Kaskus

Story

User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh User telah dihapus 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
#13
[Chapter 3 ] - Hacker Show Time
kaskus-image


Cuaca hari ini terlihat cerah,udara di luar juga segar dan kondisi kota yang bersih terawat membuat hari ini terasa begitu damai.
mereka bertiga berangkat ke lokasi perlombaan dengan menaiki Bus kota,beberapa orang yang berada di dalam angkutan tersebut sesekali melihat kearah Ari dengan tatapan heran.

{ Tentu saja mereka merasa aneh,mana ada dokter dengan rambut gondrong yang hampir menutupi seluruh wajahnya } kata Angga dalam hati.
tak lebih dari 20 menit ketiganya telah sampai di tempat tujuan,sebuah ruangan luas berisi beberapa baris kursi untuk para pengunjung dan sebuah panggung lebar di depannya,suasana di tempat itu cukup ramai dan kemungkinan akan sangat ramai di siang hari nanti.

"Kalian berdua segeralah mendaftarkan diri ke panitia" suruh Ari pada kedua temannya.
"Bukankah kita bertiga akan sama-sama ikut kopetinsi ini?" tanya Angga yang sebelumnya tidak tau tentang hal tersebut.
"Aku hanya akan menonton,pastikan kalian menang OK?" jawab Ari dengan enteng.
"Ayo,nanti keburu ramai" kata Ilham sembari melangkahkan kakinya menuju arah panitia pendaftaran.
Angga mengikuti langkah Ilham dari belakang sementara Ari beranjak pergi mencari tempat duduk di deretan paling belakang.
Ari memilih 1 kursi di deretan terakhir dan menariknya ke belakang sehingga terpisah dari tempat duduk pengunjung lainnya.

Setelah sekian lama menunggu,akhirnya hari sudah mulai siang dan pertandingan akan segera dilaksanakan.
"Huh..sebagian besar Perempuan hanya memperhatikan tampilannya saja" gumam Ari melihat beberapa pengunjung wanita yang bersolek sedang berlalu-lalang di depannya,sementara itu pertandingan segera dimulai,seorang pembawa acara berdiri di atas panggung dan menjelaskan tahapan-tahapan dalam lomba tersebut.
"Disini kami sudah kedatangan 30 peserta muda yang sudah bersiap bertanding hari ini,saya akan bacakan tahapan-tahapan perlombaan yang akan berlangsung..
tahap pertama,semua peserta akan ditantang untuk melumpuhkan sebuah sistem yang telah kami sediakan,
masing-masing peserta akan beradu kecepatan dalam melumpuhkan sistem,kami telah menyediakan 30 sistem pula untuk masing-masing peserta ditahap pertama ini..
15 peserta tercepat akan menuju ketahap kedua,dan sisanya akan dinyatakan tidak lolos tahap ini..
sedangkan di tahap kedua nanti masing-masing peserta akan beradu dengan masing-masing kru kami..
kami juga sudah menyiapkan 15 kru yang nantinya menjadi lawan peserta,peserta dan kru akan diberi batas waktu 7 menit untuk saling melumpuhkan sistem lawannya,
di tahap ini akan kami pilih 3 peserta yang mampu mengalahkan para kru,dan masing-masing dari ketiganya akan merebutkan juara di tahap ketiga acara perlomabaan ini" jelas pembawa acara tersebut.

Dari awal,pertandingan semacam ini memang tidak bisa dinikmati oleh penonton karena mereka tidak tau keadaan para peserta selama pertandingan,sehingga acara seperti ini biasanya hanya digelar oleh komunitas tertentu untuk ajang silaturahmi atau berkumpul.
"Baiklah,tahap pertama kita mulai.. dari sekarang" kata panitia memberi aba-aba.

Angga bersama 29 peserta lainnya mulai beraksi.
{ Ini hanya masalah kecepatan,aku harus berhasil } pikir Angga.

Spoiler for Dimensi Program:


"yang tadi itu bagus juga" kata seorang pemuda yang duduk tepat di sebelah kiri Angga,mendengar perkataan tersebut Angga hanya diam karena tau pujian tersebut bukan untuknya,Ilham juga diam saja walau tau perkataan pemuda itu ditujukan padanya.
tempat duduk peserta sendiri terbagi menjadi 3 baris,dalam 1 baris terdiri dari 10 peserta dan Angga duduk di baris ketiga bersama Ilham yang duduk di sebelah kanannya.
"Blue Moon ?" kata Angga dengan suara lirih.
"Gray Fox punyamu juga cukup bagus" kata pemuda itu lagi yang kali ini memang ditujukan pada Angga.

Nama dari sebuah robot itu sendiri akan tertera dan dapat dilihat oleh siapapun jika berada dalam 1 server yang sama,karena itulah Angga dan pemuda tersebut mengetahui nama 'Gray Fox' dan 'Blue Moon'.
Tapi Angga justru terheran-teran karena tidak melihat nama maupun robot milik pemuda tersebut.

{ Apa hal semacam itu bisa disembunyikan? Kalau Blue Moon memang aku sadar dia tetap diam diposisinya saat semua robot peserta termasuk Gray Fox berlari menuju target,tapi dari mana datangnya cahaya merah tadi? } tanya Angga dalam hati.
"Red Assassin.. aku terkesan anak panahmu bisa lebih cepat dari peluruh ku" kata Ilham sambil menolehkan wajahnya pada pemuda di samping kiri Angga.
"Terima kasih,Robot milikmu ternyata menarik juga yah.." balas pemuda tersebut.
{ Red Assassin ? } pikir Angga.

"Baiklah,sudah diputuskan.. dari tahap pertama tadi kami memperoleh 25 peserta yang berhasil,namun sayang karena hanya 15 peserta yang tercepat di antaranya yang akan melanjutkan ke tahap kedua.." komentar si pembawa acara.
peserta yang gugur terlihat turun dari atas panggung,beberapa di antaranya bergabung di kursi pengunjung untuk menonton sisa pertandingan dan beberapa terlihat pergi meninggalkan tempat perlombaan di susul oleh beberapa pengunjung yang mungkin adalah kerabat mereka.
"Peserta diharap sudah bersiap,tahap kedua dimulai dari.. sekarang" seru panitia memberi aba-aba.

Dibabak kedua masing-masing peserta akan berada di dalam server yang berbeda-beda,masing-masing server hanya berisi seorang peserta dan seorang kru.

dalam dimensi program nampaknya Gray Fox sedang bertarung dengan salah satu robot milik kru dari panitia yang ditentukan secara acak.
"masing-masing peserta akan berusaha melumpuhkan sistem kru kami,di layar ini sudah terlihat kondisi masing-masing petarung yang saling berhadapan.. batas waktu yang di sediakan adalah 7 menit,dan nampaknya sudah setengah menit berlangsung.." jelas panitia dari atas panggung.

{ dilihat dari etika para kru kelihatannya memang terlalu bagus untuk berhadapan dengan lawan yang amatir.. kalau Ilham Kemungkinan 1 menit sudah cukup } pikir Ari.
"Ohh nampaknya sudah ada 1 peserta yang berhasil.. 40 detik,ini luar biasa.. " kata panitia.
"Woh,tebakanku meleset.. jarang-jarang aku seperti ini.." kata Ari yang masih duduk di barisan kursi paling belakang sembari mengamati kondisi panggung.
"Yaa..55 detik,peserta tercepat kedua telah berhasil melewati tahap ini" kata panitia itu setelah seorang peserta juga berhasil.
"Sebenarnya siapapun itu,keberuntungan selalu saja bisa terjadi pada mereka yang mau berusaha sabaik mungkin" kata Ari menanggapi situasi tersebut.

{ Lagi-lagi mereka berdua,Aku harus cepat menyusul. tapi ini..sial,lawanku tangguh sekali. } Pikir Angga.
Nampaknya usaha Gray Fox dalam bertarung sia-sia,semua serangannya berhasil diantisipasi oleh lawan,namun pertahanan Gray Fox rupanya cukup bagus terbukti bahwa ia masih bisa bertahan selama ini.
"Oohh.. 9 peserta sekaligus,pertandingan ini hanya menyisa 4 peserta di menit-menit terakhir ini.. siapakah yang akan jadi pemenang selanjutnya.." kata panitia.
{ Sial.. sulit sekali.. } Angga mengeluh dalam hati.
"Ya,waktu hampir habis dan 3 peserta nampaknya juga tidak berhasil di tahap ini.. ya,yang tersisa saat ini hanya tinggal 1 peserta,apakah ia akan bertahan..." suara panitia yang selanjutnya menghitung mundur.
"5..4..3..2..1..."

{Aku belum berhasil.. apa aku akan dinilai gagal? } pikir Angga.
"Ya,waktu habis.. selamat untuk 2 orang pemenang yang berhasil di tahap ini.." kata panitia yang kemudian diberi aba-aba untuk meloloskan satu-satunya peserta yang berhasil bertahan di babak kedua tadi.
"oh,peserta terakhir nampaknya berhasil bertahan,dengan ini kami nyatakan lolos.." tambah panitia.

"berhasil bertahan yah.. tidak buruk kok" kata pemuda misterius itu lagi.
"Ya,mau bagaimana lagi,mungkin aku masih belum cukup hebat" Balas Angga.
Peserta yang gagal meninggalkan panggung dan kini hanya tersisa 3 peserta yang tengah berdiri selagi panitia mengatur posisi kursi untuk ketiganya.
"Ekspresi itu.." kata Ari yang memperhatikan ekspresi wajah Ilham dari kejauhan.

#Ekspresi yang tak disangka-sangka
Diubah oleh User telah dihapus 09-08-2015 07:48
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.