- Beranda
- Stories from the Heart
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
...
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"

Spoiler for RULES:
INTRO
Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional.
. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.
Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.
Spoiler for INDEKS:
Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
javiee
#2365
PART 109
Tak ada yang istimewa di malam pergantian tahun ini. Gw hanya menghabiskan waktu di studio berdua dengan Edo serta beberapa anak band. Seperti biasa, topik yang dibahas tak lain tak bukan hanya musrik, musrik dan musrik (MUSIK). Gw yang merasa bosan dengan topik itu, kemudian naik ke lantai dua menuju studio yang kebetulan lagi kosong. Gw mengambil gitar, kemudian jreng! gw pun ngejem sendirian.
Setelah hampir 10 menit gw maen gitar, suara petasan dan kembang api mulai menggelegar di luar sana. Saking kerasnya, suara itu sampai terdengar di dalam studio yang notabene kedap suara. Kemudian gw lihat jam di HP butut gw, ternyata sudah tepat pukul 12.00 malam yang artinya tahun sudah berganti.
"Selamat tahun baru Jembuung...Semoga tahun ini lebih baik ya." Sent to Bunga.
"Sedih nggak ada kamu disini...." Balasnya.
Gw taruh kembali gitar pada tempatnya, lalu gw ambil posisi rebahan menghadap langit langit studio. Tak terasa 2012 sudah tiba. Perasaan baru kemarin gw lahir, terus masuk TK, lanjut ke SD, lanjut SMP, STM, punya KTP dan menjadi mahasiswa gagal. Abis 2012 terus 2013 dimana tahun itu adalah tahun impian gw dan Bunga. Tapi bagaimana impian itu bisa terwujud sedangkan keadaan gw lagi benar benar ada di bawah. Apa gw sanggup merangkak naik ke atas dengan waktu yang cuma setahun? Entahlah, semuanya gw pasrahkan saja pada Yang Maha Kuasa. Yang terpenting gw sudah berusaha, hasil akhirnya biar DIA yang menentukan.
"ngeek..." Pintu studio terbuka. Kemudian Edo muncul menghampiri gw
"Udah pada bubar Do di bawah?" Tanya gw.
"Udah....Ngejem yook!" Ajaknya.
"Ayook!"
Edo mengambil bass, menghidupkan amplinya, lalu mulai memainkannya. Diluar dugaan ternyata kawan gw yang satu ini jago banget maen bass. Senarnya ampe dibetot betot mirip gaya bermainnya banci Taman Lawang. "Cetot! Cetot! Durungdung! Tot!". Kalo kata Andika kangenben, teknik seperti ini disebut Slap.
"Wanjiir jago lu Do maen gituan?"
"Ah biasa aja Jar. Ini mah masih cetek!"
"Hahahasu!!"
"Buruan ambil gitar gih..."
"Wokeeh!"
Pada akhirnya malam itu gw sama Edo dangdutan sampai ayam berkokok pertanda pagi sudah tiba.
…………………………
…………………………
Pada dua minggu pertama di tahun 2012, studio kedatangan tamu dua orang anak SMA. Yang satu cewek, yang satunya lagi setengah cowok setengah cewek. Setelah ngobrol ngobrol sebentar, ternyata mereka mau les gitar disini.
"Kamu mau ambil materi apa Dek? Les gitar elektrik, apa klasik?" Tanya gw.
"Emm, pengennya sih klasik Kak...Kaya si itu loh yang orang Korea, Sung Jagung.."
"(Mampus gw!)"
Gw sedikit shock lantaran gw belom mahir bermain Fingerstyle kaya Sung Jagung. Maklum lah, soalnya gw biasa dangdutan yang gaya maennya dikocok kocok, bukan di belai belai.
"Do, tadi ada anak sekolah yang mau les gitar disini...." Ucap gw.
"Orang mana?"
"Ga tau. Katanya mah tinggal di komplek situ Deket..." Jawab gw
"Yaudah terima aja. Lu aja yang ngajar!"
"Hayah!! Dia maunya klasik Do!"
"Lah yaudah..."
"Gw belon lancar ngobel ngobel senar make jari...Daripada ntar dia kecewa udah bayar mahal, eh gurunya geblek!!"
"Hemm....Yaudah elu pelajarin lah. Lumayan tuh buat nambah pemasukan elu Jar."
Setelah gw fikir fikir, bener juga apa yang Edo bilang, "Buat pemasukan elu Jar." Selanjutnya gw sering menghabiskan hari hari gw di depan layar monitor nonton tutorial fingerstyle di youtube. Yah, minimal gw harus menguasai teknik dasarnya dulu biar nggak jadi guru yang malu maluin.. Hal seperti ini bisa gw sebut lucu karena gw belajar, sekalian mengajar. Haha.
Selang beberapa hari kemudian, gadis belia anak SMA itu kembali datang ke studio. Kali ini dia sendiri, tidak bersama makhluk setengah setengah. Dia juga tidak memakai seragam sekolah seperti tempo hari yang lalu lantas membuat gw jadi sedikit pangling. Ternyata nih anak cantik juga kalo diperhatiin. Kulitnya putih, rambut sebahu, tingginya sekitar 155cm. Ah, Gadis mungil yang lucu.
"Kak gimana? Les nya bisa dimulai kapan?" Tanya dia.
"Terserah kamu aja bisanya hari apa. Kalo saya sih bebas." jawab gw
"Oh gitu ya Kak...Yaudah besok aja kan hari sabtu tuh aku libur."
"Boleh...Jadi kita belajarnya Sabtu-Minggu ya? Deal?"
"Iya kak."
"Oke deh. Oya, Nama kamu siapa?" Tanya gw.
"Ah iya aku lupa nggak ngenalin diri. Aku Nia." Ucapnya sembari menjulurkan tangan kanannya.
"Nia? Nggak pake "R" kan belakangnya?" Tanya gw sembari menyambut tangannya.
"Nggak kak. NIA En-I-A. Emang kenapa Kak kalo pake "R"? Pacarnya Kakak ya? Hehehe" Ledek dia.
"Eh bukan kok. Oya, panggil aja saya Fajar."
"Hehe. Yaudah kak, sampe ketemu besok Sabtu ya..." Pamitnya.
"Oke...."
Kemudian Nia berjalan keluar studio menaiki motor matiknya. Sebelum dia pergi, gw sempat memanggilnya.
"Eh Nia..."
"Ya kak?"
"Kamu punya gitar kan?"
"Iya ada kok."
"Jangan lupa besok dibawa!"
"Siap..."
Nia nggak pake "R" karena kalo pake "R" jadi Niar. Ngomong ngomong Niar apa kabar ya? Udah lama nggak ada kabar beritanya tuh anak. Biasanya mah tiba tiba nongol dari dalem tanah sambil teriak "Jore!!"
Hari yang telah dijanjikan sudah tiba yakni hari Sabtu. Pukul 10 pagi Nia sudah datang ke studio menggendong sebuah gitar dibungkus softcase. Entah kenapa kok gw demen banget liat cewek bawa gitar, stylenya rocker, udah gitu cantik. Beda banget sama Bunga yang justru terlihat 'perempuan banget'.
"Jreeng!!"
Pelajaran sudah dimulai. Gw mulai memberikan materi kursus pada Nia yaitu senam jari. Kenapa senam jari? Karena hal kecil seperti itu justru akan sangat menentukan kualitas pemain gitar untuk ke depannya. Kalo cuma bisa nyanyi dengan kunci dasar mah anak SD juga bisa. Setelah gw terawang, Nia ini termasuk anak yang cepat tanggap. Dia nampak serius sekali memperhatikan gw ketika gw bicara menjelaskan sesuatu.
Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 Siang. Sudah 3 jam gw ngajarin gadis mungil nan lucu ini sampai tenggorokan gw kering ngomong melulu. Oya, gw tidak menentukan waktu belajar untuk sekali pertemuan layaknya tempat kursus profesional. Gw bakalan terus ngajarin sampe si murid ini bilang "capek". Kalo dia belum capek, ya terus aja. Nyatanya udah 3 jam si Nia nggak bilang capek ke gw. Mungkin dia terlalu bersemangat, atau mungkin juga terlalu terobsesi.
Esoknya hari minggu Nia sudah berada di atudio lebih pagi dari hari kemarin. Gw yang masih beberes studio dan belum mandi sedikit terkejut dengan kedatangannya. Gw pun langsung buru buru mandi biar keliatan seger plus ganteng. Pada pertemuan kali ini, Nia membawa beberapa buku musik yang katanya baru beli di toko buku.
"Kak, kalo tanda begini (Not balok) dibacanya apa?" Tanya dia.
"Oh itu not balok."
"Iya kak tau. Cuma aku masih bingung belum bisa baca not..."
"(Maafkan Kakak Nia, karena kakak juga nggak bisa baca begituan!!)" Ucap gw dalam hati.
"....." Nia bengong ngeliatin gw.
"...." Gw juga ikutan bengong.
"....."
"Yaudah nanti itu kita pelajari sama sama ya. Anggap aja PR buat Nia. Nah sekarang fokus di fingering dulu yah. Biar nanti jarimu kokoh nan lentur..."
"Oh gitu ya Kak..."
"Nih kakak kasih tau dulu pola fingeringnya, abis itu Nia coba sendiri. Oke..."
"Oke..."
"Fyuuh..."
Akhirnya gw bisa ngeles dengan sukses. Bukannya apa apa, daripada gw keliatan bego di depan murid gw sendiri. Masa iya guru musik kagak bisa baca not? Hancurlah reputasi gw.
Setelah hampir 10 menit gw maen gitar, suara petasan dan kembang api mulai menggelegar di luar sana. Saking kerasnya, suara itu sampai terdengar di dalam studio yang notabene kedap suara. Kemudian gw lihat jam di HP butut gw, ternyata sudah tepat pukul 12.00 malam yang artinya tahun sudah berganti.
"Selamat tahun baru Jembuung...Semoga tahun ini lebih baik ya." Sent to Bunga.
"Sedih nggak ada kamu disini...." Balasnya.
Gw taruh kembali gitar pada tempatnya, lalu gw ambil posisi rebahan menghadap langit langit studio. Tak terasa 2012 sudah tiba. Perasaan baru kemarin gw lahir, terus masuk TK, lanjut ke SD, lanjut SMP, STM, punya KTP dan menjadi mahasiswa gagal. Abis 2012 terus 2013 dimana tahun itu adalah tahun impian gw dan Bunga. Tapi bagaimana impian itu bisa terwujud sedangkan keadaan gw lagi benar benar ada di bawah. Apa gw sanggup merangkak naik ke atas dengan waktu yang cuma setahun? Entahlah, semuanya gw pasrahkan saja pada Yang Maha Kuasa. Yang terpenting gw sudah berusaha, hasil akhirnya biar DIA yang menentukan.
"ngeek..." Pintu studio terbuka. Kemudian Edo muncul menghampiri gw
"Udah pada bubar Do di bawah?" Tanya gw.
"Udah....Ngejem yook!" Ajaknya.
"Ayook!"
Edo mengambil bass, menghidupkan amplinya, lalu mulai memainkannya. Diluar dugaan ternyata kawan gw yang satu ini jago banget maen bass. Senarnya ampe dibetot betot mirip gaya bermainnya banci Taman Lawang. "Cetot! Cetot! Durungdung! Tot!". Kalo kata Andika kangenben, teknik seperti ini disebut Slap.
"Wanjiir jago lu Do maen gituan?"
"Ah biasa aja Jar. Ini mah masih cetek!"
"Hahahasu!!"
"Buruan ambil gitar gih..."
"Wokeeh!"
Pada akhirnya malam itu gw sama Edo dangdutan sampai ayam berkokok pertanda pagi sudah tiba.
…………………………
…………………………
Pada dua minggu pertama di tahun 2012, studio kedatangan tamu dua orang anak SMA. Yang satu cewek, yang satunya lagi setengah cowok setengah cewek. Setelah ngobrol ngobrol sebentar, ternyata mereka mau les gitar disini.
"Kamu mau ambil materi apa Dek? Les gitar elektrik, apa klasik?" Tanya gw.
"Emm, pengennya sih klasik Kak...Kaya si itu loh yang orang Korea, Sung Jagung.."
"(Mampus gw!)"
Gw sedikit shock lantaran gw belom mahir bermain Fingerstyle kaya Sung Jagung. Maklum lah, soalnya gw biasa dangdutan yang gaya maennya dikocok kocok, bukan di belai belai.
"Do, tadi ada anak sekolah yang mau les gitar disini...." Ucap gw.
"Orang mana?"
"Ga tau. Katanya mah tinggal di komplek situ Deket..." Jawab gw
"Yaudah terima aja. Lu aja yang ngajar!"
"Hayah!! Dia maunya klasik Do!"
"Lah yaudah..."
"Gw belon lancar ngobel ngobel senar make jari...Daripada ntar dia kecewa udah bayar mahal, eh gurunya geblek!!"
"Hemm....Yaudah elu pelajarin lah. Lumayan tuh buat nambah pemasukan elu Jar."
Setelah gw fikir fikir, bener juga apa yang Edo bilang, "Buat pemasukan elu Jar." Selanjutnya gw sering menghabiskan hari hari gw di depan layar monitor nonton tutorial fingerstyle di youtube. Yah, minimal gw harus menguasai teknik dasarnya dulu biar nggak jadi guru yang malu maluin.. Hal seperti ini bisa gw sebut lucu karena gw belajar, sekalian mengajar. Haha.
Selang beberapa hari kemudian, gadis belia anak SMA itu kembali datang ke studio. Kali ini dia sendiri, tidak bersama makhluk setengah setengah. Dia juga tidak memakai seragam sekolah seperti tempo hari yang lalu lantas membuat gw jadi sedikit pangling. Ternyata nih anak cantik juga kalo diperhatiin. Kulitnya putih, rambut sebahu, tingginya sekitar 155cm. Ah, Gadis mungil yang lucu.
"Kak gimana? Les nya bisa dimulai kapan?" Tanya dia.
"Terserah kamu aja bisanya hari apa. Kalo saya sih bebas." jawab gw
"Oh gitu ya Kak...Yaudah besok aja kan hari sabtu tuh aku libur."
"Boleh...Jadi kita belajarnya Sabtu-Minggu ya? Deal?"
"Iya kak."
"Oke deh. Oya, Nama kamu siapa?" Tanya gw.
"Ah iya aku lupa nggak ngenalin diri. Aku Nia." Ucapnya sembari menjulurkan tangan kanannya.
"Nia? Nggak pake "R" kan belakangnya?" Tanya gw sembari menyambut tangannya.
"Nggak kak. NIA En-I-A. Emang kenapa Kak kalo pake "R"? Pacarnya Kakak ya? Hehehe" Ledek dia.
"Eh bukan kok. Oya, panggil aja saya Fajar."
"Hehe. Yaudah kak, sampe ketemu besok Sabtu ya..." Pamitnya.
"Oke...."
Kemudian Nia berjalan keluar studio menaiki motor matiknya. Sebelum dia pergi, gw sempat memanggilnya.
"Eh Nia..."
"Ya kak?"
"Kamu punya gitar kan?"
"Iya ada kok."
"Jangan lupa besok dibawa!"
"Siap..."
Nia nggak pake "R" karena kalo pake "R" jadi Niar. Ngomong ngomong Niar apa kabar ya? Udah lama nggak ada kabar beritanya tuh anak. Biasanya mah tiba tiba nongol dari dalem tanah sambil teriak "Jore!!"
Hari yang telah dijanjikan sudah tiba yakni hari Sabtu. Pukul 10 pagi Nia sudah datang ke studio menggendong sebuah gitar dibungkus softcase. Entah kenapa kok gw demen banget liat cewek bawa gitar, stylenya rocker, udah gitu cantik. Beda banget sama Bunga yang justru terlihat 'perempuan banget'.
"Jreeng!!"
Pelajaran sudah dimulai. Gw mulai memberikan materi kursus pada Nia yaitu senam jari. Kenapa senam jari? Karena hal kecil seperti itu justru akan sangat menentukan kualitas pemain gitar untuk ke depannya. Kalo cuma bisa nyanyi dengan kunci dasar mah anak SD juga bisa. Setelah gw terawang, Nia ini termasuk anak yang cepat tanggap. Dia nampak serius sekali memperhatikan gw ketika gw bicara menjelaskan sesuatu.
Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 Siang. Sudah 3 jam gw ngajarin gadis mungil nan lucu ini sampai tenggorokan gw kering ngomong melulu. Oya, gw tidak menentukan waktu belajar untuk sekali pertemuan layaknya tempat kursus profesional. Gw bakalan terus ngajarin sampe si murid ini bilang "capek". Kalo dia belum capek, ya terus aja. Nyatanya udah 3 jam si Nia nggak bilang capek ke gw. Mungkin dia terlalu bersemangat, atau mungkin juga terlalu terobsesi.
Esoknya hari minggu Nia sudah berada di atudio lebih pagi dari hari kemarin. Gw yang masih beberes studio dan belum mandi sedikit terkejut dengan kedatangannya. Gw pun langsung buru buru mandi biar keliatan seger plus ganteng. Pada pertemuan kali ini, Nia membawa beberapa buku musik yang katanya baru beli di toko buku.
"Kak, kalo tanda begini (Not balok) dibacanya apa?" Tanya dia.
"Oh itu not balok."
"Iya kak tau. Cuma aku masih bingung belum bisa baca not..."
"(Maafkan Kakak Nia, karena kakak juga nggak bisa baca begituan!!)" Ucap gw dalam hati.
"....." Nia bengong ngeliatin gw.
"...." Gw juga ikutan bengong.
"....."
"Yaudah nanti itu kita pelajari sama sama ya. Anggap aja PR buat Nia. Nah sekarang fokus di fingering dulu yah. Biar nanti jarimu kokoh nan lentur..."
"Oh gitu ya Kak..."
"Nih kakak kasih tau dulu pola fingeringnya, abis itu Nia coba sendiri. Oke..."
"Oke..."
"Fyuuh..."
Akhirnya gw bisa ngeles dengan sukses. Bukannya apa apa, daripada gw keliatan bego di depan murid gw sendiri. Masa iya guru musik kagak bisa baca not? Hancurlah reputasi gw.
0