Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
728.9K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#1983
PART 91
Awal Agustus 2010

Gw duduk di sebuah anak tangga gedung kampus, entah itu anak tangga di urutan keberapa. Mata gw memandang ke depan, kosong. Hanya lirikan liar disertai perasaan kesal dan marah di dalam hati. Sementara tangan kanan gw tengah menggenggam sebuah kertas, kertas marksheet atau bisa juga dibilang lembar nilai selama gw di semester 4. Ingin rasanya gw sobek sobek itu kertas menjadi ribuan serpihan, atau mungkin membakarnya.

Kemudian gw memandangi isi dalam kertas itu sekali lagi, lalu melirik ke bagian bawah. Disana tertulis satu kata yang di Bold, "DICUTIKAN". Ya, gw nggak lulus dan dicutikan oleh pihak kampus. Hal ini bukan karena gw bodoh dan mendapat nilai "E", bukan juga karena presentase kehadiran gw yang buruk lantaran suka bolos. Melainkan gw bermasalah dengan salah satu dosen disini, masalahnya mungkin bisa dibilang fatal. Hingga gw tidak diperbolehkan mengikuti UAS akibat masalah ini.

Bagaimana dengan orang tua gua dan Bunga setelah mengetahui gw tak lulus? Tentu saja mereka sangat kecewa terhadap gw. Terutama orang tua gw. Mereka yang membiayai kuliah gw dengan bekerja mengiris daging dan membanting tulang. Sedangkan anaknya (gw) kuliahnya nggak bener, bahkan terancam berhenti di tengah jalan alias D.O. Gw menyesal, sangat menyesal. Andai saja itu dosen nggak gw pukulin, mungkin nasib gw nggak akan seperti ini. What? Pukulin? Iya, tapi cukuplah itu menjadi rahasia. Karena menurut gw, hal itu adalah salah satu aib terbesar gw. Dan itu sangaat memalukan. Intinya, semester 4 ini gw harus mengulang lagi tahun depan. Itupun kalau gw nggak jadi di D.O.

...............
...............

Beberapa hari kemudian

"Terus gimana??" Tanya Bunga pada gw.

"........" Gw mengangkat bahu pertanda tak tahu.

"Kamu tuh gimana sih? Kalo bertindak tuh difikir fikir dulu, mikir dampaknya ke kamu nantinya kaya gimana!!"

"......." Gw diem.

"Aku nggak ngerti deh sama jalan fikiran kamu. Sekarang kalo udah begini, yang rugi siapa? Kamu! Yang susah siapa? Kamu!! Yang kecewa siapa? Orang tua kamu! Juga aku...."

"Aku juga nggak mau kali kaya gini!" Berontak gw.

"Kalo emang nggak mau kaya gini, kenapa tindakan kamu bodoh? Kenapa kamu pukulin itu dosen?"

"Aku emosi..."

"Emosi? Apa isi kepala kamu yang ada cuma emosi doang? Apa isi hati kamu tuh yang ada cuma dendam doang? Hah??" Bentaknya.

"........"

"Kamu tuh bener bener, bodoh! Bego! Tolol! Oon!!" Ucapnya sambil mengeluarkan air mata.

"Terus aja katain aku! Aku emang pantes kok dikatain sama kamu!"

"Bego!! Tolol! Bodoh!! Idiot....Hiks..."

"(Ternyata beneran diterusin)"

Kali ini Bunga menangis sembari menutup sebagian wajahnya. Gw tahu, dia kecewa sama gw, dan gw emang pantes dibilang bego, bodoh, idiot, tolol dan sebagainya. Pokoknya yang jelek jelek dah. Gw biarkan dia menangis sampai dia tenang. Kemudian gw membakar rokok, giliran gw yang mencoba menenangkan diri. Tapi tak lama kemudian rokok yang terselip di bibir gw itu direbut olehnya, lalu dibuang. Manyun dah gw.

Tak berhenti sampai disitu, gw ambil lagi rokok dari saku lalu kembali membakarnya. Kali ini Bunga tak bereaksi. Hanya melirik ke arah gw sambil mengibaskan telapak tangan agar asap itu hilang dari hadapannya. Kemudian dia menggeser posisi duduknya sedikit menjauh, tentu saja karena dia tak suka asap rokok.

"Udah ngerokoknya?" Tanya dia.

"Belum. Mungkin beberapa batang lagi..." Jawab gw.

"Boleh aku minta?" Tanya dia.

"Tuh...." Gw melemparkan bungkus rokok dan koreknya ke arah dia.

"......"

"Isep aja!" Ujar gw.

Gw lihat dia mengambil sebatang dari bungkus, lalu menjepit rokok itu diantara jari telunjuk dan jari tengah, sama seperti yang gw lakukan.

"Kalo kamu berani bakar itu rokok, jangan harap aku mau negor kamu lagi." Ancam gw.

Dengan sedikit terburu buru, dia kembali memasukkan sebatang tadi ke dalam bungkus. Lalu melempar balik ke arah gw berikut koreknya. Aneh...
Perlahan rokok gw mulai memendek, lantas gw membuangnya ke bawah dan puntung itu gw injak.

"Udah?" Tanya dia.

"Liat aja sendiri..."

Karena gw sudah selesai merokok, Bunga kembali menggeser posisi duduknya di dekat gw. Kemudian secara tiba tiba dia memeluk gw. Erat sekali sampai gw merasa sesak. Gw membalas pelukan dia dengan mengusap helaian rambutnya yang terasa halus di telapak tangan gw. Dia, selalu saja bisa meluluhkan hati gw dan selalu saja bisa menenangkan perasaan gw. Ibarat sebuah lilin yang mencair walau tidak ada api di sumbunya.

"Maaf yaa tadi aku kasar.." Ujarnya.

"He'emm..."

"Abisnya kamu sih...Oon!" Ucapnya sambil mites kepala gw.

"Udah minta maaf sih, tapi masih ngatain aku oon. Pake mites segala lagi..." Gerutu gw.

"Hehehe..."

"Sini bales dulu!!" Gw mites kepalanya pelan.

"Adaaw...huuh sakiit!" Rengeknya.

"Yah ilah lebay deh...orang pelan juga!"

Dia semakin menenggelamkam kepalanya di pundak gw sambil sesekali menyedot ingusnya "srook". Gw menikmatinya ketika pelukannya berangsur angsur menghilangkan aura negatif di dalam diri gw. Inilah DIA, Bunga. Wanita yang sangat gw sayangi di dunia ini setelah Bidadari No.1 dan adik adik gw.

"Aku sayang kamu Jaar. Aku cuma peduli sama kamu..."

"Ya, aku ngerti."

Kemudian dia melepaskan pelukannya, lalu mengucek matanya yang sedikit memerah karena barusan nangis. Lalu dia menggenggam tangan gw, memainkan jari jempol gw, ditekuk ke kanan dan ke kiri kaya tuas perseneleng Bajaj. Gw ngeri nih jempol gw keseleo.

"Masih ada tahun depan. Kamu harus lebih serius lagi kuliahnya." Ucap Bunga.

"Iyaa..."

"Kamu nggak jadi di D.O kan?" Tanya dia lagi.

"Kayanya nggak..."

"Ya sukur deh...Terus apa yang mau kamu lakuin buat ngisi waktu selama cuti?"

"Mungkin aku mau cari kerja dulu." Jawab gw.

"Ya, itu lebih baik. Mau kerja apa sayang?"

"Apa aja yang penting menghasilkan uang halal. Selama aku cuti, aku nggak mau minta sama orang tua aku."

"Semangat yaa!"

"Hehe iya Bunga. Makasih ya kamu masih ada disamping aku walopun keadaan aku sekarang lagi kayak gini. Tapi....." Ucap gw tertahan.

"Tapi apa?" Tanya dia.

"Tapi ini, aduuh jempol aku sakit...Jangan di tekuk tekuk gitu napa!!" Ucap gw sembari meringis.

"......" Dia cuma nyengir.

.........................
.........................

PARAMORE - STILL INTO YOU




Can't count the years on one hand
That we've been together
I need the other one to hold you
Make you feel, make you feel better

It's not a walk in the park
To love each other
But when our fingers interlock,
Can't deny, can't deny you're worth it
'Cause after all this time I'm still into you

I should be over all the butterflies
But I'm into you (I'm into you)
And baby even on our worst nights
I'm into you (I'm into you)

Let 'em wonder how we got this far
'Cause I don't really need to wonder at all
Yeah, after all this time I'm still into you

Recount the night that
I first met your mother
And on the drive back to my house
I told you that, I told you that I loved ya

You felt the weight of the world
Fall off your shoulder
And to your favorite song
We sang along to the start of forever
And after all this time I'm still into you

I should be over all the butterflies
But I'm into you (I'm into you)
And baby even on our worst nights
I'm into you (I'm into you)
Let 'em wonder how we got this far
'Cause I don't really need to wonder at all
Yeah, after all this time I'm still into you

Some things just, some things just make sense
And one of those is you and I (Hey)
Some things just, some things just make sense
And even after all this time (Hey)

I'm into you, baby, not a day goes by
That I'm not into you

I should be over all the butterflies
But I'm into you (I'm into you)
And baby even on our worst nights
I'm into you (I'm into you)
Let 'em wonder how we got this far

'Cause I don't really need to wonder at all
Yeah, after all this time
I'm still into you
I'm still into you
I'm still into you
Diubah oleh javiee 03-02-2015 10:58
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.