Kaskus

Story

mikhaellafezyAvatar border
TS
mikhaellafezy
when its too late to regret
when its too late to regret
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:




when its too late to regret


when its too late to regret


Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh mikhaellafezy 15-04-2015 16:38
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
35.9K
327
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
mikhaellafezyAvatar border
TS
mikhaellafezy
#31
happy bday Yudha, im surprised
Setelah hari itu aku makin sering ke rumah Yudha, terkadang sepulang sekolah aku langsung kesana, mengunjungi Tiara, aku merasa iba dengan si cantik satu ini, dia seharusnya sekarang sudah kelas 2 SMP, namun karena penyakit yang di deritanya ia sekarang Cuma bisa berbaring di kasur. Meskipun memiliki kekurangan Tiara tak sedikitpun merasa minder, dia suka berteman dengan siapa saja, bahkan dia bilang kalau ingin bertemu lebih banyak orang lagi, namun Yudha tidak pernah mengijinkannya. Dia cerita, kakaknya itu suka menceritakan tentang cewe yang dekat dengannya, tapi baru aku yang ia bawa ke Tiara. Lagi lagi, apa karena dia malu memiliki keluarga seperti ini ? Tapi kenapa dia seterbuka ini denganku? Apa istimewanya aku ?
Bulan ini bulan ketiga hubungan kami, dan bulan ini pula dia ulang tahun yang ke 17, dan aku tau dia sedikit alergi dengan ulang tahun ke 17 mengingat kejadian kakaknya waktu itu. Tapi rasanya aku tak mungki melewatkan ulang tahunnya ini begitu saja, aku berencana memberikan kejutan khusus untuknya.

Pagi itu Hpku berdering, nomor asing, ternyata mama Yudha, memintaku datang besok siang untuk kejutan ulang tahun Yudha, tentu saja aku langsung setuju. Esoknya pagi pagi buta aku bangun untuk membuatkan Yudha roti, setelah semalam ku telpon dia tepat jam 12 malam, aku berniat memberikan roti sepulang sekolah nanti, namun karena keadaan kami saat ini, tidak memungkinkan untukku membuat roti yang besar, aku hanya membuat 4 cupcake dan membawa 17 lilin kecil untuk ku tancapkan nanti.

Hari itu sejak pagi aku tak melihat Yudha di kelas, ternyata dia ada di sekertariat osis, mengurus keperluar bandnya yang akan tampil di acara pensi sekolahku. Sekitar pukul 10 dia baru masuk kelas, seperti biasa dengan senyum manisnya dia menyapaku, tapi entah mengapa aku merasa ada yang salah di hari itu.

seperti biasa kami hendak makan bersama di kelas, namun kali ini, beberapa teman di kelas meminta Yudha untuk traktiran ulang tahun, Yudha menawari makan saat istirahat kedua namun teman teman meminta sepulang sekolah, aku bingung karena nanti sebenarnya akan ada pesta kejutan dirumahnya, namanya kejutan tidak mungkin juga aku bilang, makanya aku Cuma bilang diam diam ke Mama Yudha kalo nanti sepulang sekolah Yudha ada acara.

Seperti orang ulang tahun pada umumnya, hari itu Yudha banyak dikelilingi orang orang, dia hanya punya sedikit waktu bersamaku, bahkan kesannya beberapa cewek di kelasku hari ini sangat lengket dengannya, tapi ah aku tidak mau merusak ulang tahunnya dengan cemburu buta, aku biarkan mereka mendekati Yudha, toh mereka juga tidak tau kalau aku dan Yudha sudah 3 bulan pacaran. Tapi kali ini aku melihat gelagat aneh mereka kok, mereka seperti menyembunyikan sesuatu, begitupun Yudha, dia juga terlihat gelisah hari ini, bahkan dia tidak menawariku untuk ikut acara makan makan sepulang sekolah nanti, tapi yah mungkin karena ini Cuma berisi teman teman gaulnya, jadi rasanya aku juga tidak terlalu berminat untuk ikut.

Bel pulang berbunyi, anak anak di dalam kelas bergegas keluar, juga Yudha, sebelum keluar dia sempat bilang nanti malam akan mengajakku keluar dan menyuruhku dandan cantik kemudian pergi bersama senyum manisnya. Aku sendiri masih menyelesaikan catatanku yang tadi kurang lengkap. Bersamaku masih ada cewe cewe yang akan pergi makan makan bersama Yudha, mereka terlihat membicarakan sesuatu. Sesaat kemudian catatanku selesai dan aku beranjak pulang.

Sampai di parkiran aku ingat cupcakesku tertinggal di laci, karena Yudha akan pergi bersama teman temannya, maka aku berniat memberikannya dirumahnya saja nanti. Tapi betapa terkejutnya aku setelah sampai di lorong kelas, aku melihat Yudha ditarik teman teman cewenya ke kelas dan kemudian di kelas, salah seorang temanku memberikan roti besar berbentuk hati ke pada Yudha, Yudha tidak menolak dan malah santai saja waktu cewek itu memmberikan pelukan selamat padanya. Segera kuambil paper bag berisi cupcakes tadi, Yudha melihatku berlalu, tapi kukira tak mungkin dia mengejarku. Dari jauh aku mendengar mereka bilang “tembak ... tembak.. tembak”. Haaahhhh sakit !
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.