- Beranda
- Stories from the Heart
Kelakuan Anak Kuliah
...
TS
pujangga1000
Kelakuan Anak Kuliah
Quote:
Quote:
Quote:
----------------------------------------------------------------------------------
========================================
pujangga1000
Diubah oleh pujangga1000 19-09-2016 03:37
yusrillllll dan 23 lainnya memberi reputasi
22
3.9M
7.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pujangga1000
#1390
Further step 3
Apa hidup gue semakin indah? Jelas donk. Indah banget malah. Uda lama gue gak seperti ini dengan seorang wanita. Maksud gue itu kayak sms ato telp yang isinya "gak penting", tapi kita tetap melakukannya. Seperti misalnya ini,
"Bang, rambutnya dipotong gih, panjang gitu"
dari Una
"Ngapain? jelek ah kalo pendek"
to Una
"Ya biar keliatan lebih rapih bang"
dari Una
"Males ah
"
to Una
"Ihhh! Apa-apa males!!"
dari Una
Ato misalnya gini,
"Neng, suara kamu kayaknya sengau gitu"
to Una
"Emang iya bang? Ehemm.. hemmm... "
dari Una
"Kamu panas dalam?"
to Una
"Bisa jadi sih bang"
dari Una
"Tuh kan, kebanyakan makan gorengan sih, minum yg banyak gih"
to Una
Gak penting kan? Gak penting banget! Tapi gue bahagia melakukannya. Entah apa alasannya, tapi gue ngerasa seperti itu. Well, kalian juga pasti pernah mengalami masa-masa seperti ini. Ketika kita memberi perhatian kepada pasangan, entah itu dengan atau tanpa status. Lalu perhatian kita juga dibalas. Agak gimana gitu perasaan ini. Walaupun ini cuman permainan yang dimainkan Una, tapi jujur, gue terbuai permainannya.
Bicara soal pulsa telepon/sms. Jangan bayangkan gue hidup dizaman ponsel masih merupakan barang mahal. Zaman gue sih ponsel uda berjamur, tapi ya sebatas sms ato telpon. Zaman gue ini, ada salah satu operator yang ngasih 100 sms gratis sehari kalo kita isi pulsa 100rbu tiap bulan. Supaya gak bingung soal settingannya zamannya. Sedikit clue aja, hp gue n-gage QD dan hp Una itu nokia 7610. Kebayang lah gimana settingan zaman itu
***
Mendekati Januari akhir, perkuliahan semester baru akan segera dimulai. Soal nilai semester satu gue, boleh dibilang memuaskan. IP gue 3.62. Lumayanlah ya untuk ukuran mahasiswa semacam gue. Mengingat gue berantem pas mid-term, dapat surat peringatan pula. Ada beberapa hal yang bikin gue kesel. Salah satunya nilai Agama gue. Bayangin satu kelas yang isinya 50an orang itu 80% nya dapet A dan gue dapet sisanya coba!
Suatu sore,
"Boy, lo nganggur gak? Jemput gue di stasiun donk"
dari Wawan.
Wawan balik ke kampungnya pas liburan ini. Setelah gue mendapat restu dari first lady gue kalo hari ini gak bisa dinner bareng dan mengiyakan permintaan Wawan, gue pun berangkat ke stasiun tugu.
Pundak gue ditepuk ketika gue sedang duduk diatas motor kece gue,
"Hoy! Melamun aja lo" Sapa Wawan
"Yo broo, apa kabar lo hahaha" Gue menjabat tangannya
"Motor siapa nih? Baru kayaknya"
"Motor gue lah
"
"Buset, nyolong dimana lo?" Cela Wawan
"swt..."
Karena waktu uda menunjukkan hampir jam 7 malam dan perut kita berdua udah manggil-manggil buat diisi, kita putuskan buat makan diangkringan sekitar stasiun tugu. Sepengetahuan gue, yang terkenal diangkringan sini adalah kopi josnya. Sebenarnya ini kopi biasa doank. Nah yang bikin unik adalah kopi ini dicelupin arang yang masih panas alias bara merahnya keliatan. So karena kecelup dalam air, arang itu bunyinya "jooooooosss", maka disebutlah Kopi Joss. Soal rasa sih sama aja menurut gue, cuman ya kadang ketelen serbuk-serbuk halus arangnya lah
Selagi menikmati santap malam kita,
"Boy, cewe gue gak tau soal Una" Kata Wawan
"
"
"Iya, dia gak tau, gak berani nanya juga, kan privasi Una"
" ohhh "
Mungkin karena respon gue yang tidak seheboh dulu, Wawan mulai penasaran, lalu bertanya
"Uda gak ada feeling lagi lo sama Una?" Tanya Wawan
"
" Gue senyum lebar
"Bagus lah, cari cewek lain aja" Lanjut Wawan
"
"
"Bukaaaan, lo pikir gue megang hp, smsan sama siapa dari tadi?" Kata gue
Emang gue sedari tadi selalu megang hp ditangan..
"
" Wawan bingung
"Ya Una lah
"
"
"
"Serius lo?" Wawan gak percaya
"Yoyooooi.."
"Hebat lo ya, gue aja gak pernah dibales sama Una" Kata Wawan
"
"
"Maksud lo?" Gue penasaran
"
" Wawan terkejut
"
"
"Dulu gue sempat nyoba pdkt sama Una hehe" Kata Wawan
"
"
"Kok bisa, bukannya lo dari awal suka Widya?" Tanya gue penasaran
"Lo tau sendiri mereka dekat. Gue awalnya emang suka Widya, tapi Una lebih menggoda iman bro
" Jelas Wawan
"
"
"Ya bagus lah kalo Una ngerespon lo, trus kapan mau lo tembak?" Tanya Wawan
"Gue mesti mastiin dulu donk dia bener suka apa ngak sama gue"
"
"
"Lo bodoh Jek!" Kata Wawan
"
"
"Gini ya gue jelasin, kalo kita lagi ngumpul trus gue goda Una, respon dia gimana?" Tanya Wawan
"Balas godain elu"
"Trus kalo lo yang goda dia?" Tanya Wawan lagi
"Ya dia balas godain gue juga lah"
"Trus kalo gue sms dia, gue dibales gak?" Tanya Wawan
"Kata lo tadi, dia gak bales"
"Nah kalo lo yang sms?"
"
"
"Itu uda tanda-tanda Jek! Buruan lo tembak lah anaknya! Nunggu apa lagi???" Wawan semangat

"Bang, rambutnya dipotong gih, panjang gitu"
dari Una"Ngapain? jelek ah kalo pendek"
to Una"Ya biar keliatan lebih rapih bang"
dari Una"Males ah
"
to Una"Ihhh! Apa-apa males!!"
dari UnaAto misalnya gini,
"Neng, suara kamu kayaknya sengau gitu"
to Una"Emang iya bang? Ehemm.. hemmm... "
dari Una"Kamu panas dalam?"
to Una"Bisa jadi sih bang"
dari Una"Tuh kan, kebanyakan makan gorengan sih, minum yg banyak gih"
to UnaGak penting kan? Gak penting banget! Tapi gue bahagia melakukannya. Entah apa alasannya, tapi gue ngerasa seperti itu. Well, kalian juga pasti pernah mengalami masa-masa seperti ini. Ketika kita memberi perhatian kepada pasangan, entah itu dengan atau tanpa status. Lalu perhatian kita juga dibalas. Agak gimana gitu perasaan ini. Walaupun ini cuman permainan yang dimainkan Una, tapi jujur, gue terbuai permainannya.
Bicara soal pulsa telepon/sms. Jangan bayangkan gue hidup dizaman ponsel masih merupakan barang mahal. Zaman gue sih ponsel uda berjamur, tapi ya sebatas sms ato telpon. Zaman gue ini, ada salah satu operator yang ngasih 100 sms gratis sehari kalo kita isi pulsa 100rbu tiap bulan. Supaya gak bingung soal settingannya zamannya. Sedikit clue aja, hp gue n-gage QD dan hp Una itu nokia 7610. Kebayang lah gimana settingan zaman itu

***
Mendekati Januari akhir, perkuliahan semester baru akan segera dimulai. Soal nilai semester satu gue, boleh dibilang memuaskan. IP gue 3.62. Lumayanlah ya untuk ukuran mahasiswa semacam gue. Mengingat gue berantem pas mid-term, dapat surat peringatan pula. Ada beberapa hal yang bikin gue kesel. Salah satunya nilai Agama gue. Bayangin satu kelas yang isinya 50an orang itu 80% nya dapet A dan gue dapet sisanya coba!

Suatu sore,
"Boy, lo nganggur gak? Jemput gue di stasiun donk"
dari Wawan.Wawan balik ke kampungnya pas liburan ini. Setelah gue mendapat restu dari first lady gue kalo hari ini gak bisa dinner bareng dan mengiyakan permintaan Wawan, gue pun berangkat ke stasiun tugu.
Pundak gue ditepuk ketika gue sedang duduk diatas motor kece gue,
"Hoy! Melamun aja lo" Sapa Wawan
"Yo broo, apa kabar lo hahaha" Gue menjabat tangannya
"Motor siapa nih? Baru kayaknya"
"Motor gue lah
""Buset, nyolong dimana lo?" Cela Wawan
"swt..."
Karena waktu uda menunjukkan hampir jam 7 malam dan perut kita berdua udah manggil-manggil buat diisi, kita putuskan buat makan diangkringan sekitar stasiun tugu. Sepengetahuan gue, yang terkenal diangkringan sini adalah kopi josnya. Sebenarnya ini kopi biasa doank. Nah yang bikin unik adalah kopi ini dicelupin arang yang masih panas alias bara merahnya keliatan. So karena kecelup dalam air, arang itu bunyinya "jooooooosss", maka disebutlah Kopi Joss. Soal rasa sih sama aja menurut gue, cuman ya kadang ketelen serbuk-serbuk halus arangnya lah

Selagi menikmati santap malam kita,
"Boy, cewe gue gak tau soal Una" Kata Wawan
"
""Iya, dia gak tau, gak berani nanya juga, kan privasi Una"
" ohhh "
Mungkin karena respon gue yang tidak seheboh dulu, Wawan mulai penasaran, lalu bertanya
"Uda gak ada feeling lagi lo sama Una?" Tanya Wawan
"
" Gue senyum lebar"Bagus lah, cari cewek lain aja" Lanjut Wawan
"
""Bukaaaan, lo pikir gue megang hp, smsan sama siapa dari tadi?" Kata gue
Emang gue sedari tadi selalu megang hp ditangan..
"
" Wawan bingung"Ya Una lah
""
""Serius lo?" Wawan gak percaya
"Yoyooooi.."
"Hebat lo ya, gue aja gak pernah dibales sama Una" Kata Wawan
"
""Maksud lo?" Gue penasaran
"
" Wawan terkejut"
""Dulu gue sempat nyoba pdkt sama Una hehe" Kata Wawan
"
""Kok bisa, bukannya lo dari awal suka Widya?" Tanya gue penasaran
"Lo tau sendiri mereka dekat. Gue awalnya emang suka Widya, tapi Una lebih menggoda iman bro
" Jelas Wawan"
""Ya bagus lah kalo Una ngerespon lo, trus kapan mau lo tembak?" Tanya Wawan
"Gue mesti mastiin dulu donk dia bener suka apa ngak sama gue"
"
""Lo bodoh Jek!" Kata Wawan
"
""Gini ya gue jelasin, kalo kita lagi ngumpul trus gue goda Una, respon dia gimana?" Tanya Wawan
"Balas godain elu"
"Trus kalo lo yang goda dia?" Tanya Wawan lagi
"Ya dia balas godain gue juga lah"
"Trus kalo gue sms dia, gue dibales gak?" Tanya Wawan
"Kata lo tadi, dia gak bales"
"Nah kalo lo yang sms?"
"
""Itu uda tanda-tanda Jek! Buruan lo tembak lah anaknya! Nunggu apa lagi???" Wawan semangat

jenggalasunyi dan 5 lainnya memberi reputasi
6
