- Beranda
- Stories from the Heart
My Little Diary
...
TS
story88
My Little Diary
sebernya ini pindahan dari MyLittleDiarysoalnya kemaren salah buat, dan formatnya juga berantakan, jadi dipindah kemari deh
dan kalau misalnya ane menyalahi aturan ane mohon maaf ya mod 
dan kalau misalnya ane menyalahi aturan ane mohon maaf ya mod 
Quote:
Quote:

Spoiler for Index:
Quote:
Quote:
Diubah oleh story88 08-02-2015 20:04
anasabila memberi reputasi
1
1.8K
8
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
story88
#7
Kehidupan Rara
*** Diwaktu yang sama, dipagi hari ***
drett,, drett,, drett telpon masuk dari Vioni, sahabatku sejak SMA.
tutt,, tutt,, tuttsuara panggilan dihentikan, oiya kita belum kenalan. Nama aku Rara, aku seorang perempuan yang bisa dibilang imut. Aku memakai kacamata dengan rambut yang blonde dan di padu dengan lesung pipi. Sudah jangan terlalu detail dengan perkenalan diriku, intinya aku ini perempuan asli!! bukan jadi jadian.
jam masih menunjukan pukul 07.00 AM tapi aku sudah dibangunkan oleh temanku. Ahh,, kataku kesal dalam hati. Tapi berkat dia, aku juga udah ga telat lagi, soalnya aku itu paling malas bangun pagi.
Tanpa berfpikir panjang, aku pun segera menuju kamar mandi. Setelah selesai barulah aku berangkat kekampus dengan mobil Jass ku. Aku tinggal di kostan khusus perempuan, dan orangtua berada diluar kota bersama adik adiku. Kalau kalian bertanya gimana mobil diperbolehkan dikostan ku, jawabannya adalah pemilik kostan ini masih satu darah dengan kakek ku, jadi aku diperbolehkan memakai mobil dikostan ini. Ingatt!! cuman aku doang loh yang boleh bawa mobil.
Singkat cerita aku dan Vioni sudah dalam perjalanan menuju kampus, dalam perjalanan Vioni tak pernah berhenti bercerita tentang pacarnya. Sampai ada saatnya Vio bercerita kalau ternyata pacarnya itu punya selingkuhan. Vio pun meminta saranku.
Akhirnya, berhenti juga tuh mulut. "akibat kelamaan jomblo, seorang wanita gantung dirii..." entah kenapa radio harus ngomongin ini, langsung aja gw ganti frekuensinya. Vio yang terlihat bingung melihat tindakan gw, dia langsung lagi memulai pembicaraan.
arrgghh!! Vio sialan, kenapa kamu harus ngungkit tentang pacar sihgerutu aku didalam hati
Aku bukannya gamau pacaran, tapi aku males aja dibohongin mulu sama cowo. "bukannya sama aja??" iya emang sama sih, udah intinya aku gamau pacaran, aku trauma sama yang namanya cinta apalagi sama COWOKK!!
Vio pun hanya terdiam, seakan dia sudah tau kalau aku tidak mau melanjutkan pembicaraan lagi...
Setibanya dikampus, aku sama Vio pun langsung menuju kelas. Aku langsung mengambil posisi duduk yang ga terlalu depan dan ga terlalu belakang. Yapss, aku sama Vio memang selalu bersama, cuman pas dia lagi pacaran aja aku ga bareng. Jam udah menunjukan pukul 07.55 AM tapi dosenya juga belum masuk. Apa jangan jangan ga ada kelas hari ini? akhirnya gw memutuskan untuk ke toilet.
Jangan ngambek vii, aku kan cuman bercanda,, suara itu selalu mengikuti gw sampai kedalam kelas, dan pas di kelas, aku langsung bilang aja ke Vio kalau sebernya aku ga ngambek. Saat aku ngeliat jam ternyata udah jam 08.10 AM tapi dosenya juga belum masuk, ah apa emang ga ada kelas yah?? gerutu gw dalam hati, tapi selang 5 menit kemudian akhirnya dateng juga.
dosenya ngejelasin kalau dia harus ngerawat anaknya dulu, katanya anaknya sakit tipes jadi harus dibawa kedokter dulu, jadi dia dateng terlambat deh. Ga berapa lama setelah dosen itu bercerita tiba tiba aja ada seorang laki laki yang menurut aku asing. Dia pun berjalan dengan menundukan kepalanya, mungkin dia anak baru tebak aku dalam hati.. tapi kalau emang dia anak baru, kenapa dia main masuk aja? tanpa memperkenalkan diri?
Kelas pun seketika langsung hening melihat kedatangan orang asing itu. Dosenya pun
dan dia cuman berdiam diri, lama aku memperhatikan orang itu, hingga si vio berbisik.
Mendengar itu aku pun langsung membalikan pandangan dan Vio pun tertawa kecil, tidak berapa lama. Orang ini pun akhirnya pergi dengan muka yang memerah, teman teman kelas ku pun tertawa melihat tingkahnya. Ternyata orang yang tadi itu bukan anak baru, cuman dia salah masuk kelas aja.
Aku yang baru menyadarinya pun langsung tertawa kecil
drett,, drett,, drett telpon masuk dari Vioni, sahabatku sejak SMA.
Quote:
tutt,, tutt,, tuttsuara panggilan dihentikan, oiya kita belum kenalan. Nama aku Rara, aku seorang perempuan yang bisa dibilang imut. Aku memakai kacamata dengan rambut yang blonde dan di padu dengan lesung pipi. Sudah jangan terlalu detail dengan perkenalan diriku, intinya aku ini perempuan asli!! bukan jadi jadian.
jam masih menunjukan pukul 07.00 AM tapi aku sudah dibangunkan oleh temanku. Ahh,, kataku kesal dalam hati. Tapi berkat dia, aku juga udah ga telat lagi, soalnya aku itu paling malas bangun pagi.
Tanpa berfpikir panjang, aku pun segera menuju kamar mandi. Setelah selesai barulah aku berangkat kekampus dengan mobil Jass ku. Aku tinggal di kostan khusus perempuan, dan orangtua berada diluar kota bersama adik adiku. Kalau kalian bertanya gimana mobil diperbolehkan dikostan ku, jawabannya adalah pemilik kostan ini masih satu darah dengan kakek ku, jadi aku diperbolehkan memakai mobil dikostan ini. Ingatt!! cuman aku doang loh yang boleh bawa mobil.
Singkat cerita aku dan Vioni sudah dalam perjalanan menuju kampus, dalam perjalanan Vioni tak pernah berhenti bercerita tentang pacarnya. Sampai ada saatnya Vio bercerita kalau ternyata pacarnya itu punya selingkuhan. Vio pun meminta saranku.
Quote:
Akhirnya, berhenti juga tuh mulut. "akibat kelamaan jomblo, seorang wanita gantung dirii..." entah kenapa radio harus ngomongin ini, langsung aja gw ganti frekuensinya. Vio yang terlihat bingung melihat tindakan gw, dia langsung lagi memulai pembicaraan.
Quote:
arrgghh!! Vio sialan, kenapa kamu harus ngungkit tentang pacar sihgerutu aku didalam hati
Aku bukannya gamau pacaran, tapi aku males aja dibohongin mulu sama cowo. "bukannya sama aja??" iya emang sama sih, udah intinya aku gamau pacaran, aku trauma sama yang namanya cinta apalagi sama COWOKK!!Vio pun hanya terdiam, seakan dia sudah tau kalau aku tidak mau melanjutkan pembicaraan lagi...
Setibanya dikampus, aku sama Vio pun langsung menuju kelas. Aku langsung mengambil posisi duduk yang ga terlalu depan dan ga terlalu belakang. Yapss, aku sama Vio memang selalu bersama, cuman pas dia lagi pacaran aja aku ga bareng. Jam udah menunjukan pukul 07.55 AM tapi dosenya juga belum masuk. Apa jangan jangan ga ada kelas hari ini? akhirnya gw memutuskan untuk ke toilet.
Quote:
Jangan ngambek vii, aku kan cuman bercanda,, suara itu selalu mengikuti gw sampai kedalam kelas, dan pas di kelas, aku langsung bilang aja ke Vio kalau sebernya aku ga ngambek. Saat aku ngeliat jam ternyata udah jam 08.10 AM tapi dosenya juga belum masuk, ah apa emang ga ada kelas yah?? gerutu gw dalam hati, tapi selang 5 menit kemudian akhirnya dateng juga.
dosenya ngejelasin kalau dia harus ngerawat anaknya dulu, katanya anaknya sakit tipes jadi harus dibawa kedokter dulu, jadi dia dateng terlambat deh. Ga berapa lama setelah dosen itu bercerita tiba tiba aja ada seorang laki laki yang menurut aku asing. Dia pun berjalan dengan menundukan kepalanya, mungkin dia anak baru tebak aku dalam hati.. tapi kalau emang dia anak baru, kenapa dia main masuk aja? tanpa memperkenalkan diri?
Kelas pun seketika langsung hening melihat kedatangan orang asing itu. Dosenya pun
dan dia cuman berdiam diri, lama aku memperhatikan orang itu, hingga si vio berbisik.Quote:
Mendengar itu aku pun langsung membalikan pandangan dan Vio pun tertawa kecil, tidak berapa lama. Orang ini pun akhirnya pergi dengan muka yang memerah, teman teman kelas ku pun tertawa melihat tingkahnya. Ternyata orang yang tadi itu bukan anak baru, cuman dia salah masuk kelas aja.
Aku yang baru menyadarinya pun langsung tertawa kecil

"Dia beda, aku pun tahu itu.."
Quote:
0


dan jangan lupa dirate 5
biar makin banyak yang baca
"
bukan ngasih solusi malah bikin sedih."
kalau kamu masih sayang yang udah teruisin, tapi nanti kalau kamu disakitin lagi jangan salahin aku ya?
gitu gitu kamu kan sempet sayang banget sama dia!" Rayu Vio