Kaskus

Story

tomsangAvatar border
TS
tomsang
Taruh Aku Di Tempat Yang Istimewa Dihatimu.
Taruh Aku Di Tempat Yang Istimewa Dihatimu.

Taruh Aku Di Tempat Yang Istimewa Dihatimu.

PART 1-5
PART 6-9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20
PART 21
PART 22
PART 23
PART 24
PART 25
PART 26
PART 27
PART 28
PART 29
PART 30

Spoiler for :
Diubah oleh tomsang 07-06-2016 21:53
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
36.7K
221
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
tomsangAvatar border
TS
tomsang
#188
29
DUA PULUH SEMBILAN

Hari hari berlalu, buku itu tetap tersimpan di bagian rahasia tas gue yang seharusnya di isi laptop. Biarlah dia tetap ada di sana untuk beberapa saat, gue enggak punya keberanian untuk membacanya.

Awalnya gue sempat membuka buku dengan sampul hati itu sekilas, dan memang banyak nama nama di sana. Sepertinya gue kurang berminat membaca buku itu, gue lebih tertarik melihat foto, status BB yang gue captured dari handphone, dan bahkan video itu pun hanya beberapa kali gue lihat ulang, sepertinya akan membuat mata gue gatal, dan bibir gue bergetar. Buku hati dan tas itu tetap tersimpan rapi di dalam mobil, dan gue ga pernah menyentuhnya di dalam rumah.

Hari itu, mungkin hari ke delapan atau ke sembilan setelah pertemuan gue dengan Ina. Bagaimana gue bisa selama ini menahan diri untuk tidak mambaca secara serius tulisan terakhir Novi? Karena gue pasti akan menangis, mungkin itu yang menahan gue buat lebih jauh membaca ketimbang bermain dengan halaman buku itu lembar demi lembar.

Foto dan video lebih menarik ketimbang warisan goresan tinta yang tinggalkan Novi.

Besok, besok gue akan mulai membacanya. Enggak banyak, bab untuk nama gue di tulisan hanya beberapa belas halaman saja.

Malem ini gue akan maen sama anak gue buat pengalih perhatian gue. Beneran ya, main sama anak itu bisa jadi energi buat ngelupain capek, sedih, kesel, emosi sepanjang hari.

Punya anak umur segini emang harus di nikmati banget momentnya, kata bokap, kita cuma bisa memiliki anak kita sampai kira kira dia SMP, karena pada jaman jaman mereka masuk SMP, kecenderungannya kita mereka malu kalau di gandeng orang tuanya, sma kaya gue dulu kata bokap dan nyokap. Lah kan gue cowok? Kalau cewe? Malem ini gue numpang tidur lagi di kamar eneng deh, kali aja bisa jadi sedikit penebusan dosa gue yang nyaris melenceng.

Eneng: “Pah, bangun. Anterin aku sekolah ya.”
Gue: “Enggak mau, cium dulu seratus kali.”
Eneng: “bagaimana kalau 5 kali aja?”
Gue: “emmm, boleh deh, 5 kali papa bangun, tambah 5 kali lagi, papa anter kamu ke sekolah.”
Eneng: “Oke, totalnya sepuluh kali ya, tapi hari ini, mama yang bayarin eneng.”
Gue: “???”

(Rusak mood gue pagi itu...)

Mandi, Sarapan, dan kemudian berangkat sekolah.

Gue: “ Neng, papa mau tanya, kamu sayang sama papa ga?”
Eneng : “ Sayang lah.”

Pertanyaan semacam ini kalau di tanyakan ke anak umur 9 tahun, kita pasti bakal dapet jawaban yang kita inginkan, hal semaam ini sebenernya Cuma buat naikin mood gue aja.
Gue: “Kamu pengen papa bahagia kan?”
Eneng : “Mau dong, dan papa harus bahagia.”
Maaf ya nak, kalau baghagia papa sebagian berada di luar dari kalian
Gue: “ Oke, belajar yang bener ya, sekolah harus pinter. Sini papa sun kamu, itu ada temen temen kamu, masuk kelas bareng sana.”


Hari ini gue ga ada rencana apa apa, ga ada janji sama siapa siapa, gue cuma pengen keluar dari kantor aja, bosen banget kerja administratif di depan komputer dengan mood yang sangat buruk beberapa hari ini.

Masih di parkiran sekolah eneng, gue ambil tas yang berada di bangku paling belakang.
“Hai Nov, apa kabar, di mana elu sekarang?” Seperti orang gila, gue bertanya seperti itu kepada sebuah buku.

Save the best for last. gue memulai dengan halaman paling awal buku itu, nama seorang wanita.

“Andai engkau tahu, aku sangat mengharapkan kehadiranmu dalam hidupku, tidak muluk muluk bukan jika aku ingin engkau hadir di setiap malam dan memeluk aku sebelum tidur? Rasa sayangku untukmu bisa menghapus luka bathinku ibu. hadirlah di hidupku, aku ingin menjadi anak perempuan seperti temen temanku yang di sekolah akrab dengan ibunya, kenapa harus menjauh dari ku bu? Apakah kehadiranku memang menjadi aib bagimu? Bahkan aku mencari tahu rahasia rahasia perubahan tubuhku bukan dari ibu. Mengapa harus tahu dari orang lain, malahan sebagian dari mereka bukan pula perempuan.”

Ya Tuhan, Nov, apa ini yang kau sebut sebagai buku “bahagia”? Halaman pertama saja sudah bikin bibir gue bergetar. Tidak ada foto di buku itu yang menghadirkan seorang ibu, Cuma sektsa pensil seperti gambar ibu dan anak yang ada pada komik komik. Nama wanita disitu tetulis Mira (cukup Mira saja) Nama yang cantik. Informasinya sangat tidak lengkap. Enggak ada gambaran kenapa bokap sama nyokapnya pisah. Gue cuma inget, Nyokapnya pergi dan Novi harus tinggal berdua dengan bokapnya kemudian mengalami bebrapa kali penyiksaan. Tulisan ini di buat 3 tahun yang lalu. Dari banyak paragraf hanya tulisan itu yang cukup menarik perhatian gue. Sisanya, seperti anak merindukan kehadiran nyokap.

Kemudian nama seorang wanita, Namanya agak asing, susah di lafalkan, Gue sangat yakin ini adalah bos dari bokapnya, karena namakeluarga itu yang di tempel di nama panjangnya Novi. Dan dia menyebut wanita ini dengan sebutan mommy. Di bab ini Novi hanya menulis tentang bagaimana dia menjalani hari harinya di sekolah di SMK. Buku ini memang di tulis ketika Novi duduk di SMK berdasarkan tanggal yang gue lihat. Ini bukan buku harian, mukun semacam flash-back journal.

Ada beberapa nama laki laki yang di laporkan ke pada mommy nya yang dia klaim sebagai cinta monyetnya selama duduk di bangku kelas I, dan ucapan terima kasih karena mommy ini men-support Novi dengan kebutuhan finansial. Sepertinya tahun tahun ini mommy nya masih tinggal di Indonesia .

Beberapa halaman kemudian tidak terlalu istimewa, hanya nama nama beberapa teman laki-laki, maupun perempuan yang menemani Novi, merayakan ulang tahun, Kejutan persahabatan dan semacamnya. Mungkin hal-hal kecil seperti itu cukup berarti besar untuk Novi. Kalau kalangan normal, ulang tahun di rayakan teman, dan dapet kejutan biasa banget bukan?

Skip beberapa nama (Bab)

Ada yang membuat gue terhenti lama di sebuah halaman, kita sebut saja nama bab ini Ryan. Di halaman ini banyak gambar gambar sketsa bunga, dan banyak kata kata manis untuk laki laki ini.

“terima kasih karena cintamu yang ternyata hanya hiasan untuk merusak aku.”

Ini adalah kalimat penutup untuk bab ini. Sepertinya orang ini adalah orang pertama kali yang menodai kesucian Novi ketika meraka di penghujung kelas 1 SMK. Dan memang, lelaki ini tidak tahu efek dari apa yang pernah di lakukannya. Bab ini seperti buku harian, seperti ada plot waktu dari percintaan masa bahagia, sampai ketika mereka putus. Bukan rangkuman, sepertinya di tulis pada waktu yang berjalan ketika itu. Ada foto Ryan di buku ini, bagaimana bisa dia tetap menyimpan sakit di buku yang dia bilang sebagai buku bahagia?

Seiring waktu, ketika kita menuliskan beberapa kebahagiaan, kita tidak tahu kapan rasa bahagia itu akan berakhir, mungkin itu alasan kenapa di sebut masa bahagia? Karena sebuah masa memang harus berakhir. Ini adalah rahasia hidup, sebagaimana juga ada masa masa sulit, gue sangat berharap elu punya keyakinan yang sama kalau masa itu akan berakhir Nov.





Diubah oleh tomsang 02-03-2015 21:45
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.