Kaskus

Story

masternagatoAvatar border
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)

Bissmillah.
Assalamualaikum.

Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato

mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’

DISCLAIMER

1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.

Selamat membaca tulisan busuk ini!

*******

Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******

soudtrack: Eminem Not Afraid

Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99

WhatsappBrother-sister
Jangan lupa
emoticon-army
Bikin
emoticon-Bookmark (S)
sekalian
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Malu
Atas saran berbagai pihak.
emoticon-army:
Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

emoticon-Malu
Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213

Norek:
90010415858
Rudi hermawan

emoticon-Malu

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?

Guest what?
Yang nulis HIV+
emoticon-Thinking
jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.
emoticon-Hammer2

emoticon-Ngakak (S)
warning 16+ only.
emoticon-army
Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!
emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah

Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"
emoticon-Hammer2
harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.
emoticon-Frown
emoticon-Mewek
stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.
emoticon-Hammer2
impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.

dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"
emoticon-Mewek

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.


cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV
emoticon-army

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.
emoticon-Ngakak (S)

emoticon-Hammer2

1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.

Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.
emoticon-Shakehand2

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99

Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan

Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato

selamat membaca
emoticon-Selamat
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?

Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel
emoticon-Malu

emoticon-Malu
"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"
emoticon-Mewek
Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.

Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale
emoticon-Malu
Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.


DAFTAR ISI:

Update langsung ad line:
@masternagato

BAB1: KABUKI

BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK

BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK



BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN

BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA

BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA

BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA

BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL

BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL

BAB6: SAVE HOUSE



BAB7: OTAK ATIK



BAB8: TEKAD BLENDER



BAB9 BAGIAN1: EMOTION



BAB9 BAGIAN2: EMOTION


BAB WARNING: WAJIB BACA


BAB WARNING: WAJIB BACA



BAB10: LATIHAN MEMBUNUH

BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE



BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE



BAB : warning2: galaw gak penting!



BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB13: NGENES AWARDS



BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU

BAB15 BAGIAN1: HEY MAN



BAB15 BAGIAN2: HEY MAN



update FHD16: koberlaw



BAB16 BAGIAN1: RIP



BAB16 BAGIAN2: RIP




BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH



BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK



BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK



BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART




BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART



REHAT



BAB WARNING4: FHD LEGOWO


BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT



BAB21 BAGIAN1: BIG MOM



BAB21 BAGIAN2: BIG MOM



BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH



BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER




BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER



BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS




BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS



BAB25: VIRGIN SEGAW


BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU

BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU



BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT



BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT


BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON


BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON

BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON


video zamirah monster kecil


wait yo!
IN PROGRESS
emoticon-I Love Kaskus
emoticon-I Love Indonesia
Kontak:

WA: 08128886670

Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato

Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
256.8K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
masternagatoAvatar border
TS
masternagato
#1074
BAB25
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB25:
VIRGIN SEGAW
SUMBER:www.masternagato.com
*******

Saat aku menuturkan satu peranan, memasuki pikiran para tokoh yang kuhidupkan.
Aku membutuhkan kedekatan special.,
mengetahui kehidupanya seperti melihat jariku sendiri, hafal setiap helaan nafasnya.,
membedah pemikiran sendiri, mengingat-ngingat sesuatu yang sudah terkubur lama? Bukan pekerjaan mudah buatku.
Bisakah kalian melihat, persis seperti yang kuinginkan?
Apa yang kalian lihat? Seberapa kriminalnya diriku?
Begitu bang'satnya aku?
Aku akan berpura-pura menikmati segala pujianmu!
Hanya membagikan pengalaman yang kurasakan, kulihat, kuingat.,
betapa berat beban dipundak? Siapa yang mau tahu?
Mengorek kebiasaanku, yang dulu?
Betapa seringnya aku memberikan jari tengah kepada sang penguasa alam semesta!
Menyelusuri alur kehidupanku, membuatku takut sampai serasa sekarat selangkah menuju kematian.,
yang kulewati membuatku merasakan betapa kesendirianku di tengah gemerlap impian yang indah.,
jalanku ini akan kuwariskan, akan kubacakan, akan dibaca anakku!
Suatu hari nanti, akan tiba saatnya anakku mengerti, dan membaca coretan busuk ini.,
akan tiba saatnya ia membaca sendiri? Tanpa dipinta? Tanpa dihajar? Tanpa dimarahi!
Akan tiba saatnya,anakku meneruskan coretan busuk ini.,
kalian boleh tak paham? Bingung? Tapi anakku takkan bingung, dan akan memahami keseluruhan alur busuk ini!
Kalian boleh mengejek, menghina, pusing dengan tulisan yang tak karuan ini!
Memang seharusnya begitu, karena aku tak mengerti sastra.,
aku punya nilai bahasa indonesia yang selalu terbakar.,
menunggu uluran tangan yang mau mengedit tulisanku? Menjadi editor?
Itu semudah mencari jarum dalam samudra.,
akan tiba saatnya anakku meremake, dan menjadi editor terbaikku.
Kalian boleh tak menghargai coretan ini? Tapi anakku akan menghargai coretan ini seperti harga nyawanya sendiri!
Mengapa aku menggores alur sefiksi mungkin?
Anakku akan paham!
Kenapa disana tambahkan, disini dikurangi?
Kenapa disana dikurangi, disini ditambahkan?
Alur kabur? Tak dapat dimengerti.,
anakku akan mengerti sepenuhnya!
Kenapa ada tokoh yang penuh rahasia?
Beberapa bagian, beberapa tempat dipoles dengan penyamaran tebal?
Sebagian tersamar tipis, apa supaya bisa tertebak?
Apa iya?
Anakku akan melebihi Sherlock, membongkar semua tanpa bertanya padaku!
Sesungguhnya waktu akan menjawab sepak terjang anakku.

Aku mengendarai lautan waktu!
Memutar Kembali, merasakan? Gairah kejayaan lama yang sesungguhnya dijawab oleh sang waktu!
Itu semua cuma sayatan pedih renungan dinding hati yang hancur menjadi puing tak tersisa.
Aku mengendarai lautan waktu!
Memutar kembali, melihat?
Banyak hal yang mengagumkan, mendebarkan, menggairahkan.
Melihat banyaknya keajaiban yang tak bisa dipercaya kalo tak melihatnya sendiri!
Sesungguhnya dijawab oleh sang waktu!
Semua yang kulihat itu adalah cerminan kehancuran diri sendiri.,
menyaksikan hal-hal yang dapat kucegah? Tapi aku membiarkanya begitu saja?
Kenapa tak terpikir olehku? Baru terjawab oleh sang waktu!

Aku mengendarai lautan waktu!
Memutar kembali, mengingat?
Kekayaan, kekuasaan, kepuasan.,
sesungguhnya dijawab oleh sang waktu!
Apakah harus menyesal? Coba kekayaanku kutebarkan pada kebaikan? Pasti aku sudah menuai hasilnya sekarang!
Merasakan semua kesalahan langkah akan mendapatkan ganjarannya.,
tak pernah kusangka kebaikan yang kecil? Yang sepele, tak pernah kupikirkan!
Malah bisa menolongku dengan bayaran berlipat!
Padahal itu tertera jelas, dan itu janji allah!
Kebaikan satu dibayar kontan berlipat!
Yang namanya kejahatan, kesalahan, bisa tak mendapatkan ganjaran?
Bisa lolos begitu saja dari hukuman dunia!
Sayangnya dalam hitungan kalkulator langit nanti takkan ada yang terlewat!
Yang pasti, gak perlu nawar?
Kebaikan satu dibayar kontan berlipat!
Dulu aku sudah paham, tapi tak percaya!
Sekarang mau tak percaya?
Rasanya tak bisa! Karena sudah merasakan sepenuhnya!
Menyesal kenapa tak dari dulu, percaya janji allah!

Disebut menyesal, karena berada dibelakang.
*******
West Coast Jaya Bening Street.
Rumah berarsitektur kuno, pagar antik dipenuhi bunga beraneka warna.,
rumah dengan keseluruhan bangunan menggunakan design kayu.
Dari mulai atap, dinding, lantai, menggunakan kayu jati pilihan, rumah bernuansa kayu itu terlihat megah.
Berada di pinggir jalan, apabila ada yang lewat melihat bangunan rumah ini, bisa dipastikan akan berdecak kagum.,
pohon beringin tua tampak menjadi penjaga setia di depan pagar rumah.
Angin bertiup menggerakan tangan ranting beringin itu, seolah beringin itu mengangguk bangga pada siapapun orang yang melirik ke rumah yang dijaganya.

Jalanan dua arah yang hanya bisa dilewati dua mobil itu sepi dengan kendaraan yang berlalu-lalang.
Kebanyakan angkutan umum mikrolet mewarnai jalan.,
Kendaraan pribadi yang melintas biasanya langsung masuk jalur tol.,
Karena ruas jalan itu berdekatan dengan jalur tol alternatif yang biasa diambil
bila jalan-jalan utama sedang macet.,
pagar rumah terbuka perlahan, pria paruh baya yang berkerja sebagai tukang kebun.,
ia mendorong pagar sembari membawa selang air melingkar di bahunya.,
sehabis mendorong pagar sebelah kiri, ia bergegas mendorong pagar yang sebelahnya.,
gerbang terbuka lebar, tiga mobil berjejer, salah satu mobil sedang dipanaskan supir, ia bersiul-siul tanganya sibuk mengelap mobil dengan kanebo.
Perkarangan rumah melingkar mengapit rumah.,
perkarangan berbentuk huruf U, aneka tanaman menyemarakkan halamannya. Di luar perkarangan, sampai jauh ke belakang rumah, tampak bermacam-macam pohon yang dahannya sarat dengan buah-buah ranum yang menerbitkan liur. Suasana di situ sungguh teduh dan tenang.,
terlihat tampak tertata dengan baik sehingga membuat rumah berarsitektur kuno berbalut kayu itu menjadi lebih indah.,
tukang kebun dengan kulit warna sengatan matahari, ia bersemangat menyirami tanaman, dari raut wajahnya terlihat jelas ia begitu mencintai pekerjaanya.
Dibelakang rumah terdapat dua bangunan rumah yang berukuran lebih kecil, disediakan untuk tamu yang menginap.
Pintu utama rumah terbuka, Nini membawa nampan dengan dua cangkir kopi diatasnya.
"pak De, diminum dulu kopinya.." ujar Nini, menaruh nampan di lantai.
"iya mbok, bentar tanggung nih" sahut Deman, asik memotong rumput.
"hayo mas Kus, ini kopinya, nanti keburu dingin" tawar Nini, dengan logat Jawa medok.
"ah, mbok Ni, tau aja, kalo pagi-pagi itu enaknya? Ya ngopi mbok" jawab Kusin riang, mengelap kaca mobil.
"Bii! Bibii! Tas mana bi!" teriak lantang dari dalam rumah.
-------
Keluarga keturunan Chinese berdarah Jawa, menjadikan ruang makan itu ramai dengan suara piring, dentingan sendok dan garpu.,
empat orang duduk, mengelilingi meja makan, menjalankan rutinitas sarapan pagi.
Meidina (1 SMA) kulit putih,rambut panjang masih basah sehabis mandi.,
bibir tipis agak pucat, mata sipit berputar-putar gelisah.,
sangat terlihat wajah keturunan chinese.,
body langsing dibalut seragam SMA longgar, rok panjang, seragamnya menandakan ia siswi yang mentaati peraturan sekolah.
Astrid (2 SMA) kulitnya berlawanan dengan adiknya, wajahnya juga kebalikan dari adiknya.,
walaupun dipoles sedemikian rupa agar terlihat keturunan chinese.
Tetap saja wajah jawanya tak bisa menipu siapapun, body padat menggiurkan dibalut seragam SMA ketat, rok pendek memperlihatkan lekukan bemper yang sanggup membuat orang memperlihatkan mata memohon maaf, karena melihatnya berkali-kali.
Redaya (6 SD) rambut jabrik.,
wajah yang menggemaskan karena senyuman jaihilnya tak pernah hilang dari lima menit.
"Bii! Bibii! Tas mana bi!" teriak Redaya.
"Yuyun mengkerutkan dahi, melihat kelakuan anaknya.
Yuyun menggeleng, rambut bersulamkan warna putih, kerutan di wajahnya.,
uang tak bisa mengembalikan masa mudanya?
Kini ia hanya seperti nenek-nenek reot yang siap dikirim ke panti jompo.
"masih pagi, kok kamu udah teriak-teriak sih?" tegur Yuyun, menghela nafas.
"tas aku mah! Kok gak ada sih?" sahut Redaya, menghabiskan sarrapan penuh nafsu.
"lagian kan lo cuma ngambil raport doang? Buat apaan ribut-ribut tas sih?" ejek Meidina, yang hanya memain-mainkan sendok pada makanan.
Nini masuk tergesa-gesa, mendekati meja makan.
"tas Reda, anu.., masih basah, habis bibi cuci" kata Nini, serba salah.
"udah gak apa-apa Ni! Kamu kan cuma ngambil raport sama mamah?
Buat apa bawa tas?" omel Yuyun.
"ah mamah? Terserah deh" jawab Reda, memberikan muka setan kepada Meidina.
"kamu bilang sama mas Kus, ni! Bilang bentar lagi kita mau berangkat" ujar Yuyun.
Nini mengangguk, meninggalkan ruang makan.
"kamu kenapa Mei? Astrid? Kok sarapan di buat mainan begitu?
Muka kamu juga pucat Mei?" tanya Yuyun, khawatir.
"k Mei pucat karena gak mandi mah! Biasa cuma basahin rambut doang tuh kerjaanya.,
hii jorok dasar!" goda Redaya, menutup hidung.
Meidina hanya melotot gusar, tak berdaya sama kenakalan adiknya.
"itu mah, semalem aku sama Mei, ngerjain pr jadi kurang tidur" tanggap Astrid, mencari alasan.
"ogitu? Mei kamu makan yang banyak biar gak lemes kaya gitu?"
"iya mah, nanti juga aku habisin" sahut Meidina, lemas.
Yuyun, Redaya, meninggalkan rumah diantar Kusim menuju sekolahan.
Astrid dan Meidina masih di meja makan, mereka mendengarkan denan seksama suara mesin mobil yang sudah berangkat.
"udah jalan Mei!" ujar Astrid, mengintip dari jendela.
"gimana nih Trid? Gak kuat badan gua.,
dari pagi dah mencret-mencret!" kata Meidina frustasi, membakar rokok.
"emang lo pikir gua gak mules?" sahut Astrid ketus, mengambil rokok.
"aturan tadi kita minta duit aja ama mamah, dari pada kaya begini?" keluh Meidina, menghisap rokok dalam-dalam.
Satu kakinya naik ke bangku, memperlihatkan kemulusan yang tersingkap roknya.
"minta ama mamah dari Hongkong! Baru dua hari yang lalu kita dikasih duit bulanan!
Mau minta lagi? Pasti curigalah mamah ntar!"
"bilang aja, kita mau ngambil raport, tapi ada bayaran apa gitu!"
"ngarang! Mamah kan tahu kita belum waktunya ngambil raport!"

"ya lo pikirin dong caranya!
Kalo gua kan ketahuan, duit gua habisin semua!
Lah elo? Cuma ngabisin setengah? Setengah lagi buat beli bajulah, kosmetiklah, gak karu-karuan lo" omel Meidina.
"yah Mei? Lo kan enak, muka lo dah cantik kalo gak dandan?
Lah gua? Tega bener lo!" protes Astrid.
"dih? Yang nganggap lo jelek kalo gak dandan kan lo sendiri?
Kebalik kalo lo ngomong begitu?
Padahal gua aja ngiri, mau punya body kaya lo"
Astrid cuma tersenyum paksa, ia berjalan-jalan mengitari meja makan mencari ide, sambil melepuskan asap rokok tanpa putus.
"dah Trid, di rumah tamu belakang, masih ada AC, computer, terus apalagi gua lupa?
Jokul aja salah satunya" saran Medina riang.
"ah bener! Mesin fax aja tuh yang di jokul" sahut Astrid, berkeplok bangga.
"lo bikin si Deman ama Nini kemana kek.,
ntar gua yang bawa ke mobil mesin faxnya" ujar Meidina, menuju belakang rumah.
"oke, ntar gua kasih kode, kalo dah pada pergi!" sahut Astrid, bersemangat.
-------
Meidina gelisah menunggu di mobil, rada gemetar tangannya yang memegang setir.
Dari mulai wartel, warnet, beberapa tempat sudah didatangi, tak satupun yang mau membeli mesin faxnya.
Ini sudah tempat yang ke lima, begitu semangat melihat Astrid keluar dari warnet.,
tapi gelengan Astrid membuat semangatnya mencelos ke jurang kegelisahan.
Astrid masuk ke mobil sambil ngedumel tak jelas.
"gimana? Gak mau juga?" tanya Meidina, padahal sudah tahu jawabanya.
"mau kok tuh orang bayarin" jawab Astrid datar.
"hah! Terus kenapa muka lo gak enak dilihat?
Ditawar murah gitu? Dah gak pa-pa yang penting jadi duit!" cerocos Meidina, semangat lagi.
"iya mau dua setengah, tapi ntar malem bisa bayarnya!
Nungguin bosnya dulu!" sahut Astrid, kesal.
Sekali lagi Meidina lemas seketika, dengan gigi gemeretak ia menyalakan mobil.
"mau kemana lagi Mei? Males ah gua kalo nawar-nawarin fax sialan lagi!"
"gak perlu! Kita langsung ke bang Aris aja" sahut Meidina ragu, mengambil rokok dengan rada gemetar.
"lah Mei? Kita kan masih punya utang ama bang Aris?"
"ya anggap aja tuh fax dihargain dua ratus ama bang Aris!
Kan masih ada sisanya?"
mobil berjalan memasuki komplek RSS.,
dari kejauhan Meidina mengamati rumah Aris.,
yakin kalo rumah itu sepi, baru ia menjalankan mobilnya mendekati rumah Aris.
Mereka berdua keluar dari mobil, mendekati pintu, mengetuk perlahan.
Baru satu ketukan pintu terbuka dengan cepat.
"ngapain lo pada? Cepet masuk!" tanya Aris perlahan.
Rada kikuk, tapi mereka berdua masuk, duduk disofa yang banyak robek dan bolong-bolong.
Aris masih celingak-celinguk mengawasi keadaan luar rumah.,
menutup pintu, sekali lagi ia mengintip jendela.,
merasa yakin aman, baru ia menghela nafas lega.
Aris berbadan kurus, muka alim, senyuman ramah menyertainya selalu.,
setiap perkataan yang diucapkanya terselip senyuman yang menyejukan.
"mau apa nih pada? Mau ngambil? Mau bayar utang?
Apa mau ngutang doang?" tanya Aris sekata demi sekata, tersenyum ramah.
"ini bang, mau barter mesin fax gak?" sahut Meidina ragu.
"iya bang, tadi di warnet dah ditawar dua setengah.,
dihitung aja bang ama utang, sisanya ngambil deh" timpal Astrid, melas.
Aris cuma tersenyum, tak menjawab.,
ia serasa melihat tontonan badut yang berusaha melucu.
"gak! Dah pada pulang gih" jawab Aris singkat.
Sudah dalam perkiraan Meidina kalo Aris pasti gak mau, tapi walau sudah tahu.,
tetap saja jawaban Aris membuatnya gelisah tanpa jalan keluar!
Aris masih tersenyum, matanya menjelajahi setiap jengkal badut dihadapanya.
Perlahan tanganya mengambil bungkusan dari saku.,
ia menaruh di meja.,
Meidina, Astrid, menelan ludah, kegelisahanya memuncak.
Gua mau barter, tapi bukan sama mesin fax!
Gua kasih tawaran yang lebih menarik.,
lo pada gua kasih segaw!"
"segaw? Barter ama apaan bang?" terkejut Astrid, mata terkunci pada plastik heroin di meja.
Meidina juga tampak tak sabar lagi.
"barter ama motherboard!" sahut Aris singkat.
Mendengar itu Meidina pucat, Astrid tampak mengernyit berpikir.
"motherboard siapa bang?" tanya Astrid, terpaksa.
"siapa aja boleh, salah satu dari lo berdua"
"ayo Trid! Kita pulang aja!" ketus Meidina, emosi.
"tapi Mei..."
"tahan bentar wakas lo! Ntar malem kan ada yang mau bayarin faxnya" jawab Meidina, memelototi Aris dengan seyuman yang membuatnya muak.
Meidina sudah berdiri di pintu, tak sabar ingin segera keluar.
"udah Mei, lo masuk ke mobil duluan!
Biar gu.. Gua yang dibarter" kata Astrid perlahan, menatap lurus plastik heroin.
"gila lo Trid! Pacar lo aja gak lo kasih motherboard lo!
Kenapa buat putaw lo kasih?" berang Meidina.
Bisa-bisanya ia menyuruh Astrid menahan sakaw? Padahal ia sendiri yang tak tahan.
Tapi kalo disuruh menukar heroin dengan motherboardnya?
Sungguh barteran yang tak setimpal!
"Mei, tadi yang terakhir nawar mesin fax kita.,
orangnya pelengo, jangan-jangan ntar malem gak jadi lagi!
Udah lo masuk ke mobil duluan!"
tanpa menjawab, Meidina menarik tangan Astrid keluar dari rumah.
Aris tersenyum puas, ia merasa beruntung dapat menonton pertunjukan menarik dihadapanya tadi.
Masuk ke mobil, Meidina langsung menancapkan gas.
"Mei lo kenapa sih?
Kalo lo gak mau, kan gua mau!"
"tai lo Trid! Pake nanya kenapa lagi lo?
Masa gua diem aja lo di barter segaw! Lo pikir gua gila!" tukas Meidina menjengek.
-------
dalam kamar, Astrid duduk di lantai menyender pintu.,
kabel bekas mengikat lengan, insullin masih menancap ditanganya.
Harusnya ia ngefly? Tapi butiran-butiran embun mengalir dari matanya.
"kenapa? Kenapa? Lo bilang gua tega?
Padahal lo lebih tega dari gua" isak Astrid.
"Meidina menyender kasur, tanganya bekerja meracik heroin ke dalam insullin.
Ia menancapkan insullin tanpa bantuan ikatan pada lenganya.
"udahlah Trid! Pake nangis segala lo!
Orang wakap mah seneng! Malah pake acara nangis segala lo!" sahut Meidina dingin.
"apa lo bilang? Bang'sat lo Mei! Gak punya hati apa lo!" marah Astrid, membanting insullin.
Darah sedikit mengalir dari insullin yang terbanting dilantai.
"gak usah pake sewot dong!
Kalo mau marah-marah sono dikamar lo aja! Bikin kamar gua berantakan! Bikin ganggu pedaw gua aja lo!" ketus Meidina dingin, memompa insullin dengan gemetar.
Melihat tangan Meidina yang masih gemetar padahal sudah memompa berkali-kali.,
perasaan Astrid tambah bergetar, getaran hatinya bergejolak mengikuti gemetaran tangan Meidina.
Perlahan ia duduk disebelah Meidina, merangkul adiknya, isakan tangis Astrid menjadi-jadi.
Meidina mengusap rambut Astrid, mencoba tersenyum tapi akhirnya bibir Meidina bergetar, tangisnya pecah mengiringi tangisan Astrid.
"kenapaa! Kenapa lo Mei?
Waktu gua mau kasih motherboard gua ke Aris si bang'sat lo larang?
Tapi lo malah tuker ama motherboard lo?
Lo.., lo bilang lo gila kalo ngebiarin gua ngasih motherboard ke Aris?
Terus lo diem-diem balik lagi ke tempat Aris, nuker ama motherboard lo?
Lo mau bikin gua jadi gila Mei?" tangis Astrid menusuk pendengaran.
"udah Trid, kan tadi gua bilang.,
lo kan masih virgin, gua kan kagak, jadi santai aja" ucap Meidina, menenangkan.
Astrid menatap Meidina tajam, mengukur kebohongan dalam perkataanya.
"udah lo gak usah ngasih alesan yang bikin nenangin gua!
Gua tahu lo juga masih virgin, Mei"
tahu kalo tak bisa membohongi Astrid, Meidina menangis sepuasnya.,
ia mau berusaha tegar dihadapan Astrid, padahal batinya tersiksa.,
masih teringat wajah memuakan Aris sebelum menikmati tubuhnya.
Yang paling menyakitkan perkataan sesudahnya.
“nih lo ambil segaw, selama motherboard lo masih enak.,
gua masih mau barter kok say.,
itung-itung kagak rugi gua dapat ngerasain motherboard virgin”
kini Astrid sudah tahu kebohongannya yang berpura-pura sudah tak virgin.,
ia memuaskan tangisnya dalam rangkulan Astrid.
Apa yang mereka dapatkan?
Awalnya mencari kepuasan heroin dalam darah?
Akhirnya darah mengalir? Dari matanya? Dari motherboardnya? Dari hatinya?
Sepintas mereka sadar drugs menghancurkan mereka.,
kecepatan penghancuran drugs melebihi kecepatan jet tempur.,
kalau mereka berpikir masalah bisa selsai pada hari itu?
Mereka harus bersiap dengan tabrakan masalah berikutnya!
Benturan masalah takkan pernah selsai selama masih terjerat rantai iblis.
Bersambung..
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.