Kaskus

Story

masternagatoAvatar border
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)

Bissmillah.
Assalamualaikum.

Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato

mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’

DISCLAIMER

1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.

Selamat membaca tulisan busuk ini!

*******

Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******

soudtrack: Eminem Not Afraid

Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99

WhatsappBrother-sister
Jangan lupa
emoticon-army
Bikin
emoticon-Bookmark (S)
sekalian
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Malu
Atas saran berbagai pihak.
emoticon-army:
Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

emoticon-Malu
Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213

Norek:
90010415858
Rudi hermawan

emoticon-Malu

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?

Guest what?
Yang nulis HIV+
emoticon-Thinking
jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.
emoticon-Hammer2

emoticon-Ngakak (S)
warning 16+ only.
emoticon-army
Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!
emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah

Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"
emoticon-Hammer2
harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.
emoticon-Frown
emoticon-Mewek
stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.
emoticon-Hammer2
impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.

dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"
emoticon-Mewek

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.


cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV
emoticon-army

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.
emoticon-Ngakak (S)

emoticon-Hammer2

1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.

Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.
emoticon-Shakehand2

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99

Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan

Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato

selamat membaca
emoticon-Selamat
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?

Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel
emoticon-Malu

emoticon-Malu
"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"
emoticon-Mewek
Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.

Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale
emoticon-Malu
Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.


DAFTAR ISI:

Update langsung ad line:
@masternagato

BAB1: KABUKI

BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK

BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK



BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN

BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA

BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA

BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA

BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL

BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL

BAB6: SAVE HOUSE



BAB7: OTAK ATIK



BAB8: TEKAD BLENDER



BAB9 BAGIAN1: EMOTION



BAB9 BAGIAN2: EMOTION


BAB WARNING: WAJIB BACA


BAB WARNING: WAJIB BACA



BAB10: LATIHAN MEMBUNUH

BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE



BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE



BAB : warning2: galaw gak penting!



BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB13: NGENES AWARDS



BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU

BAB15 BAGIAN1: HEY MAN



BAB15 BAGIAN2: HEY MAN



update FHD16: koberlaw



BAB16 BAGIAN1: RIP



BAB16 BAGIAN2: RIP




BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH



BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK



BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK



BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART




BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART



REHAT



BAB WARNING4: FHD LEGOWO


BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT



BAB21 BAGIAN1: BIG MOM



BAB21 BAGIAN2: BIG MOM



BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH



BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER




BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER



BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS




BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS



BAB25: VIRGIN SEGAW


BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU

BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU



BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT



BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT


BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON


BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON

BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON


video zamirah monster kecil


wait yo!
IN PROGRESS
emoticon-I Love Kaskus
emoticon-I Love Indonesia
Kontak:

WA: 08128886670

Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato

Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
256.6K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
masternagatoAvatar border
TS
masternagato
#1083
BAB26-1
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB26-1:
MASIH HIJAU
SUMBER:
www.masternagato.com
*******
Kamar penuh poster Superman, nuansa biru, merah, mendominasi ruangan.,
dinding, lantai dari kayu pilihan.,
buffet terlihat mencolok, penuh koleksi action figur Superman.
Diatas meja kaca terdapat blackforrest dengan angka lima belas diatasnya.,
sebelah kue berjejer bungkus rokok, beberapa paket heroin.,
beberapa insullin, dua baru, dua bekas dipakai.
Kamar bangunan kayu membuat suasana sejuk, ditambah AC ruangan cukup dingin.,
Rudi dengan mata setengah sadar berwarna gelapnya jurang tanpa dasar.,
menikmati rangkulan wanita diatas sofa lipat (yang bisa menjadi tempat tidur);
suhu ruangan yang dingin, berkebalikan dengan suhu badan dua orang yang memanas.,
rangkulan erat, bibir mengunci, lidah mengait.,
kepala miring ke kiri, lawanya miring ke kanan.,
tangan lembut menjenggut rambut gemas.,
lawanya miring kepala ke kiri, dilawan sebaliknya.
Kecepatan mereka mengganas, tanpa jeda pernafasan.
Akhirnya koneksi bibir mereka terlepas.,
masih dengan wajah berhadapan, bibir cuma berjarak beberapa centi.,
terasa sekali pertukaran nafas masing-masing.
"...You high, Mei...?" tanya Rudi, berbisik parau.
Mata setengah melayang-debaran jantung berdegup semakin cepat terlalu kuat sampai ia merasa kalau Meidina bisa merasakan getaran jantungnya.,
processor cumiik kesakitan, mencari jalan dari segel yang membelenggu ketegangan.
"...Ahh, yeahh Boerju, i like that," desis Meidina, tak bisa focus dengan gerakan tangan pada air-bag-nya.
Kaos oblong longgar Meidina; membuat tangan Rudi berenang bebas menjelajahi air-bag tanpa keamanan yang menutupinya.
"...TERUS, please, yeah, YEAHH ..." erang Meidina, kecupan sekejap.
Tangannya menjenggut gemas rambut Rudi ... mengulang kecupan sekejap, berulang-ulang.,
tatapan nakal, haus akan sesuatu;
tergesa-gesa ia menyerosot kebawah, tanganya bergerak tak sabar membuka jeansnya.
Rudi bergerak sedikit, agar Meidina bisa leluasa menurunkan jeans--; Processor menghilang--; mata Meidina menatap lurus menyedot sukma--; processor kembali terlihat saat Meidina berbicara.
"i think, ...I love you baby." ucap Meidina penuh godaan-bibir basah--; processor menghilang kembali.
"AHH, ...i ...think, i like you to, Mei" sahut Rudi geli, tangan membelai rambut Meidina.
Pintu terbuka dua orang masuk tanpa mengetuk.,
"Mei, please deh, kaya gak punya kamar sendiri aja lo" ketus Astrid, kaget.
"gua juga mau dong, bikin iri aja lo boerju" goda Redaya, ngiler.
*******
Meidina duduk di teras depan rumah; menghisap rokok dengan tatapan kosong.,
"k MEI! WOI! K MEI! K Astrid mana?" tanya Redaya, keki dicuekin.
"APAAN SIH LO!? Astrid ya ngampus lah." Sewot Meidina melotot kemalas-malasan
"lagian dari tadi orang ngomong dikacangin!
K Mei gak kuliah?"
"males ah, lah? Baru jam sembilan kok lo dah siap-siap berangkat sekolah?" tanya Meidina datar, memperhatikan seragam SMP adiknya.
"ampun dah k, dari tadi gua nyerocos panjang lebar!
Lo gak denger apa k?
Gua mau maen dulu, sekalian berangkat." Keki Redaya, memakai sepatu.
"Oh, gak penting sih, jadi gua gak dengerin.,
lagian lo gak bosen apa? Dari SD sampe SMP masuk siang terus?" Meidina memutar-mutar rokok di tanganya.
"Bosen? Gak tuh, kan enak k, bisa bangun kesiangan.,
nanti dah SMA tahun depan, gua jajal masuk pagi" sahut Redaya, memasang muka setan.
"Emang gua pikirin! Lo megang duit gak?
Bagi gua sini, gua pinjem dah." tanya Meidina berharap, kaki mendorong tas adiknya.
"Huh, enak aja, paling buat make kan?
Kalo make gua aja gak dibagi!
Ogah ah."
"Ya,.. Ya, ntar pasti gua bagi.,
mana sini duit lo, cepetan" ucap Meidina, bernafsu.
Redaya menatap kasian kk nya.
Ia berdiri, merogoh celana.,
Meidina semangat melihat adiknya mau mengeluarkan uang, betapa kekinya yang dikeluarkan Redaya hanya bungkus rokok kosong.
"TAI LO! SONO PERGI!
Awas lo! Gak bakal gua cuciin baju lo, nyuci sendiri lo ntar!" Sewot Meidina, menimpuk bungkus rokok.
"Dih gitu ngancemnya? Rese banget sih lo k!
Nih ambil, gua cuma megang gocap, ini juga buat tiga hari k..." ucap Redaya lesu, terpaksa memberikan uangnya.
"NAH GITU DONG, itu baru namanya adik yang baik." Sahut Meidina riang, merebut uang cepat.
Redaya cuma diam, melepaskan sepatu, kembali masuk kedalam rumah.
"...lah..." heran Meidina, masih menggenggam uang seperti nyawanya.
"Lo gak jadi berangkat? Udah sono berangkat ntar gua sisain."
"Duit gua sisa goceng k, kalo cuma berangkat sekolah mah cukup.,
tapi gua janjian jalan ama cewek, masa ntar gua jalan dibayarin cewek?
Mending gak jadi berangkat." Sahut Redaya, mengeluh.
Meidina memandang uang lalu menatap adiknya.,
menghela nafas ia mengembalikan uang;
"...dah sono berangkat lo!"
"Yang bener? Ntar k Mei, gak mau nyuciin baju gua lagi?"
"Banyak ngomong lo! Gua cuciin, puas lo!
Lo inget ya, make baju jangan kaya orang gila lo.,
sehari bisa empat kali ganti? Lo pikir zaman dulu, babu kita banyak hah?
Karang apa-apa harus ngerjain sendiri!" Meidina menghela nafas, berharap sedikit melupakan jeratan rantai yang meminta setoran darah.
"Ngerti lo?" tegur Meidina ketus.
Campuran amarah dan penyesalan terpancar dari matanya.,
bagaimana mungkin ia bisa tega? serasa dicambuk; mengetahui adiknya hanya bermodal Rp50.000 untuk jalan dengan wanita?
Tekanan yang ia rasakan semakin berat, mengingat betapa dulu menghina lelaki yang mengajaknya jalan dengan modal pas-pasan.,
kenapa sekarang berbalik terjadi pada adiknya? Ia memalingkan muka menahan genangan pahit dimatanya.
"K Mei? Makasih yaa.,
k Mei the best deh" sahut Redaya riang, mengecup pipi.
"Ehh!? K..? Kok lo nangis sih?
K Mei sakit badanya? Udah k Mei, gua mendingan gak jadi jalan dari pada ngelihat k Mei sakaw!
Pake aja nih uangnya kk ku sayang..." cerocos Redaya, khawatir.
Mendengar itu; Meidina sesenggukan terisak tanpa suara.,
ia memeluk adiknya, betapa besar rasa terimakasih--hanya ia yang tahu.
Sementara Redaya gelagapan menghadapi tangis yang tanpa kejuntrunannya itu.
-------
Dalam penguasaan waktu bubuk Setan; kau berada di dalam pulau pembunuh!
Membunuhmu perlahan, sampai ke sudut-sudut jalan hidupmu;
kau adalah terdakwa--tersangka--korban, ditemani pemikiran yang berperan sebagai pengacara plin-plan-tidak becus dalam mengambil keputusan.
Mereka berbicara; kenapa gak tobat?
Mereka menyarankan; kenapa gak keluar saja-dari lingkaran Setan yang membelenggu?
Mereka menyalahkan; kenapa gak mencoba begini saja--kenapa gak mencoba begitu saja!
Thanks-MotherFucker; kenapa mereka gak kembali ke Sekolah Dasar-mereka bisa mengeluarkan semua omong kosong itu-disana!
Kau menikmati sesuatu yang cepat--berakibat lama!
Kau merasa kesintingan mendekat, bertarung melawan hakim memojokan dirimu dengan tuduhan lengkap dengan saksi dan bukti perjanjianmu dengan Iblis!
Pembelaan apa yang kau punya? Hanya; FUCK-kenapa bisa jadi seperti ini! Hanya; FUCK-gak masuk akal? Semua yang kau punya hilang dalam sekejap-mata--; semua--karena--kenikmatan--sesaat!
Kau putus asa? Membenci kenyataan? Meragukan kekuasaan penguasa alam semesta!
Untukmu MotherFucker yang terlelap dalam keputusasaan-kenyataan hidup--; FUCK-lihat aku masih bertahan--walau hidup tanpa bisa melihat anaku yang selalu dipuji--; lucunya, pintarnya, imutnya, miripnya?
Hanya; allah maha pengasih lagi maha penyayang--; Hanya dirimu-sendirian--; hanya bayangan teman tanpa bekas--; hanya pistol satu peluru yang kau punya--; hanya hidupmu terlalu indah untuk membunuh Setan dikepala dengan peluru tekad sendiri!
-------
west side, cengkareng street.
Berbondong-bondong pelajar dengan seragam sekolah celana biru.,
dari berbagai arah dengan jurusan arah yang sama, ada yang menggunakan kopaja, menggunakan truck, partai terbesar berada diatas kontainer terbuka.,
dari seragam batiknya, terlihat mereka semua dari sekolahan yang sama.
Pasukan konyol pelawan maut yang berada diatas kontainer, bertampang setengah lexotan, setengah alkohol.,
mereka memegang kopel besi dengan mata berbagai bentuk.,
ada mata kopel dengan gear bergigi, ada yang bermata sabit setajam pisau.,
ada yang memegang balok, ada yang seadanya memegang besi.,
dibagian ujung duduk pelajar mengenakan jaket Eiger.,
kakinya terjuntai kebawah, bergoyang-goyang.
Menghisap rokok, matanya tampak bosan, kurang bergairah? Serasa ia terpaksa mengikuti pasukan konyol ini.
Kontainer berhenti di lampu merah cengkareng.
Sambil menguap bosan, ia turun tak menghiraukan pasukan konyol yang menegurnya.

-------
merasakan sengatan matahari, ikut pasukan konyol ini.,
cuma membuatku kepanasan, yah awal mulanya sih, tegang dan mengasikan.,
keseringan, lama-lama bosan melihat pengguna pil anjing disekitarku!
Apa hebatnya main perang-perangan pake doping pil anjing?
Sungguh menggelikan, berkelahi tapi tak sadar?
Aku bersyukur terakhir menggunakan pil anjing, berkelahi dengan kk kelas, menghancurkan hubunganku dengan Galuh.,
akhirnya aku harus keluar dari SMP 3000, rasanya tak sabar menunggu tahun depan menggunakan seragam SMA.
Kontainer terhenti, melihat lampu merah, sambil menguap, aku turun ke jalan.,
mending cari makanan, daripada panas-panasan gak karuan!
"WOI, Boerju! Lampu merah satu lagi kita baru turun!
Ini daerah musuh, cari mati lo?" tegur Akri, teman sekelas--yang tadi duduk dibelakangku.
Aku tak menjawab, hanya melambaikan tangan saja.
-------
Batu-batu berterbangan, tak sedikit yang mengenai angkutan umum dan pedagang pinggir jalan.,
seruan maut, kata-kata makian, terdengar dari dua kubu.
Seragam batik hitam melawan seragam batik coklat, banyak teriak ketakutan orang-orang sekitar.,
pengguna angkutan umum sama-sama berlari ketakutan.
Beberapa orang yang melihat dari jauh, dalam jarak aman diluar dari jangkauan timpukan batu.,
ada yang menghela nafas gegetun, ada yang menggeleng, sebagian mengusap dada menyayangkan tunas bangsa belajar menggunakan batu?
Sebagian berharap tak ada kerabat, atau anaknya yang ikut-ikutan tauran konyol itu!
Yang kuat dia menang? Masa sih?
Yang bener, yang banyak menelan lexotan dia menang!
Entah apa yang dimenangkan?
Batik coklat keteter mundur kocar-kacir.,
kalau sudah begini, kopel dan besi berbicara, batik hitam mengejar, berteriak-teriak! Memaki!
Mereka tak mengenal kawan? Yang mereka kenal hanya warna batiknya!
Beda warna? Berarti musuh!
Ditengah-tengah kekacauan itu, entah dari mana ada pelajar batik biru sendirian, berlari terbirit-birit.
Lima seragam batik hitam mengejar, sambil memutar-mutarkan kopel bermata tajam.,
mimpi apa para pedagang melihat gerobaknya terkena sabetan-sabetan kopel tanpa belas kasihan.
Batik biru berlari menghindar, kecepatanya saat berlari seharusnya ia ikut tim nasional mengharumkan nama bangsa?
Bukan berlari-larian dalam gang sempit, menghindari kejaran batik hitam!
Dengan nafas ngos-ngosan, melihat kebelakang pengejarnya tak terlihat lagi?
Melihat kedepan, warung bubur kacang ijo membuat tenggorokannya kering.,
sambil menyelam minum air?
Sambil menghilangkan dahaga sekalian bersembunyi? Gagasan brilliant!
"Bang, es jer..." perkataanya terhenti.,
betapa terkejutnya ia melihat batik hitam, sedang menikmati es soda susu.,
batik hitam tersenyum dengan tatapan menyelidik.
-------
memang seharusnya begini, menikmati soda susu, daripada panas-panasan!
Sayup-sayup aku mendengar teriakan yang biasa keluar saat tauran.
"Bang, es jer.." ucap pelajar dengan seragam batik biru.
Kenapa ia terlihat pucat melihatku?
Yang bener aja nih orang? Masa kaya ngelihat setan?
Menggelikan? Dari luka dikepalanya, pasti nih anak abis dikejar-kejar kumpulan pasukan konyol?
"Pake nih jaket, lo duduk disebelah gue sini.,
biar yang ngejar lo kecele." Ucapku datar, melempar jaket.
Ia terlihat bingung? Tapi menurut duduk disebelahku.
"Kepala lo dimeja, speak tiduran." Saranku, membakar rokok.
Baru ia berpura-pura tiduran, suara setengah sedeng menegur.
"WOI, lo lihat anak monyet, batik biru gak?" tanyanya, mata merah.
"Gak tuh, salah jalan kali lo!" sahutku tenang.
"Ngapain lo disini? Siapa yang disebelah lo?" tanyanya serasa detektif.
"Oh ini, kebanyakan boty, eh pingsan dia!
Gue capek, makanye ngaso bentar.,
masuk sini, ngaso dulu, rokok nih" jelasku, menyodorkan rokok.
Tiga orang bermata merah masuk, salah satunya yang vokal belagak detektif terus menanyaiku!
-------
Ke bagian2
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.