjalanan Egi menceritakan latar belakangnya yang ternyata anak dari orang kaya,namun orang tuanya tinggal di luar kota sedangkan dirinya hidup mandiri bersama adik perempuannya.
"Apa kau seorang Hacker juga,Ari?" tanya Egi.
"Iya,melihat kalian di pertandingan final tadi membuatku ingin ikut bertarung juga" jawab Ari.
"Benar juga,rasanya menyenangkan bertarung seperti tadi" kata Egi.
"sebenarnya aku tidak berbuat apa-apa di pertandingan final" tanggap Angga sedikit mengeluh.
"Yah tapi karena kau punya teman yang hebat,pasti kau juga akan berkembang pesat nantinya" balas Egi.
"Eh? apa kau sudah tau kalau Ilham menggunakan bahasa baru?" tanya Angga sedikit terkejut.
"Tentu,itu bahasa yang kau kembangkan sendiri kan,Ilham?" balas Egi.
"...kau juga menggunakan bahasa pemrograman buatanmu sendiri saat pertandingan tadi,itu artinya kau menguasai dengan baik macam-macam bahasa pemrograman" jawab Ilham.
"eh.. apa maksudmu dia punya bahasanya sendiri sama seperti kalian berdua?" potong Angga yang dikejutkan kembali oleh perkataan temannya.
" 'kalian berdua?' Oh,jadi Ari juga punya yah.. wah wah,hari ini menarik sekali.. oya,tentang pertanyaanmu barusan,aku tidak tau bahasa pemrograman apapun selain punyaku sendiri" balas Egi.
"Apa? berarti kau benar-benar murni menciptakannya tanpa mempelajari bahasa pemrograman yang digunakan pada umumnya?" tanya Ari nampaknya terkejut.
"Benar,kenyataannya begitu.." jawab Egi.
"Itu gila.. kau bahkan lebih gila dari kami" balas Ari.
setelah lama berjalan menelusuri jalan raya,mereka berbelok kearah jalan sempit yang hanya bisa dilalui oleh sebuah mobil,sambil terus melanjutkan obrolannya.
"Dari kecil aku tidak tertarik dengan sekolah formal,kebanyakan dari mereka hanya membeli ijasah berbeda dengan kalian yang pasti telah berusaha dengan sungguh-sungguh..
karena itu aku hanya lulus dari Sekolah Dasar dan memutuskan berhenti untuk mendalami ketertarikanku pada dunia programing" jelas Egi.
"Tertarik dengan hal serumit ini saat Sekolah Dasar?" tanggap Angga.
"lalu?" tanya Ari.
"karena orang tuaku kaya,mereka mampu membelikanku semua yang kubutuhkan untuk belajar secara otodidak"jawab Egi.
"Ini benar-benar gila,memang ada buku yang menjelaskan cara membuat bahasa pemrograman?" tanya Ari.
"memang tidak ada,aku hanya mempelajari hal yang paling dasar dari komputer itu sendiri,selebihnya aku kembangkan lagi" jawab Egi.
"Lalu bagaimana dengan adikmu?" tanya Ilham mengalihkan topik pembicaraan.
"Dia menganggapku aneh dan membenci apa yang aku kerjakan pada saat itu,oiya sebenarnya internet pada saat itu sangat membantu selain dari buku saja..dan lagi-lagi karena orang tuaku,tentu biaya internet yang mahal sekali pun teratasi" jelas Egi yang masih ingin membahas dirinya.
"adikmu itu.. apa dia masih sekolah?" tanya Angga.
"tidak,dia sudah lulus 3 tahun yang lalu..mungkin umurnya sama denganmu" jawab Egi.
ketiganya masih berjalan kaki menelusuri jalanan di daerah padat penduduk.
"Ada apa?" tanya Angga pada Ari yang sedari tadi memperhatikannya.
"Dari ekspresimu kelihatannya kau baik-baik saja" kata Ari.
"memangnya kenapa?" tanya Angga lagi.
"Berarti kakakmu tidak menghadiri acara ini kan? ..awalnya kami berharap kau akan bertemu dengannya di acara tadi" jawab Ari.
"Oh.. benar,aku tidak melihatnya tadi" balas Angga.
"kau punya saudara juga?" tanya Egi.
"Iya,kakaku tinggal di kota ini juga,tapi aku belum menemukan alamatnya saat ini" balas Angga.
"Semoga bisa cepat ketemu yah.. baiklah kita sudah sampai" kata Egi yang berhenti di depan sebuah rumah mewah namun terlihat minimalis.
Egi memasuki rumah tersebut diikuti ketiga temannya.
"Ah,sudah pulang rupanya.. apa kau memenangkan perlombaannya?" terdengar suara wanita dari ruangan di bagian belakang.
"tentu saja.. tapi pertarungannya sedikit sulit hari ini" balas Egi pada seorang wanita yang baru saja tiba di ruang tamu bersamanya.
"mereka adalah teman baru kita,kau pasti tertarik dengan cerita mereka.. Linda" kata Egi menjelaskan situasinya pada wanita bernama Linda tersebut.
#Kakak Adik yang terlahir berbeda
Diubah oleh whiteshark21 09-08-2015 07:48
0



