- Beranda
- Stories from the Heart
Beauty in the dark
...
TS
mindtalk
Beauty in the dark
Maaf kalo Endingnya tekesan dipercepat.. Tapi apapun ini, diambil baiknya dan buang buruknya.. 

Catatan Kecil Seorang pramuria
Namaku Queensha Cahaya Surga. Orang tuaku berharap aku menjadi ratu dari cahaya surga.. tapi..
Quote:
PART I Kejadian
Spoiler for CKSP:
PART II Keputusan
Spoiler for CKSP II:
PART III Kesalahan
Spoiler for CKSP III:
PART IV Penyesalan
Spoiler for CKSP IV:
PART V Lembaran Baru
Spoiler for CKSP V:
Dimohon bagi teman-teman yang membaca cerita ini untuk :
Quote:
NB : sorry, buat TS di thread sebelumnya yang udah dikepoin.
Untuk yang mau donlot versi doc nya.. bisa kesini.. ( makasih banyak buat wahyu.. )
Quote:
Diubah oleh mindtalk 01-08-2017 23:40
tien212700 dan 8 lainnya memberi reputasi
7
210.8K
956
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mindtalk
#843
Aku dan Dia
Selama tama disini, aku menghabiskan seluruh waktuku bersamanya setelah pulang kerja.. Aku dikamarnya membaca buku dan bermain dengannya.. Dia terkadang mengantar dan menjemputku.. Dia begitu memperhatikan hal kecil dariku.. Ini bukan dia, tapi dia sepertinya sedang sangat merindukanku.. Jadi aku nikmati saja sampai kami akan berangkat ke Kota Pahlawan..
Sebelum berangkat ke Kota Pahlawan, kami menghabiskan waktu disini.. Menjelajah yang memang harus kami jelajahi bersama.. Dan waktu memang tak terasa jika dihabiskan bersama yang dicinta.. Karena hari ini aku akan ke Kota Pahlawan bersamanya.. Semua yang aku bawa sudah beres.. Aku duduk disebelahnya dan tertidur dibahunya.. Tak pernah aku lepaskan tangannya semenjak pertemuan kami di Kotaku.. Aku selalu menggandeng tangannya saat jalan bersama.. Tak peduli apa kata orang.. karena aku memang tak ingin kehilangannya.. Dan biarkan mereka tahu.. Kami saling memiliki.. Sehingga tak akan ada yang saling mengganggu kami karena kami saling memiliki dengan erat.. Dan tak akan ada ruang bagi mereka untuk masuk di tengah kami.. Karena kami satu.. Satu sampai nanti.. Harapanku..
Aku merapikan posisiku.. Pesawat sebentar lagi akan mendarat.. Dan aku sudah tertidur hampir 3 jam disini.. Tapi aku menikmatinya.. Aku dan dia berjalan keluar bandara.. Aku begitu bahagia.. Sangat bahagia.. Menyusuri jalan yang pernah aku lalui.. Rumah kecil yang pernah aku tinggali, tak berubah sedikitpun.. Potret reza yang masih bersanding dengan potretku dalam khayalnya.. Dan potretku dengan tama, renan.. Semua tawa dan bahagia kami.. Masih ada disini.. Sayang aku tak bisa bertemu renan.. Karena dia fokus dengan kuliahnya.. Dan dia semakin dewasa.. Dia semakin bisa menerima segalanya.. Dia renan kecilku yang kini menjadi penerang bagi orang disekitarnya.. Dia renan yang mempunyai banyak kelebihan yang terpendam dari masalalunya.. Renan.. Semoga kau selalu bahagia sayang..
Aku masih memperhatikan semua yang ada.. Masih sama seperti dulu.. Taman indah pengusir kegusaranku.. Masih sama..
Aku melanjutkan tatapanku kesudut rumah yang menyimpan segala kenanganku.. Rumah yang akan aku lupakan setelah ini.. 09 November aku sudah berada disini.. Disisi rumah yang dahulu aku tinggali selama aku disini.. Rumah yang menyimpan kisah sedih dan bahagiaku.. rumah yang akan menunjukan bahwa aku tak akan pernah ada bisa bertahan disini..
Aku membersihkan badanku dengan segera.. Menimati setiap air yang membasahi tubuhku.. Dan aku hanya mengenakan baju handuk keluar dari kamar mandi menghampiri tama yang sedang duduk di sudut kasurku.. Kupeluk dia dari belakang.. Masih basah.. Ya tubuhku masih basah dengan air..
Aku tertawa jahil kepadanya.. Biarkan dia memutar otaknya untuk mendapatkan bunga sementara dia selalu bersamaku.. Aku mulai memakai bajuku.. Entah apa yang ada dipikiranku.. Aku memakai gaun yang pernah dia berikan kepadaku.. Gaun merah hati yang minimalis dan simple.. Aku menyukainya.. Dan aku memilih memakainya saat ini.. Seakan aku ingin terlihat cantik didepannya.. Aku memoles wajahku dan benar memperhatikan penampilanku malam ini.. Seakan tak ada waktu lain untuk berdandan didepannya.. Selesai dengan diriku, aku keluar kamar.. Kulihat dimeja makan sudah ada makanan dan tama menungguku disana.. Dia diam sejenak melihatku.. Entahlah..
Aku dan dia makan bersama malam ini.. Berdua.. ya hanya berdua.. Selesai makan kami melakukan rutinitas bersama.. Bercanda.. Hingga sekitar jam 11, aku tertidur dalam diamku.. Seingatku.. Aku tertidur dijam itu.. Atau mungkin kurang dari jam itu.. ya aku tertidur disebelahnya.. Hingga aku bermimpi aku tak akan berpisah dengannya.. Tidur yang membuatku menyadari bahwa seharusnya aku tak pernah bangun dan meminta semua yang aku inginkan.. Tidur yang seharusnya.. Aku tak pernah bangun dan melihat dia tak ada disisiku lagi..
Quote:
Sebelum berangkat ke Kota Pahlawan, kami menghabiskan waktu disini.. Menjelajah yang memang harus kami jelajahi bersama.. Dan waktu memang tak terasa jika dihabiskan bersama yang dicinta.. Karena hari ini aku akan ke Kota Pahlawan bersamanya.. Semua yang aku bawa sudah beres.. Aku duduk disebelahnya dan tertidur dibahunya.. Tak pernah aku lepaskan tangannya semenjak pertemuan kami di Kotaku.. Aku selalu menggandeng tangannya saat jalan bersama.. Tak peduli apa kata orang.. karena aku memang tak ingin kehilangannya.. Dan biarkan mereka tahu.. Kami saling memiliki.. Sehingga tak akan ada yang saling mengganggu kami karena kami saling memiliki dengan erat.. Dan tak akan ada ruang bagi mereka untuk masuk di tengah kami.. Karena kami satu.. Satu sampai nanti.. Harapanku..
Quote:
Aku merapikan posisiku.. Pesawat sebentar lagi akan mendarat.. Dan aku sudah tertidur hampir 3 jam disini.. Tapi aku menikmatinya.. Aku dan dia berjalan keluar bandara.. Aku begitu bahagia.. Sangat bahagia.. Menyusuri jalan yang pernah aku lalui.. Rumah kecil yang pernah aku tinggali, tak berubah sedikitpun.. Potret reza yang masih bersanding dengan potretku dalam khayalnya.. Dan potretku dengan tama, renan.. Semua tawa dan bahagia kami.. Masih ada disini.. Sayang aku tak bisa bertemu renan.. Karena dia fokus dengan kuliahnya.. Dan dia semakin dewasa.. Dia semakin bisa menerima segalanya.. Dia renan kecilku yang kini menjadi penerang bagi orang disekitarnya.. Dia renan yang mempunyai banyak kelebihan yang terpendam dari masalalunya.. Renan.. Semoga kau selalu bahagia sayang..
Aku masih memperhatikan semua yang ada.. Masih sama seperti dulu.. Taman indah pengusir kegusaranku.. Masih sama..
Quote:
Aku melanjutkan tatapanku kesudut rumah yang menyimpan segala kenanganku.. Rumah yang akan aku lupakan setelah ini.. 09 November aku sudah berada disini.. Disisi rumah yang dahulu aku tinggali selama aku disini.. Rumah yang menyimpan kisah sedih dan bahagiaku.. rumah yang akan menunjukan bahwa aku tak akan pernah ada bisa bertahan disini..
Quote:
Aku membersihkan badanku dengan segera.. Menimati setiap air yang membasahi tubuhku.. Dan aku hanya mengenakan baju handuk keluar dari kamar mandi menghampiri tama yang sedang duduk di sudut kasurku.. Kupeluk dia dari belakang.. Masih basah.. Ya tubuhku masih basah dengan air..
Quote:
Aku tertawa jahil kepadanya.. Biarkan dia memutar otaknya untuk mendapatkan bunga sementara dia selalu bersamaku.. Aku mulai memakai bajuku.. Entah apa yang ada dipikiranku.. Aku memakai gaun yang pernah dia berikan kepadaku.. Gaun merah hati yang minimalis dan simple.. Aku menyukainya.. Dan aku memilih memakainya saat ini.. Seakan aku ingin terlihat cantik didepannya.. Aku memoles wajahku dan benar memperhatikan penampilanku malam ini.. Seakan tak ada waktu lain untuk berdandan didepannya.. Selesai dengan diriku, aku keluar kamar.. Kulihat dimeja makan sudah ada makanan dan tama menungguku disana.. Dia diam sejenak melihatku.. Entahlah..
Quote:
Aku dan dia makan bersama malam ini.. Berdua.. ya hanya berdua.. Selesai makan kami melakukan rutinitas bersama.. Bercanda.. Hingga sekitar jam 11, aku tertidur dalam diamku.. Seingatku.. Aku tertidur dijam itu.. Atau mungkin kurang dari jam itu.. ya aku tertidur disebelahnya.. Hingga aku bermimpi aku tak akan berpisah dengannya.. Tidur yang membuatku menyadari bahwa seharusnya aku tak pernah bangun dan meminta semua yang aku inginkan.. Tidur yang seharusnya.. Aku tak pernah bangun dan melihat dia tak ada disisiku lagi..
0
