- Beranda
- Stories from the Heart
Perjalanan Hidupku (Dari Bully sampai Pelecehan)
...
TS
fj2605
Perjalanan Hidupku (Dari Bully sampai Pelecehan)
PERJALANAN HIDUPKU
Misi agan dan sista, numpang bikin cerita yaaaa......
1. Ini cerita nyata, jadi diangkat dari kehidupan yang aku jalani.
2. Sengaja pake akun klonengan karena takut ada yang tersinggung
3. Please, jangan kepo yaaa.. aku juga punya RL yang harus aku jalani
4. Kalo ada pertanyaan yang sifatnya pribadi, tanya lewat pm aja yaa, jangan di trit ini
5. Please, jangan hakimi aku karena cerita ini..
Misi agan dan sista, numpang bikin cerita yaaaa......
1. Ini cerita nyata, jadi diangkat dari kehidupan yang aku jalani.
2. Sengaja pake akun klonengan karena takut ada yang tersinggung
3. Please, jangan kepo yaaa.. aku juga punya RL yang harus aku jalani
4. Kalo ada pertanyaan yang sifatnya pribadi, tanya lewat pm aja yaa, jangan di trit ini
5. Please, jangan hakimi aku karena cerita ini..
Quote:
Quote:
Diubah oleh fj2605 09-04-2016 20:05
sandiaj dan 2 lainnya memberi reputasi
3
190.1K
1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
fj2605
#916
PART 93 - Curiga
Semakin hari posisi aku di kantor semakin terhimpit. Semakin banyak fitnah yang berdatangan untuk menjatuhkan posisi aku. Sedih banget sebenernya, tapi gimana, aku gak merasa bersalah, jadi aku mencoba untuk biasa2 aja.
Aku juga semakin sering ditugaskan ke luar kota. Seminggu bisa 2 kali aku ke luar kota. Biar melelahkan, aku jalani aja buat membuktikan kalo aku itu bisa kerja secara profesional, dan menjalani semua tugas yang diberikan kantor.
Hari ini aku ada tugas di Kalimantan, tepatnya di kota Samarinda. Seperti biasa aku pergi pagi, malemnya aku balik lagi ke Jakarta. Aku lelah banget. Disamping banyaknya kerjaan yang aku harus selesaikan, ditambah pikiran akan fitnah yang menderaku semakin buat kepala aku menjadi pusing.
Aku sampe2 aja ketiduran di pesawat, dan tanpa aku sengaja, aku bersandar di bahu seorang laki2 yang gak aku kenal. Dan saat aku tersadar, aku kaget dan meminta maaf sama laki2 itu.
Malam itu Rahman ngomong banyak banget, tapi karena aku cpek banget, aku menanggapinya dengan datar2 aja. Sekilas tentang Rahman, dia adalah seorang pengusaha baju2 gitu di Samarinda, dia sama kayak aku, lulusan Fakultas Hukum juga, tapi jiwa berdagangnya tinggi banget, sampai2 dia lulus kuliah malah buka toko baju, dan sekarang punya beberapa toko baju di Samarinda.
Kembali ke kantor, semakin dingin aja orang2 kantor sama aku, Semua kesalahn kecil aku dibesar2kan. Aku juga heran, kenapa kok jadi kayak gini? Perasaan aku gak pernah jahat sama siapa2 deh.
Kalian masih inget HRD yang interview aku. Iya, Mas Iwan, dia itu pacarnya Laura, temen kuliah Rasya. Dan gak tau kenapa aku menaruh curiga sama dia. Aku curiga dia yang udah fitnah aku.
Jadi ceritanya gini, hari ini aku mau ada perlu sama Pak Kusno, untuk membcarak hasil meeting aku kemarin di Samarinda, dan tiba2 aku liat Mas Iwan keluar dari ruangan Pak Kusno, dan Mas Iwan agak sedikit terkejut saat melihat aku. aku sih yang tadinmya biasa aja gak curiga sama sekali sama Mas Iwan.
Kecurigaan aku semakin kuat, apalagi dengan aku melihat Ma Iwan kasih cv Laura ke Pak Kusno, dan Mas Iwan yang HRD bisa aja kan dia manipulasi semuanya? Tapi aku gak tau, apakah kecurigaan aku itu benar atau salah. Biarlah waktu yang menjawab...
Aku juga semakin sering ditugaskan ke luar kota. Seminggu bisa 2 kali aku ke luar kota. Biar melelahkan, aku jalani aja buat membuktikan kalo aku itu bisa kerja secara profesional, dan menjalani semua tugas yang diberikan kantor.
Hari ini aku ada tugas di Kalimantan, tepatnya di kota Samarinda. Seperti biasa aku pergi pagi, malemnya aku balik lagi ke Jakarta. Aku lelah banget. Disamping banyaknya kerjaan yang aku harus selesaikan, ditambah pikiran akan fitnah yang menderaku semakin buat kepala aku menjadi pusing.
Aku sampe2 aja ketiduran di pesawat, dan tanpa aku sengaja, aku bersandar di bahu seorang laki2 yang gak aku kenal. Dan saat aku tersadar, aku kaget dan meminta maaf sama laki2 itu.
Quote:
Malam itu Rahman ngomong banyak banget, tapi karena aku cpek banget, aku menanggapinya dengan datar2 aja. Sekilas tentang Rahman, dia adalah seorang pengusaha baju2 gitu di Samarinda, dia sama kayak aku, lulusan Fakultas Hukum juga, tapi jiwa berdagangnya tinggi banget, sampai2 dia lulus kuliah malah buka toko baju, dan sekarang punya beberapa toko baju di Samarinda.
Kembali ke kantor, semakin dingin aja orang2 kantor sama aku, Semua kesalahn kecil aku dibesar2kan. Aku juga heran, kenapa kok jadi kayak gini? Perasaan aku gak pernah jahat sama siapa2 deh.
Kalian masih inget HRD yang interview aku. Iya, Mas Iwan, dia itu pacarnya Laura, temen kuliah Rasya. Dan gak tau kenapa aku menaruh curiga sama dia. Aku curiga dia yang udah fitnah aku.
Jadi ceritanya gini, hari ini aku mau ada perlu sama Pak Kusno, untuk membcarak hasil meeting aku kemarin di Samarinda, dan tiba2 aku liat Mas Iwan keluar dari ruangan Pak Kusno, dan Mas Iwan agak sedikit terkejut saat melihat aku. aku sih yang tadinmya biasa aja gak curiga sama sekali sama Mas Iwan.
Quote:
Kecurigaan aku semakin kuat, apalagi dengan aku melihat Ma Iwan kasih cv Laura ke Pak Kusno, dan Mas Iwan yang HRD bisa aja kan dia manipulasi semuanya? Tapi aku gak tau, apakah kecurigaan aku itu benar atau salah. Biarlah waktu yang menjawab...
0