Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#2175
PART 101
Tak ada gading yang tak retak, tak ada bisul yang tak pecah, tak ada tuyul yang tak botak. Gw merasa Tuhan benar benar menjatuhkan gw sejatuh jatuhnya lantas menenggelamkan gw bersama rasa penyesalan yang teramat besar. Musibah itu seketika memupus segala rencana yang telah gw susun dengan rapi dan matang. Juga memupus harapan orang tua gw agar anak lelaki satu satunya ini bisa foto bersama menggunakan toga. Mulai hari itu juga status gw bukan lagi sebagai mahasiswa. Gw dianggap mengundurkan diri dari kampus lantaran tak mampu membayar uang kuliah.

Sudah satu minggu ini gw nggak nafsu makan, tidur pun tak pernah nyenyak. Bayang bayang kekecewaan itu selalu menghantui dikala gw tengah menyendiri di kamar. Akibatnya kedua kelopak mata gw sedikit menghitam. Ditambah rasa pusing dan mual yang efeknya terasa di siang hari. Gw mencoba ikhlas dengan apa yang sudah terjadi. Tapi hati ini selalu berontak dan kekeuh tak mau menerima kenyataan dengan lapang.

Siang itu gw berada disini, di sebuah danau yang terletak di pinggiran Cibinong. Danau yang tidak terlalu besar, tapi tempat ini sangat cocok untuk melepaskan beban fikiran gw yang sangat mengganggu. Disini gw tidak sendirian, di samping gw ada seorang gadis cantik yang selalu menemani gw dengan segala canda tawa serta keceriaannya.

"Naek bebek yuuk!!" Ajak dia.

"Hah? Bebek?"

"Iya tuh disana. Kayanya seru..." Tunjuk dia ke salah satu perahu bebek.

"Males ah. Itu kan mesti di goes kayak sepeda biar bebeknya jalan." Ujar gw.

"Iih kamu mah. Apa apa males, apa apa males..." Gerutu dia sambil pasang wajah cemberut.

"Kalo mau naek, naek sendiri aja sono." Ucap gw cuek.

"......" Bunga manyun.

"Yaudah ayo...Kerjaan kok manyun mulu!!" Gw balik menggerutu.

"Asiiiik...."Teriaknya dengan wajah girang.

"......" Gantian gw yang manyun.

Kami berdua tiba di salah satu bot untuk menyewa satu perahu bebek. Setelah membayar beberapa ribu rupiah dan urusan dengan yang punya bebek selesai, kami berdua langsung menaiki bebek berwarna kuning. Bunga terlihat sangat bersemangat menggoes perahu ini. Dia ingin cepat sampai di tengah danau untuk menikmati pemandangan di sekitar danau. Sementara gw menggoesnya rada males malesan.

"Kesana yuuk..." Pinta dia sembari menunjuk ke arah ujung danau yang jauh.

"Jangan jauh jauh ah. Ntar kelelep ga ada yang nolongin!" Ujar gw.

"Yaudah deh kesitu aja yang deket.."

"......"

Gw membelokkan perahu ke arah yang kita tuju lalu mulai menggoes lagi. Entah kenapa semakin lama kaki ini terasa berat sekali untuk menggoes. Kemudian gw menoleh, gw lihat Bunga malah bengong ngeliatin gw susah payah ngegoes sendirian.

"Berat ya?" Tanya dia.

"Pikir aja sendiri...." Gerutu gw.

"Hahaha...."

Tak lama kemudian gw lihat bunga mulai menggoes lagi. Dan kali ini kaki gw terasa lebih ringan.

"Jar?" Panggil dia.

"Ya..."

"Sekarang enteng?"

"......." Gw hanya tersenyum.

"Kalo kamu goes sendirian berat kan?"

"Ya iyalah berat! Segala pake nanya!" Gw menggerutu lagi.

"Hahaha...." Dia tertawa lagi.

"Nggak lucu Bunga!!" Protes gw.

"Tenang aja kan ada aku." Ucapnya lalu lanjut menggoes.

"Hemm...." Gumam gw.

"Kalo kamu ngerasa berat buat ngegoes sendiri, aku nggak bakal biarin kamu ngegoes sendirian!" Dia makin semangat menggoes.

"......."

"Aku tau masalah ini berat buat kamu. Sulit buat kamu..." Ujarnya.

"....."

"Tapi nggak ada yang berat di dunia ini kalau kita hadapin sama sama."

"Sama sama?"

"Iya...Bebanmu, bebanku juga. Sama kaya apa yang kita lakuin sekarang. Ngegoes perahu ini."

Gw tersenyum mendengarnya, bersyukur masih ada Bunga yang rela berbagi dengan gw disaat gw terpuruk jatuh seperti sekarang. Dan disaat seperti ini, kesetiaan seorang wanita sedang benar benar diuji. Apakah dia bisa bertahan dengan keadaan gw yang sekarang, atau berlalu pergi meninggalkan gw.

Obrolan kita sudah terlanjur sampai sejauh ini. Lantas terbesit di fikiran gw untuk banyak berbicara padanya. Gw cuma mau meyakinkan diri gw sendiri kalau Bunga memang seaeorang yang sangat gw harapkan untuk saat ini dan seterusnya.

"Bunga..."

"Hemm..."

Sejenak gw menghentikan aktifitas menggoes, lalu berpaling ke kanan menghadap Bunga.

"Kuliah aku udah gagal. Kamu tau kan aku cuma lulusan STM?"

"Iya. Kenapa gitu?"

"Aku bingung sama rencana kita ke depannya nanti bakalan kaya gimana. Dengan keadaan aku yang kaya begini, aku malu buat 'meminta' kamu dari orang tua kamu."

"Kenapa mesti malu?" Tanya dia.

"....." Gw tak menjawabnya.

"Kamu pernah bilang kan ke aku, kalau rencana dan cita cita itu ibarat kapal kapalan kertas."

"......."

"Tentu kapal itu dibikin supaya bisa diterbangin ke arah yang kita mau. Iya kan?"

"Iya..."

"Tapi, bukankah kapal itu selalu belok ke arah yang lain? Ke arah yang tidak kita mau?"

"Nah itu dia. Sekarang aku udah terlanjur belok ke arah lain... Ke arah yang nggak aku mau." Timpal gw.

"Maka dari itu. Kamu harusnya bikin kapal dari kertas yang bagus, lipatan yang sempurna, dan seimbang."

"......"

"Kenapa begitu? Supaya ketika kapal itu kita lempar, dia bisa terbang ke arah yang kita mau."

"......."

"Jadi........" Ucapnya tertahan.

"Jadi apa?" Tanya gw.

"Mulai sekarang, yuk kita bikin kapal kapalan yang bagus...." Ucapnya seraya tersenyum.

"Tapi maaf Bunga, aku udah terlanjur bikin kapal kapalan yang jelek...."

"Hahaha. Stok kertas di dunia ini nggak bakalan habis kalii...Tinggal bikin aja yang baru. Masih banyak waktu kok..." Ujarnya.

"....."

"Kamu yang siapin kertasnya, aku yang buat kapalnya, lalu kita terbangin sama sama. Dari 1000 percobaan aku yakin bakal ada 1 kapal yang berhasil."

Ah Bunga, dia bener bener bisa ngebangkitin semangat gw. Nggak kerasa gw malah jadi bengong, gw nggak bisa berkata apa apa lagi. Reflek gw langsung memeluknya erat sekali. Gw nggak peduli kalau sampai ada orang ngeliat dan mempunyai fikiran negatif terhadap kami berdua. Gw nggak peduli! Gw cuma mau meluk dia.

"Hiiii lepas!!" Teriak dia.

"Sebentar lagi..."

"......"

"Aku nggak tau mesti bilang apa ke kamu."

"Lepas dulu! Aku nggak bisa napas..."

"Bentaar!"

"Ntar diliat orang gimana?"

"Bodo!"

"Ntar kita dikira lagi mesum gimana?"

"Biarin!"

"Haduuh kalo mau rudapaksa aku jangan disini please!!"

Reflek gw melepas pelukan lalu menatapnya penuh nafsu. Gw perhatikan Bunga malah nyengir kuda.

"Yaudah pulang dari sini kita cari hotel bintang tujuh..."

"Ngapain?" Tanya dia heran.

"Aku mau rudapaksa kamu disana!" Ucap gw datar.

Raut wajahnya berubah sedikit menyeramkan. Lalu tiba tiba,

"GELEPOK!!!!" Gw digampar.

"Adaw sakit Bung!! Aku kan cuma becanda..."

"Becandanya kelewatan!!"
Diubah oleh javiee 25-02-2015 22:44
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.