Kaskus

Story

kevinadr04Avatar border
TS
kevinadr04
Claudya.
haloo.. kali ini ane mau nulis cerita baru, dan dengan gaya tulisan yang baruemoticon-Big Grinsetelah sebelumnya dengan cerita DIALOGUE (DIA, LO, GUE) yang nggak kelar, karena ada sesuatu, bukan bermasalah sama tokohnya tapi karena ane udah agak lupa cerita dan kisahnya, makanya nggak ane terusinemoticon-Ngakak (S) insyaAllah, kali ane tulis sampe kelar sambil ngisi liburan kuliah dan belajar nulis. Heheemoticon-Big Grin

PROLOG:

Spoiler for :


INDEX

Spoiler for :

Diubah oleh kevinadr04 01-10-2015 04:14
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
9.6K
61
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
kevinadr04Avatar border
TS
kevinadr04
#22
Claudya Oh Claudya..
Tidak terasa, sudah hari jumat (lagi). itu berarti, malam ini aku bisa berkumpul dengan anak-anak lagi dan pastinya, bertemu dengan claudya. kebetulan hari sabtu aku dan claudya libur sekolah. terakhir kali aku bertemu dengan claudya waktu menemani dia kerumah temannya, karena aku juga tidak terlalu suka bertemu setiap hari dengan pacar, bukan tanpa alasan, melainkan takut menimbulkan kebosanan.
Jam masih pukul 4 sore, aku bosan juga dirumah, mau pergi tapi tak ada tujuan. Saat aku lagi berpikir ingin pergi kemana, tiba-tiba aku teringat dimas. langsung aku sms menanyakan dia ada dirumah atau tidak.

Message:

Kevin : “dim, dimana? Udah pulang kerja belum luh? Gue pengen maen nih.”

Dimas : “udah nih, jemput gue dong di deket MCD kemang.”

Kevin : “idihh.. ngelunjak banget pake minta jemput segala, ngetug(jalan) aja, ngetug, rumah deket juga. Emang motor lu kemana sih?”

Dimas : “ahh..males. motor gue dibawa nyokap gue kerja. Makanya gue minta jemput lu. Haha”

Kevin : “sialan luh. Yaudah, gue kesana nih. Jangan kemana-mana luh.”

Aku bersiap-siap untuk menjemput dimas di tempat tadi ia beritahu. Sebenarnya, kalau bukan karena terpaksa, aku malas menjemput dia, ini karena aku tidak ada tujuan saja makanya aku rela-relakan untuk menjemput dimas.


“nahh.. ini dia yang gue tunggu-tunggu.” Ucap dimas, yang daritadi sedang mengobrol dengan tukang parkir tempat ia kerja.

“bodo amatt. PR banget gue pake jemput luh segala.” Aku menggerutu.

“haha. Gapapa, jarang-jarang lu ngejemput gue.” Dimas naik ke motor.

“halahh..” ucapku singkat.


Aku bersama dimas, sampai juga dirumahnya. Baru kali ini aku dikerjai olehnya, disuruh jemput dia, dan yang lebih bodohnya lagi, aku mau disuruh menjemputnya.

“beli rokok dong dim.” Aku duduk dibangku depan rumahnya.

“mana duitnya?” dimas menadahkan tangan.

“pake duit lu lah.”

“kagak punya duit bro, tanggung bulan.” Dimas memelas.

“ahh.. lu mah awal bulan doang, nyenengin orang. Sisanya malah orang yang kena susahnya.”

“haha. Maklumm.”

“makanya, jangan sok jajanin cewek. Bukan siapa-siapa tapi setiap awal bulan ngejajanin mulu, pake prinsip biar tekor asal kesohor sih luh. makanya pertengahan bulan udah apes. Yaudah, nih..” aku memberikan uang sepuluh ribuan.

“Ini orang kalo dipikir-pikir kenapa nyusahinnya jadi dua kali.” Ucapku dalam hati.


Aku mengobrol-ngobrol dengan dimas di teras, tak lama dimas mengambil gitar di kamar. Dan ia mulai memainkannya, membuat suasana yang saat itu hening menjadi sangat berisik. Dimas bermain gitar tidak terlalu jago, tapi kalau untuk membangunkan orang tidur mungkin yaa bisalah.

“vin.. kemaren gue ketemu ananda.” Dimas menaruh gitarnya.

“ketemu dimana luh?” tanyaku cuek.

“kemaren pas gue makan siang, gue ke sekolahnya. Gue lagi makan bakso, dia baru keluar dari sekolah. ehh..gue dipalakin bakso sama dia. Sialan.”

“haha. Enak dong, dipalakin sama dia.” Aku tertawa.

“enak apaan. Kemaren gue sempet ngobrol sama nganterin dia pulang, dia nanyain lu juga tuh.”

“nanyain apaan?” tanyaku cuek sambil menghisap rokok.

“iya, dia bilang. Sombong banget kevin sekarang, udah nggak pernah bbm lagi. Gitu katanya.”

“lahh..kan dia udah punya cowok, mau ngapain juga gue bbm dia. Lagipula gue juga udah punya Claudya sekarang. Haha”

“gatauu. Haha”

“ahh.udah ah, jangan bahas-bahas dia lagi. Sama lu ngomongin ananda mulu, kampret benerr. Haha”

“HAHA. nanti malem keluar nggak lu?” tanya dimas.

“keluar lah, kan mau ketemu kesayangan gue. emangnya elu, jomblo. Haha” ledekku.

“ngomong sama ember mending sono luh vin.”

"HAHAHA."


tidak terasa adzan maghrib sudah berkumandang, aku memutuskan untuk pulang kerumah. Aku juga sudah tidak memikirkan ananda lagi, karena sekarang aku juga sudah punya claudya. lebih baik aku focus dengan claudya. sebab, menjaga lebih sulit daripada mengejar.

Selesai mandi dan sudah rapi, aku bersiap pergi ke tempat biasa aku berkumpul dengan anak-anak. Tanpa perlu aku tanya anak-anak, pasti sudah ada yang disana lebih dulu daripada aku.

“kamu nanti ketempat biasa yaa.” Sent to Claudya.


aku mengeluarkan motor kesayangan, dan pamit dengan kedua orang tuaku. Kedua orang tuaku sudah pasti tau aku mau pergi kemana, memang aku sudah biasa pergi malam untuk nongkrong dengan teman-teman. Aku mengisi bensin dulu, kulihat jam juga masih pukul setengah delapan, belum banyak juga pasti yang berkumpul. Setelah mengisi bensin, aku memutuskan untuk mampir kerumah sahabatku sebentar, kebetulan juga searah. Motor ku parkirkan di depan gerbang rumahnya, sengaja aku tidak masukkan. Kalau aku masukkan, bisa lama aku dirumah temanku.


“assalamualaikumm..” ucapku menghampiri kursi di teras dan duduk.

“wallaikumsalamm.” Keluar ibu temanku dari dalam rumah.

“ehh..kevin, tumben kesini?” sambungnya.

“nggak, tadi sekalian lewat tante. Lagi pengen mampir aja kesini, emulnya ada tante?” aku bersaliman dengan ibu sahabatku.

“ada tuh di dalem, tadi sih lagi tiduran. Sebentar, tante panggilin dulu.” Ibu sahabatku masuk memanggilkan emul.

“lahh..lu vin, tumben banget lu kesini kamprett. Haha” emul muncul dari balik pintu.

“kagak coy, tadi gue abis ngisi bensin. Gue mampir aja kesini, iseng. Haha” ucapku nyeleneh.

“mau minum apaan luh?” tanya emul.

“kagak usah repot-repot, beer aja kalo ada. Haha”

“sialan, ditawarin minum mintanya malah kurang ajar. Haha sebentar, gue ambil minum dulu.”


Kita berdua mengobrol banyak, mulai dari masa-masa dulu. dimana dulu sepulang sekolah selalu nongkrong diwarung yang ngumpet karena takut ketahuan oleh guru, sampai tidak masuk sekolah naik kereta dari Pasar Minggu sampai Bogor lalu ke Stasiun Kota, bareng-bareng cuma gara-gara baju sekolahku dan saudaraku kotor akibat tanah yang saat itu abis hujan. Saat sedang asik mengobrol, kudapati handphoneku bergetar. Saat kulihat, ternyata claudya menelpon.

“hallo..assalamualaikum.” ucap claudya dari seberang telepon.

“wallaikumsalam, kenapa dy?” tanyaku.

“kamu dimana? Aku udah disini nih daritadi, nungguin kamu.” claudya mengambek.

“aku lagi dirumah temen aku, lagi kamu bukan bbm aja sih kalo udah disitu.”

“aku udah bbm kamu, tapi nggak di read-read, makanya aku telepon kamu.”

Saat aku cek handphoneku sebentar, ternyata ada banyak bbm dari claudya dan juga temanku.

“maaf dy, aku gatau ada bbm. Yaudah aku kesana nihh..”

“yaudah iya, assalamualaikum.”

“wallaikumsalam.” Aku menutup telepon dari claudya.


tidak perlu waktu lama, aku langsung pamit dengan sahabatku untuk menemui claudya. sebenarnya aku masih ingin mengobrol lebih lama, tapi aku sudah berjanji untuk menemui claudya di tempat biasa berkumpul. Sahabatku memaklumi, dia sempat kuajak tapi tidak mau. Karena ia tidak begitu dekat dengan teman-temanku, hanya dekat dengan dimas saja.

“kamuu!! Tadi nyuruh aku kesini, giliran aku kesini. Kamu belum dateng!” claudya menarik kupingku.

“ehh..ehh, iya maap. Hehe” aku hanya menyengir saja.

“makanya, jangan pake mampir-mampir dulu.” claudya masih menarik kupingku.

“iya maaf, lepasin dong ini. Hehe” ucapku dengan tampang orang bodoh.


Awalnya claudya sempat bete karena harus menunggu aku yang belum datang, aku menjelaskan kepada Claudya kalau tadi aku kerumah sahabatku terlebih dahulu, syukurnya dia mengerti dan tidak marah denganku karena aku datang terlambat.

“vin, besok malem ke gor bulungan yuk!” ajak claudya.

“mau ngapain?” tanyaku heran.

“tadi aku dapet broadcast BBM, temen aku main disana. Aku pengen liat dia perform.”

“emang acara apaansih?”

“dance. Hehe” claudya menyengir.

“hett..yaudah liat besok aja.” Ucapku singkat sambil memakan chiki.

“ihh.. tapi aku udah janji sama temen aku mau dateng.”

“idihh..kebiasaan banget, ngambil keputusan sepihak.” Aku langsung melirik ke arah claudya dengan tatapan jutek.

“…..” claudya langsung memasang muka cemberut.

“yaudah, iya besok malem.”

“hehe” claudya kembali tersenyum.


Malam itu akhirnya kita akhiri dengan bernyanyi dengan anak-anak, kebetulan dimas membawa gitar. Entah itu gitar siapa lagi yang ia pinjam, karena kuperhatikan itu bukan gitar dimas yang biasa aku mainkan dirumahnya. Lagipula gitar dimas bukan gitar Acoustic Electtric, melainkan gitar buluk yang tidak ada colokannya.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.