Kaskus

Story

mikhaellafezyAvatar border
TS
mikhaellafezy
when its too late to regret
when its too late to regret
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:




when its too late to regret


when its too late to regret


Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh mikhaellafezy 15-04-2015 16:38
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
35.9K
327
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
mikhaellafezyAvatar border
TS
mikhaellafezy
#47
GWS Ara
"mbak, mas Yudha barusan kerumah, katanya dek Ara masuk rumah sakit, tadi mas Yudha mau ngajak mbak kesana, ini ibuk mau ke rumah sakit sama ayah"

kalimat itu benar benar memberikan pukulan telak, kebahagiaanku atas pengumuman seleksi tadi hancur sudah.

tampak ibuku merangkul mama Yudha yang bersandar di pundaknya sambil menangis, sementara ayah menguatkan Yudha di bangku seberangnya. kulihat matanya basah dan sembab, sambil menangis kupeluk dia. tangisannya tambah keras ketika berada di pelukanku. beberapa saat kemudian mama Yudha pingsan setelah menjerit keras, kami semua bingung, untung ada ayah ibu disana, jadi kami tidak kebingungan mengurus mama Yudha. sementara mama Yudha dibawa ke ruang pemulihan, aku dan Yudha menunggu di depan Ruang IGD tempat Tiara sedang menerima pertolongan, sampai dokter keluar dan menyatakan Tiara dalam posisi kritis.

dari kaca pintu kulihat tiara dalam keadaan yang sangat lemah,aku teringat kemarin dia minta dibelikan bubur kacang hijau kesukaannya tetapi belum aku belikan karena aku belum sempat mampir ke rumahnya, aku sibuk mengurusi tes akhir semesterku. aku tidak tega melihatnya diantara selang dan mesin mesin itu. Yudha masih tertunduk di kursi, tapi kali ini tangisnya sudah mereda, dengan suara sengau, ia menceritakan kejadian tadi pagi,

"aku barusan selesai mandi, Cha, aku sempetin liat berita bola sebentar di ruang tengah. Mama masih di dapur nyiapin sarapan buat Ara. padahal sebelum mandi aku masi ajak ngomong Ara, dia bilang nanti siang suruh bawa kamu kerumah, tapi aku bilang kalo kayaknya hari ini kamu mau ngurusin seleksi. Ara bilang suru nunggu sampe kamu selese ngurus seleksi biar bisa kerumah bareng. Tapi setelah aku mandi terus mama masuk ke kamar Ara, dia uda kejang Cha, sambil matanya melotot" Yudha cerita sambil sesenggukan dan kemudian menutupi mukanya dengan tangannya

"sabar ya Yud, aku gatau harus ngomong gimana lagi, aku cuma bisa kasi kamu support, aku cuma bisa kasi doa ke Tiara" aku berusaha kuat agar bisa menguatkan Yudha. "kamu kuat Yud , istighfar ya" kupeluk tubuh Yudha yang dingin, terasa beban yang ia tanggung, berat.

sesaat kemudian ayah menghampiri kami, "mas, mama dah sadar, dia lagi sama tante. kamu disini dulu aja, takutnya kalo kamu kesana nanti mama nangis lagi" ayah kemudian memeluk Yudha, "yang sabar ya mas, ini ujian buat keluarga kalian, om doain Tiara dan mama baik baik aja ya"

Yudha cuma mengangguk sambil menangis, bahkan mata ayah pun terlihat basah, apalagi aku. Kupikir kejadian ini hanya bisa kulihat di sinetron, ternyata sekarang aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, tragedi yang begitu memilukan, tak bisa kubayangkan bagaimana perasaan Yudha saat itu, pedih, sakit, bingung sudah pasti, andaikan bebanmu bisa kau bagi Yud, aku bersedia menawarkan pundakku untuk memikulnya bersama.

Yudha terlihat sangat stress , dia bingung harus bagaimana sementara duia juga tidak mampu berbuat apapun. disaat seperti ini aku cuma bisa memberikanya support, keluarga ini sudah tidak mempunyai siapapun, kakek nenek Yudha sudah meninggal sementara Mamanya anak Tunggal, entah siapa lagi yang bisa mereka mintai tolong. untunglah keluargaku dengan tulus mau membantu Yudha, jadi selama Tiara di rumah sakit kami gantian menjaganya. ketika mamanya harus kerja, ibuku membantu menjagakan Tiara, sepulang sekolah aku kesana dan terkadang faris, adikku juga ikut kesana, malamnya giliran Yudha berjaga sampai pagi.

dalam hatiku cuma ada satu permintaan, semoga penderitaan keluarga ini segera disudahkan, kasihan Yudha, menjelang ujian nasional dia diberi cobaan yang sedemikian kuat. Yang kuat Yud, cepet sembuh dek Ara.
Diubah oleh mikhaellafezy 17-02-2015 11:04
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.