Original Posted By tirta.agung►
Sebenarnya saya bingung sama provider Indonesia, kalo boleh saya bilang, provider Indonesia kayak Smarpret itu isinya nyekik and nipu doang. Kebetulan saya pernah tinggal di Australia untuk beberapa lama dan saya di sana menggunakan Vodafone. Ketika pertama kali berlangganan saya ditawarkan HP dan saya memilih Galaxy S2 (harga di pasaran ketika itu masih sekitar US$550). Untuk mendapatkan HP tersebut saya hanya harus menandatangani kontrak selama 2 tahun dengan Vodafone dan membayar "plan" bulanan sebesar AU$27. Tapi jangan salah sangka dulu,yang dimaksud "plan" di sini bukan biaya cicilan HP, melainkan paket pulsa telepon. Jadi dengan AU$27, saya bebas smsan ke semua provider di Ausie, bebas telpon seharga AU$100 ke semua provider di Ausie, dan paket free internet sebesar 2gb per bulan. Jadi menurut saya adalah suatu kewajaran jika HP saya di-"lock" oleh Vodafone (walaupun dalam waktu 1 hari setelah mendapatkannya, HP tersebut berhasil saya unlock). Dan yang lebih mantapnya lagi, setelah 2 tahun saya habis, saya bisa request HP baru lagi gratis, sedangkan HP lama otomatis jadi milik kita.
Nah coba kita bandingkan dengan paket Andromax punya Smarpret, udah kita disuruh bayar HP itu full, Hp tersebut juga di-"lock" hanya bisa menggunakan nomor Smarpret. Mana HP Andromax dijual hampir 60% di atas, bahkan 100%, harga nett yang didapat dari OEM-nya. Misalkan jika benar Andromax I4 (yang ternyata menggunakan chip MSM8939) dilepas di Indonesia dengan harga Rp. 2.5-3 jutaan, maka per piece Smar mendapatkan untung sekitar Rp. 700.000-1 juta. Kalo agan-agan di sini gak percaya, coba bandingkan dengan Xiaomi atau Micromax YU di India.
Micromax YU baru saja merilis Yureka di India pada awal tahun ini. HP tersebut menggunakan MSM8939 yang OEM-nya adalah CoolPad. Sebetulnya Hp yang sama sudah masuk Indonesia dengan merek Himax Polymer X. Harga HP tersebut di China sekitar RP. 1.2 jutaan dan Micromax menjualnya di India Rp. 1.4 jutaan (harga yang masih masuk akal), namun di jual di Indonesia oleh Himax Rp. 2.9 jutaan. Padahal Micromax YU bekerja sama dengan Cyanogen OS, sehingga membuat Micromax YU Yureka pasti mendapatkan update Android versi terbaru. Lihat saja berapa keuntungan Himax (apalagi tanpa OS support), padahal Himax Indonesia sama seperti Smar tidak beli HP tersebut di China per piece, tapi per bulk. Untuk tipe yang sama juga, Xiaomi menjual produk barunya MI4i (MSM8939) hanya dengan Rp. 1.8-2 jutaan.
Nah pertanyaan saya, WAJARKAH SMARFREN MEN-LOCK HP YANG KITA BELI DAN BAYARKAN SECARA PENUH? Harusnya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berperan di sini. Bukannya ini pembodohan konsumen?
Emang kasihan orang Indonesia, isinya dicekek aja sama pengusaha-pengusaha kurang ajar. Kalau di tanya mereka pasti bilang, "Wong di jual segitu aja laku kayak kacang goreng". Hahahaha, yang satu nyekek, yang lainnya suka dicekek.
Nah, daripada cuma ngelihat teaser build.prop dari agan
Desmanto, berikut saya persembahkan link Full Rom Andromax I4 64 bit yang asli, L1074L.4.01.00.ID11. Rom ini juga bisa digunakan lewat QPST seandainya device hard brick.
Monggo di unduh di http://pan*baidu*com/s/1jGqwHDG (tanda "*" diganti "."), pass: ds1c
Buat agan
Desmanto sebagai salesnya Smarpret, tolong taruh link ini di halaman muka. Sedangkan buat agan-agan yang lain, tolong direupload ke tempat lain biar lebih gampang nyedotnya. Mari kita saling mencekik dan saling merugikan

!!!!
Oya, saya punya beberapa pertanyaan buat agan
Desmanto. Kalau agan gak ada hubungannya dengan SmarPret, dari mana agan dapetin info build.prop apalagi preload apps-nya Andromax I4

? Setahu saya SmarPret atau Hisense gak pernah release overall system source code deh, kalau hanya kernel source Hisense masih mungkin me-"release"-nya. Kalau saya sendiri dapetin link itu dari Google dan kalau agan
Desmanto juga dapetin semua info dari Google, kenapa cuma share teaser

? Setahu saya orang yang udah bisa masuk ke dalam buil.prop apalagi /system/apps/, harus minimal punya sytem.img. Hahaha, apa jangan-jangan agan
Desmanto ngeluarin infonya perlahan-lahan supaya dapet banyak cendol dari agan-agan yang laen ya

? Supaya kelihatan keren gitu ya gan

?
No hurt feeling ya gan, saya yang bodoh ini cuma nanya kok

.
Original Posted By Desmanto►Ironis banget, punya waktu buat ketik panjang2, tapi ga punya waktu untuk baca keseluruhan trit ini dari post 1 ampe halaman sekarang.

Bahkan di warning (post 1, tepat di bawah yang agan quote), ane uda kasih tau kalau ada HH lain, ane juga hijrah.
Plan
Jangan bandingkan strategi di luar negeri sana dengan di Indonesia. Ga bakal jalan. Uda ada beberapa operator yang ngetes gitu, jual pulsa jutaan, gratis HH. Tapi banyak yang ketipu cara marketing di koran/website, uda datang malah pulang dan ga jadi beli. Ampe sekarang strategi "plan" ga begitu membuahkan hasil. Makanya hampir ga ada yang pake lagi.
Lock
Lock dari Smartfren sekarang uda jadi indirect, karena tidak ada CDMA saingan lagi. Pleki uda tutup, Ehsia uda tinggal telpon/sms. So, mau ga mau, pake CDMA pasti cuma SF pilihannya. Kalau ga mo pake, ya hijrah GSM. Gitu aja kok repot. (juga ada di dalam spoiler warning di post 1, yang terlewatkan). Soal lock ini sendiri, ane juga pernah komplain ke mereka, supaya ga perlu habis2in uang buat develop lock di ROM mereka lagi. Karena hanya buang2 duit, apalagi kalau ketemu agan2 di kaskus (ane juga sebagai salah satu yang hunting
jebol password usb debugnya di max v dan beberapa andromax lain).
Profit
Kalau mau itung2an profit kotor, mah ga habis ceritanya. Samsul yang modal HH flagship secara hardware aja cuma $200-300, dijual ampe $700-900. Lah jadinya untungnya apa ga lebih gede? Kenapa mereka bisa semahal gitu? Kalau kita belum ikutkan overhead costnya seperti biaya marketing, biaya distribusi, biaya OS development, biaya update OS, biaya R & D, biaya garansi dan after sales service, biaya gaji karyawan, pajak dan bea cukai, biaya lisense, biaya.......
Ujung2nya kalau vendor uda pasang harga gak wajar, dan dirasa tidak worth untuk harga segitu, ya jangan dibeli. Siomay bisa murah karena mereka bisa hapus biaya marketing dan distribusi, via centralisasi flash sale. (plus hunger marketing). Tinggal tebar via socmed, uda cukup deh. Tapi ga semua vendor bisa begitu, buktinya ada yang ngikut dan ga berhasil. Jadi kalau bandingin ma siomay, mah kejauhan. And FYI, Mi4i bukan 2 juta, tapi 2,7 juta. Dan SF juga ada invest lo di Cyanogen (meskipun belum tahu apakah bakalan ada ROM CM di andromax)
Liat orang jualan nasi bungkus, modalnya 3 ribu, bisa djual 10 ribu; belum tentu untungnya 7 ribu. Lha, gaji karyawannya, tukang masaknya, sewa toko/stand nya, beli peralatannya (yang rusak), transport, nasi dan sayur yang basi karena ga habis terjual, uang preman/siluman, dan lain2, bisa memakan lebih dari separuh laba kotornya, bahkan bisa aja nombok (rugi)

; tergantung penjualan.
Jangan takut orang lain untung, maka orang lain juga ga takut kita untung (kalau seandainya kita jualan di kemudian hari). Kalau takut orang lain untung, mah kita mati kelaparan duluan.

Ane takut nanti petaninya jadi lebih kaya dari ane, takut pabrik pupuk terlalu banyak uangnya, takut supir yang ngantarin berasnya beli batu akik lebih mahal dari ane, takut toko/pedagang yang jual beras nya rekening gendut, takut......
Gini ja, kalau memang dirasa terlalu mahal HH di Indonesia; coba import sendiri secara resmi, bayar semua perizinan, dokumen, legal, biaya transport, pajak dan cukai, sewa gudang, sales (buat ngajak toko untuk ikut jualin HH nya), karyawan untuk ngurus administrasi, dan biaya2 lainnya. Jangan lupa sediain service center di setiap kota besar yang disamperin, bukan cuma drop point untuk dikirim ke pusat, tapi benar2 service center yang bisa reparasi HH di tempat. Setau ane siomay aja masih belum sanggup gitu, karena mahal sekali biaya overheadnya. Kalau semuanya uda bisa dibayarin dan tetap murah, ane ambil deh HH nya, sesuai speknya.
Sales
Ane memang ga ada hubungan khusus dengan Smartpret, selain sebagai user inet dan andromax mereka. Silahkan ditelusuri semua post ane, atau bahkan agan2 yang pernah PM ane, apakah ane selalu rekomend andromax. Tadi sore, barusan ane dikatain orang kantor bahwa ane sales asus, karena rekomend asus padfone S dan Zenfone 2 ke rekan kerja. Ane juga pernah rekomen mulai dari axioo, imo, treq, advan, evercoss, ktouch, samsung, asus, xioami, Terus jadinya ane sales mana nih

. Berhubung agan bertanya dalam posisi yang kurang enak, jadi ane jawabnya juga agak gimana gitu.
Kalau mau tahu ane taunya info build.prop dari mana, sudah pernah ane share di trit ini sendiri,
post 32. Kemarin ane pikir linknya uda terblock oleh usernya, rupanya hanya karena tu link wap, jadi ga tampil sempurna di Chrome Win7, tapi muncul normal di Chrome Android. Tinggal ganti wap jadi share, uda bisa buka sempurna.
http://pan.baidu.com/share/link?shar...ication&page=1
Dan itu juga menunjukkan bahwa seluruh isi trit belum dibaca sepenuhnya. Silahkan dibaca dulu sampai post terakhir, biar tahu apakah ane pro atau malahan kontra di trit sendiri.
Kalau mau tau soal sumber, mohon maaf, ane bisa bilang googling skill nya perlu ditingkatkan dulu, masih jauh kalau mo ngejar ane

Link sumber ane lengkap full ROM plus beberapa rar kecil. Dan diupload nya tanggal 1 Januari 2015, bukan baru diupload hari ini, ataupun pas trit ini dibuat. Bahkan ane juga ada ROM Lollipop buat Haier G36C1H (kembarannya G36C1G).
Kalau ada orang yang bisa dapat full ROM nya (meskipun dari googling), berarti tu juga salesnya Smartpret donk.

Kalau dapat full ROM ataupun isi build.prop bukan berarti wajib orang dalam. Build.prop yang ane pajang di pejwan tu didapat dari file
G36C1G(to_put_in_device_qcom).rar dan
I46D1G(to_put_in_device_qcom).rar. Di dalam rar ada
system.prop (yang nantinya jadi build.prop), serta ada folder
/prebuilt, yang berisi apk preload pasca factory reset. Coba didownload deh dan cek sendiri. Oooops, maaf, ane kelupaan kalau googling skill nya belum nyampe ke sana
Kalau ane memang salesnya Smartpret, maka ane pasti sales yang paling buruk prestasinya.

Bisa2nya ngajarin cara root untuk hapus bloatware andromax, jebol password usb debug, pejwanin cara unlock CDMA, rangkumin cara klaim garansi yang lebih mudah diterima di SC, ngerekomen produk lain, menjatuhkan beberapa produk andromax dan sebagainya. Kalau ane benar2 berkesempatan jadi salesnya, maka cuma ada dua hal yang ane lakukan. Yang pertama pastinya ane bakalan terus cari tahu siapa yang bertugas nentuin strategi pemilihan produk andromax. Kemudian akan ane email, kirim surat kaleng atau apapun, supaya merubah strateginya, ga nyepam produk low-end saja dengan spek yang beti. Tentunya dengan nyertain alasan yang logis. Kedua, kalau misalnya masih ga bisa juga, ane lebih baik memilih tidak bekerja di perusahaan yang tidak sevisi lagi, selagi ane punya pilihan untuk berada di perusahaan lain. (meskipun ane tetap pake inet dan andromaxnya yang sudah ane beli) Atau mungkin sebelum pilihan kedua, ane juga uda dipecat duluan

Kan kerjanya komplain strategi pemilihan produk melulu, terus sales yang paling buruk prestasinya.
Jangan gara2 ada tukang obat di trit dagelan sebelah, kita jadi menganggap semua TS tu pasti adalah tukang obat di trit sendiri. Ane kurang ingat berapa cendol yang ane dapat di trit ini, tapi sejauh yang ane bisa ingat, pasti ga nyampe 5. Kalau mau dapatin cendol, di trit sebelah lebih ramai, ngapain dimari. Mo keliatan keren, ane uda cukup keren kok di RL

, ga perlu ampe ke dunmay
Final
No offense ya

Cuma sekedar naluri manusia untuk klarifikasi (membela diri) ketika merasa "terpojokkan". Ane juga capek ngetiknya ini ampe sejam lebih.

Tapi itung2 juga sebagai update jawaban untuk pertanyaan serupa di dokumentasi ane di sebelah.
Untuk momod/mimin yang mungkin ada mampir dimari, mohon maaf

apabila ada kata2 yang kurang berkenan untuk post ini. Ane cuma sekedar jawab apa yang ditanyakan saja. Kalau memang dirasa kurang konstruktif, silahkan dihapus aja, atau trit ini juga boleh dihapus aja. Toh sebenarnya prediksinya uda melenceng juga, dan agak OOT (dan terkesan trolling) di beberapa post terakhir. Ane mengganggap ini cuma salah paham karena belum baca trit sepenuhnya. Tapi bagaimanapun juga, sebagai TS ane kan harus tetap jawab untuk klarifikasi lengkap. So, case closed.