- Beranda
- Stories from the Heart
Kelakuan Anak Kuliah
...
TS
pujangga1000
Kelakuan Anak Kuliah
Quote:
Quote:
Quote:
----------------------------------------------------------------------------------
========================================
pujangga1000
Diubah oleh pujangga1000 19-09-2016 03:37
yusrillllll dan 23 lainnya memberi reputasi
22
3.9M
7.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pujangga1000
#2071
Ace of pentacle - Reversed 1
"Hahaha"
Gue tertawa sekeras-kerasnya dalam hati.
Gue tetap berjalan menjauhi Una.
"Jek!"
Kembali dia berteriak memanggil gue
Gue semakin menyukai peran yang gue jalani sekarang. Gue bisa membuat Una memanggil-manggil nama gue. Gue pun memutuskan untuk tetap berjalan, sedangkan dia masih beberapa kali memanggil nama gue. Sampai dia, entah mungkin bosan atau menyerah, lalu terdiam tak bersuara.
Bagaimana rasanya tidak direspon?
Tak menyenangkan bukan?
***
Acara malam ini dimulai. Gue sengaja untuk tidak terlalu aktif. Una bertugas sebagai MC, kalau gue ikut nimbrung diacara, gue mau tidak mau harus berinteraksi dengannya. Oleh karena itu, gue lebih memilih nongkrong ditempat lain. Kebetulan beberapa anak cowok sedang duduk diwarung pinggiran untuk sekedar ngopi, ngerokok, dan main kartu. Biarlah mereka yang antusias dan punya maksud serta tujuan "tertentu" yang aktif diacara malam ini.
Sialnya, gue dan dua orang teman bermain kartu tadi akhirnya ditegur oleh ketua panita saat rapat evaluasi malam pertama ini. Anak-anak dari seksi acara mengatakan bahwa mereka kekurangan tenaga laki-laki yang standby. Salah satu dari mereka melapor kalo ada tiga orang panitia cowok yang tidak mau tau soal makrab ini dan malah memilih bermain kartu. Dia memang tidak menyebut nama secara langsung. Tapi semua orang juga tau kalo salah satu mereka adalah gue.
Gue gak bisa membela diri. Nyatanya, gue memang salah. Lagipula argumen gue untuk menghindari acara juga kurang kuat. Gue bisa saja bilang kalau tugas gue cuman di transport, toh gue dari seksi transportasi. Tapi perlu diingat, angkatan gue cowoknya cuman ada belasan, dan yang benar-benar dihitung sebagai cowok itu tidak sampai sepuluh. Panitia harusnya saling membantu bukan? Dan alasan kalau gue menghindari Una, tidak mungkin terlontar.
***
Gue berusaha mencari posisi terbaik untuk tidur, tapi sayangnya gue sama sekali tak kunjung terlelap. Gue melihat sekeliling, teman-teman panitia yang lain sudah memasuki alam mimpi mereka masing-masing. Gue memutuskan untuk merokok sebentar diluar.
Gue memandang lautan dimalam hari. Tidak terlihat apa-apa. Hanya ada sinar remang-remang dari lampu warung-warung yang masih mencoba mencari nafkah. Gue mencoba untuk sekedar menikmati udara lembab khas tepi laut yang menyentuh kulit.
"Jek" sapa seseorang dengan suara akrab
"
"
Mimpi apa gue?
Widya menghampiri gue
Dia menggenggam dua cangkir gelas
Salah satunya disodorkan ke gue...
Tangan gue meraih cangkir yang diberikannya
Panas
Artinya kejadian ini nyata...
Gue seduh minuman yang diberikannya..
Kopi
Tapi ada yang aneh...
Gue memandang Widya yang duduk disebelah gue
"
" dia kebingungan
"
" Gue tersipu malu
"Kenapa dia bisa tau?" gue bertanya didalam hati
"Belum tidur Jek?" Tanya dia lembut
"Belum, kamu?" Tanya gue balik sambil mengelengkan kepala
Dia juga menggelengkan kepalanya
Gue coba menghisap rokok yang menempel disela tangan gue.
Tapi tiba-tiba gue tersadar,
Ada Widya disebelah gue
Buru-buru gue matikan apinya
Gue baru akan membuka mulut untuk bertanya kenapa dia ada disini,
tapi ternyata gue kalah cepat
Gue tertawa sekeras-kerasnya dalam hati.
Gue tetap berjalan menjauhi Una.
"Jek!"
Kembali dia berteriak memanggil gue
Gue semakin menyukai peran yang gue jalani sekarang. Gue bisa membuat Una memanggil-manggil nama gue. Gue pun memutuskan untuk tetap berjalan, sedangkan dia masih beberapa kali memanggil nama gue. Sampai dia, entah mungkin bosan atau menyerah, lalu terdiam tak bersuara.
Bagaimana rasanya tidak direspon?
Tak menyenangkan bukan?
***
Acara malam ini dimulai. Gue sengaja untuk tidak terlalu aktif. Una bertugas sebagai MC, kalau gue ikut nimbrung diacara, gue mau tidak mau harus berinteraksi dengannya. Oleh karena itu, gue lebih memilih nongkrong ditempat lain. Kebetulan beberapa anak cowok sedang duduk diwarung pinggiran untuk sekedar ngopi, ngerokok, dan main kartu. Biarlah mereka yang antusias dan punya maksud serta tujuan "tertentu" yang aktif diacara malam ini.
Sialnya, gue dan dua orang teman bermain kartu tadi akhirnya ditegur oleh ketua panita saat rapat evaluasi malam pertama ini. Anak-anak dari seksi acara mengatakan bahwa mereka kekurangan tenaga laki-laki yang standby. Salah satu dari mereka melapor kalo ada tiga orang panitia cowok yang tidak mau tau soal makrab ini dan malah memilih bermain kartu. Dia memang tidak menyebut nama secara langsung. Tapi semua orang juga tau kalo salah satu mereka adalah gue.
Gue gak bisa membela diri. Nyatanya, gue memang salah. Lagipula argumen gue untuk menghindari acara juga kurang kuat. Gue bisa saja bilang kalau tugas gue cuman di transport, toh gue dari seksi transportasi. Tapi perlu diingat, angkatan gue cowoknya cuman ada belasan, dan yang benar-benar dihitung sebagai cowok itu tidak sampai sepuluh. Panitia harusnya saling membantu bukan? Dan alasan kalau gue menghindari Una, tidak mungkin terlontar.
***
Gue berusaha mencari posisi terbaik untuk tidur, tapi sayangnya gue sama sekali tak kunjung terlelap. Gue melihat sekeliling, teman-teman panitia yang lain sudah memasuki alam mimpi mereka masing-masing. Gue memutuskan untuk merokok sebentar diluar.
Gue memandang lautan dimalam hari. Tidak terlihat apa-apa. Hanya ada sinar remang-remang dari lampu warung-warung yang masih mencoba mencari nafkah. Gue mencoba untuk sekedar menikmati udara lembab khas tepi laut yang menyentuh kulit.
"Jek" sapa seseorang dengan suara akrab
"
"Mimpi apa gue?
Widya menghampiri gue
Dia menggenggam dua cangkir gelas
Salah satunya disodorkan ke gue...
Tangan gue meraih cangkir yang diberikannya
Panas
Artinya kejadian ini nyata...
Gue seduh minuman yang diberikannya..
Kopi
Tapi ada yang aneh...
Gue memandang Widya yang duduk disebelah gue
"
" dia kebingungan"
" Gue tersipu malu"Kenapa dia bisa tau?" gue bertanya didalam hati
"Belum tidur Jek?" Tanya dia lembut
"Belum, kamu?" Tanya gue balik sambil mengelengkan kepala
Dia juga menggelengkan kepalanya
Gue coba menghisap rokok yang menempel disela tangan gue.
Tapi tiba-tiba gue tersadar,
Ada Widya disebelah gue
Buru-buru gue matikan apinya
Gue baru akan membuka mulut untuk bertanya kenapa dia ada disini,
tapi ternyata gue kalah cepat
Diubah oleh pujangga1000 13-03-2015 03:49
jenggalasunyi dan 5 lainnya memberi reputasi
6
