Kaskus

Story

mikhaellafezyAvatar border
TS
mikhaellafezy
when its too late to regret
when its too late to regret
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:




when its too late to regret


when its too late to regret


Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh mikhaellafezy 15-04-2015 16:38
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
35.9K
327
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
mikhaellafezyAvatar border
TS
mikhaellafezy
#48
in memoriam Mutiara Tunggal Eva Ghassani
sebenarnya aku lebih suka memanggil dia eva, tapi kata Yudha itu nama pemberian papanya, jadi dia tidak suka adik kecilnya ini dipanggil Eva. wajahnya sangat cantik, kalau disuruh menggambarkan, coba saja bayangkan muka laudya cintya bella dengan rambut panjang tipis dan badan kurus, begitulah Tiara, si bungsu dari keluarga Yudha. Tiara sangat suka tersenyum dengan siapa saja yang ditemuinya, dia sangat ramah meskipun untuk berbicara saja susah baginya. dia pernah bercerita padaku kalau cita citanya adalah menjadi guru seperti mamanya, tapi ia ingin menjadi guru TK, karena tiara sangat suka dengan anak kecil, anak kecil itu jujur dan masih susah berbicara seperti dia, begitu katanya. selama hidupnya Tiara sangat ingin menjelajah dunia luar, dia suka bertemu orang orang, dia suka melihat hijau pepohonan, dia juga suka kalau terkena angin, itulah mngapa dia selalu menantikn saat kontrol ke rumah sakit tiap bulannya. Tiara sebenarnya gadis yang pintar, shes's good in english, entah sejak kapan dia belajar, yang jelas kemampuan bahasa inggrisnya jauh lebih baik dari Yudha.

dari beberapa cerita Tiara, aku bisa melihat kalau dia lebih sayang pada Endry daripada Yudha, dia bilang, dulu Endry setiap sore mengajaknya keluar ke taman, Endry mengajak teman temannya kerumah, dan selalu mengenalkan Tiara pada pacarnya. sementara Yudha lebih senang menemani Tiara dirumah, dan dia banyak menceritakan gadis sbelumnya, tapi hanya aku yang pernah dibawa kerumah dan dikenalkan pada Tiara. Tiara pernah menyangka Yudha malu memilikinya, padahal sebenarnya tidak, mungkin yudha hanya terlalu sibuk shingga tidak sempt membawanya setiap sore ke taman. bukannya ia malau memiliki Tiara, namun seperti yang selama ini aku rasakan, Yudha tidak terlalu suka membagi kehidupan pribadinya ke khalayak umum, sebagaimana aku yang juga dia sembunyikan dari dunianya.

"kak, aku panggilnya mba aja ya, aku kan ga punya kakak perempuan" kira kira begitulah yang dikatakan Tiara dengan kata kata yang ia campur dengan bahasa isyarat,

"iya cantik, mau manggil mba apa aja boleh kok, mba kan juga ndak punya adek cewek, o iya kalo panggil faris ngga usa pake kak, dia juga seumuran sama kamu kok dek" jawabku pelan,

"mba, kalo nanti mba marah sama mas Yudha, inget aku ya mba. mba harus pertahanin mas Yudha ya mba, dia itu sayang banget sama mba, walaupun dia pengen ninggalin mba, suruh dia inget ke aku, mba itu ga akan ada ganntinya." lanjutnya, aku cuma diam ketika Tiara bilang seperti itu, segitu sayangnya Tiara sama aku sampai dia bilang seperti ini. aku cuma meluk Tiara sambil terharu,

"i'll hold him as possible as i could" itulah janjiku pada Tiara.

"mba, kemaren aku di datengin mas Endry"....................

itulah yang terakhir kami bicarakan sebelum Tiara masuk rumah sakit, 10 hari yang lalu, ini sudah hari ke lima dia terbaring di ICU, dia tidak sama sekali sadarkan diri, sampai pagi itu, hari minggu aku dan Yudha menunggui tiara sejak semalam, biar mamanya istirahat sementara.

"Cha, aku beliin sarapan dulu ya, kamu mau disini apa ikut?" kata Yudha pagi itu.

"aku disini aja ya Yud, kamu ati2" jawabku,

kemudian yudha beranjak sambil tersenyum, syukurlah di keadaannya yang seperti ini dia masih memiliki senyum manisnya itu, sebelum keluar dia mencium keningku,"Maaf ya bikin kamu capek"

ku pegang pipinya "engga kok Yud, aku ngga capek" lalu Yudha keluar untuk membelikanku sarapan, hari itu tepat jam 7, saat jari Tiara mulai bergerak.

segera ku genggam tangannya, dingin sekali, "dek, ini mba dek, maaf ya kemarin mba belum sempet kerumah, ini sekarang mba disini." dia terlihat membuka matanya sedikit demi sedikit, dia tersenyum dan menyambut genggamanku.

segera kupanggil suster yang berjaga, agar melihat kondisi Tiara. datang juga dokter jaga untuk mengobservasi Tiara, sementara aku menunggu di depan. saat Yudha datang, ia tampak berlari ke arahku, aku langsung memeluknya dengan haru bahagia.
"telpon mama Yud, dek ara sadar" kataku dengan wajah sumringah, Yudha langsung menangis haru dan menelpon mamanya. kemudian dokter keluar

" kondisinya cukup stabil, dia sudah bisa diajak bicara, tapi dia juga masih butuh istirahat" kata dokter,

"terimakasih, dok" jawab Yudha sambil tersenyum, kemudian kami masuk ke kamar tiara. kulihat selang besar yang tadi masuk di mulutnya sudah diambil, dan senyumnya kini terlihat semakin jelas.

15 menit berselang mama Yudha datang, dia langsung menggenggam tangan Tiara, dan mengajak tiara bicara banyak, hari itu kami semua bahagia, bahagia karena Tiara sadar. tepat pukul 11, Yudha mengantarku pulang, dia juga istirahat sebentar dirumah, dan kami makan siang bersama, bersebelahan di depanTv, kebetulan Rumah sedang kosong karena ayah, ibu dan faris pergi ke rumah sakit setelah ku beri tahu Tiara sudah sadar, seperti biasa kami makan dengan nasi goreng buatanku.
"tau banget kesukaanku nih, emang ga salah aku milih" kata Yudha sambil melahab makanan di depannya. aku cuma tersenyum ,"makasih ya cha, keluargamu uda baik banget sama keluargaku, aku sayang kamu, Cha"

"aku juga sayang kamu Yud, keluargaku juga sayang kamu" jawabku sambil memandangnya dengan penuh perhatian.

"Ara pernah bilang kalau aku ga boleh ninggalin kamu, kalo di hatiku ada perasaan oengen ninggalin kamu, aku harus inget tiara, dan aku harus mikir kalo kamu ga akan ada gantinya, dan sekarang aku tau kalo kenyataanya emang gitu Cha, kamu ga akan pernah ada gantinya" dan wajah kita makin mendekat dan mendekat sampai sangat dekat,dan hampir bertemu saat hapeku berdering.
-----------------------------------------------------------------------

Quote:


-----------------------------------------------------------------------------

terimakasih untuk yang membaca cerita ini dan turut mendoakan Tiara, aku yakin dia sekarang lebih bahagia disana
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.