Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#1968
PART 90
"Kriik....Kriik"

Suara jangkrik terdengar sahut menyahut ibarat paduan suara mengiringi siang yang cerah. Gw masih duduk disini, di atas hamparan batu kerikil. Disamping gw ada Bunga yang lagi manyun dengan kondisi rambut acak acakan setelah gw unyel unyel. Dia masih diam membiarkan tangan kiri gw menggandeng bahunya, terkadang tangan gw naik ke atas kepalanya untuk memitesnya pelan. Kemudian dia menggerutu, "Jahat" sambil memandang tajam ke arah gw.

"Nyebur nggak?" Ajak gw.

"Kemana?"

"Tuh....kaya orang orang." Jawab gw sembari menunjuk ke air terjun.

"Emmm, aku lupa bawa salin..." Ujarnya.

"Lahh..."

"Abisnya buru buru sih tadi. Jadi kelupaan."

"Lagian siapa suruh tadi pagi malah tidur lagi?"

"......" Bunga manyun.

"Berarti kamu kesini rugi, nggak nikmatin air yang dingin itu. Hahaha....."

"......" Makin manyun.

"Bentar ya aku mau nyari lapak buat salin.."

Gw tengok kanan kiri, mencari tempat yang aman buat ganti baju. Namun gw terkejut, ternyata di salah satu sudut tempat ini sudah dilengkapi fasilitas toilet umum untuk ganti baju para pengunjung. Perasaan kemaren terakhir gw kesini belum ada. Singkat cerita, sekarang gw sudah bertransformasi dengan hanya mengenakan celana kolor dibalut kaos putih. Gw nggak telanjang dada kayak orang orang. Abisnya gw nggak pede, badan gw pan kurus. Kalo perut gw sikspek sih gw pede pede aja.

"Byuur..."

Rasanya nyess, dingin, sejuk menjadi satu setelah gw nyebur lalu menenggelamkan kepala gw ke air. Bunga cuma ngeliatin gw sambil cengar cengir. Dia mengambil HPnya dari tas, memotret gw yang lagi asik main air. Sadar kalau gw lagi jadi objek fotonya dia, lantas gw pun bergaya pasang ekspresi senyum paling ganteng.

"Sini turun..."

"......"

"Gulung aja celana kamu. Main di pinggir." Ajak gw.

"Iyaa...." Jawabnya semangat.

Kemudian dia melepas jaket, berikut rompi hitamnya. Sekarang yang tersisa hanya kaos putih berbahan tipis yang menerawang hingga lekuk tubuhnya sedikit terlihat. Gw menepuk jidat, nih anak bisa bisanya pake baju kayak gitu. Setelah menggulung celana jeans sebatas lutut, Bunga masuk ke air lalu menendang permukaan air hingga cipratannya mengenai wajah gw. "Songong" Ucap gw dalam hati. Lantas gw nggak mau kalah, langsung membalasnya.

"Di tengah situ dalem nggak?" Tanya dia.

"Ya dalem...Segini nih." Jawab gw sambil meratakan tangan di dada.

"Mau kesitu iih..."

"Yee, kamu nggak bawa salin. Jangan basah basahan!"

Dia tak mempedulikan omongan gw, terus berjalan menuju ke tengah. Semakin dalam dan dalam, lantas air pun sukses merendam sebagian celananya. Kemudian,

"Byuurr...."

"Waaaa dinggiiiin...." Teriaknya.

Gw bengong, planga plongo ngeliat dia menceburkan diri ke air. Nih anak nggak bawa baju ganti malah nekat nyebur. Lalu gw menelan ludah ketika dia mengangkat tubuhnya dari air. Jakun gw naek turun kayak lift di pasar malem. Seketika bajunya basah dan itunya loh, aduh, ceplakannya. Sebenarnya ada beberapa juga sih perempuan yang nyebur kesini, mulai dari anak gadis sampe emak emak. Semuanya juga sama sama nyeplak. Tapi pas ngeliat Bunga, entah kenapa gw jadi repot sendiri.

Terlanjur basah, ya sudah mandi sekali, mengutip lagunya Alm. Meggy Z. Gw nggak mikirin nih anak nanti pulang pake baju apa. Yang gw fikirin hanya momen seperti ini, akhirnya kita berdua larut dengan canda tawa sambil berendam di air yang dingin. Satu jam kita menghabiskan waktu disini, kita keluar dari air lalu duduk di sebuah batu besar. Bunga mengambil HPnya, dan kita pun asik foto foto dengan keadaan basah kuyup.

"Yank, dingin yaa..." Ucapnya.

"Nahloh....kamu ntar pulang gimana? masa mau pake baju basah gini?"

"......." Dia menggeleng pertanda tak tahu.

"Emm gini aja deh. Daripada kamu masuk angin, kamu pake baju aku aja."

"Terus kamu pake apa?"

"Yaa jaket doang. Tapi ga apa apa kok, jaket aku kan tebel."

"......" Dia diam berfikir.

"Udah, nih pegang baju aku. Kamu ganti baju disana!"

Gw memberikan baju gw yang kering tak lupa sebuah handuk kecil, lalu mengantarnya ke toilet umum. Tak ketinggalan, gw juga ikutan ganti baju. Tapi jelas, kita nggak satu toilet. Bahaya! Lalu gw keluar, disusul Bunga dari toilet sebelah. Dan gw sedikit menatapnya aneh memakai baju gw yang rada kegedean. Sementara tangan kanannya memegang sesuatu dibungkus kantung plastik hitam.

"Itu apaan Bung? yang di plastikin?"

"......" Dia diam saja.

"Apaan si?" Gw mengulang pertanyaan gw

"Ini....daleman aku." Ucapnya setengah berbisik.

"Hah??"

Daarr....
Gw kaget bukan kepalang. Bagaimana tidak, berarti di balik baju gw yang dia pakai itu, ah sudahlah!. Gw langsung buru buru ngambil tasnya dia. Mengeluarkan rompi hitam dan jaket kemudian menyuruhnya untuk segera memakainya. Aman, fikir gw. Walaupun gw tau celana jeansnya basah, tapi yang paling penting, bagian atasnya nggak basah. Lumayan lah mencegah agar dia nggak masuk angin nantinya.

Tiba tiba langit berubah mendung pertanda hujan akan turun tak lama lagi. Pukul 2 siang kami berdua memutuskan untuk pulang. Daripada kehujanan malah jadi repot. Disepanjang perjalanan pulang, Bunga diam saja tidak nampak keceriaan yang dia keluarkan seperti tadi waktu berangkat. Yang dia lakukan hanya meringkuk menyandarkan kepalanya di pundak gw.

"Kamu nggak apa apa?" Tanya gw.

"Nggak...." Jawabnya.

Gw menekuk sepion ke arah dalam, bermaksud ingin mengintip wajahnya. Matanya nampak sayu, tapi dia sempat tersenyum ketika mata kami bertemu dari balik kaca sepion. Gw khawatir sama dia, takutnya dia sakit gara gara basah basahan. Ditambah pengaruh angin mendung yang terasa dingin menusuk sampai ke tulang. Gw mempercepat laju kendaraan agar kami cepat sampai di rumah. Bunga nggak protes, mungkin dia berfikir lebih cepat lebih baik. Karena gw tahu, kondisinya kini tengah memburuk.

Tepat pukul 3 sore gw sampai di rumahnya dibarengi suara adzan Ashar, serta hujan deras diselingi petir. Sepi, tidak ada orang. Hanya ada beberapa tukang dan pembantunya yang sibuk beberes rumah. Mungkin penghuni rumah ini lagi pada sibuk keluar dengan acaranya masing masing. Gw menyuruh Bunga untuk segera mengganti pakaiaannya yang sudah mulai mengering tertiup angin jalanan. Kemudian gw menunggu di kursi sofa ruang tengah. Selang 5 menit, dia sudah kembali menghampiri gw disini. Lalu, "Bruugh...". Dia langsung merubuhkan tubuhnya ke arah gw, menyandarkan kepalanya di bahu gw.

"Pusiiiing...." Keluhnya.

Gw memegang keningnya, panas. Ternyata nih anak beneran kenapa napa.

"Ya ampun, kamu sakit?"

"......" Dia menggeleng.

"Maaf yaa, kamunya malah jadi sakit gini...." Ujar gw.

"Nggak kok. Aku nggak apa apa."

"Nggak apa apa gimana? Ini badan kamu panas."

"Biarin...yang penting hari ini aku seneeeng...Seneng banget!" Ujarnya lalu tersenyum.

"Sakit kok seneng..."

"Hehe, makasih ya yank. Udah ajak aku kesana."

"Iya, tapi kalo kamunya sakit gini aku jadi nggak enak."

"Aku nggak apa apa. Paling cuma masuk angin dikit."

"Haduuh...Kamu nyimpen obat obatan nggak? Ada dimana? Biar aku cariin."

"Ada di dapur, di rak samping kitchen set." Ujarnya.

"Yaudah tunggu, aku ambilin dulu."

Gw mulai ubek ubek kotak obat, tapi gw nggak nemuin apa apa disini. Yang ada hanya beberapa peralatan P3K. Masa iya orang masuk angin gw kasih betadine ama repanol? Yah, demi Bunga, demi dia nggak sakit, gw pun memutuskan untuk keluar rumah menuju warung terdekat. Sebelumnya gw minta payung sama salah satu pembantu sebab diluar hujan deras. Tapi setelah dicari, payung itu nggak ada. Gw heran rumah segede gini masa iya kagak punya payung. Akhirnya gw nekat menerobos derasnya hujan demi mendapatkan jamu orang pintar.

Tak lama kemudian gw sudah kembali lagi di rumahnya dengan keadaan lumayan basah kuyup. Jelas, gw nggak pake payung. Gw langsung menghampiri Bunga di ruang tengah sambil membawa segelas air putih yang gw ambil di dapur.

"Nih minum dulu jamu orang pinter..." Ucap gw.

"Makasiiih...Tapi kok, kamu basah?"

"Iya aku beli di warung."

"Nggak pake payung?"

"Nggak...Kata mas Udin nggak ada."

"Loh...itu payung tuh banyak bejejer." Ucapnya sambil menunjuk sebuah guci yang di dalamnya terdapat beberapa payung.

"Yaah...cape deh." Gerutu gw.

"Hahaha, abisnya kamu nggak nanya aku dulu sih."

"......."

"Tapi, makasih yaa. Kamu udah bela belain ujan ujanan buat aku."

"Iyaa...."

"Cup..." Pipi gw dikecup lagi.

Yaah, 2x dah gw dapet ciuman dari dia. Tadi pagi pipi kiri, sekarang pipi kanan. Saat itu, gw merasa jadi berandalan paling beruntung di dunia. Hidup gw emang jauh dari kata mewah atau glamor, hidup gw juga jauh dari kata sempurna. Tapi dengan adanya Bunga, gw ngerasa hidup gw jauh lebih mewah dan lebih sempurna. Dan gw berharap, momen kebersamaan seperti ini terus belanjut tanpa ada kata akhir. Hingga kelak segala 'rencana' yang sudah kami susun dapat terwujud, di tahun 2013.
Diubah oleh javiee 02-02-2015 16:41
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.