Berhubung saat ini Angkringan sedang menjadi sorotan (HT), maka izinkan saya mempertajam informasi yang telah diberikan di HT mengenai salah satu "restoran kaum elite" yang biasa disebut dengan Angkringan.dan mari kita sama - sama kupas, dimanakah letak keistimewaannya?
(mari kita simak bersama - sama)
" SEBUAH USAHA MENYAJIKAN MAKANAN DAN MINUMAN
YANG MAMPU DIJANGKAU OLEH SELURUH LAPISAN MASYARAKAT
TANPA TERKECUALI "
[url]https://S E N S O Rjetisfreeman/jahe-susu[/url]
Quote:
1. SEJARAH ANGKRINGAN
sumber foto
Sejarah angkringan di Jogja merupakan sebuah romantisme perjuangan menaklukan kemiskinan. Angkringan di Jogjakarta dipelopori oleh seorang pendatang dari Cawas, Klaten bernama Mbah Pairopada tahun 1950-an. Cawas yang secara adminstratif termasuk wilayah Klaten Jawa Tengah merupakan daerah tandus terutama di musim kemarau. Tidak adanya lahan subur yang bisa diandalkan untuk menyambung hidup, membuat Mbah Pairo mengadu nasib ke Jogjakarta.
KLARIFIKASI WILAYAH CAWAS
Cawas itu Kecamatan, makanya kalo mau spesifik dan mencari tau, apalagi ini penelitian katanya, ya di cari desa apa. Kalo mau mnjeneralisir itu gak tepat, soalnya Cawas rata2 itu sawah semua, dan itu dah dari dulu. Tanah di klaten yang paling mahal ya disekitar situ, pedan, delanggu, cawas. Karna suburnya tanah disana.
Mbah Pairo bisa disebut pionir angkringan di Jogjakarta. Usaha angkringan Mbah Pairo ini kemudian diwarisi oleh Lik Man, putra Mbah Pairo sekitar tahun 1969. Lik Man yang kini menempati sebelah utara Stasiun Tugu sempat beberapa kali berpindah lokasi. Seiring bergulirnya waktu, lambat laun bisnis ini kemudian menjamur hingga pada saat ini sangat mudah menemukan angkringan di setiap sudut Kota Jogja. Angkringan Lik Man pun konon menjadi yang paling dikenal di seluruh Jogja, bahkan di luar Jogja.
Quote:
2. GEROBAK WARUNG ANGKRINGAN
Diawal kemunculannya angkringan menggunakan pikulan sebagai alat sekaligus center of interest. Bertempat di emplasemen Stasiun Tugu Mbah Pairo menggelar dagangannya. Pada masa Mbah Pairo berjualan, angkringan dikenal dengan sebutan ting-ting hik (baca: hek). Hal ini disebabkan karena penjualnya berteriak “Hiiik…iyeek” ketika menjajakan dagangan mereka. Istilah HIK sering diartikan sebagai Hidangan Istimewa Kampung. Sebutan HIK sendiri masih ditemui di Solo hingga saat ini, tetapi untuk di Jogja istilah angkringan lebih populer. Demikian sejarah angkringan di Jogjakarta bermula.
Saat ini angkringan telah memakai gerobak dengan bentuk/pakem yang sangat khas, umumnya berupa tenda warna warni yang terbuat dari terpal, gerobak kayu, kursi kayu memanjang seimbang dengan panjang gerobak dan diatasnya diisi teko air panas/air tawar/teh (khusus teko teh, ada keistimewaaan tersendiri semakin tua tekonya rasa teh yang keluar semakin khas), tempat lauk pauk untuk meletakkan jajanan, dan anglo bakaran.
Quote:
3. MENU ANGKRINGAN
Berdasarkan HT yang dibuat oleh agan gondronk90terdapat 8 MENU ANGKRINGAN YANG PERLU AGAN KETAHUI , YUK ! dan beberapa menu lainnya, yaitu: sego kucing/nasi kucing/sego bandeng/nasi bandeng, indomie telur, sundukan/ satetelur puyuh, sate keong, sate jeroan, tahu/tempe bacem, dan aneka gorengan Tempe Mendoan, Tahu Susor, Tahu Bakso, Pisang Goreng, Gatot, Tempe Goreng, Tahu Goreng, Bakwan (Ote-ote/ Weci), Pisang Goreng, Resoles, wedang kampul, susu jahe, kopi joss, dll
Dari semua angkringan yang pernah saya coba, menu yang paling sering ts makan di angkringan itu teh nasgitel (panas legi kentel), sego usus, dan bakwan/piya2. Menu yang disajikan sangat - sangat sederhana, bahkan sangat jarang angkringan menyajikan aneka makanan yang terbuat dari daging/ayam utuh. Karena menu - menu yang ada di angkringan memang diusahakan untuk berbiaya produksi sangat rendah.
Quote:
4 HARGA MAKANAN
Quote:
Original Posted By royfernando13►nasi kucing @Rp.1000- @Rp. 1500
sate telur @Rp.2000
sate ayam @Rp. 1000
sate ati bakar @Rp.2000
ceker @Rp.1000 - @Rp.2000
kepala ayam bakar @Rp.1000 - @Rp.2000
sate usus @Rp.1000
gorengan @Rp.500
kopi @Rp.1000 - @Rp.2000
teh @Rp.1000 - @Rp.2000
kopi jos @Rp.2000
sate keong @Rp.500 - @Rp.1000
es/jeruk anget @Rp.1000 - @Rp.2000
itu yg ane tau dijogja gan
hehhee
Dengan rentang harga makanan berkisar antara 500 - 5000 nasi kucing harga berkisar 2000 rupiah, es teh 1500 - 2000 rupiah, aneka sudukan/sate 1000 - 1500 rupiah, dan aneka gorengan 500 - 1000 rupiah tentulah sangat murah. Walaupun, ada yang berpendapat bahwa makan sampai kenyang di angkringan itu menjadi lebih mahal apabila dibandingkan dengan makan - makanan di warung makan.
DISINILAH KONSEP UTAMA ANGKRINGAN Dilihat dari menu yang disajikan dan sejarah angkringan, angkringan berangkat dari usaha menyajikan makanan bagi seluruh lapisan masyrakat, khususnya orang - orang saat zaman Pak Pairo yang tidak mampu untuk makan direstoran sampai kenyang. Perlu diketahui, harga makanan pada tahun 60-an sangat sangat mahal. Coba tanyakan kepada kakek nenek/bapak ibu agan2 yg hidup pada masa2 tersebut, ts yakin rata - rata mereka akan bercerita hal yang membuat hati agan miris. (mulai dari 1 telur dibagi dua, makan daging sebulan sekali atau bahkan kurang, dst)
Bagi orang - orang yang hidup pada zaman tsb, sudah dapat makan saja sudah cukup/sangat bersyukur. Disini Pak Pairo melihat ada celah/kesempatan, sehingga oleh Pak Pairo dibuatlah kombinasi menu makanan yang harganya murah meriah dan dapat dibeli oleh semua kalangan, khususnya kalangan bawah.
Hingga melekat stereotipe, Angkringan adalah "Restoran" bagi kaum marjinal berkantung cekak yang beranggotakan sebagian mahasiswa, tukang becak, kuli panggul, buruh maupun karyawan kelas bawah. Perlu diamati ternyata, makanan - makanan yang disajikan di angkringan juga menjadi salah satu indikator inflasi harga makanan di kota Jogja lho (^_^).
Namun saat ini, peminat angkringan bukan lagi kaum marjinal yang sedang dilanda kesulitan keuangan saja, tetapi juga orang berduit yang bisa makan lebih mewah di restoran. tidak jarang warung angkring Lik Man kedatangan orang-orang terkenal dari berbagai jenis pekerjaan. Djadug Feriyanto misalnya, kakak kandung Butet Kartaradjasa yang juga leader kelompok musik Sinten Remen ini pun jatuh cinta kepada angkringan Lik Man di Stasiun Tugu sana. Tidak hanya Djadug, beberapa sastrawan, budayawan, atau olahragawan ternama seperti Cak Nun (Emha Ainun Najib), Butet Kartaradjasa, Marwoto Kawer hingga Jammie Sandoval pemain PSIM asal Chilie pun sering meluangkan waktu malamnya untuk jajan di angkringan.
Quote:
5. SUASANA DI ANGKRINGAN
Ini dia yang tidak dapat dilupakan dan meninggalkan kesan yang sangat melekat bagi orang - orang yang telah berkunjung ke Angkringan. Suasananya sangat khas, rasanya nikmat sekali sambil ngobrol bersama teman - teman di malam hari sambil berdiskusi berbagai hal mulai dari yang ringan - ringan, pacar hingga topik yang sedikit memutar otak rencana studi, sosial, politik, dll. Percayalah suasana ngobrol di angkringan jogja itu tidak akan pernah tergantikan dan mempunyai magnet kerinduan yang sangat luar biasa untuk dapat kembali kesana, walaupun hanya untuk sekedar makan gorengan dan minum teh hangat !!!
dan sangat menyenangkan sekali melepas kepenatan bersama teman atau orang lain yang baru ketemu disana, lalu ngobrol ngalor-ngidul, gojeg kere, main plesetan kata-kata, menggoda bencong lewat, sampai tertawa lepas melepaskan beban pikiran. Tak perlu minder dengan apa status anda saat ini, karena di angkringan semuanya adalah sama.
APAKAH KONSEP ANGKRINGAN MASIH RELEVAN DI ZAMAN MODERN INI ?
JAWAB : "DISINILAH MANUSIA MENJADI TANPA SEKAT BERBAUR MENJADI SATU
TANPA MEMANDANG LATAR BELAKANG, STATUS SOSIAL, HINGGA STATUS EKONOMI.
ANGKRINGAN TELAH MENJADI RUANG DAN SARANA UNTUK SALING BERINTERAKSI DENGAN SANGAT MANUSIAWI"
MASIH ADA YANG BELUM MEMAHAMI
DESIGN HARGA & PORSI MAKANAN
DI ANGKRINGAN/KUCINGAN?
Kan ts dah jelasin di poin 4, byk yg ga baca yaaa...bahwa angkringan memang BUKAN TEMPAT utk MAKAN KENYANG krn dr design penyajian pun udah kelihatan kog.
balik ke sejarah: Zaman Mbah Pairo (thn 60-an) harga makanan itu mahal. Tidak semua orang bs beli / jajan makanan dg hrg mahal dan sampai kenyang.
Apakah masih ada ortu kaskuser yg hidup pd masa generasi mbah pairo (thn 50 - 60 an) ? cb tanya kpd mrk soal hrg mknan dan pembagian mknan dr ortunya
(org zaman skrg tnyta msh ada lho, yaitu para anak kos tiap akhir bulan !!)
Dan kelebihannya orang zaman dulu itu jg tidak rakus2 kyk zaman skrg [kl ane termasuk rakus gan ] didukung karena kondisi jg. Sehingga mereka mampu makan sesuai kebutuhan saja, disesuaikan dg budget yg dimiliki. Yang penting sudah makan nasi ya sudah cukup.
Quote:
Spoiler for kaskuser yang belum paham :
Quote:
Original Posted By gigolo.lokal►klo dengan harga segitu, asli deh tuh sama aja dengan warung ,
nasi kucing bener tuh murah tapi porsinya mamen cuma dua sendok ,,,
so, klo ane pribadi lebih milih makan di warung , total harga sama lebih kenyang lagi ,
Quote:
Original Posted By adhigilang►Kalo di itung2 mahalan makan di angkringan di banding makan di warung padang
Quote:
Original Posted By samultene►ga sederhana gan.. mahalan makan di angkringan dari pada warteg
Quote:
Original Posted By h4r4g4y4►ane rasa ga murah2 amat kok..
ane pernah beli nasi kucingnya.. okelah harganya 1500. Tapi apakah cukup makan sebiji aja ? bagi ane 1 bungkus nasi kucing itu ane bisa habiskan dengan hanya 1 suap aja gan.. minimal ane makan 6-7 nasi kucing.. belum lauk dll bs 15-20rb gan
kalo diitung2 sih ga murah2 amat gan jatuhnya sebenernya sama aja kaya makan di warteg atau padang kalo ditung2 hehe
KASKUSER YANG SUDAH MEMAHAMI
FILOSOFI DI ANGKRINGAN/KUCINGAN
Quote:
Original Posted By mogofresha►Beberapa angkringan yg ane suka selain menunya yg lengkap juga suasananya yg "teduh"/"damai" banget. #halah
Belakang kepatihan, karena deket rumah ane gan.
Deket/utara perempatan SGM
Sekitaran selokan mataram UGM/utara fakultas kehutanan/timur perempatan UGM jakal. Sempet akrab sama penjual angkringannya, ada 2 tapi ganti shift. Soalnya ane dulu kerja deket situ gan.
Sekitaran jakal/utara perempatan UGM, masuk gang (nggak tahu tepatnya dan nama daerahnya apa). Musti cepet-cepetan kalo ke sini. Di sini menu kepala bacemnya enak gan. Sumpah. Biasanya nggak minat sama menu itu, tapi kalo di situ enak gan.
Baru itu sih yg ane hafal. :P Pengen sekali-kali menjelajah berbagai angkringan yg ada di Jogja. Favorit sih kalo ada angkringan yg teduh-teduh di bawah pohon (kalo siang), kalo pas malam yg di pinggir jalan yg nggak terlalu ramai (nah di situ moment yg tepat dimana kita merasakan bentuk aura "ke-angkringan-an" yg sesungguhnya. Halah. Ntar "ujug-ujug" kita bakal bisa nimbrung sama penjual angkringannya.
Kalo angkringan macam yg kawasan tugu (yg selalu ramai) sih enak buat cari menu enak aja sih menurut ane. Tapi kalo cari kearifan lokal dari seonggok angkringan, cari ciri-ciri angkringan yg dirasa kurang ramai/kurang terkenal atau yg kalo makan langsung di gerobaknya bukan lesehan atau jauh dari gerobak angkringannya. IMHO.
Quote:
Original Posted By Pakndut►Kalo ke angkringan ane seneng sama suasanya gan, terkadang walau nggak kenal sama penjual ataupun pengunjung yg lainnya tetep bisa crita ngalor-ngidul (kesana kemari).
Ceritanya juga bermacam-macam mulai dari hal yg lagi heboh di jogja, indonesia atau rumor-rumor lainnya. Pernah juga pas malem-malem ke suatu angkringan deket ugm, cuma ane sendiri yg jajan disitu. Pak penjual lalu cerita berbagai hal, yang paling ane inget itu menurut pak penjual untung paling gede itu didapat dari minuman. Kalau gorengan gitu bisa cuma 100-200, pak penjual juga crita kalau misal pas hujan deras kadang sepi.
Pernah juga semalam hujan terus trus nggak laku dagangannya , banyak pokoknya cerita-cerita yang bisa didapet dari makan di angkringan. Dengan pengunjung yang beraneka ragam, jadi bisa tahu cerita dari banyak sudut pandang
Teh anget enak gan kalo di angkring
Quote:
Original Posted By enthane►
Bener banget gan, jadi ingat ketika tahun 1996 saya masih sekolah dijogja. Waktu itu saya mau beli gorengan rp.5000 dibungkus, nggak boleh sama bapak penjualnya.
Katanya, lha kalo gorengannya diborong nanti orang malas mampir buat minum, sedangkan untungnya dari minuman.
Dan saya malah dianterin sama bapaknya ke tempat juragan gorengan buat beli lanngsung gan
Semangat kesederhanaan dan kesetaraan itu secara umum masih melekat di pojok2 dan pinggir2 jalan...
Meskipun beberapa sudah digubah dengan muatan bisnis, karena hitung2an investasinya terlihat prospektif. Gak salah juga sih, dengan seringnya diblowup dari sisi keunikan (termasuk di thread ini), menjadikan daya tarik angkringan disetarakan dengan tempat hang-out macam kafe atau kedai kopi mainstream.
Menyuguhkan kebebasan, gak hanya suasananya yg informal, bebas memilih sendiri sesuai selera mata layaknya di minimarket, bisa jadi lebih mengasikkan, dan tentunya menjanjikan sensasi tersendiri.
bagusnya, menu seperti jadah bakar dan kopi joss, berikut nasi kucing dan sate telor puyuh, jadi lebih lestari dan dikenal, meskipun (di beberapa pos) tak lagi lebih murah dari sebungkus nasi padang
Mari disruput dulu
Quote:
Original Posted By matirasa►angkringan itu tempat bersosialisasi lintas generasi dan lintas kelas sosial. Ini merupakan ciri khas jogja. Sy kuliah 2002-2007 dijogja, dan kehidupan mlm sy tidak lepas dr angkringan. Benar2 bikin kangen. I Love u Jogja. #jogjaradidol
Quote:
Original Posted By fransonic►
gak akan prnh hilang gan
...
...
tp kopi ny GREGET bngt gan, top markotop..!! prnh jg nyobain kopi joss itu di jakarta sini, rasa ny jadi berkurang, soal ny di warung, dan jg gak ada temen ngobrol krn orang2 pada sibuk ama gadget ny, beda ama angkringan yg beneran
Quote:
Original Posted By fundayhoho►Tak terasa, udah hampir 10 tahun ninggalin jogja
Meski hanya setaun disana, tapi stigma kalau makan di angkringan yg murah bisa menjadi mahal emang benar,
Yg mahal bukan makanannya, tapi kenangan, suasana, kearifan,keaakkraban, kebersamaannya, yg sekarang sudah gak tau kudapatkan kapan lagi....
Quote:
Original Posted By zicoaja►Ini salah satu t4 yg paling ane kangenin klo pas br balik kampung
Makanan nya...(sate atiii, ndhasss, cekerr, tempeee leeek)
Minuman nya...(jahe susuuu yo leeek)
Suasana nya...nongkrong-nangkring breng temen2 ms kecil...beli jahe susu cm sgelas bs smpe berjam2 nangkring nya hahaha *don't try this at home
Pokoke bikin ademm n ngangeniii teruuusss...
Biar di ibukota banyak skrang yg pd buka wrung angkringan pun itu tetep aja rasa ny tdk senyaman asli ny dkampung halaman...
Bajiguurr dadi terharuu ngeneee ak
#JOGJAORADIDOL
Quote:
Original Posted By delanies►Sampai sekarang saya dan istri saya sesekali masih nyempetin makan di angkringan,
sambil nostalgia jaman kuliah dulu, walau udah 13 tahun ane ninggalin Yogya...
inget banget dulu, klo habis kegiatan mahasiswa, sering nongkrong di angkringan yang deket gelanggang mahasiswa,
kadang malah sampe ke karang malang, en utara fakultas kehutanan,
di angkringan ane sama temen2 gelanggang ngomongin apa aja, yang enteng2 dan tentu saja juga yang berbobot hehehehe
dan dulu pacar ane (skrg istri) suka ane ajak ngangkring juga, biar ngerasain enaknya jahe susu, nasi oseng kering tempe,
sate usus, sate telur puyuh, jadah dan bacem tempe.... ediaannnnn what a wonderful...
Skrg dah punya anak 2, tetep sesekali ngangkring, ngobatin kangen sama suasana
angkringan, yang betul2 "angkringan"...
Ane ada keluarga d yogya. Jd ngrasain yogya dr tahun 90an dari jogja yg separonya masih lahan kosong/liar sampe sekarang dan ngikuti dinamikanya, makanya ane bisa bilang gitu.
"Kl yg d maksud kecukupan ekonomi atau kemapanan hidup d liat dr jumlah materi, mungkin blm selevel jakarta.
Tp kl soal memaknai hidup, mereka jauh lebih unggul, di jogja, memandangi lahan sawah ditemani selintingan rokok, segelas kopi, sepiring singkong rebus itu d sebut sampurnaning urip (hidup yg sempurna)"
Quote:
Original Posted By edonaga►Bagi ane, angkringan itu bukan cuma menyajikan makanan, tapi mengajarkan kejujuran. bagaimana tidak, Nasi, Gorengan, sate usus, sama kepala bertebaran tinggal ambil, kalau punya niat boongin mudah aja ambil gorengan lima bilang tiga atau makan kepala ayam 3 bilang 2. Itu yang ane senang dengan angkringan....
.
KASKUSER YANG TERSELAMATKAN OLEH
KEBERADAAN ANGKRINGAN/KUCINGAN?
Quote:
Original Posted By bazzchoro►Jadi keinget dulu jaman kuliah kalo uang udah mepet, solusi satu2nya udah pasti angkringan. Harga murah, perut kenyang. Bisa ngutang lagi.
Quote:
Original Posted By bungkus.lontong►Paling demen nongkrong diangkringan, bawa duit duapuluh juga kenyang gan.
Pakdenya baik lagi, boleh ngutang.
Original Posted By takkandikenal►Hahaha jogja emang Istimewa gan, ga sia-sia dulu susah2 nyari cara biar bisa skolah di jogja yg akhirnya ksampean juga
btw angkringan itu juga jadi penyelamat di akhir bulan lho gan, pas dompet udah menceper